
Akhirnya lobi bandara mulai lengang saat para wartawan meninggalkan tempat mereka.
Mereka pasti memilih secepatnya mengupload berita yang baru saja mereka dapatkan. Berita yang pastinya akan menjadi trending topik dibenua eropa. Putra dari Darren Levon Walton dan cucu pertama tuan Harry Walton pebisnis sukses asal Belanda akhirnya mengatakan jika dirinya sudah melepaskan masa lajang artinya pria itu sepenuhnya sudah dimiliki dan memiliki seorang wanita.
Mungkin malam ini akan menjadi malam patah hati terbesar bagi para wanita yang sangat mengidam-idamkan Ellard dari segi fisik, materi maupun pangkat. Ellard adalah gambaran sosok pria sempurna yang dielu-elukan para kaum hawa di era ini.
Sedangkan seseorang yang sedang banyak dibicarakan oleh awak media sedang memeluk mesra tubuh seorang wanita yang berstatus istrinya didalam mobil.
"Jika kamu merasakan sakit, kamu harus langsung memberitahu diriku. Jangan menundanya apalagi menahannya, mengerti?" ucap Ellard dengan wajah yang masih setia ia masukkan kedalam tengkuk leher Dara.
"Iya aku mengerti" jawab Dara pasrah, kalimat yang suaminya ucapkan sudah ia dengar lebih dari lima kali hari ini membuat telinganya berdengung saat mendengarnya.
"Apa anak didalam sini menyusahkan mu?" tanya Ellard lagi sambil menunjuk perut rata istrinya.
"Tidak!" ucap Dara dengan nada tegas tanpa sadar ia setengah membentak karena terkejut mendengar pertanyaan Ellard.
"M-maksudku anak ini baru saja tumbuh, mana mungkin dia menyusahkan ku" jelasnya lebih lembut dari sebelumnya.
"Itu artinya dia tetap akan menyusahkan mu setelah tumbuh lebih lama didalam"
Dara menghela nafasnya lagi, ia tadi sudah memberi pemahaman pada suaminya saat masih dipesawat. Apa sekarang ini ia perlu menjelaskannya lagi? pikir Dara kesal.
"Ell aku-"
"Ya, ya aku mengerti apa yang mau kamu katakan" Ellard memotong ucapan Dara saat mendengar nada bicara istrinya itu mulai lelah atau mungkin kesal.
Situasi kembali hening sebelum Ellard membuka mulutnya lagi setelah lima menit pria itu bergulat dengan pemikirannya sendiri.
"Aku seharusnya tidak membuatmu hamil secepat ini, jika aku tau resikonya aku tidak akan mengharapkan anak secepat ini" lanjutnya entah kenapa langsung membuat Dara ingin tertawa saat mendengarnya.
__ADS_1
"Lalu apa kamu menyesal telah melakukan hal itu denganku?" tanya Dara gamblang, entah ia juga tidak tahu kenapa bisa mengucapkan hal seperti ini. Padahal saat ini mereka tidak sedang berdua melainkan ada sopir didepan.
"Tentu saja tidak!" jawab Ellard keras sambil melepaskan pelukannya.
"Melakukan hubungan denganmu membuatku seperti melayang apalagi mendengarmu mendesah memanggil namaku itu sangat-" tangan Dara dengan cepat membekap mulut Ellard, wajah wanita itu sudah semerah tomat saat mendengar suaminya dengan santai membicarakan hal berbau seksual depan orang lain.
"Jangan berbicara sembarangan" ucap Dara dengan wajah memerah membuat Ellard langsung melepaskan tawannya dengan kencang.
"Kau sangat menggemaskan" ucap Ellard disela-sela tertawanya kemudian mengigit pangkal hidung istrinya.
****
Mobil yang mereka tumpangi memasuki gerbang besar mansion Walton. Ada yang sedikit berbeda disini pikir Dara sambil melihat keluar jendela dimana banyak pengawal yang berjaga di depan pintu utama.
"Ada apa ini?" tanya Ellard mewakili apa yang ada dikepala Dara. Mereka sudah turun dari dalam mobil saat sopir membuka pintu belakang.
"Tuan besar Darren baru saja kembali, tuan" jawab salah satu pengawal disana membuat Ellard mendengus kesal sambil bergumam tidak jelas.
Hal yang pertama kali mereka lihat adalah Darren yang sedang duduk disofa sambil menyilangkan kakinya, raut wajah pria itu terlihat khawatir ditemani dengan Mad yang berdiri tak jauh dari mereka dengan wajah setianya.
"Ternyata kau bisa pulang juga, Dad" ucap Ellard dengan nada ejekan didalamnya. Darren yang mendengar suara itu langsung spontan mengalihkan pandangannya.
Pria tua itu langsung berdiri dari duduknya dengan langkah lebar menghampiri Ellard yang masih merangkul istrinya.
"Kau baik-baik saja Dara?" tanyanya setelah sampai dihadapan sepasang suami istri tersebut, arah matanya hanya fokus kewajah Dara tanpa mempedulikan raut wajah anaknya yang berubah menatapnya curiga sambil mengeratkan rangkulannya ditubuh Dara.
"Aku...tidak apa-apa Dad" jawab Dara canggung sambil menatap sekilas kearah suaminya.
"Pengawal kalian mengatakan kau masuk rumah sakit saat di Asia tenggara, apa pria gila ini tidak menjagamu dengan baik?!" Tanyanya sambil memegang salah satu pundak Dara, matanya melirik sekilas kearah anaknya dengan tatapan menjunus.
__ADS_1
"Aku-"
"Kau mengintaiku pak tua?" tanya Ellard sengit memotong ucapan istrinya.
"Pria seperti mu sulit dipercaya" jawabnya dengan raut wajah yang menyebalkan bagi Ellard.
"Orang tua sialan" umpatnya pelan langsung mendapat cubitan di pinggang dari Dara yang tidak sengaja mendengar.
"Sekarang apa yang kau rasakan? apa aku perlu memanggil Nike kesini?" tanyanya lagi sambil melihat wajah Dara intens, Dara bisa merasakan tatapan khawatir didalam mata Darren yang langsung membuat perasaannya campur aduk.
"Tidak-"
"Ya, aku perlu paman Nike untuk mengecek kondisi Dara dan kandungannya" jawab Ellard membuat Darren mematung mencoba mencerna perkataan Ellard yang entah kenapa sangat sulit di terima di otaknya.
"Dara hamil?" tanyanya dengan raut wajah tidak percaya.
"Ya, dia hamil anakku"
Darren mematung saat mendengar satu kalimat yang keluar dari mulut anak semata wayangnya. Ada rasa bahagia yang menyeruak didalam rongga dadanya. Membayangkan sosok malaikat kecil akan menemani hari-hari tuanya, memanggilnya kakek dan juga berjalan kearahnya dengan langkah kecilnya membuat seutas senyum tipis menghiasi bibir pria tua itu. Senyum yang entah sudah berapa lama tidak pernah hadir diwajahnya. Senyum kebahagiaan dan juga ketulusan dari rasa senangnya yang membuncah.
Tapi senyuman itu langsung lenyap seketika digantikan raut wajah mengeras dan juga kepalan tangan kuat saat sekelebat bayangan muncul dibenaknya.
"Dasar bodoh!" maki Darren langsung mencengkeram kuat kerah baju Ellard membuat Dara terkejut.
"Aku sudah bilang untuk menahannya kan?! kalian masih muda, masih banyak waktu untuk bisa memiliki anak!. Terlalu banyak resiko yang akan dialami Dara nantinya kau tau itu!!" bentak Darren didepan wajah anaknya, ingatan kuat tentang meninggalnya istrinya terngiang kembali didalam kepalanya.
Hal yang sama terulang kembali, dulu istrinya juga hamil muda dan menyebabkannya harus menjaga Della dengan hati-hati tapi seseorang tiba-tiba membuat istrinya mengalami kesusahan dan akhirnya pergi jauh meninggalkannya.
Dan sampai sekarang ia belum membersihan orang itu, ia khawatir jika orang tersebut akan melakukan hal yang sama pada anaknya. .
__ADS_1
"Aku-" ucapan Ellard tercekat didalam tenggorokannya saat mendengar suara isak tangis kecil, dengan cepat ia menolehkan kepalanya kebelakang melihat istrinya yang sedang menunduk sambil memegang perutnya dengan kedua tangan.