Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Mengetahui Penyakit Itu


__ADS_3

"Direktur apa ada yang bisa saya bantu?" seorang wanita ramping dengan kemeja coklat berdiri membungkuk sopan saat melihat Ellard keluar dari ruangan meeting.


"Kapan jadwal kembali Presdir?"


"Dua hari lagi tuan, Presdir dan tuan Madrick baru akan terbang kembali dari Kanada" jawab wanita itu lugas setelah melihat data dari komputer di mejanya.


Ellard mengangguk kemudian menengok kebelakang, "Apa hari ini ada jadwal Ken keluar kantor?" tanya Ellard lagi sambil melihat wanita itu.


Wanita itu membungkukkan badannya melihat kearah komputer, dia mengangguk kemudian menegakkan badannya kembali.


"Tuan Ken akan keluar pukul tujuh malam, direktur" jawab wanita bername tag Mauren sopan.


"Apa aku perlu ikut?" tanyanya lagi.


"Tidak tuan, tuan Ken hanya akan menghadiri pesta jamuan dari CEO Weight Core mewakili Presdir yang tidak bisa hadir"


Ellard mengangguk mendengarnya, "Terimakasih" ucapnya sebelum berjalan meninggalkan meja Mauren.


Sekertaris itu sedikit terkejut mendengarnya, kemudian membungkuk sopan.


****


6: 30 PM


Tok....tok...tok


"Masuk" jawab Ellard dari dalam sambil memijit pelipisnya.


"Ken?" Ellard mengerutkan keningnya saat melihat pria itu masuk kedalam ruangannya.


Ken membungkuk singkat kemudian menegakkan badannya kembali, "Direktur ada acara yang harus saya hadiri mewakili Presdir jadi saya tidak bisa menemani anda malam ini" jelas Ken membuat Ellard mendengus.


"Jangan sok formal saat kita cuma berdua seperti ini Ken" ujar Ellard kemudian berdiri dari duduknya berjalan kearah sofa, jas disampirkan dikursi, lengan kemeja digulung setengah, tidak memakai dasi dan dua kancing kemeja dari atas terbuka. Kira-kira seperti itulah tampilan Ellard sekarang.


Ken membungkuk lalu duduk disofa saat Ellard menepuk sofa sebelahnya.


"Tuan muda, kenapa anda menanyakan jadwal saya dan tuan Darren? apa ada yang ingin anda lakukan?" tanya Ken membuat Ellard sedikit terkejut.


"Apa? tidak, aku kan hanya bertanya saja" jawab Ellard memasang ekspresi setenang mungkin.


"Saya harap anda tidak berbuat macam-macam tuan, beberapa hari lagi peresmian anda sebagai CEO disini"


Ellard memutar bola matanya malas, "Ya-ya" jawabnya acuh sambil menyenderkan punggungnya disofa.


"Tuan tanggung jawab anda akan semakin besar kedepannya. Tuan Darren ingin segera istirahat, jadi saya akan mengurus segalanya secepatnya"


"Iya, sudah kan? aku tidak akan macam-macam. Memang kapan aku pernah berbuat yang tidak-tidak?. Oh ya, apa aku harus ikut pergi denganmu?" tanya Ellard mengalihkan pembicaraan. Jika berdebat dengan Mad ia akan langsung menang karena pria itu tidak banyak bicara tapi sebaliknya jika berurusan dengan Ken. Pria itu bisa seperti ahli debat jika menyangkut kepentingan Darren atau Walton bedrijf.

__ADS_1


"Tidak perlu tuan muda, ini hanya pesta biasa. Jika anda ikut, mereka hanya akan menjilat anda saja. Lebih baik anda menyelesaikan tumpukan dokumen disana dan menyiapkan apa yang akan anda sampaikan didepan dewan direksi besok" ujar Ken sambil melirik kearah meja kerja Ellard, Ellard yang ikut melihat hanya memejamkan matanya dengan ekspresi kesal.


"Ya. Sekarang pergilah, kau bisa ketinggalan pestanya nanti" ucap Ellard kesal.


Ken membungkukkan badannya sebelum keluar dari ruangan.


Setelah memastikan Ken pergi jauh dari ruangannya, Ellard menyalakan ponselnya kemudian mendial nomor seseorang.


"Halo?"


****


11:00 PM


"Langsung pulang tuan?" tanya sopir saat Ellard masuk kedalam mobil.


"Tidak, pergi dulu kejalan XX"


"Baik tuan" jawab sopir tanpa bertanya lebih langsung menjalankan kendaraannya.


Mobil sampai diparkiran basement, Ellard turun dari mobil kemudian berjalan kearah lift.


****


Ellard masuk kedalam ruangan mengikuti wanita muda berambut sebahu. Pria itu duduk saat wanita bername tag Arenaya duduk terlebih dahulu didepannya.


"Apa obat yang aku berikan sudah habis?" tanya wanita itu sambil mencatat dokumen di mejanya.


Dokter Naya mengembuskan napasnya pelan, "Tuan Ell, anda tau kan? aku sudah mengatakan itu obat dosis tinggi. Jangan minum sembarangan"


"Tapi-"


"Sakit sekali kan? aku sudah menyarankan anda untuk melewati beberapa pengobatan untuk jantung anda tuan"


Kelainan jantung, Ellard akhirnya tau apa penyebab dirinya sering merasakan sakit diarea dada sebelah kirinya. Dua bulan lalu saat sakit itu datang lagi, ia memberanikan diri untuk melihat hasil tes kesehatan yang pernah ia lakukan diam-diam. Ternyata ia menemukan penyebabnya, kelainan jantung bawaan. Pantas saja dulu waktu kecil ia sering sakit-sakitan.


"Ini tidak terlalu menganggu hanya sedikit menyusahkan saat rasa sakit itu datang"


"Tuan, kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi kedepannya. Lebih baik mencegah sebelum terlambat kan?"


Rangkaian pengobatan, pasti membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ellard tidak memberitahukan kepada siapapun tentang penyakitnya ini jadi akan sangat merepotkan jika ia harus mengikuti pengobatan tanpa membuat curiga siapapun. Apalagi saat ini dirinya sangat dibutuhkan karena harus menggantikan Darren memimpin perusahaan. Singkat saja, ia menyembunyikan penyakit ini karena tidak ingin semua orang khawatir khususnya Dara. Apalagi istrinya sedang hamil seperti ini, ibu hamil tidak boleh mempunyai banyak pikiran. Pikir Ellard saat itu.


"Dokter Naya, aku kemari hanya ingin meminta resep obatnya saja" ucap Ellard.


Menyusahkan, karena obat yang ia beli harus mengunakan resep dokter seperti ini.


"Tuan apa anda tidak ingin memikirkannya lagi? ini demi kesehatan anda"

__ADS_1


"Tidak" jawab Ellard singkat.


Dokter Naya menggelengkan kepalanya pelan lalu menulis resep obat dikertasnya.


"Sampai kapan anda ingin menutupi penyakit anda ini?"


"Kelainan jantung bawaan, bukan penyakit biasa" lanjut dokter Naya.


Ellard menerima uluran resep obatnya, "Terimakasih" ucap Ellard kemudian berdiri dari duduknya tanpa menjawab pertanyaan dokter Naya.


"Jangan terlalu lelah, jangan bergadang, jangan terlalu banyak pikiran dan yang paling penting hindari hal yang akan membuatmu terguncang. Itu setidaknya yang harus anda lakukan jika ingin hidup lebih lama" ucap dokter Naya saat Ellard membuka pintu ruangan.


"Baiklah dan tolong jaga privasiku disini. Jangan mengatakan apapun tentang penyakitku ini saat seseorang datang menanyakan diriku"


Dokter Naya mengangguk, ia melihat Ellard keluar ruangannya sampai pintu tertutup kembali. Kemudian dokter itu menghela nafas berat sambil memijit kepalanya.


***


Dara turun kelantai satu saat jam menunjukkan pukul setengah satu malam. Ia tiba-tiba ingin makan pasta carbonara. Saat kakinya ingin melangkah menuju kearah dapur, ia melihat Adam yang berjalan tergesa menuju keruang tengah. Dara yang ingin mencoba acuh ternyata dirinya penasaran juga. Apalagi saat melihat banyak maid yang turun dari tangga dengan tergesa berlari mengikuti Adam.


"Kenapa mereka?" gumam Dara kemudian memutar badannya berjalan kearah ruang tengah.


Sampai diruang tengah Dara melihat para maid berdiri berjejeran disekitar pintu masuk mansion. Ia juga bisa melihat raut wajah Adam yang sedikit aneh malam ini.


Seorang pria tua dengan tongkat jati yang menopang langkahnya memasuki mansion. Aura yang dikeluarkan pria itu sama persis seperti milik Darren. Pria tanpa senyuman, matanya tajam seperti elang. Dia melihat penjuru mansion sampai matanya tepat melihat kearah Dara.


Dara terkejut saat melihat pria tua itu menatap kearahnya. Sekilas Dara melihat Adam terkejut kemudian pandangannya beralih pada pria tua yang masih menatapnya.


"Tuan besar, mari saya antar anda kekamar. Anda pasti lelah karena perjalanan jauh" ucap Adam menghentikan langkah pria itu.


"Tidak perlu" jawabnya kemudian berjalan kearah Dara yang masih berdiri ditempatnya.


"Kamu pasti Dara, istri Ellard kan?" tanya pria itu begitu sampai didepan Dara.


Dara mengangguk, beralih menatap bingung kearah Adam yang juga menatapnya dengan pandangan cemas.


"Belum mengenal aku ya?" tanya pria itu terkekeh pelan.


"Aku Harry, ayahnya Darren" lanjut pria itu membuat Dara terkejut kemudian membungkukkan sedikit badannya.


Harry melihat kearah perut Dara kemudian tersenyum, "Wah aku tidak menyangka akan menjadi kakek dari anak cucuku secepat ini" ucapnya kemudian mendekat mengelus perut Dara. Awalnya Dara terkejut tapi kemudian dia tersenyum dan membiarkan pria itu mengelus perutnya.


"Kakek!"


Teriakan itu membuat semuanya menoleh kearah pintu, Ellard sedang berdiri di sana dengan senyuman merekah diwajahnya.


"Hoe gaat het met mijn kleinzoon?" ucap Harry sambil merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


"ik mis jou" jawab Ellard kemudian menerima pelukan hangat dari kakeknya.


****


__ADS_2