
Hari ini sepulang sekolah Milla mampir ke rumahku untuk membicarakan taruhanku dengan geng julid. Sudah beberapa hari berlalu sejak taruhan itu dibuat tapi aku sama sekali belum memulai apapun. "jadi, kamu mau gimana sih Fei" Tanya Milla sambil rebahan dikasurku. "gak tau nih Mill aku juga bingung mau pake cara apa ya, aku juga gak kenal sama itu cowo" jawabku resah. "seriusan lu sama sekali gak kenal ?" Tanya Milla kaget, ketauan banget kan kuper ku, cowo yang dikenal hampir semua sekolahan di kotaku tapi aku sama sekali gak kenal. "Nih bentar ku kasi liat facebooknya" kata Milla seraya bangun dan meraih tasnya di sudut kasurku. "gini doang ? apa kerennya sih ? tampangnya juga pembualan" kataku yang sama sekali gak tertarik setelah melihat bahkan scroll beranda facebook nya. Milla yang juga menganggap Amri keren pun protes dan meyakinkanku dengan setengah memaksa bahwa Amri itu memang keren dan ganteng meskipun terlihat cuek dan angkuh. "tapi memang dia songong kan ?" tanya ku memastikan dan mau gak mau Milla harus mengakuinya.
Tiba tiba terdengar suara Mami dari arah luar kamarku "Banana Cake is comiiiiing" teriak Mami yang bahkan wujudnya belum nampak didepan pintu kamar. Gak begitu lama setelah kami terus memandang pintu menunggu kedatangan Mami dan Banana Cake, Mami masuk ke kamar dan bilang "Nungguin ini yaaaa" katanya sambil menyodorkan cake yang resepnya baru saja didapat dari temannya. "Wah ini yang tante tini kasi resepnya kemaren kan Mi" tanyaku semangat dan Mami mengangguk bangga karena cake nya berhasil. "Enak banget ini tante, Milla bawa pulang ya" kata Milla yang terus mengunyah bahkan sampai tersedak. "Habisin aja ini, tante udah siapin ko buat Milla bawa nanti" jawab Mami yang membuat Milla mendekat memeluk Mami.
__ADS_1
Mami adalah tipe emak emak kepo yang selalu mau tau apa yang terjadi denganku, dan seakan tau betul yang kami bahas, Mami berniat nimbrung dan memastikan tebakannya. "Jadi, siapa yang jatuh cinta ?" tanya Mami dan langsung di jawab oleh Milla. "ko tante tau siiiiihhh. Feiza tuh tante suka sama cowo tapi cowonya ... " celetuk Milla. Aku sudah mencoba mendekat dan menutup mulut Milla tapi dia berhasil ngomong ke Mami. Meski yang diungkapkannya terputus dan bukanlah yang sebenarnya. "Hayooo kenapa cowonya ? yang jelas pasti suka dia sama Feiza. Siapa sih yang gak suka" kata Mami menghibur sekaligus menggodaku.
Saat itu aku akhirnya memutuskan untuk menceritakan ke Mami tentang Amri. Tapi, tidak semuanya, apalagi taruhan yang bisa membuatku dihapus dari KK sama Mami. "Aku suka dia Mi, tapi kayaknya dia gak suka" kata ku sembari memperlihatkan foto dari facebook Amri. "ketemu juga belum, masa udah pesimis gitu" hibur Mami memberiku semangat. Akhirnya Mami menyarankanku untuk memberikan makanan yang ku masak sendiri, tidak banyak ikut campur, Mami meninggalkan kami melanjutkan obrolan. "yaaaa, atau kue lah ya kayak banana cake gini loh Fei" kata Milla sambil terus mengunyah. "tapikan gimana mau kasi kue kalo kita aja gak pernah saling ketemu" keluhku. "ya ketemu dulu lah" sahut Milla yang gregetan denganku sampai harus menjitak kepalaku. "oh iya, Minggu depan bukannya kamu ada sparing basket kan Mill disekolah Amri?" kataku. Milla langsung melototkan matanya sambil mengacungkan telunjuk seakan baru ingat tentang sparingnya. "nah kan kalo udah suka ya langsung pinter" goda Milla yang setelah itu menertawaiku sampai terbahak.
__ADS_1
Sebelum begitu malam, Milla pamit pulang "dont forget ur cake nona Milla Saraswati" sindirku ketika mau keluar kamar dan diikuti tawa Milla yang tergelitik olehku. Ketika menuruni tangga Mami masih sibuk membereskan dapurnya dan kembali mengingatkan bahwa dia sudah menyiapkan cake ketika melihat kami ditangga. "Milla sudah mau pulang ? itu cakenya tante taro di meja makan ya" katanya dan membuat Milla berlari kecil mengambil cake nya. "makasih banyak ya tante, makin cinta deh sama tante" kata Milla sambil memonyongkan bibirnya ke arah Mami.
Dikamar, aku memikirkan apa yang disarankan Mami tadi. Apa aku harus membawa cake saat Milla sparing nanti ? Siapa tau akan ada kesempatan untuk aku memberikannya ke Amri. Sungguh aku bahkan masih bingung kenapa orang lain menyukainya, bahkan aku gak tertarik sama sekali. Dari dulu, mungkin karena terbiasa di sekelilingku banyak cowo jadi aku sulit untuk tertarik dengan perasaan lebih ke cowo. Dimanja udah sama kedua kakak laki laki ku, diturutin terus sama Papi, jalan jalan sama temen temen SMP yang sampe sekarang masih perhatian ke aku, meskipun sifat mageranku bikin aku jarang jalan sih, tapi kalo di ajak mereka pasti bisa. beda sama teman teman SMA, mereka kalo nongkrong high class bikin males dekat karena mereka gak bisa kalo nongkrong di cafe biasa apalagi di pinggir jalan. Mungkin karena aku yang salah sekolah, sebagian besar yang bersekolah disana adalah anak anak orang kaya yang punya selera tinggi.
__ADS_1
Disekolah geng julid masih saja mencibirku karena sudah lewat satu minggu tapi aku belum juga membuahkan hasil. syukurnya ini adalah hari jumat, sekolah hanya setengah hari dan sabtu juga sudah libur. Gak perlu banyak mengelak, aku bisa dengan mudah menghindari geng julid yang nyinyir terus. "heran deh itu kerongkongan gak kering apa yak ?" ledek Milla ketika geng julid mendesakku terus menerus.
Begitu pelajaran berakhir, para siswa laki laki menuju masjid sekolah untuk melaksanakan Sholat Jumat. Dan aku masih saja duduk dikursi kelas, satu persatu para siswa siswi keluar kelas sampai terakhir sisa aku dan Milla. "ayok pulang lah fei, ngapain masih disini" kata Milla mengajakku. Aku terdiam sebentar sampai akhirnya tersadar dari lamunanku. "kamu ngelamun dari tadi ?" tanya Milla lagi. kutatap Milla dan menyengir lebar padanya. "gak tau nah Mill, aku kepikiran mulu, bisa bisa stress aku cuma gara gara cowo doang" keluhku sambil mengusap pelipis dengan kedua tanganku dan sesekali menggaruk kepala yang sudah seperti terasa gatal. "yaudah gausah dipikirin dulu lah ntar malah anjlok nilai mu loh" saran Milla. Benar juga kata Milla, ini bukan masalah besar dan harusnya aku gak perlu ambil pusing dengan taruhan murahan hanya karena gengsi.
__ADS_1