
Satu jam dalam perjalanan akhirnya kedua mobil hitam berbelok memasuki sebuah gapura.
Ucapan selamat datang terpampang jelas, hamparan sawah-sawah langsung terlihat didepan mata.
Padi masih baru saja ditancapkan, para ibu-ibu beriringan menanam padi dengan mengunakan sebilah bambu yang dibelah, digunakan layaknya penggaris agar calon padi tidak berdempetan juga tidak saling berjauhan.
Jalanan tidak semulus ibu kota, disini banyak jalan berlubang dengan krikil dimana-mana. Kalau hujan sudah dipastikan akan banyak air yang mengenang.
Banyak warga yang mengunakan kerbau untuk membajak sawah. Tapi tidak sedikit pula yang sudah mengunakan media traktor, selain cepat juga mudah tapi tentu biayanya juga tidak murah untuk ukuran orang-orang yang masih dalam kata belum mampu.
Selain pemandangan sawah yang baru saja dibajak, masih ada juga sawah dengan padi yang sudah menguning belum juga dipanen oleh pemiliknya.
Panen seperti ini juga sangat menguntungkan untuk para pemilik ternak seperti sapi dan kerbau. Mereka akan mengunakan jerami sebagai pengganti rumput untuk ternak mereka makan. Tidak selalu hanya sebagai selingan saja karena jerami saat itu lebih mudah didapatkan.
"Ada apa?" tanya Ellard saat mobil berhenti, pria itu mengedarkan pandangannya melihat kearah sekitar tidak ada rumah atau bangunan apapun disini sudah dipastikan jika mereka belum sampai ditempat tujuan.
"Maaf tuan kita tidak bisa lewat, jalanan depan sedang digunakan untuk meneleser padi" jelas sopir sedikit takut.
"Apa itu me-lener padi?!" tanya Ellard mengeryit bingung.
Dara mengatupkan bibirnya menahan tawa saat mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Ellard, "Meneleser sayang, itu semacam mesin power tleser yang digunakan untuk merontokkan padi dari jerami" jelas Dara.
"O'h" jawab Ellard singkat membuat Dara menggelengkan kepalanya sambil terkekeh kecil.
"Usir saja mereka" ucap Ellard membuat Dara dan kedua pria dikursi depan membelalakkan matanya terkejut.
"Sayang" ucap Dara tidak habis pikir.
"Dara mereka menganggu perjalanan kita jadi tidak masalah 'kan kita mengusirnya. Lagi pula siapa suruh mereka apa tadi? me-le-ne-rer itulah dijalanan umum seperti ini"
"Sayang hal seperti ini sudah biasa dilakukan didesa, jadi jangan berbuat macam-macam ya" ucap Dara harap-harap cemas mengingat bagaimana gilanya suaminya itu.
"Tapi-"
Dreftt.....Drefttt......Drefttt
Ellard dengan cepat mengambil ponsel disaku celananya lalu mengeser ikon berwarna hijau.
"Apa?"
"Kenapa berhenti boss?" tanya pria diseberang telepon.
"Jalanan depan tidak bisa dilewati, sudahlah jangan menggangguku" ucap Ellard kemudian mematikan sambungan teleponnya sepihak.
"Tapi sayang bagaimana kita bisa lewat jika mereka tidak pergi? tidak mungkin kita menunggu sampai mereka selesai kan?" tanya Ellard.
"Tidak, kita bisa jalan kaki"
"Apa!"
*****
"Sayang, apa kamu yakin? ini panas sekali" ucap Ellard sambil membenarkan letak kacamata hitamnya. Pria itu masih diposisi bersandar di pintu mobil.
"Ini masih jam sepuluh sayang belum terlalu panas, lagipula rumahku sudah dekat dari sini" jawab Dara tersenyum kearah Ellard membuat pria itu tidak bisa menolak keinginannya.
"Baiklah jika itu mau mu" jawab Ellard pasrah, pria itu menoleh kearah mobil dibelakangnya melihat dua orang pria yang masih sibuk mengunakan sun skrin di tangannya.
"Sudah tinggalkan saja mereka" ucap Ellard lalu mengandeng tangan Dara.
Wanita itu hanya menurut saat tangannya ditarik Ellard, Dara mengembangkan senyumnya saat para ibu-ibu yang sedang menanam padi melihat kearah mereka berdua.
"Wehh ada bule!!"
"Iya, itu yang perempuan mirip siapa ya?"
"Iya siapa ya? kayaknya nggak asing"
"Dara?! itu kayaknya neng Dara!" teriak salah satu ibu-ibu.
"Ah masa si?! neng Dara kan lagi sekolah diluar negeri"
"Iya, dia mah neng Dara"
"Beneran?"
"Iya"
"Neng!!"
Dara membungkukkan badannya sopan kemudian melambaikan tangannya,
"Assalamualaikum ibu-ibu! ini Aldara, ibu-ibu sehat?" tanya Dara ikut berteriak.
"Don't scream honey, your throat will hurt later" ucap Ellard dengan raut wajah tidak suka hanya dibalas cenggiran dari Dara, wanita itu terlihat sangat senang.
(Jangan berteriak sayang, tenggorokan mu sakit nanti)
"Wahh bener neng Dara!"
"Kan aku udah bilang!"
"Iya-iya"
"Wa'alaikumsalam neng, Alhamdulillah sehat, neng Dara sudah pulang? sudah tamat sekolahnya neng?"
__ADS_1
"Alhamdulillah Bu" jawab Dara sedikit mengeraskan suaranya.
"Alhamdulillah, penantian pak kades akhirnya berakhir juga ya"
"Iya benar"
"Heh kalian tidak lihat bule disamping neng Dara? dia siapanya ya?" ucap salah satu ibu-ibu membuat semua ibu-ibu disana juga ikut bertanya.
Dara yang sadar juga langsung menoleh kearah Ellard dengan raut wajah cemas, bagaimana jika suaminya itu tau? pikirnya. Tapi saat melihat raut wajah biasa saja dari Ellard akhirnya Dara bisa menghembuskan nafasnya lega. Ia lupa jika Ellard belum mengerti berbahasa Indonesia.
"Mereka bilang apa pada istriku?" ucap Ellard membuat seluruh badan Dara menegang.
Ia lupa jika Arga-pernerjemah itu juga mengikuti mereka berdua.
"Mereka mengatakan-"
"Sayang ini hampir siang kita harus cepat" ucap Dara dengan cepat menarik tangan Ellard.
"Ibu-ibu Dara pergi dulu ya! mau kerumah bibi Eni" teriak Dara dibalas acungan jempol para ibu-ibu.
"Eh iya neng hati-hati ya" jawab salah satu ibu-ibu yang juga masih sangat penasaran dengan Ellard
"Ganteng ya?"
"Iya, mau banget punya mantu kayak gitu"
****
"Mereka bilang apa Dara?" tanya Ellard membuat Dara kelimpungan menjawabnya.
"Bukan apa-apa sayang, mereka hanya menyapa kita dan bertanya padaku apa aku sudah lulus sekolah" jawab Dara membuat Ellard mengerutkan keningnya setelah itu menganggukkan kepalanya singkat.
Ia tidak terlalu mempermasalahkan itu hanya saja dia tidak terlalu suka jika Dara berbicara dengan senyuman kepada orang lain selain dirinya.
Dara dan Ellard sama-sama diam diperjalanan tangan mereka saling bertautan, merasakan semilir angin pagi yang berhembus mengenai kulit mereka, udara disini benar-benar asri ditambah dengan pemandangan alam yang memanjakan mata.
"Hati-hati Dara" ucapan Ellard yang sudah Dara dengar lebih dari lima kali saat mereka melewati jalanan yang berlubang.
"Lelah? mau aku gendong?" tanya Ellard lagi.
"Tidak! tidak perlu sayang" jawab Dara cepat, ini didesa bukan dikota besar atau luar negeri. Disini sedikit saja melanggar norma masyarakat pasti akan menjadi perbincangan pedas selama beberapa hari.
Ellard tiba-tiba berjongkok membuat Dara menatapnya terkejut, pria itu mengikat tali sepatu Dara membentuk simpul pita.
"Jangan ceroboh Dara" ucapnya lalu berdiri.
Dara menganggukkan kepalanya lalu tersenyum, "Terimakasih" ucapnya.
"Anything for you"
****
"Oh my god, what street is this?!"
(ya tuhan, jalanan apa ini?!)
"Ini gang sayang, sabar ya sebentar lagi kita sampai" jawab Dara sedikit meringis apalagi melihat raut wajah pias Ellard. Dara sedikit merasa bersalah karena telah membawa seorang anak tunggal kaya raya kejalanan seperti ini.
"Apalagi ini? ya ampun!"
Ellard mengangkat salah satu kakinya melihat sepatu kets warna putih yang sudah terkena noda lumpur dengan pandangan jijik.
"Ah sepertinya kemarin disini hujan" jawab Dara pelan kemudian mengigit bibir bawahnya menahan tawa.
"Kamu menertawaiku sayang? beraninya!" ucap Ellard kesal kemudian pria itu tersenyum miring.
"Awas kau!"
Ellard berjalan mendekat kearah Dara, wanita itu sudah merasakan alarm bahaya spontan langsung memundurkan langkahnya.
"E-el kita masih dijal-"
Dara melebarkan kelopak matanya saat Ellard dengan cepat membungkam bibirnya. Pria itu tidak mempedulikan Dara yang memberontak memukul dadanya, Ellard ******* habis bibir Dara saat ada kesempatan pria itu memasukkan lidahnya kedalam mulut wanitanya.
Agam yang masih setia berdiri disana langsung berbalik menutup matanya, jantung pria itu berdegup kencang bagaimanapun juga berdiri diantara pasangan yang sedang dimabuk cinta bukanlah hal yang baik.
"BOCAH EDAN!!"
Teriakan itu membuat Ellard melepaskan ciumannya kemudian mengelap bibirnya mengunakan ibu jari sambil tersenyum puas, pria itu bahkan tidak mempedulikan ada situasi bahaya disekitarnya.
Sudah tidak terkira bagaimana raut merah padam diwajah Dara. Rasanya wanita itu sangat ingin menghilang saja dari sini. Ada sekitar empat ibu-ibu yang membawa anak mereka berdiri diujung gang.
Ingat ada anak-anak yang melihat mereka berdua berciuman!.
****
"Ini semua gara-gara kau! sekarang bagaimana? kita tertinggal dan tidak tau mereka berdua pergi kemana!"
"Kenapa menyalahkan aku? kau juga sibuk dengan sun screen diwajahmu tadi!"
"Ck kau juga sama!" ucap Lay tidak mau kalah.
"Yaya kita berdua salah, puas?!" sentak Frank kesal.
"Frank kita harus kemana sekarang?" tanya Lay tiba-tiba panik.
__ADS_1
"Aku juga tidak tau, ponsel Ellard juga tidak aktif" jawab Frank mengacak rambutnya frustasi, kan tidak lucu jika mereka menjadi gembel didesa ini pikirnya.
Bertanya pada warga disini juga sama saja, mereka berdua tidak bisa bahasa negara ini dan orang-orang disini yang mereka temui juga tidak bisa berbahasa Inggris.
"Frank" ucap Lay tiba-tiba menepuk pundak Frank.
Pria yang sedang mengotak-atik ponselnya itu mengeram marah tanpa menoleh kearah Lay.
"Frank!" panggil Lay.
"Apa sialan?! kau tidak lihat aku sedang mencari bantuan!" jawab Frank emosi.
"Frank lihatlah, itu apa?" tanya Lay lagi membuat Frank menatapnya marah.
"Lay jika kau tidak bisa membantu setidaknya jang-"
"Itu lihatlah!" ucap Lay langsung menolehkan wajah Frank kesamping.
Mereka berdua sama-sama melihat segerombolan anak-anak dengan tubuh sampai wajah ditutupi lumpur berlari kearah mereka berdua.
Kyaa
Frank dan Lay dengan cepat langsung berlari menghindari para anak-anak yang ingin mendekat kearah mereka, mereka saling kejar-kejaran dijalanan.
"Frank apa itu?!" teriak Lay histeris.
"Aku juga tidak tau! kenapa mereka penuh lumpur seperti itu?!"
"Huaaa apa itu manusia lumpur?! kenapa mereka banyak sekali dan kenapa mereka mengejar kita?!"
"Aku tidak tau sialan! jangan bertanya padaku!"
***
Hah...hah....hah
Lay dan Frank berhenti dibawah pohon jambu sambil menormalkan kembali pernafasan mereka. Anak-anak penuh lumpur tadi ketinggalan jauh dari mereka berdua, maklum langkah kaki anak-anak dan orang dewasa pasti berbeda.
"Gila! itu tadi apa? kenapa mereka kotor sekali" ucap Frank tidak habis pikir sambil mengusap wajahnya kasar.
"Yang paling mengerikan lagi kanapa mereka mengejar kita" sahut Lay.
"Sekarang bagaimana?kita terpisah dari Ellard dan-"
Puk
"Iyuhhh"
Lay spontan menutup mulutnya dan menjauh dari Frank saat sebiji buah jambu busuk jatuh menimpa kepala pria itu.
"Damn! apalagi ini?!" ucap Frank mengeram marah saat merasa cairan kental berbau busuk mengenai kepalanya.
Kedua pria itu mendongak melihat keatas pohon jambu biji, mara Lay membelalak sempurna kemudian meneguk ludahnya sendiri berbeda dengan Frank yang matanya berkilat marah melihat sosok gadis berambut kepang sedang makan jambu biji diatas pohon tanpa raut wajah bersalah.
"You!!" ucap Frank berteriak marah.
Gadis diatas pohon jambu itu menengok kebawah kemudian matanya membulat sempurna. Dengan cepat dirinya menurunkan roknya yang tersingkap terkena angin. Lay yang melihat itu tiba-tiba langsung mendesah kecewa.
"Dasar mesum!!" teriak gadis itu lalu turun dengan hati-hati mengunakan tangga yang sudah dia siapkan sebelumnya.
****
"Jadi dia suami kamu Dara?" tanya salah satu ibu-ibu yang masih memandangi wajah Ellard dengan tatapan kagum.
"Iya Bu" jawab Dara kikuk sambil melirik kearah Ellard yang masih bersikap biasa saja.
"kok bisa Dara, pulang-pulang bawa suami? mana ganteng lagi!" jawab ibu-ibu lain tak kalah antusias.
"I-tu-"
"Sorry madam, we have to go, my wife is tired she has to rest" ucap Ellard lalu menarik tangan Dara meninggalkan para ibu-ibu yang masih tersihir dengan ketampanannya.
(Maaf Bu, kami harus pergi, istri saya lelah dia harus istirahat)
"Lihat! dia bilang aku cantik!!" teriak heboh salah satu ibu-ibu sambil menunjuk punggung Ellard yang mulai menjauh.
"Apa benar dia bilang begitu?" tanya salah satu dari mereka tidak percaya.
"Ya benarlah"
"Apa kau bisa bahasa luar?"
"Tidak juga sih, tapi aku yakin dia bilang begitu!" ucapnya kekeh tidak mau salah.
"Huu halu"
Ibu-ibu langsung membubarkan diri masing-masing sambil menggandeng tangan anak mereka, ada juga dari mereka yang sudah siap lahir batin menggosipkan berita panas hari ini tentang kepulangan Aldara, gadis yatim piatu yang tiba-tiba pulang membawa suami bak pangeran negeri Arab.
Bersambung.....
Jangan lupa like dan komen ya bunda-bunda dan teman-teman.....
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."(QS Al Ahzab: 56)
__ADS_1