Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Jebakan!


__ADS_3

Ellard sedang berdiri didepan cermin sambil membenarkan letak dasinya. Salju turun malam ini membuat suasana kota semakin dingin. Sepasang suami istri itu sedang bersiap untuk pergi ke pesta kelulusan yang digelar oleh HIS.


Ellard melihat wanitanya yang baru saja keluar dari dalam ruang ganti. Rasanya ia tidak terima membiarkan istrinya pergi dengan dandanan yang sangat mencolok.


"Dar-."


"Tidak Ell ini sudah yang kesebelas kalinya, kita bisa terlambat jika menuruti kemauanmu. Jadi biarkan aku memakai ini ya?." Ucap Dara dengan nada memohon, wanita itu sudah lelah bolak-balik berganti dress hanya karena alasan konyol pria itu seperti,


"Aksesorisnya terlalu berlebihan kau terlihat bercahaya."


"Dara kita hanya akan kepesta itu terlalu indah kau gunakan."


"Aku tidak suka warnanya, cocok sekali dikulitmu itu."


Itu secuil aksi protes Ellard saat Dara keluar dari ruang ganti sambil mengunakan dress panjangnya. Akhirnya setelah lama berdebat hanya karena sebuah baju, Dara menentukan pilihan pada dress berwarna coklat tortila, dilengkapi kain brokat dibagian atasnya.


Sial kenapa dia jadi semakin terlihat cantik. Umpat Ellard sambil mengacak rambutnya frustasi.


"Dara jangan yang itu ya, pakai saja yang paling sederhana." Ucap Ellard memelas mengikuti langkah Dara masuk kedalam ruang ganti untuk memilih dompet yang cocok dengan dress-nya.


Dara menghela nafas panjang sambil menggeser pintu lemari, "Ell semua dress yang ada disini kan kamu yang membelinya, kenapa saat aku pakai kamu tidak suka?."


"Ck. Bukan aku yang memilihnya! si sialan Mad yang menyiapkan ini semua!. Aku tidak tau jika seleranya akan sebagus ini saat kau pakai!." Ucapnya penuh dengan kekesalan.


Dara keluar dari dalam ruang ganti masih dengan Ellard yang setia dengan mengikuti dibelakangnya.


"Sayang kita akan terlambat." Ucap Dara memberi pengertian pada pria itu.


"Kalau begitu kita tidak jadi pergi."Ucap Ellard sembari duduk dengan kasar diatas kasur.


Dara langsung menghentikan aktifitasnya membenahi hijab yang ia kenakan, wanita itu menatap kearah Ellard dengan wajah kecewa.


Dara sudah hampir tiga jam berdandan dan meladeni aksi tidak terima suaminya. Sebelas dress sudah ia coba, dari yang berbahan berat sampai yang paling susah ia kenakan karena terlalu banyak aksesoris yang melekat. Tapi akhirnya mereka tidak jadi pergi? pikirnya kecewa.


"Baiklah-baiklah, kita jadi pergi." Ucapnya saat melihat raut wajah istrinya.


"Tapi kau harus selalu berada di dekatku, jangan berbicara dengan pria lain dipesta, apalagi menatap mereka."


***


Dara dan Ellard keluar dari dalam lift sambil bergandengan tangan, pria itu masih saja mengerutu tidak jelas soal dress yang dipakai Dara.


"Lihat kenapa warnanya cocok sekali!."


"Kenapa modelnya harus seperti itu?!."


"Apa tidak ada yang lebih besar dari ini?."


Dara yang mendengar Ellard mengerutu hanya diam saja, dirinya berbicara juga tidak akan mempengaruhi pria ini pikirnya.


Mad baru saja keluar dari dalam ruang kerja Darren lalu menundukkan kepalanya saat Ellard dan Dara melewatinya.


"Selamat malam tuan muda dan nona." Sapa pria itu sembari tersenyum tipis.


"Malam Mad." Jawab Dara sedangkan Ellard hanya diam saja menatap sengit kearah Madrick.


Dasar sialan!. Umpatnya kesal.


"Saya pamit dulu tuan muda dan nona muda, selamat bersenang-senang menikmati pesta kelulusan." Ucap Mad menundukkan kepalanya kemudian melangkah meninggalkan kedua orang itu.


***


Mobil hitam Ellard baru saja berhenti gedung pesta yang sudah disiapkan HIS. Malam ini mereka pergi tanpa supir dengan alasan Ellard tidak ingin ada pria lain didalam mobilnya yang melihat dandanan cantik Dara, memang benar-benar gila pikir Dara sebelumnya.


Pria itu menatap malas kedepan tepatnya kearah orang-orang yang berkerumun di pintu masuk hanya untuk melihatnya.


"Ellard datang!."


"Aku tidak percaya dia akan datang kepesta ini."


"Aku dengar dia akan segera mengantikan tuan Darren Levon."


"Memegang kekuasaan Walton Bedrijf?."


"Benar!."


"Akhirnya! aku bisa melihatnya lagi sudah lama Ellard tidak datang kesekolah."


"Kenapa dia tidak keluar-keluar?."


Banyak bisikan para alumni murid HIS yang ingin melihat Ellard, mereka bahkan sudah berkumpul sebelum mobil Ellard berhenti didepan lobi gedung. Mungkin sebelumnya ada yang memberitakan jika ia akan datang, melihat dari plat nomor kendaraannya saja mereka langsung mengenali siapa pemiliknya.


"Bagaimana ini Ell?." Tanya Dara dengan nada cemas, jika ia keluar pasti akan menimbulkan masalah besar bukan? pikirnya panik.


Ellard tidak menjawab pertanyaan Dara pria itu langsung membuka pintu mobilnya. Sedetik kemudian terdengar suara riuh para gadis yang melihatnya keluar dari dalam mobil.


Kyaaaa


"Dia sangat berwibawa!."


"Tampan!!."


"Benar-benar berkarisma!."


"Eh dia bersama seseorang?." Mereka saling bertanya satu sama lain saat melihat Ellard memutari mobilnya dan membuka pintu depan.


"Siapa orang beruntung yang bisa bersamanya?."


"Pasti wanita kan? tidak mungkin Ellard membukakan pintu mobil untuk pria.'

__ADS_1


"Apa ini hari patah hati nasional?."


Dara langsung melebarkan matanya saat Ellard membuka pintu mobil dan menarik tangannya. Wanita itu menggelengkan kepalanya cepat mencoba menolak saat Ellard menariknya pelan keluar.


"Tidak Ell." Ucapnya lirih, jika ia tau akan jadi seperti ini lebih baik tidak perlu datang pikirnya. Lagi pula kenapa ia bisa lupa jika pria yang menjadi suaminya ini adalah pangeran sekolah, pria terpandang yang dikenal banyak orang.


"Ayo Dara!." Ucapnya menarik pergelangan tangan Dara sampai membuat wanita itu mau tidak mau keluar dari dalam mobil.


Dara menutupi wajahnya dengan dompet yang ia bawa, tapi itu tidak membuatnya menjadi tidak dikenali orang lain. Dilihat dari postur tubuhnya dan yang pasti hijab wanita itu membuat orang-orang langsung mengenali Dara.


"Gilaa! dia gadis yang sering di-bully Michel kan?."


"Kenapa dia bisa bersama Ellard?."


"Apa berita tentang mereka bersama itu benar?."


"Aaaa kenapa harus gadis itu!!".


Ellard tidak mempedulikan ocehan dan tatapan semua orang, pria itu melingkarkan tangan Dara ditangan kirinya. Ia bisa merasakan jika tangan Dara sangat dingin dan juga berkeringat.


"Hiraukan saja mereka." Ucap Ellard sambil berjalan masuk kedalam.


Dara seketika langsung melupakan pandangan orang lain kepadanya saat masuk kedalam aula pesta. Aula gedung ini dihias sedemikian rupa, bukan dengan bunga-bunga khas hiasan pelaminan. Dekorasi pesta ini terkesan modern dan tidak terlalu megah seperti acara pernikahan. Hiasannya benar-benar sesuai dengan selera anak muda, panggung band yang diisi oleh personil band terkenal di Amerika. Gelas-gelas berisi wine tersusun rapi diatas meja hidang, juga botol-botol minuman keras tersusun dimeja bar. Camilan-camilan yang lebih ke menu pembuka dan dessert mungkin agar tidak terlalu kenyang saat memakannya.


"Kau ingin minum sayang?." Tanya Ellard menunduk melihat wajah Dara.


"Emm...." Gumam Dara matanya terus melihat kearah minuman yang tersusun rapi, ia hanya melihat minuman beralkohol disini.


"Tolong satu gelas jus." Ucap Ellard menghentikan waitress yang baru saja melintas.


"Baik tuan." Jawabnya ramah kemudian berjalan meninggalkan mereka.


"Kita duduk dulu." Ucap Ellard membawa Dara kesalah satu meja kosong yang jauh dari kerumunan orang-orang yang antusias mendengarkan musik band dan sebagian melihat kearahnya.


"Sudah taukan ini pesta seperti apa?, itu sebabnya aku tidak ingin membawamu kemari."


Dara menundukan kepalanya merasa bersalah, "Maaf."


"Tidak masalah, jangan menunduk." Ellard mengangkat dagu Dara membuat wajah mereka bertemu.


"Tuan minuman anda." Ucap seorang waiters sembari meletakkan satu gelas minuman berwarna oranye dimeja.


"Baik terimakasih." Ucap Dara sambil tersenyum, membuat sang waiters membalas senyumannya ramah kemudian pamit undur diri.


Dara mengambil segelas jus kemudian meneguknya pelan.


"Hai Ell." Sapa seorang wanita membuat kedua orang itu menengok keasal suara.


"Vio?." Ucap Ellard dan Dara bersamaan.


"Kalian terkejut ya?." Ucapnya sambil terkekeh pelan.


"Kenapa kau bisa disini?." Tanya Ellard sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Ya begitulah, Dara ingin pergi kepesta jadi aku mengikutinya." Jawab Ellard seadanya.


"Ah jadi karena Dara ya?." Ucapnya sambil tertawa pelan menutupi mulutnya dengan tangan.


"Emm Vio kau kemana saja akhir-akhir ini? aku sudah lama tidak melihatmu dimansion?." Kali ini bukan Ellard yang bertanya tapi Dara, belakangan ini dirinya penasaran kemana perginya teman suaminya itu yang biasanya selalu ada disekitarnya.


Ini semua gara-gara asisten gila itu!. Batinnya kesal sambil mengepalkan kedua tangannya erat dibawah meja.


"Ah iya, aku harus sering menemui dokter akhir-akhir ini." Jawabnya mendapat anggukan kepala dari Dara.


"Lalu bagaimana perkembangannya?." Tanya Ellard melihat wajah Violla.


"Ya begitulah, dokter belum menyarankan untuk kemoterapi tapi tetap saja aku takut Ell." Violla menggenggam tangan Ellard dihadapan istrinya, dan Dara melihat satu tangan suaminya menggenggam tangan Violla dan memberikannya tepukan pelan.


"Jangan khawatir kau akan sembuh, bahkan tanpa melakukan kemo. Kau hanya harus selalu semangat dan jangan sampai menyerah." Ucapnya memberi semangat, pria itu bahkan tidak melepaskan tangannya yang digenggam erat oleh Violla.


"Iya terimakasih Ell, aku sangat menyayangimu." Ucapnya mendekatkan tubuhnya kearah Ellard, ingin memeluk pria itu. Dara yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya tidak sanggup untuk melihat yang lebih.


"Jangan seperti ini, ini tepat umum." Ucapnya menjauhkan dirinya dari Violla membuat wanita itu tersenyum kecut.


"Em aku ketoilet sebentar ya." Pamit Dara sembari berdiri dari duduknya.


Ellard langsung mencekal pergelangan tangan Dara membuat wanita itu melihat kearahnya.


"Aku antar." Ucapnya tanpa meminta persetujuan Dara langsung menarik tangan wanita itu pergi meninggalkan Violla.


Violla menyeka ujung matanya kemudian mengangkat tangannya memanggil pelayan.


"Ada yang bisa saya bantu nona?." Tanya seorang waiters ramah.


"Ya, tolong ambilkan aku segelas soda."


"Baik nona, mohon tunggu sebentar." Ucap waiters itu kemudian pergi mengambil segelas soda.


Beberapa menit kemudian waiters itu kembali dengan segelas soda di nampannya.


"Ini nona, minuman anda." Ucapnya sambil meletakan soda dimeja.


"Terimakasih." Ucap Violla balas anggukan kepala ramah dari pelayan.


Violla mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya saat melihat waiters itu sudah pergi meninggalkannya. Violla menggenggam sebuah botol kecil kemudian membukanya, wanita itu memasukkan beberapa tetes cairan dari dalam botol kemudian mengaduknya pelan.


Apapun kulakukan untuk mendapatkanmu Ell.


****

__ADS_1


Dari kejauhan Violla melihat Ellard yang sedang berdiri diluar toilet wanita sambil memasukkan kedua tangannya disaku celana. Pria itu pasti sedang menunggu istrinya yang ada didalam pikirnya sambil mendekati Ellard.


Violla melihat seorang office grill yang membawa alat kebersihan sedang berjalan kearahnya, Vio tersenyum licik.


"Ellard aku ingin berbicara-."


bruk


Violla menabrakkan tubuhnya pada tubuh petugas kebersihan saat mereka berpapasan.


Ellard menoleh kearah Violla, dirinya langsung berlari saat melihat wanita itu jatuh kelantai dengan troli kebersihan menimpa kakinya.


"Kau baik-baik saja?." Tanyanya cemas, sambil mengangkat pelan troli itu dari atas kaki Violla.


"Shhh sakit Ell." Ringgis Vio menahan perih dipergelangan kakinya yang memar.


"Apa kau tidak punya mata! hah!." Sentak Ellard pada office girl yang baru saja menabrak Violla.


"M-maaf tuan saya benar-benar tidak sengaja." Jawab wanita berpakaian cleaning service itu menunduk takut.


"Lihat! ini semua karena keteledoran mu, lain kali kerja yang benar!." Ucap Ellard masih dengan suara keras.


"Sekali lagi saya minta maaf tuan, nona saya tidak sengaja. Mari saya antar keruang istirahat." Ucap office grill itu kemudian bergerak ingin membantu Vio berdiri.


"Tidak perlu!." Tolaknya Violla cepat.


"Ell aku tidak bisa berjalan, bisakah kau menggendongku?." Tanya Violla dengan wajah sendu.


"Apa kau tidak bisa berjalan sendiri? aku tidak bisa mengantarmu karena aku harus menunggu Dara."


"Pergelangan kakiku sangat sakit Ell." Renggeknya, membuat Ellard menghembuskan nafasnya pelan.


"Panggil teman priamu kemari, dan minta mereka mengendong wanita itu keruang istirahat dan jangan lupa obati lukanya." Ucap Ellard pada office grill yang masih menundukkan kepalanya takut, dengan badan gemetar ia menganggukkan kepalanya.


"Ell aku mohon antar aku sebentar kesana ya? aku tidak terbiasa digendong orang lain." Ucapnya dengan air mata menggenang di pelupuk matanya dan juga menggenggam lengan kekar Ellard.


"Dari kecil hanya aku hanya terbiasa denganmu." Lanjutnya lirih.


"Baiklah, aku hanya akan mengantarmu sebentar." Jawab Ellard lalu mengendong Violla ala bridal style.


"Tunjukan dimana ruang istirahat."


*****


Ellard masuk kedalam sebuah ruangan, dimana ada sofa berjejeran rapi dengan botol-botol minuman keras dimeja masih rapat dengan segel dan bandol harga masih terpajang, mungkin untuk membuktikan jika ini wine asli kelas atas.


Ruangan ini digunakan untuk istirahat para tamu yang lelah atau tidak menyukai keramaian. Disini kedap suara, bahan musik band yang menggelegar tidak dari dalam.


Ellard menurunkan tubuh Violla dengan hati-hati diatas sofa, "Aku akan memanggil seseorang untuk mengobati lukamu, jangan kemana-mana tetap diam disini." Ucapnya menatap Violla.


"Baiklah, em Ell bisa tolong ambilkan aku minuman soda disana?." Tanya Violla menunjuk dua gelas minuman dimeja.


Ellard mengikuti arah tunjuk wanita itu kemudian dirinya mengambil salah satu gelas berisi soda dimeja.


"Ell sebelum pergi bisakah high glass? aku tau kau tidak minum alkohol lagi sekarang makanya aku memilih soda." Ucap Vio.


"Vio aku harus segera kembali menyusul Dara, aku tidak mau dia berkeliaran sendiri ditempat ini." Ucap Ellard dengan nada sedikit kesal, memikirkan istrinya dilirik pria lain membuatnya moodnya tiba-tiba memburuk.


"Sebentar saja Ell, kita sudah lama tidak cheers." Ucap Violla mengangkat gelasnya.


Ellard menghembuskan nafasnya kasar kemudian mengambil satu gelas soda diatas meja. Tanganya terulur untuk menerima ajakan high glass dari Violla.


"Cheers." Ucap Violla senang kemudian menempelkan mulut gelas di bibirnya tanpa berniat meneguknya, ia melihat kearah Ellard yang meminum sampai kandas soda digelas membuat senyuman dibibir Violla tambah merekah.


"Sudah kan? aku harus kembali." Ucap Ellard meletakan gelas dimeja kemudian berjalan kearah pintu.


Violla melepaskan resleting belakang dress yang ia kenakan kemudian berjalan tertatih kearah Ellard yang sedang memegang kepalanya.


Sial kanapa kakiku harus seperti ini disaat yang tidak tepat!. Batinnya kesal saat menahan rasa sakit dipergelangan kakinya, tapi ini semua akan segera dibayar dengan sesuatu yang jauh lebih menguntungkan untuknya, pikir Vio tersenyum senang.


Ellard menurunkan tangannya yang menyentuh kepala kemudian dirinya memegang handle pintu berniat membukanya.


"Ellard." Ucap Violla manja sambil melingkarkan tangannya di pinggang Ellard.


Ellard merasa wajahnya panas, tiba-tiba hasrat dalam dirinya membara. Pria itu mengendurkan dasinya yang seakan mencekik lehernya.


"Apa-apaan kau Vio!." Sentak Ellard dengan suara serak sambil mencoba melepaskan tangan Violla dari pinggangnya.


Nafas pria itu memburu saat merasa wanita dibelakangnya meraba dadanya, ia benar-benar tidak bisa menahan ini pikir Ellard frustasi. Nafasnya mulai memburu, ia menelan salivanya sendiri saat Violla mulai membuka kancing baju yang ia kenakan.


"Dara." Ucapnya lirih sambil terus mencoba untuk tetap sadar.


Pergerakan Violla sempat terhenti saat mendengar ucapan Ellard, "Yes it's me, Dara." Ucapnya lirih.


"Kau Dara? benarkah?." Ucap Ellard membalikan tubuhnya menghadap Violla.


"Dara?." Tanyanya sekali lagi.


"Iya sayang ini aku."


Bersambung....


Wuih akhirnya bisa panjang juga😆, kira-kira Ell bakalan ketipu gak ya??....


Oh iya, jangan lupa like, komen dan vote ya!


Insyaallah secepatnya next chapter tapi jangan lupa like dulu ya😉


_______

__ADS_1


Wahai kaumku! Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.~Qs.Gafir Ayat 39


...Yakin mau ninggalin solat? lantas apa yang akan kita bawa untuk bekal dunia akhirat?. Dunia ini hanya tipu daya, jangan terbuai hanya dengan kesenangan sementara. ...


__ADS_2