
Alvonso keluar dari rumah sakit menuju parkiran sampai di depan mobilnya Alvonso masuk ke dalam mobil. Pikirannya bercabang ke papanya yang pingsan dan satunya dirinya sangat kuatir dengan Brigitha.
Alvonso juga tidak tahu kenapa hatinya berdebar ketika pertama kalinya Brigitha memperhatikan dirinya, merawatnya ketika terluka dan memegang tangannya. Apalagi pelukan pertama seorang gadis yang membuat dirinya merasa nyaman bersamanya.
Alvonso sampai memukul stir mobilnya karena saat ini pikirannya kacau di satu sisi ingin mengenal lebih dekat dengannya tapi di sisi lain dirinya saat ini ingin kosentrasi dengan pekerjaan dan kuliahnya.
Dua puluh menit kemudian Alvonso sudah sampai di mansion. Dua orang bodyguard yang tahu itu mobil majikannya langsung membuka gerbang mansionnya.
Alvonso masuk ke dalam mansion dan memasukkan mobilnya ke garasi mobil. Alvonso kemudian berjalan ke arah pintu utama. Seorang bodyguard membukakan pintu utama. Alvonso pun masuk ke dalam dan berjalan dengan langkah cepat menuju ke lantai dua di mana kamar orangtuanya.
Alvonso masuk ke dalam tampak papanya Alvonso belum sadar dan baru saja selesai di cek dokter keluarga.
"Bagaimana kondisi keadaan papa saya dok?" tanya Alvonso dengan wajah kuatir.
"Iya dok, bagaimana keadaan suami saya?" tanya mama Siska dengan wajah tak kalah kuatirnya.
"Tuan Agus harus dibawa ke rumah sakit dan perlu di rawat." jawab dokter tersebut.
"Baik dok." ucap Alvonso.
Alvonso pun menghubungi bodyguard untuk datang ke kamar daddynya. Setelah datang Alvonso menggendong papanya di bantu oleh bodyguardnya sedangkan mama Siska mengikuti dari belakang, mereka pergi menuju ke rumah sakit.
xxxx
Belia yang mendapat tugas oleh Alvonso langsung menghubungi Mommy Felicia.
__ADS_1
("Halo Belia, ada apa telephone tante?" tanya Mommy Felicia dengan nada lembut).
("Maaf tante, mau memberitahukan kalau Brigitha berada di ugd." jawab Belia
("Apa, Brigitha sakit apa?" tanya Mommy Felicia dengan nada panik).
("Seorang pelayan sengaja menumpahkan air panas ke seorang pria dan Brigitha memeluknya hingga dia yang terkena." Jawab Belia menjelaskan apa yang telah terjadi).
("Rumah sakit mana?" tanya Mommy Felicia).
("Rumah Sakit Pelita Kasih." jawab Belia).
("Baik Belia terima kasih tolong jaga Brigitha." pinta Mommy Felicia).
("Baik tante." Jawab Belia).
Mommy Felicia mematikan ponselnya dan berjalan dengan langkah cepat untuk mengambil tas dan kunci mobil. Baru saja turun dari tangga Mommy Felicia melihat salah satu anak kembarnya baru pulang bersama Daddy Alvaro.
Daddy Alvaro dan Bruno yang melihat Mommy Felicia rapih membuat Daddy Alvaro dan Bruno menghentikan langkahnya.
"Mommy mau kemana? " tanya Daddy Alvaro.
"Brigitha ada di rumah sakit, mommy tidak bisa cerita. Kalian mau ikut Mommy atau istirahat?" tanya Mommy Felicia.
"Kami ikut mommy saja, Mom." jawab Daddy Alvaro dan Bruno bersamaan.
__ADS_1
"Mommy biar Daddy Alvaro yang mengendarai mobil." Ucap Daddy Alvaro.
"Ok." jawab Mommy Felicia sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Ayo kita pergi." Sambung Mommy Felicia
"Ayo mom." Jawab mereka bersamaan lagi.
Sampai di garasi mobil, Brian turun dari mobil dan melihat mereka berada di dalam mobil membuat Mommy Felicia membuka jendelanya untuk berpamitan ke putra kembarnya nomer dua.
"Sayang mommy, Daddy dan Kak Bruno mau ke rumah sakit karena Brigitha masuk ke rumah sakit." ucap Mommy Felicia.
"Apa, Brigitha sakit apa Mom?" tanya Brian dengan wajah terkejut.
"Kurang tahu, Brian mau ikut atau mau istirahat?" tanya Mommy Felicia.
"Brian ikut kalian." jawab Brian kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi di samping Mommy Felicia karena di depan Daddy Alvaro menyetir mobil sedangkan di samping adiknya Bruno.
Mereka berempat pun pergi ke rumah sakit mengendarai mobil dengan kecepatan sedang.
"Apa yang sebenarnya terjadi mom?" tanya Daddy Alvaro.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Sambil menunggu Up silahkan mampir ke karya temanku dengan judul :
__ADS_1