
Minggu pagi pagi sekali aku sudah bangun. gak kudapati siapapun di luar kamarku. Rupanya para pria itu belum bangun. Aku melangkahkan kaki kedapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka.
"Aromanya enak bangetttttt ..." ternyata David sudah bersandar dipintu dapur memperhatikan ku memasak. Aku hanya meliriknya beserta senyuman lebarku padanya.
"Yang lain belum bangun ?" tanyaku. David menggelengkan kepalanya dan melangkahkan kakinya ke meja makan. menyantap duluan makannya.
"enak Fei ..." dia terus mengunyah nasi goreng yang ku buat bahkan sempat tersedak karena terlalu lahap.
"Vid, mau tanya dong" aku duduk di kursi sebelahnya dengan sedikit meliriknya.
David menghentikan makannya dan langsung membalas lirikanku. "Masalah Tina ya Fei ?" seakan tau apa yang akan aku tanyakan. Aku mengangguk pelan berharap aku menemukan jawaban darinya.
"Fei ... aku tau Amri orangnya gimana. kalo memang benar dia buat kesalahan sama Tina aku juga yakin Amri gak sepenuhnya salah" David dengan seriusnya memberiku jawaban yang kuharapkan. Membuatku lega dengan perasaanku sendiri.
"Dooorrr ..." Reyhan mengejutkan kami yang sedang serius hingga gak sadar kehadiran mereka.
"Kalian bicarain apaan ?" tanya Amri. Membuat ku saling pandang dengan David dan Amri langsung meletakkan telapak tangannya hingga menutupi wajahku.
"Apaan sih pandang pandangan, nih pandangin muka ku aja" Amri menampakan wajahnya di hadapanku setelah aku menepis tangannya.
"Gitu doang cemburu Ri" Timpal David dan langsung ditertawai Ka Soni dan Reyhan.
"Sudah sudah makan sini ntar dingin loh" Aku membagikan piring kosong ke hadapan mereka semua dan kamipun sarapan bersama. Setelah itu kami siap siap untuk jalan jalan di kota itu.
Hampir satu jam sampai kami kembali berkumpul diruang tamu dan bersiap untuk jalan jalan. "Kemana kita ka ?" tanyaku dengan semangat.
__ADS_1
"Gimana kalo ke taman kota ? kan banyak permainan disana Feiza pasti suka" David mendahului Ka Soni untuk menjawab pertanyaanku.
"Wah seru tuh, ayokk" kataku.
Ka Soni sudah meminjam mobil milik temannya untuk kami pakai liburan hari ini. awalnya kami sangat bersemangat dan terlihat sangat ceria. Hingga akhirnya ku lihat Amri yang duduk di kursi tengah sedang gelisah. Aku menolehkan wajahku kearahnya "Kenapa?" tanyaku tapi hanya dibalas dengan menggeleng gelengkan kepalanya dan tersenyum menutupi sesuatu.
Ditaman kota itu, aku bermain berbagai macam permainan yang ada. bagai anak kecil yang gak punya masalah apapun. Hingga akhirnya lagi lagi wanita itu datang menghampiriku yang bahkan masih tertawa lepas bermain ayunan yang didorong oleh Amri.
"Ngapain kamu ?" aku langsung menghentikan ayunan yang kunaiki dan beranjak dari dudukku. Ka Soni, David, dan Reyhan yang berjarak agak jauh dari kami langsung menghampiri kami.
"Ada apa ini ?" tanya Ka Soni.
"Gapapa ka" jawabku, tapi sangat terlihat jelas kalo aku gelisah saat itu takut jika Tina menceritakannya ke Ka Soni.
Kami saling bertukar pandang satu sama lain. membuat pertanyaan berputar putar dikepala Ka Soni yang masih juga menanyakan wanita itu. Apa yang harus aku katakan, pasti jika aku jujur Ka Soni malah ikut membenci Amri.
"Dek, pulang sekarang ya kamu. Nanti kakak anterin. Lumayan jauh kalo pulang dari sini" kata Ka Soni setelah melihat jam tangannya.
"Feiza bisa sendiri ko ka, lagian besok kakak ngampus loh" jawabku.
Ka Soni tetap bersikeras mengantarkanku pulang dan aku sudah gak punya alasan apapun lagi untuk menolaknya. Terlebih ketiga pria itu juga ikut membujukku dan akhirnya aku menerima tawaran kakakku itu.
Diperjalanan pulang aku hanya berdua dengan kakakku, sedangkan yang lainnya kembali dengan motor mereka masing masing.
"Fei ... kakak tau ada yang kamu sembunyikan" Tiba tiba Ka Soni mengintrogasiku diperjalanan. Membuatku mencuri pandang ke arahnya yang juga sedang memperhatikanku, menunggu jawaban yang diharapkannya.
__ADS_1
"Kamu ada masalah sama Amri ? Kakak tau kamu menutupi sesuatu dek" lanjutnya. Aku hanya menundukan kepalaku dengan rasa berat untuk menceritakannya kepada kakak sendiri.
"Gapapa kalo kamu gak mau cerita, apapun itu, kakak selalu ada buatmu" Ka Soni sedikit mengacak rambutku.
"Ka ... Di warung itu tahu baksonya enak loh" aku menunjuk warung yang sempat kusinggahi bersama Amri, Reyhan dan David.
Ka Soni tersenyum dan bilang "itu awet ko bisa disimpan dikulkas. Feiza mau beli buat dirumah ?" Ka Soni menawarkan ku untuk membelinya dan aku langsung mengangguk kegirangan. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan hingga aku tertidur sampai didepan rumah aku terbangun karena kaget seseorang membuka pintu mobil dengan tergesa gesa hingga menimbulkan bunyi yang membangunkanku.
"Mami ..." kataku yang masih mengucek ngucek mataku.
"Anak Mami ketiduran ? gimana liburannya" Tersirat bahagia dibalik senyum manis Mami saat itu.
"Senang lah pasti ..." Ka Soni menimpali
"Tidur sana dikamar, capek banget pasti" Ka Soni mendorong pelan bahuku.
Akupun langsung mengambil ranselku dan berjalan meninggalkan Mami dan Ka Soni. "Feiza tidur duluan ya" kataku berpamitan seraya mengangkat satu tanganku ke atas.
"Adek mu itu" masih terdengar suara Mami dikupingku.
"Feiza ..." Papi memanggilku yang baru saja akan membuka pintu kamarku.
"Iya Pi ?" aku menolehkan pandanganku ke arah Papi berdiri.
"gimana liburannya ?" tanyanya, aku mengacungkan jempolku dan kembali membuka pintu kamarku. "Pi ... Feiza capek, Feiza tidur dulu ya" kataku dan langsung menutup pintu kamarku.
__ADS_1