Cinta Pertama Mafia 1

Cinta Pertama Mafia 1
Mansion Daddy Alvaro


__ADS_3

Keluarga Alvaro merayakan pesta kecil - kecilan atas kesembuhan putrinya yang bernama Brigitha.


"Halo sayang gimana kabarnya?" tanya Tante Feodora sambil memberikan kado buat Brigitha.


"Baik Tante Feodora, halo paman Jimmy? ini anaknya siapa?" tanya Brigitha dengan wajah bingung.


"Ini anak Tante dan paman sayang.'' jawab Tante Feodora dengan wajah bingung.


"Tapi seingat ku, Tante Feodora masih hamil?" tanya Brigitha dengan wajah ikut bingung.


"Terus Tante Fransiska , anak laki - laki dan anak perempuan ini anaknya siapa?" tanya Brigitha menatap anak kecil yang tampan dan cantik.


"Ini anak kami Brigitha." ucap Tante Fransiska.


Mommy Felicia menarik ke dua tangan sahabatnya Tante Fransiska dan Tange Feodora agar menjauh dari Brigitha begitu juga daddy Alvaro menarik tangan Paman Jimmy dan Paman Roberto.


Setelah agak jauh Mereka menceritakan sebenarnya apa yang telah terjadi dan Mommy Felicia dan Daddy Alvaro meminta ke dua sahabatnya untuk jangan memaksakan ingatan Brigitha karena bisa membahayakan nyawa Brigitha dan Mereka pun mengerti.


Brigitha melihat ke dua orang tuanya menarik masing - masing tangan sahabatnya membuat dirinya bingung dan bertanya - tanya dalam hati sebenarnya ada apa. Semakin Brigitha berfikir membuatnya kepalanya semakin pusing dan sakit.


bruk

__ADS_1


Tubuh Brigitha ambruk untunglah kakaknya yang bernama Brian melihat adik kembarnya pingsan langsung di tangkap dan menggendongnya dan dibawa ke kamarnya.


Kakaknya yang bernama Bruno melihat adiknya Brian menggendong Brigitha yang sedang pingsan langsung menemui ke dua orang tuanya.


"Daddy, mommy, Brigitha pingsan sudah dibawa oleh Brian ke kamar." ucap Bruno.


Sontak mereka berenam sangat terkejut membuat Daddy Alvaro, Mommy Felicia, dokter Jimmy masuk ke kamar Brigitha untuk melihat kondisinya sedangkan Feodora keluar menuju garasi mengambil tas dokter milik suaminya dokter Jimmy, sedangkan Roberto dan dokter Fransiska menjaga anak mereka juga anak - anak para sahabatnya.


Mereka memang sengaja jika mereka semua berkumpul tidak membawa baby sister agar anak - anak mereka saling mengenal masing - masing.


Feodora masuk ke dalam ruangan Brigitha sambil membawa tas kerja milik suaminya dan diberikan oleh dokter Jimmy.


Dokter Jimmy mengecek kondisi Brigitha, setelah agak lama Brigitha tersadar dari pingsannya.


"Kamu di kamarmu sayang." ucap mommy Felicia sambil membelai lembut rambut anaknya.


"Mommy, kepalaku sakit." ucap Brigitha.


"Jangan di paksa untuk mengingat, jalani saja nanti kamu akan ingat semua." ucap dokter Jimmy yang menjawab pertanyaannya dan sudah menganggap Bigitha ponakannya.


"Paman Jimmy, kapan aku bisa mengingatnya?" tanya Brigitha yang sangat berharap dirinya bisa ingat lagi.

__ADS_1


"Sabar ya? pasti akan ingat pada waktunya tapi paman minta jangan dipaksakan." ucap dokter Jimmy


"Baik paman Jimmy." ucap Brigitha patuh.


"Bagus anak pintar." ucap dokter Jimmy.


"Sekarang kamu istirahat ya sayang." ucap Tante Feodora.


"Baik Tante. Daddy, Mommy dan paman Jimmy, Brigitha tidur dulu ya." ucap Brigitha sambil memejamkan matanya.


"Sayang makan dulu nanti baru tidur." ucap Mommy Felicia.


"Baik mommy." ucap Brigitha patuh.


Mereka semua pergi meninggalkan ruangan kamar Brigitha menuju ruang keluarga untuk berkumpul bersama kecuali Mommy Felicia menuju meja makan.


Mommy Felicia mengambil piring beserta lauknya kemudian berjalan ke arah kamar Brigitha dan masuk ke dalam kamar anaknya.


Mommy Felicia menyuapi Brigitha hingga makanannya habis kemudian diberikan gelas yang berisi air hangat. Brigitha meminumnya kemudian istirahat.


Mommy Felicia mengambil selimut kemudian menyelimuti tubuh Brigitha lalu mengecup kening Brigitha kemudian keluar dari kamar Brigitha menuju wastafel untuk mencuci piring dan gelas.

__ADS_1


Selesai mencuci piring dan gelas, Mommy Felicia kembali ke ruang keluarga bertemu dengan dua sahabat dan dua sahabat suaminya sekaligus suami sahabatnya.


"Paman Jimmy, anak paman cantik sekali." puji Benekditus.


__ADS_2