Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Malam Yang Mengerikan


__ADS_3

Sedangkan ditempat lain Ellard yang merasa ponselnya berdering langsung membukanya.


...Mywife: sayang...aku pulang duluan ya. Tenang aja aku pulang sama supir kakek...


"Apa-apaan ini" ucap Ellard kesal sambil pergi meninggalkan ruang VIP berlari turun dari tangga.


Sampai didepan gedung Ellard melihat mobil kakeknya yang sudah berjalan pelan.


"Tunggu!"


Mobil itu berhenti, Ellard membuka pintu depan kemudian matanya melihat kekursi belakang.


"Turun! biar aku yang mengantar istriku pulang" ucapnya membuat sopir itu bingung.


"Tapi tuan mud-"


"Turun aku bilang!" sentak Ellard membuat pria itu kelabakan keluar Dari mobil.


Ellard membuka pintu belakang "Sayang pindah kedepan" ucapnya diangguki kepala Dara.


***


"Kenapa kau masih disini!"


Harry murka melihat sopir yang ia tugaskan untuk mengantar Dara ternyata malah menyelinap menemuinya dipesta.


"Maaf tuan besar, tuan muda memaksa mengantar sendiri nona pulang" jawabnya membuat Harry terkejut setengah mati.


"Ellard ada dimobil itu?" tanya Harry bergetar, tangannya meremas gagang tongkatnya.


"Iya tuan"


"BAJINGAN!"


Bug


Harry memukul sopir itu dengan keras mengunakan tongkatnya. Beruntung mereka berbicara diruang tunggu keluarga jadi tidak ada yang melihat perdebatan kedua orang itu.


"Ada apa ini?"


Darren datang bersama Ken dan Mad, mereka menatap datar pada Harry yang bawaannya terbiasa tenang kini terlihat murka.


"HUBUNGI CUCUKU! BILANG PADANYA UNTUK BERHENTI DIJALAN!" teriak Harry membuat mereka semua bingung.


Mad merasa ada yang tidak beres disini, pria itu tau jika tuan mudanya pergi untuk mengantar nona pulang. Tapi apakah?


Mad langsung berlari keluar sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Pria itu berlari membelah pesta seperti orang kesetanan. Membuat orang-orang menatap bingung asisten Presdir baru Walton bedrijf itu.


"Kau berniat melakukan sesuatu pada putra dan menantuku AYAH!!" Darren mencengkeram kerah baju Harry saat menyadari ada sesuatu yang tidak beres disini.


"SIALAN! SIALAN! ARGHHH!"


Darren mengamuk membanting semua barang yang ada disana. Pria itu terlihat seperti dua puluh tahun yang lalu dimana ia mengetahui istrinya pergi meninggalkan mansion karena ulah ayahnya.


"Jika aku mendengar putra atau menantuku terluka! Kau! Kau ayah! orang pertama yang aku cari!" sentak Darren dengan mata memerah marah sambil menunjuk kearah ayahnya.


Sedangkan Harry hanya diam ditempat tanpa menjawab apapun ucapan anaknya.


***


"Kenapa melihatku terus?" tanya Dara tertawa pelan melihat suaminya yang terus menoleh padanya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, salah aku melihat istri sendiri?" balas Ellard menoleh lagi menatap wajah istrinya.


"Tidak juga tuan muda, lihatlah sepuas hatimu" jawab Dara membuat Ellard menganggukkan kepalanya.


"Kenapa tadi tidak menungguku saja?" tanya Ellard.


"Kamu lama sayang dan lagi pula itukan pestamu jadi tidak mungkin aku menganggumu"


"Ck lain kali jangan begitu. Sudah kubilang jika mau apa-apa beritahu aku. Untung saja aku membuka pesanmu tadi"


"Baiklah aku minta maaf"


Ellard dan Dara sama-sama diam hanya suara deru mobil yang terdengar. Ellard menambah kecepatannya saat jalanan malam terasa sengang.


Dara menyenderkan punggungnya, Ellard yang melihat itu mengelus kepala istrinya.


"Capek ya? tidur dulu sayang. Kalau sudah sampai aku bangunkan nanti"


Dara menutup matanya Ellard yang melihat itu menarik tangannya kembali fokus mengemudi.


Dari jauh Ellard melihat belokan tajam kakinya menginjak rem untuk mengurangi kecepatan.


Deg


Keringat dingin mulai keluar dari tubuh pria itu saat rem bawah tidak berfungsi. Ellard terus mencoba mengurangi kecepatan mobilnya tapi nihil, mobil itu sama sekali tidak mau berhenti.


Kenapa ini batin Ellard panik.


Disini posisinya ia tidak sedang sendiri. Ia lebih menghawatirkan istri dan juga anaknya.


"Sayang kenapa?" tanya Dara saat merasa mobil hilang kendali.


"T-tidak apa-apa sayang kam-"


Ellard banting stir kekiri, pria itu melepas seat beltnya memeluk tubuh Dara dari depan.


"ELLARD!"


BRAKKK


Mobil buatan asli eropa dengan tingkat safety terbaik itu hancur dibagian depan karena menabrak pembatas jalan dengan kecepatan tinggi. Mobil sempat berguling dua kali sampai berpindah jalur.


Mobil lain menghentikan kendaraan mereka dengan cepat agar tidak terjadi tabrakan beruntun.


Para pengemudi langsung turun berlarian dengan cepat menuju mobil Ellard.


"Tuan! Nyonya! kalian bisa mendengar suara saya?" tanya seorang pria paruh baya sambil mengedor kaca mobil sebagian sudah pecah.


Sedangkan orang-orang mencoba menghubungi ambulans dan juga berusaha membuka pintu mobil.


"Tuan! Nyonya! Apa kalian masih sadar?!" teriak orang itu lagi sambil berusaha dengan keras menyongkel pintu mobil.


"T-tolong"


"Tuan! Anda masih sadar? bisa tekan tombol untuk membuka pintunya? anda masih kuat kan?!"


Dengan sekuat tenaga Ellard mencoba mencari tombol buka disekitar pintu Dara. Tangannya lemas bahkan seluruh tubuhnya mati rasa, darah merembes dari kepala leher sampai ketubuhnya.


"D-dara kamu baik-baik saja?" Ellard berbisik, sungguh ia ketakutan sekarang jika wanita yang sedang bersamanya ini ternyata sudah tidak bernafas.


"J-jaw..ab"

__ADS_1


Pandangannya memburam membuatnya tidak bisa melihat mata istrinya.


Klik


Pintu terbuka, pria diluar langsung membuka lebar pintu mobilnya.


"Astaga!"


Brakk


Pintu disamping sopir sudah terbuka paksa, orang-orang mencoba mengeluarkan Ellard dari dalam. Takut sewaktu-waktu mobil terbakar mengingat tangki bensin bocor dan mobil bergesekan dengan aspal.


Terbukti dari terciumnya aroma bensin kuat dari luar mobil.


Ellard membuka matanya dengan nafas tersengal ia melihat beberapa orang berusaha mengeluarkan istrinya


"T-tolong is-istri saya dulu"


"Tuan luka anda juga serius! saya angkat pelan-pelan ya tuan, tolong ditahan sebentar"


"Is-istri saya se..dang-"


"Ya Tuhan! Nyonya ini hamil!" teriak pria yang berusaha mengeluarkan Dara.


"Ada api!" teriak orang-orang dari luar membuat beberapa orang yang ingin mengeluarkan Dara dan Ellard memilih mundur.


"To-tolong istri s-saya d-dulu tu-tuan. Sa-saya disini tid..ak masalah"


Kaki kiri Ellard terjepit membuatnya kesulitan keluar, dilihat sekilas orang-orang sudah tau luka Ellard sangat parah mengingat pria itu melepas sabuk pengamannya.


"Tapi tuan ini-"


"To-tolong it-u anak pertama ka-mi" ucap Ellard lemah membuat satu diantara dua orang yang tadinya ingin memilih mundur kembali mencoba mengeluarkan Ellard.


"Kalian berdua pasti selamat" ucap pria paruh baya yang berhasil mengendong tubuh Dara keluar.


"Terimakasih" ucap Ellard sebelum pria itu kehilangan kesadarannya.


"Ell-ard" Dara memanggil sambil meringis mencengkram perutnya. Sejak tadi ia tidak pingsan, Dara mendengar semua yang suaminya katakan.


Pria tua membopong tubuh Dara menjauhi mobil, Dara memohon agar seseorang menyelamatkan suaminya. Tapi orang-orang sama sekali tidak ada yang berani mendekat kemobil mereka.


"Dia ingin kau selamat nak, jadi jangan sia-siakan perjuangannya" ucap pria itu sambil perlahan membaringkan tubuh Dara ketanah.


"Tidak" ucap Dara sambil menggelengkan kepalanya pelan.


DUARRR


Ledakan pertama mobil, Dara menjerit histeris tidak mempedulikan lagi nyeri diperutnya yang semakin menjadi. Dipikirannya sekarang hanya suaminya, suaminya masih didalam.


TBC....


...**Assalamualaikum...


...Hiii aku comeback**...


...Enggak dapet feel-nya ya? maaf banget ya. ini sudah semaksimal mungkin...


...Jadi? siap kehilangan Ellard?...


...Aku sih belum tau, tapi pasti ada yang mati kan...

__ADS_1


...Gaes mulai part ini agak sedih2 dulu yuu😉 dikit aja kok ...


...Wassalamu'alaikum...


__ADS_2