
"Aku akan menyiksa kalian hingga kalian memintaku untuk di bunuh agar kalian bisa merasakan kesakitan ketika Ayahku kalian bunuh." Ucap Alvonso.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Ucap Alvonso.
Ceklek
Anak buah kepercayaan membuka pintu ruangan pribadi milik Alvonso kemudian menundukkan kepalanya tanda hormat.
"Maaf Tuan, dua orang tersebut tidak sadarkan diri." Ucap anak buah kepercayaannya.
Tanpa menjawab Alvonso membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan ruangannya dengan diikuti anak buahnya.
Alvonso berjalan ke arah ruang penyiksaan dan melihat Mama Valen dan Moko tidak sadarkan diri dengan darah segar keluar dari tubuh, hidung dan mulut.
"Lempar mereka ke air kolam itu!" Perintah Alvonso.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya.
Anak buahnya melepaskan ikatan kedua tangan dan ke dua kaki mama Valen dan Moko untuk membawa mereka ke arah kolam.
Byur
__ADS_1
Byur
Moko dan Mama Valen di lempar ke kolam renang membuat warna kolam tersebut berubah menjadi merah karena darah tidak berhenti keluar dari tubuh Moko dan Mama Valen. Hal itu membuat Moko dan Mama Valen yang terkena air kolam memaksakan membuka matanya.
"Pegang ke dua tangan mereka dan tarik sampai ke pinggir kolam!" Perintah Alvonso sambil melihat mereka berusaha berenang sambil berteriak kesakitan.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya dengan patuh sambil masuk ke dalam kolam renang setinggi dada orang dewasa karena tubuhnya yang terluka terkena air.
Ke dua tangan Mama Valen dan Moko di pegang oleh dua orang anak buah Alvonso kemudian menariknya sampai ke tepi kolam. Alvonso berjalan ke arah pinggir kolam kemudian berlutut lalu menekan kepala Moko untuk dimasukkan ke dalam air.
Moko berusaha memberontak ketika kepalanya dimasukkan ke dalam air namun tidak bisa melepaskan nya karena pegangan Alvonso dan ke dua anak buah Alvonso sangat kuat.
Rasa sakit bekas cambukan dan rasa sesak karena banyak air masuk ke dalam mulut dan hidungnya.
Setelah mulai lemas Alvonso menarik rambut Moko agar dia bisa bernafas kemudian melanjutkan ke mama tirinya.
Mama tirinya pun juga sama tubuhnya sangat perih dan Mama Valen berusaha memberontak tapi kedua tangannya di pegang oleh anak buah Alvonso.
Alvonso menatap dengan bengis ke wajah mama tirinya kemudian menenggelamkannya kembali kepala mama tirinya. Mama tirinya tidak bisa memberontak karena badannya sangat perih terkena cambukan Alvonso.
Badannya mulai lemah membuat Alvonso menghentikan aksinya dan menarik rambut mama tirinya agar bisa bernafas.
"Bawa mereka ke ruangan khusus." perintah Alvonso sambil berjalan meninggalkan mereka menuju ruangan khusus.
Alvonso duduk dengan santai sambil menatap ke arah mama tirinya dan Moko yang di tarik paksa oleh para anak buahnya kemudian di dorong hingga mereka terjatuh di lantai menghadap ruangan di mana ada dua kandang yang lumayan besar.
Di mana kandang pertama kosong sedangkan kandang di sebelahnya ada seekor binatang yang sedang menatap mereka dengan tatapan lapar.
__ADS_1
Mama Valen dan Moko menatap kandang tersebut dengan mata melotot sekaligus membuat mereka sangat ketakutan dalam waktu bersamaan.
Di dalam kandang tersebut ada satu beruang yang sangat besar sambil mengeluarkan suaranya yang bikin bulu kuduk berdiri.
"Masukkan pria itu dan jadikan santapan binatang kesayanganku!" perintah Alvonso.
"Baik Tuan." Jawab anak buahnya dengan patuh.
Glek
Glek
Moko dan Mama Valen menelan salivanya dengan sangat susah mereka sangat ketakutan dan berlutut memohon ampun sambil menahan rasa sakit yang teramat sangat.
"Maafkan saya tuan." Mohon Moko dengan tubuh gemetar.
"Maafkan Mama, Mama janji menjadi Mama yang baik buatmu ... Huhuhuhuhu...." ucap Mama Valen sambil menangis ketakutan
"Tidak ada pengampunan buat kalian berdua, nyawa di bayar dengan nyawa dan kamu jangan sebut kamu sebagai mama Karena aku menganggapmu sebagai pela**r atau jal**g." bentak Alvonso dengan nada sarkas.
Mereka berdua menangis ketakutan hingga mereka berdua buang air kecil karena sangat ketakutan melihat beruang yang tiba - tiba menatap mereka berdua.
"Hahahaha...."
Mereka semua menertawakan Mama Valen dan Moko tanpa terkecuali Alvonso. Salah seorang anak buah Alvonso menyalakan kran air dan temannya menggunakan selang air dan menyemprot ke bagian tengah-tengah paha Mama Valen dan Moko.
Hal itu dilakukan agar ruangannya tidak bau dan setelah di rasa cukup kran pun dimatikan.
__ADS_1
"Masukkan mereka ke dalam kandang yang kosong itu!" Perintah Alvonso.
"Baik Tuan." Jawab ke empat anak buahnya sambil menarik tangan Mama Valen dan Moko secara bersamaan.