Cinta Pertama Tanpa Restu

Cinta Pertama Tanpa Restu
Persiapan Camping


__ADS_3

Malam ini aku menyiapkan setiap kebutuhanku dengan sangat detail untuk kubawa ke camping besok bersama Amri dan teman teman kami. Hanya aku dan Milla perempuan di antara mereka yang ikut camping, jadi aku banyak berdiskusi dengan sahabatku itu apa saja yang akan kami bawa dan jangan sampai tertinggal.


"huh, camping dua hari doang rempong bener ya sahabat ku ini" ledek Milla yang menginap di rumahku malam ini. Ledekannya menyiratkan senyum di wajahku, bertanya menyetujui perkataannya barusan.


"peralatan mandi, lotion, handuk, ba ..." aku menyebut satu persatu sambil memasukan barang barang ke dalam tas tiba tiba Mami masuk dan membuyarkan fikiranku. "Mami ?" kataku menengok ke arah Mami yang masuk ke kamarku. "Ini Mami buatin kripik pisang untuk kalian" kata Mami memasukan keripik ke dalam tasku. "Tunggu Mi, Feiza masih susun susun ini nanti remuk kripiknya" keluhku dengan nada manja membuat Mami gemas denganku.


Milla yang sedari tadi sudah bersantai di atas kasur menertawaiku seakan sekongkol dengan Mami, mereka tau benar aku yang mudah lupa dan suka sekali meninggalkan sesuatu. Akhirnya mereka membantuku menyiapkan segala kebutuhanku, setelah itu Mami keluar dari kamar dan kami pun beristirahat.


Pagi pagi sekali aku bangunkan Ka Soni yang ternyata masih tertidur pulas di kamarnya dengan memeluk gitar yang mungkin semalam dia mainkan. "huh, coba aja dia nikah pasti gitar itu udah tidur di pojokan bukan lagi dipelukannya" gumamku sebelum menggoyang goyangkan badan kak Soni.


"Apasih, baru juga tidur" keluhnya sambil mengucek matanya. Segera ku tarik bulu kakinya yang sudah sangat lebat itu sampai dia meringis kesakitan membuat Mami menghampiri kami. "Fei !" teriak Ka Soni dan sontak saja aku tertawa terbahak, begitupun Mami setelah tau apa yang terjadi. "Sudahlah kamu pasti akan merindukan sikap adikmu ini" kata Mami membelaku.

__ADS_1


Kak Soni melototi ku dengan mata bulatnya membuatku makin tertawa meledeknya. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan segera melompat ke arahku seakan harimau menerkam mangsanya, di telungkupkannya aku di atas kasurnya dan seakan balas dendam dia sedikit menahan tubuhku lalu menggelitiki ku sepuas puasnya membuat Mami menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah usil kedua anaknya.


Dari dulu aku dan kak Soni memang suka saling usil satu sama lain, tidak seperti ka Malik yang terlihat lebih dewasa dan penyanyang. "Hey, apa kamu mau meninggalkan aku sendiri ? Lebih baik aku pulang" keluh Milla yang ternyata menyusulku ke kamar ka Soni dan berada di belakang Mami yang masih berdiri didepan pintu kamar kakak.


Ka Soni melepaskan ku dan aku langsung beranjak lalu berlari ke arah Milla dan membujuknya supaya gak marah denganku. "Jangan marah ya ini salah ka Soni marahin aja dia" kataku menunjuk kakak ku yang masih berantakan itu. "Sudah sana sarapan, nanti Papi nunggu lama" kata Mami menengahi kami. "Cepat siap siap ya Son" lanjut Mami sembari menutup kembali kamar ka Soni.


Diruang makan Papi sudah standby bahkan memakan sarapannya duluan. "Pagi Pi" kataku menyapanya diikuti Milla "Pagi Om" katanya dan Papi membalas salam kami. Gak begitu lama Kak Soni datang lengkap dengan ransel besarnya. "Huh, baru aja liburan berharap bisa istirahat, eh adik manisku ini malah membuatku bekerja keras menjaganya" keluh ka Soni membuatku kesal dan menggerutu "teruskan saja teruskan, gausah ikut sana gausah temenin Feiza" keluhku yang sontak membuat ka Soni mengacak rambut yang sudah ku sisir rapi. "Mami ..." aku mengadukan kakakku ke Mami tapi Mami malah mengangkat kedua tangannya dan berkata "Mami nyerah hadapin kalian berdua" kata Mami dan membuat Milla juga Papi ikut tertawa.


Amri memintaku menunggu di sekolahnya, "Apa pacarmu itu cowok baik baik ?" tanya Ka Soni dengan tiba tiba membuatku terdiam dan berfikir keras mencerna arti kalimat kakakku barusan. "maksud kakak gimana ? siapa yang mau pacaran sama orang gak baik?" tanyaku balik dengan sedikit kesal dibuatnya.


"Tau dari mana ? memang kamu bisa baca hati dan fikiran orang" tampik kak Soni yang membuat Milla tiba tiba menghela nafas sedalam dalamnya, aku tau sama sepertiku pasti Milla ikut kesal dibuatnya.

__ADS_1


Sesampai di sekolah Amri, David sudah standby di parkiran depan dan Milla langsung melebarkan senyumnya dan berjalan ke arah pacarnya itu. "Pacarnya Milla ?" tanya kak Soni. Aku mengangguk pelan. "macam fakboy gitu" kata Kak Soni yang ku sadari masih memandangi Milla.


Ada beberapa orang disana, tapi yang membuatku terkejut adalah geng julid yang juga akan ikut camping dengan kami. "Soraya" kataku tanpa sadar menyebut nama salah satu member geng julid itu. "Siapa ?" tanya kak Soni yang ternyata mendengarku. "Hah ? gak, bukan siapa siapa" jawabku gugup. "oh ya Fei katamu cewek yang ikut cuma kamu sama Milla, itu ada tiga cewe lagi disana gak ikut kah ? tanyanya penasaran. "entahlah" jawabku.


"Hey" tiba tiba seseorang mengagetkanku yang masih bersandar di pintu mobil bersama ka Soni. "Amri" kata ku yang langsung melemparkan senyumku padanya. "Hey ka" Amri langsung menyodorkan tangannya ke arah kak Soni lengkap dengan senyumannya yang membuat ka Soni membalas salam Amri. "kamu Amri pacar adikku ?" tanya kakakku dan Amri mengangguk. "Ayok gabung disana bareng teman temanku" ajak Amri yang tiba tiba ikut kaget melihat Soraya bersama teman temannya. "Ibu" kata Amri terdengar seperti geram. Sesaat dia membalikkan kembali badannya ke arahku.


"Kamu gak tau Soraya ikut ?" tanyaku dan Amri mengangguk dengan wajah memelasnya dengan harapan aku gak marah dan kesal karenanya. "Ini pasti ulah Ibu" keluhnya. "yaudah sih gapapa" kataku pasrah. "Memang siapa sih Soraya ? yang mana orangnya?" tanya kak Soni penasaran. Terlihat bibirku monyong ke arah Soraya berdiri dan kakak langsung paham.


Aku mendorong pelan Amri supaya melanjutkan langkahnya ke arah beberapa temannya yang sudah berkumpul duluan, Aku mengikuti dibelakangnya bersama ka Soni.


"Hey" sapa Amri ke teman temanya yang berjumlah tiga cowok. "Hey Ri, udah dateng, oh ini aku ajak sepupuku gapapa ya" kata salah seorang temannya yang ternyata sepupuan dengan Soraya. Amri mengangguk perlahan seakan pasrah dengan keputusan temannya. "Aku juga ngajak pacarku ko" kata Amri mengenalkanku ke teman temannya yang langsung menyapa ku depan ramah.

__ADS_1


Berbeda dengan ketiga teman temannya, geng julid terlihat memandangiku dengan wajah penuh kebencian. "ngapain kalian disini ?" kata Milla yang menyusul kami dan menyadari keberadaan geng julid. "Soraya sepupuan sama temanku" jawab Amri pelan.


Gak begitu lama sebelum akhirnya kami berangkat ke tempat tujuan, Reyhan datang dengan terburu buru "Sorry telat nih" kata Reyhan masih dengan napas terengah engah. "Berapa bulan telatnya Rey ?" goda Milla yang langsung ditertawakan oleh kami semua.


__ADS_2