
Waktu berlalu dengan cepatnya dan tidak terasa pula Brian dan Brigitha sudah sembuh. Mereka pulang dengan di jemput ke enam saudara kembarnya dan juga ke dua orang tuanya yang bernama Daddy Alvaro dan Mommy Felicia.
Dua hari kemudian Bruno, Brian, Benediktus, Brigitha dan Briana bersiap - siap pergi ke bandara bersama Omanya Daddy Alvaro dengan di antar oleh Daddy Alvaro dan Momny Felicia.
Ada kesedihan di hati mereka berdua Mommy Felicia dan Daddy Alvaro melepaskan ke lima anak kembarnya karena mereka akan berpisah jauh demi menjaga Ibunya Daddy Alvaro.
Di dalam mobil Mommy Felicia dan Daddy Alvaro memberi nasehat ke lima anak kembarnya dan mereka berlima dengan patuh dan melaksanakan perintah Mommy Felicia dan Daddy Alvaro.
Satu jam kemudian akhirnya sampailah mereka di bandara Soekarno Hatta. Mereka masuk ke dalam bandara dan mereka saling berpelukan sambil menangis terlebih Mommy Felicia.
Mereka saling melambaikan tangan salam perpisahan dan mereka berenam masuk ke dalam ruang bandara.
Daddy Alvaro memeluk bahu istrinya dari arah samping sedangkan Mommy Felicia memeluk pinggang suaminya dan kepalanya disandarkan ke dada suaminya.
"Daddy tidak menyangka dulu mereka berlima masih kecil dan tidak terasa sekarang mereka berlima sudah beranjak dewasa." ucap Daddy Alvaro.
"Itu berarti Daddy semakin tua." Goda Mommy Felicia.
"Benar sekali kata Mommy kalau daddy sudah tua." jawab Daddy Alvaro tanpa sadar.
__ADS_1
hening
"Eh tunggu, Mommy nakal ya ngatain suami sendiri sudah tua." ucap Daddy Alvaro mencubit hidung istrinya.
"Aish sakit tahu." ucap Mommy Felicia dengan nada manja sambil mengusap hidungnya.
"Memang aku sudah tua ya?" tanya Daddy Alvaro sambil berpikir.
"Tidak sayang, sayangku tambah tampan kok, Mommy tadi hanya bercanda." ucap Mommy Felicia yang melihat suaminya tidak percaya diri.
''Benar Daddy masih tampan? Mommy janji ya jangan tinggalkan Daddy apapun yang terjadi." pinta Daddy Alvaro yang sangat takut jika istrinya meninggalkan dirinya dan menikah dengan pria lain.
"Tidak mungkinlah Mommy meninggalkan suamiku yang sangat Mommy cintai kecuali Daddy ketahuan selingkuh baru Mommy tinggalin Daddy dan cari Cogan." ucap Mommy Felicia sambil tersenyum.
"Cowok Ganteng." ucap Mommy Felicia sambil melepaskan pelukannya kemudian berlari ke arah parkiran.
Daddy Alvaro mengejar istrinya ke parkiran dan akhirnya berhasil menangkap istrinya dan memeluk dari samping secara mesra.
"Kamu mulai nakal ya." ucap Daddy Alvaro sambil mengacak - ngacak rambut istrinya.
__ADS_1
"Ish ... Ish berantakan tahu." omel Mommy Felicia sambil merapikan rambutnya.
Daddy Alvaro hanya tersenyum dan mereka masuk ke dalam mobil untuk pulang ke mansion.
xxxxx
Satu Bulan Kemudian
Sudah satu bulan anak buah Alvonso mencari Brigitha tapi tidak ditemukan sepertinya hilang dari muka bumi. Alvonso sudah menyewa ahli it tapi ahli it sama sekali tidak bisa membuka data pribadi Brigitha malah yang ada programnya mendapatkan serangan hadiah berupa virus yang susah untuk dilumpuhkan sehingga data - data mereka langsung hilang seketika.
Selain itu Bruno dan Brian tidak lagi kuliah di tempat yang sama dengan Alvonso. Alvonso dan teman kuliahnya hanya tahu kalau Bruno dan Brian kuliah di luar negri tanpa menyebutkan negaranya membuat Alvonso bertambah frustrasi.
Alvonso sangat frustrasi dalam mencari Brigitha hingga sahabat sekaligus sepupunya seorang dokter menasehatinya kalau memang jodoh pasti suatu saat akan bertemu kembali di saat yang tidak di duga.
Alvonso berusaha melupakan Brigitha dengan menyibukkan diri dengan bekerja keras mengembangkan bisnisnya sambil kuliah dan menutup hatinya untuk wanita lain. Hanya di hatinya di isi oleh Brigitha seorang.
Orang yang memfitnah Brigitha sudah ditemukan dan ternyata pelakunya Bela. Alvonso sangat marah dan menghukum mati Bela dan orang tua Bela yang bernama Tuan Richard dan Nyonya Richard karena mereka mendukung kejahatan putrinya.
Kini Alvonso sudah mempunyai asisten baru sekaligus wakil mafia sepupunya yang bernama Michael usianya lebih muda selisih 2 tahun. Usia Alvonso saat ini berumur dua puluh tujuh tahun sedangkan Michael berusia dua puluh lima tahun.
__ADS_1
Walau usia mereka masih muda tapi kepintaran dalam mengelola bisnisnya membuat perusahaan makin berkembang pesat.
"Brigitha sayang, Kamu ada di mana? Aku sangat merindukanmu." Ucap Alvonso sambil memeluk pigura dan duduk di kursi kebesarannya.