Cinta Pertama Tanpa Restu

Cinta Pertama Tanpa Restu
Murid Baru


__ADS_3

Sudah 5 hari sejak Minggat kemarin, akhirnya aku kembali bersekolah. Baru aja sampai di depan gerbang, geng julid sudah menyambutku "Heyyyyy ini dia yang berhari hari gak nampakin mukanya, kenapa ? Malu ya kalah taruhan" kata salah satu dari mereka dan di ikuti tawa yang lainnya.


Aku berusaha menahan emosiku karena gak mau masuk ruang BK lagi. "Sayang, kenapa gak nunggu aku tadi?" kata seseorang mengagetkanku dan tentunya geng julid ikutan kaget. "Amri ... ngapain ?" tanyaku. Ku tatap satu persatu member geng julid yang melongo memandangi ku bergantian dengan Amri. "Aku tadi ke rumah, Tante bilang kamu udah kesekolah" jawabnya. "ini teman teman mu kah sayang ?" tanyanya lagi. Entah kenapa aku geli mendengarnya memanggilku sayang sehingga membuatku tertawa meski sudah berusaha menahannya. "Sudah sana sekolah, aku mau masuk kelas" kataku sembari mendorong Amri dan meninggalkan mereka.


Didalam kelas, sebelum guru masuk, geng julid kembali menghampiriku untuk menanyakan kebenaran hubunganku dengan Amri. Seakan mereka gak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar tadi di depan gerbang sekolah. "kenapa ? mau buat taruhan supaya aku putusin Amri ?" kata ku sedikit melotot. "bisa gak sih kalian gak ngurusin hidup orang lain" sahut Milla yang baru saja sampai. "telat Mill ?" tanyaku setelah memandang jam di tanganku. "iyanih mobil tadi pecah ban jadi cari ojek dulu" jawabnya.


Geng julid yang kami cuekin akhirnya kesal dan meninggalkan kami dengan terus menggerutu, gak begitu lama guru datang dan pelajaran pun dimulai.


"siapa tuh"


"anak baru ya"


"gantengnya"


"manis banget sih"


"semoga jomblo"


terdengar suara suara kecil bergeming di dalam kelas, membuatku menoleh ke arah depan, ada seseorang di belakang ibu guru. "Selamat pagi anak anak" kaya bu guru memberi salam.


"Ayo perkenalkan dirimu ke teman teman" pinta ibu guru ke murid baru itu.


"Hallooo ... Nama saya Reyhan, Pindahan dari SMA di luar kota. Salam kenal semuanya" sapa nya.


"Reyhan duduk di sana ya" kata guru menunjuk kursi agak belakang. "Tapi bu, bisakah saya duduk di depan ?" pintanya. "sudah penuh" sahut salah seorang dari kami. Aku beranjak dari duduk dan mempersilahkan dia duduk di kursiku, lalu aku yang pindah ke kursi agak belakang. "Fei" Milla berusaha menahanku, "Gapapa Mill, gak belakang banget ko" sahutku.

__ADS_1


Di jam istirahat Milla menghampiriku untuk mengajakku makan bakso favorite kami di kantin. Sebelum melangkah keluar kelas, Reyhan si murid baru itu memanggil kami "Feii, Mill,, tunggu" seru nya. "ikut boleh gak?" sepertinya dia sedang mencari teman baru, ya namanya juga murid baru gak kenal siapapun di sekolahnya ya baru. Aku mengangguk "boleh" kataku.


"Darimana kamu tau nama kita" tanya Milla


"Tadi kalian saling menyebut nama kan waktu Fei mau pindah tempat duduk" jawabnya.


"benar juga" sahutku


"tapi aku gak tau nama lengkap kalian, masa cuma Fei sama Mill" kata Reyhan lagi lagi membuat kami tertawa kecil


Aku mengacungkan tangan didepannya "Feiza" kataku dan diikuti oleh Milla "Milla"


Kami banyak mengobrol di kantin, Reyhan cukup humble sehingga asik diajak ngobrol dan bercerita. "geng julid sinis tuh" bisik Milla menyenggol bahuku. ku larikan pandanganku ke arah pojok kantin, ada geng julid sedang memantau ke arah kami. "Siapa ? kenapa ?" tanya Reyhan penasaran dan ikut menoleh ke arah pojokan.


"Mereka itu kumpulan cewe cewe julid, suka ngurusin hidup orang, gak punya kerjaan lain" kata Milla mengeluh dan hanya dibalas anggukan oleh Reyhan. "Kalian suka diganggu ?" tanyanya yang ternyata penasaran. "bukan aku" jawab Milla sambil menunjuk ke arahku. "Apaan sih Mill" kata ku merasa gak enak.


"Makasih ya Rey" kataku setelah sampai di depan rumahku. "gak ngajak aku mampir ?" tanyanya mengagetkanku. tiba tiba Mami membuka pintu depan "udah pulang sayang ?" kata Mami. "sama teman ? sini bawa masuk temannya, Mami masak soto loh" lanjutnya menawari Reyhan masuk ke rumah. Reyhan langsung memarkirkan motornya di halamanku dan mengikuti langkahku masuk rumah, dan kami makan bersama.


"Aku ditinggal lagi" tiba tiba pesan singkat dari Amri masuk di Hp ku, segera aku menelponnya. "Sebentar ya, Feiza mau nelpon dulu" kataku meninggalkan mereka di ruang makan.


"dimana ?" tanyaku ketika telpon sudah tersambung


"nyariin yaa" ledek Amri


"ih serius, aku udah pulang tadi di anter teman"

__ADS_1


"teman yang mana ? cewe ? cowo?" tanyanya


Aku tersenyum memahami Amri yang terlihat cemburu


"kenapa ? cemburu ya" goda ku


"Feizaaaa" seru Amri


"Aku ke rumah ya, kayaknya harus sering deh biar dapet restu" kata Amri denga nada yang mulai serius.


"Eh, ke rumah, jangan, anu, maksudku jangan sekarang" jawabku panik dan terburu buru.


"kenapa sih, iya gapapa gausah panik gitu sayang" kata Amri membuatku merona.


"apaan sih"


"Fei, tentang yang dibilang sama kakak iparmu malam itu ..." katanya dan kemudian terhenti beberapa saat.


"Fei, aku udah senang meskipun kamu belum mau nerima aku sebagai pacar, setidaknya aku tau kamu juga suka sama aku" lanjutnya yang membuatku terdiam tanpa tau mau menjawab apa.


"Feizaaa ..." seru Mami menghampiri ku ke teras. "Ya Allah Fei, jawab telpon aja sampe sejauh ini" ledek Mami dan membuatku menyengir lebar. "Jauh banget ya" tambah Amri sedikit berbisik di telpon. "gausah ngeledek, udah ya ku tutup telponnya" kataku mengakhiri pembicaraan kami


Aku lupa sudah meninggalkan Reyhan di ruang makan, segera ku susul bersama Mami. "Hey, maaf ya" kata ku, "gapapa, ini lagi asik nikmatin sotonya enak banget" jawabnya yang sudah nambah soto buatan Mami. "Lapar Rey ?" tanyaku kaget dan kami tertawa bersama. "Lapar sama enak itu beda tipis" sahut Mami bangga.


"Selama kamu nerima telpon, Reyhan ngobrol banyak sama Mami" kata Mami seperti membuat laporan kepadaku. aku mengangguk saja. "Oh ya Reyhan kalo mau mampir jangan sungkan ya, tante senang kalo masak ada yang makan" kata Mami menawarkan. Dengan semangat Reyhan menerima tawaran Mami. "Ok tante, bakal sering nih saya kemari, gapapa kan Fei ?" tanyanya melirik ku. "Ya gapapa terserah aja" jawabku.

__ADS_1


Selesai menghabiskan dua mangkuk soto, Reyhan membantu Mami membersihkan meja makan dan setelah itu pamit pulang.


__ADS_2