
"Ya Ampun!!!. Apa ini!!!!." Teriak seorang guru wanita syok saat masuk kekelas melihat gadis tidak sadarkan diri di lantai.
"Siapa yang memukulnya!." Ucap guru itu berlari mendekati Feli yang tergeletak dilantai.
Semua murid diam mereka semua tidak berani mengatakan yang sebenarnya.
"Ibu tanya siapa!!." Ucap guru itu berteriak.
"Aku." Jawab singkat Ellard.
"K-kau lagi?!,kau yang kemarin memukul Mr Samta bukan?. Kenapa kau senang sekali memukul hah!!." Ucapnya.
"Ikut ibu ke ruang kepala sekolah!. Ini sudah kelewat batas!. Yang lain bawa Feli ke ruang kesehatan!!." Perintah guru itu lalu beberapa siswa mengangkat tubuh Feli.
"Kau cepat ikut ibu!!." Ucap guru itu menunjuk Ellard lalu melangkah keluar.
Bughh
Satu pukulan mendarat di rahang Devan, semua orang terkejut melihatnya.Dua teman Ellard tersenyum senang melihat Ellard membalas perbuatan pria itu.
"Aku tidak suka perbuatan tanpa pembalasan." Ucapnya lalu melangkah keluar.
Dara yang masih terduduk dilantai perlahan berdiri mengejar langkah Ellard.
"Ellard,aku ikut." Panggil Dara menghentikan langkah Ellard.
"Tidak perlu." Jawab Ellard menatap Dara sebentar lalu menatap Frank dan Lay.
"Bawa Dara keruang kesehatan." Perintah Ellard dianggukki kedua orang itu lalu melangkah keluar.
"Tapi-." Ucap Dara.
"Bu Bos lebih baik ikuti perintah Bos Ellard dia sedang tidak baik-baik saja." Ucap Lay.
"Lay benar. Ell tambah marah saat melihat kondisimu yang seperti ini." Ucap Frank.
Tapi Ellard berada dalam masalah karena dirinya,dan bagaimanapun ia harus memberikan penjelasan kepada guru yang sebenarnya terjadi,pikir Dara.
"Ayo." Ajak Frank. Dara mengangguk lalu berjalan keluar,walau bagaimanapun ia tidak bisa lari dari mereka untuk menyusul Ellard. Lebih baik setelah ia di obati baru dirinya akan keruang kepala sekolah karena ini kesalahannya.
*****
Brakk
"Kau membuat ulah lagi!! baru dua hari kamu bersekolah disini bagaimana bisa kau memukul seorang wanita!!." Bentak kepala sekolah kepada Ellard yang duduk terdiam.
"Kenapa diam!! merasa bersalah kamu!!." Bentaknya lagi.
Ellard menghembuskan nafas kasar , "Aku akan menjelaskan saat waliku kesini atau nanti aku disuruh mengulangi penjelasan ku lagi." Ucap Ellard.
"Kau-." Kepala sekolah tidak bisa berkata-kata lagi ia benar-benar ingin memukul muridnya ini.
Brak
Pintu terbuka lebar menampakan dua pria paruh baya dengan stelan jas hitam,wajah salah satu dari pria itu memerah menahan emosi.
"T-tuan Darren." Sapa kepala sekolah membungkuk.
"Apa yang dilakukan anak itu." Tanya Darren geram berjalan kearah Ellard.
Ellard berdiri dari duduknya ia bisa melihat kemarahan di mata ayahnya itu. Mata yang pernah ditunjukan padanya dulu kini ia melihatnya lagi.
"Ellard memukul seorang wanita tuan,sampai wanita itu tidak sadarkan diri." Jelas kepala sekolah.
Bughh
Semua orang terkejut melihat Darren memukul putranya sendiri. Ellard terhuyung kebelakang, kekuatan pukulan Darren dari dulu memang tidak pernah berkurang sedikit pun.
Ellard mengusap sudut bibirnya sambil tersenyum miring,jadi ayahnya tidak meminta penjelasan darinya.
"Kau berulah lagi!!." Bentak Darren.
"Aku punya alasan." Jawab Ellard.
"Apa?! karena gadismu itu lagi!, jika wanita itu membuatmu menjadi seperti ini lebih baik tinggalkan dia!!." Ucap Darren.
Brak
Ellard menendang meja ruang kepsek itu,
"Kau tidak bisa mengatur kehidupanku!!." Bentak Ellard balik.
"Bawakan cctv kelas gadisku!!." Perintah Ellard tegas kepada semua orang yang ada di sana.
Kepala sekolah itu langsung mengangguk kepada guru yang melihat kejadian tadi seolah menyuruhnya melakukan apa yang siswa itu minta.
Pria muda itu bahkan bisa membentak ayahnya sendiri,apalagi mereka yang bukan siapa-siapa,pikirnya.
Guru tadi langsung keluar dari ruang kepsek untuk meminta petugas keamanan datang.
"Kalian bisa melihat baik-baik apa yang terjadi." Ucap Ellard sinis.
Dua orang pasangan suami istri masuk kedalam ruangan kepala sekolah.
"Apa yang kau lakukan pada putriku!!!." Teriak wanita paruh baya ibu dari Feli nyonya Sonya.
"Tuan Darren!,anda?." Ucap ayah Feli terkejut.
"Ya aku ayahnya." Jawab Darren datar.
"Tuan anak anda-."
"Aku tau dan aku akan memberinya hukuman setimpal atas perbuatannya." Jawab Darren.
"Tidak akan ku ampuni kau jika anak ku sampai cacat." Ucap Sonya.
__ADS_1
"Aku hanya mematahkan tangannya." Jawab Ellard.
Darren hampir saja memukulnya lagi sampai suara seorang gadis membuat gerakannya terhenti.
"Maaf tuan,nyonya ini semua salah saya." Ucap Dara di ambang pintu.
Darren membalikan badannya melihat kearah pintu seketika tanganya langsung terkepal erat dan gemetar. Sedangkan Ken yang juga melihatnya hanya menghembuskan nafasnya pelan.
"Kau!! jadi ini salahmu!!." Ucap Sonya melangkah mendekati Dara.
Tangan Sonya dicekal erat oleh Ellard, "Jangan coba-coba menyentuh gadisku,paham?." Tekan Ellard.
Sonya menghentakkan tanganya kasar mungkin jika pria ini bukan anak dari miliader terkenal akan ia buat hidupnya menderita.
"Maaf semuanya, Ellard hanya mencoba membantu saya tapi saya akui jika perbuatanya memang tidak benar. Jadi ini semua berawal karena saya." Jelas Dara menunduk takut.
"Ini bukan salahmu!!." Tegas Ellard.
"Kenapa kalian bawa-bawa anak saya hah!." Bentak Sonya.
"Karena memang anakmu pantas menerima itu." Jawab Ellard.
"Kau-."
"Tuan Darren maaf sebelumnya tapi tindakan putra anda ini kelewat batas!. Kami tidak akan mentoleransinya!!." Ucap ayah Feli.
"Lalu kau mau apa?." Tanya Ellard.
"Aku akan menuntut mu!." Ancam ayah Feli.
"Kau mau menuntut ku? silahkan karena aku bisa menuntut balik anak mu." Jawab Ellard.
" Atas dasar apa kau mau menuntut putriku?." Ucap ayah Feli sambil melipat tangannya di dada.
"Sepertinya kau tidak dekat dengan putrimu itu ya? sampai sifatnya saja kalian tidak tahu." Ucap Ellard .
"Kau-."
tok...tok...tok...
Mereka berdua mengalihkan pandanganya kearah pintu,ternyata guru tadi dan seorang pria petugas keamanan HIS.
"Pak, penjaga sudah datang dan membawa rekaman cctv kelas 12A." Ucap guru yang baru saja masuk.
Kepala sekolah itu mengangguk.
"Tuan dan nyonya silahkan duduk dulu kita selesaikan masalahnya dengan kepala dingin." Ucap kepala sekolah.
Mereka mengangguk lalu berjalan duduk di sofa ruang itu,Darren masih memandangi setiap inci wajah gadis yang di sukai putranya itu dengan tatapan tajam.
"Jadi Ell apa yang akan kami tunjukkan pada kami?." Tanya kepala sekolah itu.
"Kau mau menunjukan bagaimana caramu menyiksa putriku dihadapan semua orang?!." Ucap Sonya sinis pada Ellard.
"Aku hanya akan menunjukan kebenaran.". Ucapnya lalu meminta flashdisk dan laptop dari tangan penjaga.
Saat menemukan apa yang di carinya Ellard berdiri melangkah kearah para orang tua itu lalu meletakan laptopnya di sofa dengan posisi agar ayah dan orang tua Feli bisa melihatnya jelas.
Rekaman diputar menampilkan video saat sebelum Ellard datang,mereka melihat bagaimana Feli menjambak,menampar dan bahkan hampir mematahkan tangan Dara. Ellard tidak melihatnya atau dia akan kehilangan kendali lagi.
Ibu guru yang melihat kejadian di kelas tadi juga ikut melihat rekaman cctv itu,ia menutup mulutnya saat melihat Dara disiksa.
"Apa-apaan itu kau mau menuduh putriku ya!!." Ucap Sonya tidak terima.
"Istriku benar! mana mungkin anakku melakukan hal seperti itu!. Dia korban disini." Ucap ayah Feli bisa habis ia jika itu terbukti karena ia ingin mengambil keuntungan dari kejadian ini,jarang ia bisa bertemu dengan milyarder seperti Darren.
Mungkin dengan sedikit meminta tanggung jawab Darren atas keadaan putrinya atau mengancam akan memasukan anak pria itu kepenjara,jika Darren tidak mau membayar uang kompensasinya. Ia berpikir mereka adalah keluarga terkenal pasti tidak mau nama baiknya tercoreng jadi pasti dia akan membayar berapapun yang ia minta.
"Mata kalian buta ya itu cctv kelasnya!!, dan lihat wajah gadisku juga terluka apa kurang jelas?." Ucap Ellard.
"Kalian hanya menuduh apa yang mata kalian lihat,bahkan sepertinya sejak tadi tidak ada yang bertanya alasan aku melakukan itu." Lanjut Ellard.
"Tapi apa yang kau lakukan pada putriku itu salah!!." Ucap Sonya berteriak dia tidak mau disalahkan.
"Lalu apa yang dilakukan putrimu itu benar?,kau tidak terima jika aku menyakiti putrimu seperti aku yang tidak akan terima putrimu menyentuh milikku." Ucap Ellard.
"Tidak mungkin itu putriku dia anak yang pintar untuk apa meminta gadis itu mengerjakan perkejaanya?!." Bantah ayah Feli.
Ellard menghembuskan nafas kasar benar-benar kedua orang tua ini sangat bodoh atau bagaimana.Ellard berjalan kearah meja lalu mulai mencari rekaman dimana gadisnya di siksa.
"Lihat baik-baik ini rekaman kelas, terbukti jika putrimu itu selalu memerintah gadisku dan berakhir pukulan atau tamparan." Ucap Ellard mengeram marah.
Kepala sekolah itu juga melihatnya lalu menatap kearah Dara yang sedang menunduk.
"Dara kenapa tidak pernah memberi tahu kekami nak?." Tanya kepala sekolah.
Dara mendongak akan menjawab pertanyaan kepala sekolah tapi Ellard lebih dulu menyelanya.
"Kau ingin gadisku di bunuh mereka!! seharusnya kau menyelidiki alasan apa gadisku selalu mendapat luka. Lucu sekali jika para guru tidak ada yang melihat dan menyadarinya." Ucap Ellard datar tapi tanganya mengepal erat jika membayangkan setiap hari Dara mendapatkan perilaku seperti itu.
"Kau ingin menuduh-." Ucapan Sonya terhenti saat mendengar suara gebrakan meja.
Brakk
Semua orang langsung diam mereka menutup mulutnya rapat ternyata saat melihat Darren mengebrak meja.
"Kau ingin menyangkal jika putrimu melakukan itu? dan kau ingin memenjarakan putraku?." Ucap Darren bertanya pada Sonya dan beralih menatap ayah Feli.
Mereka gemetar saat melihat kemarahan Darren sampai tidak berani hanya untuk membuka mulutnya.
"Aku sampai menampar putraku sendiri karena informasi yang kurang jelas ini!!." Bentak Darren pada kepala sekolah.
Kepala sekolah itu juga menunduk dia menyadari jika dirinya salah karena hanya mendengar kejadian sepihak. Dan melupakan bahwa pihak yang lain juga harus mengeluarkan alasanya.
Ellard menatap malas mereka lalu berjalan mendekat kearah Dara yang sedang menunduk.
__ADS_1
"Tegakkan kepalamu kau tidak bersalah disini jangan membuat orang lain semakin mudah merendahkanmu." Ucap Ellard dihadapan Dara, Dara yang mendengarnya mendongakkan kepalanya menatap wajah Ellard.
Ellard mengalihkan pandangannya kearah lain saat melihat wajah Dara yang dipenuhi memar dan lebam.
"Aku akan menerima apapun hukumanku tapi tidak dengan gadisku ia tidak bersalah sama sekali disini." Ucap Ellard lalu menarik pergelangan tangan Dara yang dilapisi kainnya untuk pergi dari sana. Mereka berdua melangkah keluar dari ruang kepala sekolah.
Darren yang sudah melihat putranya pergi lalu menatap tajam semua orang yang menunduk tapi ia juga tidak bisa menyalahkan mereka lagi karena dirinya juga bersalah. Ia tidak mendengarkan apa alasan putranya melakukan semua itu.
Darren berdiri lalu melangkah keluar dari sana tanpa mengucapkan sepatah katapun. Ken mengikuti Darren dibelakang pria itu.
****
"Ell." Panggil Dara. Mereka sekarang berada di taman belakang HIS.
Ellard melepaskan tangan Dara lalu duduk di kursi taman.
"Silahkan jika kau mau memarahiku aku menunggunya." Ucap Ellard.
"Terimakasih." Ucapan Dara membuat Ellard menatap Dara. Ia sudah siap untuk mendengar Dara memarahinya tapi ternyata pikirannya salah.
"Terimakasih karena kamu membelaku sampai seperti tadi dan maaf karena aku,kamu akan terkena masalah." Ucap Dara menunduk.
"Aku tidak suka melihatmu menundukan kepalamu." Ucapan Ellard membuat Dara mendongak.
"Aku hanya melakukan apa yang menurutku benar kau tau semua tentangmu selalu benar dimataku." Ucap Ellard.
"Tidak pernah ada yang membelaku selama ini hanya kamu tapi karena itu kamu harus mendapat masalah dari sekolah dan ayahmu." Ucap Dara.
"Tidak masalah aku sudah biasa, untuk sekolah mungkin aku akan di skors dan untuk ayahku, dia?, aku sudah pernah menerima yang lebih parah dari ini." Jawab Ellard.
Dara menatap mata Ellard yang sedang menatap kosong kedepan.
"Semua itu tidak masalah untukku tapi kau! jangan pernah lari meninggalkan ku!!, sama seperti mereka tidak mempercayai ku. Kau tau aku bahkan tidak pernah dekat dengan seorang wanita bahkan ibu sekalipun." Ucap Ellard.
Ellard mengatakannya biasa saja seolah dirinya baik-baik saja. Tapi tersimpan luka dalam di dirinya yang bisa Dara lihat dari mata Ellard.
"Aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu dan disaat aku mengharapkan ayah? dia juga tidak mempedulikan diriku. Masa pertumbuhan yang seharusnya didampingi orang tua tapi aku hanya sendiri." Ucap Ellard.
"Melihatmu aku merasa tidak sendiri disini,kasih sayang yang selama ini kuharapkan aku ingin mendapatkannya darimu." Ucap Ellard menatap Dara.
"Dan aku tidak akan membiarkan seorangpun menyentuh milikku." Ucapnya akan menyentuh wajah Dara tapi ia urungkan.
"Jangan lari dariku ya." Pinta Ellard.
"Aku bisa kehilangan semuanya tapi tidak untuk wanita, aku sudah kehilangan seorang ibu dari kecil yang bahkan aku belum melihatnya . Tidak lagi! aku tidak mau lagi." Ucap Ellard menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak akan meninggalkan mu." Jawab Dara membuat Ellard tenang.
"Apa lukamu masih sakit?." Tanya Ellard.
Dara menggelengkan kepalanya,"Seharusnya aku yang bertanya padamu. Luka mu belum di obati,tunggu aku akan mengambil kotak obat." Ucap Dara berdiri akan melangkah pergi.
"Tidak perlu." Ucap Ellard memegang pergelangan tangan Dara lalu melepasnya.
"Itu harus diobati." Ucap Dara.
"Sakitnya tidak seberapa,duduk disini saja jangan tinggalkan aku." Ucap Ellard menarik lagi pergelangan tangan Dara untuk menyuruhnya duduk.
"Aku hanya mengambil obat." Ucap Dara lagi.
"Kau disini sudah menjadi obatku." Jawab Ellard menyenderkan punggungnya lalu memejamkan matanya
Dara melepas perlahan tangan Ellard yang memegang pergelangan tangannya.
****
"Kau sudah mengetahuinya dari awal, Ken." Ucap Darren melihat keluar jendela.
"Ya tuan dan gadis itu juga yang menyelamatkan tuan muda saat dia kecelakaan." Jawab Ken melihat sekilas dari kaca spionnya.
"Kenapa wajahnya." Ucap Darren dengan tangan terkepal.
"Apa yang kau bilang bahwa gadis itu akan mengingatkanku pada seseorang itu adalah gadisnya Ellard?." Tanya Darren.
"Ya tuan. Bukankah mereka terlihat mirip?." Tanya Ken.
"Ya wajah gadis itu sangat mirip pada Ardella. Bagaimana bisa mereka bisa mirip sedangkan mereka tidak mempunyai hubungan darah." Ucap Darren.
"Anda percaya jika didunia ini kita mempunyai kembaran tuan?." Tanya Ken.
"Aku tidak percaya. Tapi melihatnya tadi aku mau tidak mau aku harus percaya." Ucap Darren.
"Ken aku mau mereka mendapat balasan yang setimpal bahkan dua orang wanita yang menyiksa gadisnya Ellard." Ucap Darren.
"Baik tuan." Jawab Ken mengangguk.
Kenapa bisa semirip itu? bahkan dari dulu aku tidak pernah memperlihatkan foto Ardella padanya. Batin Darren menatap kosong kedepan.
Bersambung.....
Sholat...
Yang mengejar dunia akan kalah dengan orang yang mengejar akhirat dengan memperbanyak amal.
Sholat memiliki kedudukan yang sangat tinggi di dalam Islam. Sholat juga merupakan tiang agama, serta menjadi pemisah antara keislaman dengan kekufuran dan kemunafikan.
Lalu bagaimana jika kita meninggalkan sholat? maka kita kehilangan semuanya apa yang akan kita bawa saat Yaumul hisab nanti?
“Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.”
(QS An-Nisa: 103).
...~Sholat itu lima waktu...
...bukan jika ada waktu!!.~...
__ADS_1
Keep Istikomah.
Hehe.