
Setelah tadi malam beradu suara dengan petikan gitar dan ditemani suara kodok dan jangkrik yang masih lebih ramai dari suara kami. Pagi ini aku terbangun duluan, setelah keluar dari tenda aku meregangkan seluruh badan lalu kemudian berjalan ke arah dermaga kecil didanau itu. Berharap bisa melihat makhluk yang menyenggol kakiku kemarin. Tiba tiba aku hampir terjatuh karena terkejut dengan seseorang yang memegang pundakku dari belakang. "Aksan" kataku yang kemudian disertai maaf olehnya karena mengejutkanku.
"Dulu aku gak bisa renang juga ko, Amri yang mengajarkan ku" katanya yang mau menyemangatiku karena terlihat malu kemarin. Aku tertarik mendengar Aksan yang sepertinya ingin berbagi cerita kepadaku.
"Dulu kami sering kesini, masih sedikit rumah warga dan gak ada dermaga ini" kata Aksan melanjutkan ceritanya. "Kami sudah sangat lama gak kemari, terakhir kelas satu SMP" kenang Aksan yang ternyata adalah teman baik Amri sama seperti ku dan Milla yang sudah saling mengenal sejak kecil.
"Sepanjang aku berteman dengan Amri, tidak sekalipun aku melihatnya melirik seorang cewek, bahkan aku berfikir sahabatku itu gak normal" katanya sembari tertawa, dan membuatku ikut tertawa mendengarkannya.
"Aku bingung kenapa dia bisa melirikmu bahkan menyukaimu, tapi yang pasti kamu sangat spesial sampai sampai dia terlihat bucin karenamu" kata Aksan yang masih melanjutkan ceritanya bahkan tanpa ku sela dan hanya memandang dan mendengarkannya dengan baik sambil sesekali tersenyum bangga.
"Dia lebih telihat membenci wanita karena kejadian masa lalu, Ibunya pergi meninggalkannya bersama Ayahnya sejak dia kecil membuat dia menilai semua wanita itu buruk. Waktu SMP bahkan sia sempat menjadi korban bully karena sifatnya yang lebih tertutup dan gak mau sosialisai, tapi lihatnya aku gak pernah tau Amri bisa seceria kemarin" Tiba tiba Aksan terdiam agak lama setelah bercerita panjang lebar.
"Apa yang kamu tau tentang Amri ?" tanyaku pelan. "Banyak, kamu mau tau yang mana ? akan ku ceritakan apa aja ke kamu, karena aku percaya kamu membawa pengaruh baik ke Amri" kata Aksan sambil menyunggingkan senyumnya padaku.
__ADS_1
"Kenapa orang tuanya bercerai ?" tanyaku ragu. Dengan senyum meledek Aksan menjawabku "langsung ke ranah pribadi ya" katanya membuatku malu dan menepok jidat.
"tanya apa aja, gak masalah aku bakal jawab sebisaku, tapi untuk alasan itu aku gak tau, aku berteman dengannya saat dia sudah tidak bersama Ibunya lagi" jawab Aksan dan membuatku mengangguk.
"Fei, kamu beneran sayang kan sama Amri ?" tanya Aksan membuatku menyipitkan kedua mataku ke arahnya. "Aku gak bakal menerima orang yang gak ku sayang untuk jadi pacarku" jelasku dengan penuh penekanan membuat Aksan meminta maaf atas pertanyaannya tadi.
Kaki ku yang sengaja ku ceburkan ke danau kembali ditabrak sesuatu dan mengejutkanku serta Aksan yang duduk disampingku. Aku langsung gesit menaikan kedua kakiku yang basah dan menengok ke dalam danau yang lumayan jernih itu, benar saja yang kudapati adalah pemandangan ikan yang lumayan besar sedang lalu lalang di dalam air danau. "kenapa kemarin gak terlihat, padahal masih sore dan terang juga" tanyaku yang ternyata di jawab Aksan "mungkin karena kita di dalam air juga jadi gelombang yang kita ciptakan menghalangi pemandangan di dalam air" jawabnya masuk akal.
"Kalian ngapain ?" tiba tiba kami yang asik tertawa dikagetkan Amri yang menghampiri kami di dermaga kecil itu. "Eh, anu Ri, udah bangun lu?" kata Aksan yang terbata karena kaget. Amri hanya mendehem sambil sesekali melemparkan pandangannya bergantian kearahku dan Aksan. Aku beranjak dari dudukku dan mencolek pinggang Amri seraya menggodanya "cemburu yaaa, makanya bangun lebih pagi dari Aksan" kataku yang langsung ditimpali Aksan "Gimana nih Ri, kayaknya pacarmu nyaman juga sama aku" Aksan mencandai Amri tapi rupanya Amri menganggapnya serius sampai hampir melayangkan bogem mentah ke wajah sahabat karibnya itu.
"Hey kawan, slow aja, gak bakal ku rebut, aku tau kamu gak punya stock lagi" kata Aksan yang masih saja bicara dengan nada bercanda.
Tanpa bersuara Amri menarik tanganku meninggalkan dermaga itu. Milla yang menunggu kami lalu mengajak untuk lari pagi bersama, "Semuanya udah bangun ko, Ayok" ajak Milla tanpa menggubris masalah di ujung dermaga yang jelas jelas dia lihat tadi.
__ADS_1
Seharian ini Amri terus menempeli dan mengawasiku seakan gak mau aku akrab dengan teman temannya. "pacarmu kenapa dek ?" tanya ka Soni. "gak tau" jawabku, padahal aku tau benar kenapa Amri melakukannya. "Sudah jangan tertawa" kataku ke Milla yang terlihat menahan tawanya.
Sewaktu lari pagi saja dia terus menggenggam tanganku, bahkan memperlambat langkah panjangnya demi mengikuti irama kaki ku yang sudah lama gak jogging. "lama beneeerrrr" ledeknya. "makanya besok besok gausah nater jemput biar aku jalan kaki ke sekolah" kataku menjawab ledekan Amri. "Marah lagi, meraju lagi" kata Amri sembari mencubit hidung ku dengan tangannya yang satu lagi.
Selesai Jogging kami memanggang stock beef dan sosis yang kami bawa sebagai bekal. "seru ya, manggang food frozen di atas api unggun" kata Nilam kesenangan. Berbeda dengan Soraya yang terlihat gak suka melihatku dan amri yang suap suapan pagi itu. "tadi waktu jogging aku juga liat kalo Soraya itu perhatiin kamu sama Amri dengan wajah kesal" bisik Milla.
"gosipin apasih kalian, masih pagi juga" kata ka Soni menyela obrolanku dengan Milla tapi kami hanya membalasnya dengan menyengir serempak membuatnya memasang wajah kesal dan kembali melahap makanannya.
"Bosan nih, ngapain lagi ya ?" tanya Milla mencairkan suasana sepi dengan orang orang yang sibuk melahap makanan mereka. "main game aja gimana ?" sahut Bagas yang langsung disetujui yang lainnya. "Game apanih" tanya David. Mereka berfikir keras sampai akhirnya menemukan game yang cocok kami mainkan.
Setelah seharian dan merasa lelah kami beristirahat sejenak sambil menunggu makan siang yang di pesan Aksan dari rumah warga datang. "wah masakan mereka enak ya" puji Ulfa dan banyak yang mengangguk menyetujui pujian Ulfa.
Brukk ...
__ADS_1
Tiba tiba aku terjatuh dan gak sadarkan diri setelah dari toilet umum. Tadinya setelah makan aku ke toilet karena merasa tiba tiba mual dam sedikit pusing, tapi setelah mencoba memuntahkan isi perutku dan gak berhasil aku malah ambruk pingsan sebelum sampai ke area perkemahan kami.
Aku sempat memandangi wajah ku yang memucat di cermin toilet dan untung saja aku pingsannya dekat dengan area perkemahan jadi mereka masih bisa melihatku dan segera menolongku.