Cinta Pertama Tanpa Restu

Cinta Pertama Tanpa Restu
Ending !! ... T.A.M.A.T


__ADS_3

Hari ini, Aku dan Amri berencana untuk makan malam bersama untuk merayakan Anniversary kami yang sudah berpacaran sepuluh tahun di cafe milikku yang sengaja ku tutup cepat dan dibantu dekor oleh pegawai dan teman temanku sebelum Amri datang. "Bagus banget, makasih ya kalian" kataku seraya memeluki mereka satu persatu. dan setelah Amri mengirimiku pesan singkat bahwa dia akan segera tiba, saat itu juga mereka semua bergegas pergi meninggalkan ku sendirian di cafe menunggu Amri datang.


"Yakin Fei mau nunggu sendirian ?" tanya Susan.


"Atau kita temenin dulu ?" Sahut Milla.


"Udah tenang aja" kataku.


"Gini aja. Kita semua tunggu diparkiran setidaknya sampai Amri sampai. kalo ada apa apa kamu langsung hubungi kita ya" kata David dan aku mengiyakannya setelah itu mereka bergegas keluar dari cafe.


...


...


...


Aku mematikan lampu didalam cafe dan menutup semua tirai yang menjuntai disepanjang jendela kaca itu. Duduk setengah jam di kursi bar yang ada didekat pintu masuk sambil memegangi Hp dan remote lampu.


Tiba tiba pintu kaca depan cafe mulai bergerak dengan perlahan pintu terbuka dan mengarah tepat dihadapanku, sehingga orang yang masuk akan lebih dulu melihatku dibanding dekor ruangan yang sudah kusiapkan.


"Surprise !!" Kata Amri dengan bucket bunga besar ditangannya membuatku menyunggingkan senyumanku dan melebarkan pintu agar lebih terbuka dan Amri bisa melihat dekor ruangan yang kusiapkan untuknya seraya menyalakan lampu dengan remote ditanganku


"Wow. Kamu siapin ini semua Fei" tanya Amri yang terlihat sangat terharu dengan apa yang aku lakukan.


"yang lainnya pada bantuin tadi tapi sekarang udah pada pulang" kataku dengan bangga.


"sweet banget sih pacarku" Amri mencubit kedua pipiku dengan sangat gemasnya. gak segan aku memeluk pacar bucinku itu.


Kami makan malam bersama dengan hidangan yang bahkan aku masak sendiri seharian ini. Bertambah lagi rasa banggaku ketika Amri terus menerus memuji semua hidangan yang bahkan dia gak tau siapa yang membuatnya.


Setelah puas menghabiskan waktu bersama, Akhirnya kami bersiap untuk pulang, tapi sebelum itu kami membereskan meja bekas kami dinner dan bahkan mencuci piring bersama.

__ADS_1


"Sebentar ya Fei ..." Amri berlalu dari sampingku dan aku melanjutkan mencuci piring yang hampir selesai itu.


"Ri ... Amri sayaaang ..." Tiba tiba laki laki itu menghilang meninggalkanku sendirian dan membuatku panik.


Gak kudapati dia diseluruh ruangan didalam cafe itu sehingga membuatku memutuskan untuk mengambil tas selempangku dan pulang sendiri. "Gimana aku bisa dapat taxi jam segini" keluhku seraya keluar dari cafe sambil merogoh tasku mencari kunci cafe.


Betapa terkejutnya aku ketika melihat ke arah parkiran didepan cafe. David dan Reyhan membawa spanduk bertuliskan "u merry me ?" membuatku menutup mulutku dengan kedua telapak tanganku seakan gak percaya dengan apa yang kulihat.


Tiba tiba, ketika aku mau menghampiri mereka, keempat teman wanitaku ya g ternyata juga belum pulang satu persatu memasangkat atribut di badanku. Dari mahkota, selempang, bunga dan memberi postcard dengan siluet sepasang kekasih yang sedang berdiri di pinggir danau. Aku tau siluet siapa itu. "Dimana Dia ?" tanyaku sambil terus mengoper pandanganku ke mereka. seketika mereka serempak menunjuk ke arah belakangku, Ada Amri sedang berlutut dihadapanku dengan memegang cincin tanpa mengucapkan apapun.


Aku mengulurkan tanganku sambil terus menerus mata ini menangis bahagia. Aku sempat berfikir untuk menikah saja dengan Amri, toh kami gak saling mengganggu pekerjaan satu dengan yang lainnya. Tapi aku gak pernah mengucapkannya karena terlalu gengsi dengan komitmen yang sudah kubuat sendiri.


Malam ini, aku bahkan gak mampu dan gak punya alasan untuk menolaknya lagi. Aku juga berfikir sampai kapan Amri bakal mau bertahan diatas penolakanku terus.


Aku membalas pelukannya dengan sangat erat diikuti sorakan dari teman teman kami. "Aku senang kalo pada akhirnya kamu bakal nerima lamaranku" katanya.


Setelah puas, kami semua pulang ke rumah masing masing. Amripun mengantarkanku pulang kerumah. Didepan rumah masih terlihat Papi yang duduk sendirian entah sedang apa. Tapi langsung melirik kami ketika terdengar suara motor Amri yang sudah dihapal oleh telinga Papi.


"Maaf Pi" kataku.


"Masuk Fei, papi mau bicara sama Amri" Wajah Papi terlihat sangat serius.


"Tapi Pi ..."


"Feizaaaa ..."


Aku menuruti Papi dan melangkahkan kaki untuk masuk kedalam rumah dan sesekali menengok kebelakang ke arah Amri dan Papi berdiri berhadapan. "Duduk" kata Papi sembari menunjuk kursi disampingnya. Amri menurutinya sedangkan aku gak tau apa yang akan Papi bicarakan.


"Papi ... bicara apa sama Amri" aku dengan panik ditemeni Mami diruang tengah langsung beranjak menghampiri Papi. tapi bukannya menjawabku, Papi terus melangkahkan kakinya ke dekat Mami.


Sebelumnya Papi menghela nafas begitu dalam sebelum memulai bicara. "Fei .." aku mendekat duduk disamping Papi dan kemudian Papi memelukku dengan terus mengelus pundakku perlahan.

__ADS_1


"Rencanakanlah seperti apa yang kalian mau" Kata Papi.


"Ada apa ini ?" Mami masih bingung, sama sepertiku yang masih setengah paham dengan ucapan Papi.


"Maksud Papi ... apa tadi Papi sama Amri ..." aku berbicara terputus putus tapi seakan paham, Papi mengangguk mengerti.


"Mi ... Tadi Papi nanya kelanjutan hubungan mereka, dan Mami tau apa jawaban Amri ?" kata Papi dengan sorotan matanya yang begitu berbinar bahagia.


"Apa ?" tanya Mami singkat.


"Tanya Feiza ... jawab Fei !!" kata Papi


Aku senyum senyum sendiri dan diam untuk beberapa saat sebelum menaikan tanganku sejajar dengan wajahku supaya bisa memamerkan cincin lamaran yang sudah melingkar di jari manisku.


"Kamu nerima lamaran Amri Fei ?" pertanyaan yang Mami lontarkan bersamaan dengan Ka Soni yang baru saja pulang jalan dan Ka Malik yang baru aja keluar kamar karena mau ambil minum didapur.


"Feiza mau nikah ?" kedua kakakku bicara bersamaan membuatku dan kedua orangtuaku langsung menoleh kearah mereka berdua yang berjarak cukup jauh. kemudian keduanya sedikit berlari menghampiri dan memelukku secara bersamaan.


Aku sangat bahagia karena kembali mendapatkan kehangat keluargaku yang pernah hilang. Meskipun sekarang aku tau Mami bukanlah Mami kandungku, tapi aku sudah bisa menerima kenyataan itu seperti Mami menerimaku hingga sekarang.


Waktu terus berlalu sampai akhirnya tibalah dimana haru pernikahanku dengan Amri yang diadakan dihalaman rumahku seperti keinginan kami berdua yang menginginkan pernikahan bertema outdoor dan semi formal yang sederhana.


Dan setelah menikah Amri langsung membawaku ke rumah baru yang sudah dia siapkan untuk kami tempati, dekat dengan rumah orang tuaku dan tentunya cafe tempatku memghabiskan waktu setiap harinya.


...


...


...


Maaf jika ceritanya kurang menarik ya 🙏🙏 baru belajar nulis nih 💚💚 terima kasih buat yang sudah ikutin ceritanya. salam kenal

__ADS_1


__ADS_2