Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Malam Peresmian


__ADS_3

"Makan Dara" ucap Ellard sedikit tidak menyukai tingkah Dara yang melawan ucapan kakeknya.


Karena Ellard tau bagaimana sifat kakeknya, sangat berbahaya jika istrinya berurusan dengan Harry Walton. Lebih baik ia menjauhkan Dara dari kakeknya sebelum masalah besar terjadi.


Walaupun dirinya tidak tau apa-apa tapi ia yakin jika masalah antara ayahnya dan kakeknya bukan masalah biasa. Ellard sendiri mengakui jika semua keluarga Walton tidak ada yang waras karena ia juga sama gilanya dengan mereka.


****


Satu malam telah berlalu, kini adalah malam puncak yang dinantikan Ellard. Bukan karena peresmian calon pimpinan Walton bedrijf tapi karena malam ini seluruh Amerika akan tau siapa istrinya.


Ah itu mimpi Ellard yang akan terwujud malam ini, mengumumkan pada dunia siapa wanitanya.


"Dara aku tidak bisa mengikat das-" Ellard mematung melihat Dara yang baru saja keluar dari walk in closet mengenakan dress senada dengan jas yang ia kenakan.


"Kemari biar aku ikatkan" ucap Dara sambil mengulurkan tangannya keleher Ellard.


Wajah Ellard tiba-tiba panas, pria itu memalingkan wajahnya kearah lain menahan mati-matian detak jantungnya yang menggila.


Dara menahan senyumnya saat melihat rona merah diwajah suaminya. Padahal mereka sudah menjadi pasangan tapi semakin kesini malah suaminya yang selalu salah tingkah pikir Dara sambil menggelengkan kepalanya.


"Sudah" Dara memundurkan tubuhnya melihat penampilan Ellard yang sudah terbilang sempurna.


***


"Dara dipesta nanti jangan jauh-jauh dariku! mengerti?" ucap Ellard sambil menggandeng tangan Dara masuk kedalam lift.


"Iya"


"Dan jangan makan makanan sembarangan, aku sudah minta Adam membawakan makanan dari rumah" ucap Ellard membuat Dara membuka mulutnya.


Membawa makanan dari rumah di pesta? benar-benar gila suaminya ini


"Sayang yang benar saja membawa makan-"


"Apa? mau protes?" tanya Ellard sarkas membuat Dara kembali menelan kata-katanya.


"Tidak-tidak"


"Bagus, makan yang sekiranya sehat untuk anak kita. Aku tidak tau hidangan disana dimasak seperti apa, dan juga Lexa bilang kamu harus menjaga hati-hati makanan yang masuk kedalam tubuhmu"

__ADS_1


Mulai lagi pikir Dara tapi tetap tersenyum membalas ucapan suaminya.


"Darren...aww iya sayang. Maksudku Daddy sudah berangkat?" tanya Ellard sambil mengelus lengannya yang baru saja dicubit Dara.


Mad sedikit membungkuk kemudian melirik kearah Dara yang memalingkan wajahnya kearah lain.


Jadi nona masih marah pikirnya.


"Hei gila! aku tanya padamu. Mau ku songkel matamu itu karena menatap istriku penuh nafsu begitu?!"


"Maafkan saya tuan. Tuan Darren sudah berangkat dari setengah jam yang lalu"


Ellard berdecih kemudian menarik pergelangan tangan Dara.


"Makannya cari istri jangan menatap milik orang lain" ucapnya seraya berjalan meninggalkan Madrick yang masih diam ditempat.


Mad menghembuskan nafas kasar, kapan tuan mudanya itu berhenti bersikap seperti anak remaja yang baru puber. Tinggal beberapa jam lagi tuannya itu akan diangkat resmi menjadi pimpinan perusahaan jika sikapnya masih seperti itu dia sendiri yang akan menanggung ulahnya.


***


Kilatan flash kamera menyoroti langkah kedua pasangan yang berjalan beriringan dengan seorang pria yang memeluk posesif pinggang wanitanya melewati karpet merah yang sengaja digelar untuk menyambut kedatangan para tamu undangan.


Dara meremas lengan Ellard saat pertanyaan-pertanyaan banyak dilontarkan wartawan kepada mereka. Sedangkan suaminya malah tampak acuh sambil terus berjalan menatap kedepan.


"Apa dia istrinya Ellard?"


"Nona muda Walton?"


"Jadi benar Ellard sudah menikah?"


Ucapan-ucapan wanita muda yang mengidolakan Ellard terdengar tampak kecewa dan putus asa. Meskipun mereka sudah mendengar sendiri jika tuan muda Walton sudah menikah tapi melihatnya mengandeng seorang gadis membuat rasa percaya diri mereka turun.


Pria yang selalu dielu-elukan para gadis dari anak pebisnis-pebisnis terkenal itu ternyata sudah tidak bisa digapai lagi.


Ellard naik keatas pondium saat namanya dipanggil, disana ayahnya -Darren Levon sedang berdiri gagah menatap semua bawahan serta rekan-rekan bisnisnya dengan raut wajah tegas. Aura kepemimpinan Darren masih tetap kuat, pria itu sebenarnya belum genap usia yang mengharuskannya pensiun.


Semua tamu undangan langsung terdiam, ballroom tiba-tiba sunyi saat melihat Darren memegang mic.


"Malam ini saya Dareen Levon Waton meresmikan penurunan diri saya dari kursi jabatan kepemimpinan Walton bedrijf kepada anak tunggal saya Ellard Graham Waton. Saya menaruh kepercayaan penuh pada pimpinan baru Walton bedrijf. Tidak ada unsur paksaan atau ancaman dari pihak manapun. Ini murni keputusan saya pribadi atas persetujuan para pemilik saham perusahaan yang tentunya mendukung keputusan saya. Malam ini kendali penuh Walton bedrijf sudah berpindah tangan pada putra saya. Jika ada yang kurang berkenan dengan ini maka sampaikan kepada tangan kanan saya Kendrick. Sekian terimakasih"

__ADS_1


Suara palu diketuk tiga kali setelah Darren menyelesaikan pidatonya. Setelah itu disusul suara riuh tepuk tangan mengema para tamu undangan yang diberi kesempatan besar menyaksikan langsung pergantian era jabatan Walton bedrijf. Salah satu perusahaan berpengaruh di Amerika.


"Tuan Ellard silahkan" ucap MC mempersilahkan Ellard maju kedepannya untuk menyampaikan kata-katanya.


"Terimakasih sebelumnya tuan Darren atas kepercayaannya" Ellard melihat kearah Darren yang menganggukkan kepala sekali menjawab pertanyaannya.


"Saya berdiri disini juga atas dukungan para dewan direksi dan juga persetujuan para pemilik saham Walton bedrijf . Terimakasih atas kepercayaannya, dan untuk kedepannya saya harap Walton bedrijf akan lebih berkibar bukan hanya diseluruh Eropa melainkan bisa masuk dipasaran Asia" ucapan Ellard terhenti saat semua orang memberikan tepuk tangan keras padanya.


"Tuan Darren sudah bekerja keras selama ini membangun perusahaan yang masuk dalam kelompok perusahaan yang cukup diakui negara. Saya berharap kedepannya saya tidak mengecewakan beliau dan orang-orang yang menaruh kepercayaan penuh pada saya. Terimakasih untuk seluruh pekerja Walton bedrijf tanpa kerja keras dari kalian perusahaan ini juga tidak akan bisa berdiri tegak sekokoh ini"


Prok...prok...prokk


"Untuk yang terakhir kalinya saya ingin memperkenalkan pada kalian semua istri saya. Wanita yang berada dibelakang saya selama ini, sayang kemari"


Dara yang sedang duduk dikursi VIP bergerak kaku saat seluruh pasang mata menatap kearahnya. Menarik nafas dalam kemudian menghembusnya perlahan, baiklah ia harus terbiasa sekarang suaminya bukan pria biasa.


Dara berjalan kearah pondium, mengangkat gaunnya saat akan melangkah naik keatas tangga. Ellard yang melihat itu spontan berjalan cepat membantu Dara yang terlihat sedikit kewalahan karena perut besarnya.


Hal itu tak luput dari pandangan para gadis-gadis yang menganggumi Ellard membuat mereka semua gigit jari.


"Maaf istri saya sedikit ceroboh jadi saya tidak bisa tenang jika dia melakukan hal-hal sendiri" ucap Ellard membuat gadis-gadis semakin terpesona pada pria yang sudah beristri itu.


"Perkenalkan dia istri saya dia wanita saya Nyonya Aldara Walton" ucap Ellard dengan bangga bahkan wajahnya berseri saat menyampaikan hal ini dari pada saat pria itu berpidato karena telah resmi menjadi CEO Walton bedrijf.


"Kami sedang menantikan kehadiran anak pertama kami"


"Ell sudah" Dara berbisik, melihat suaminya yang terus-terusan berbicara Dara jadi was-was jika pria itu akan menceritakan dengan detail bagaimana kisah cinta mereka.


Suaminya kan sedikit excited jika menyakut anak mereka. Bisa jadi ini bukan pidato pimpinan baru perusahaan melainkan malah pidato calon ayah baru.


"Tuan bisakah satu pertanyaan?" tanya salah satu wartawan.


"Tanyakan" jawab Ellard membuat para wartawan lain ricuh karena iri.


"Anda akan segera memiliki putra atau putri tuan? apa kami boleh mengetahuinya?"


"Sebenarnya aku sangat ingin memberitahukan pada kalian semua tapi sayangnya dokter yang menangani kehamilan istriku sedikit tidak waras jadi dia belum memberitahukan jenis kelamin anak kami"


"Ah sayang sekali" ucapan-ucapan kekecewaan terlontar dari mulut para wartawan. Padahal jika mereka mengetahui calon anak dari putra tunggal keluarga Walton berita ini pasti akan doble tranding.

__ADS_1


Sedangkan disalah satu meja seorang wanita bergaun mint terbatuk setelah mendengar kalimat terakhir dari calon penerus Walton bedrijf itu.


TBC......


__ADS_2