
Ellard berbaring disofa panjang dengan kepala menghadap keperut Dara, pria itu memeluk erat pinggang istirnya posesif. Dan adegan itu dilihat oleh dua pasang mata yang sedari tadi menampilkan raut wajah terkejut dan sedikit geli.
"Dara......." panggilnya pelan.
"Iya?" jawab Dara kikuk melirik kearah Frank dan Lay yang selalu menatap mereka berdua dengan raut wajah berganti-ganti.
"Dara" panggilnya lagi.
"Iya sayang, kamu mau apa?" ucap Dara lebih halus, akhir-akhir ini kata sayang sangat penting untuk pria yang sedang berbaring di pahanya ini.
"Aku mau susu" jawabnya membuat Lay tersedak udara sedangkan Frank menelan ludahnya kasar.
"S-susu?" ucap Dara pelan sedikit bingung dengan permintaan aneh Ellard, ia tidak pernah melihat Ellard meminum susu sebelumnya.
"Yes, i want milk" ulangnya.
"Ah ya susu ya? baiklah aku akan minta paman Adam membuatkannya untukmu" jawab Dara sambil mengangkat pelan kepala Ellard dari pahanya.
"Mau kemana?" ucap Ellard dengan suara parau hampir menangis membuat Dara tidak jadi beranjak dari duduknya.
"Minta paman Adam membuatkan susu"
"Tidak mauu" jawabnya membuat Dara mengerutkan keningnya.
Sedangkan Lay yang melihat sepasang suami istri didepannya itu mendadak tenggorokannya kering, ia mengambil segelas wine dimeja lalu meneguknya.
"Aku ingin mencoba milikmu"
Pyarr
Wajah Dara yang langsung memerah, rasanya ia ingin menghilang saja dari sini. Sedangkan Frank? mata pria itu hampir keluar dari tempatnya saat mendengar ucapan Ellard.
Ellard mendongakkan kepalanya menatap tajam kearah Lay yang baru saja memecahkan red wine glass.
"S-sorry" jawabnya terbata saat mata elang itu melihat tajam kearahnya.
Ellard mendengus kemudian kembali memasukkan wajahnya kedalam perut Dara
"Dara.....I want your milk" rengek Ellard lagi yang Dara yakini jika sekarang pria itu sudah menangis terlihat dari bahunya yang bergetar.
"Sayang....." lirih Dara mencoba untuk menjelaskan kepada pria ini, tapi rasanya tidak bisa tidak ada suara yang keluar dari mulutnya, ia terlalu malu mengingat ucapan blak-blakan yang keluar dari mulut suaminya itu.
Terlebih ada dua anak manusia yang sedari tadi menyaksikannya, dan Dara yakin kesehatan jantung kedua pria itu diuji melihat tingkah Ellard yang berubah seratus delapan puluh derajat kearah yang tidak terbayangkan.
"I want milk" ucap Ellard disela-sela isak tangisnya.
"Dara, your milk" ucap Ellard makin keras membuat rasa malu Dara sampai diubun-ubun.
"hiks...Dara"
"Ell!" ucap Dara dengan nada suara terpendam tapi cukup membuat Ellard bungkam hanya tinggal isak tangis yang dipendam pria itu membuatnya sesenggukan.
Huh... Dara menghembuskan nafasnya kasar, bagaimana caranya memberitahu Ellard jika dirinya belum bisa mengeluarkan apa yang dia minta itu? Ellard adalah tipe pria yang tidak pernah mendengarkan sebuah teori, apapun yang dia minta walaupun itu mustahil sekalipun pria itu harus mendapatkannya. Sesuai julukannya bukan? si arogan pemaksa, pria keras kepala.
"hiks...."
"Sayang, bukannya aku tidak mau t-tapi emm i-tu milikku sedang sakit" jelas Dara ngawur, yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Ellard percaya dan tidak meminta macam-macam apalagi disini.
Diluar dugaan Dara, reaksi Ellard langsung membuat Dara benar-benar ingin menghilang saja. Pria itu langsung bangun dari tidurnya dengan wajah panik meneliti suruh tubuhnya dan berakhir dibuah dadanya, wajah paniknya terlihat jelas walaupun tertutupi dengan jejak air mata, hidung merah dan mata sembab.
"Mana yang sakit? apa aset milikku? bagaimana bisa sakit? kau terjatuh? apa aku mere-"
Sebelum Ellard menyelesaikan ucapannya Dara lebih dulu membungkam mulut Ellard dengan telapak tangannya. Ia mencoba tersenyum walau batinnya meronta-ronta menahan malu yang sudah memuncak.
"Mere-, apa?" tanya Frank membuat Dara dan Lay sama-sama melihat kearahnya.
Dasar Frank kenapa sempat-sempatnya bertanya tentang itu situasi seperti ini? pikir Dara meringis.
Lay langsung melempar bantal sofa kewajah Frank tapi sebelum itu mendarat dengan sempurna, bantal itu langsung ditangkap oleh sang empunya sendiri.
"Sudah diam saja!" ucapnya nyaris berbisik, dari gerakan bibir pria itu Frank bisa menyadari apa yang diucapkan Lay padanya.
Begini jika mempunyai teman seorang anak mama yang tidak terlalu paham tentang dunia luar lebih tepatnya dunia para wanita.
Lay jadi malu sendiri mengingat betapa polosnya temannya itu, bagaimana jika Frank yang ada di posisinya malam itu? saat dimana Ellard dalam pengaruh obat. Bisa-bisa dia hanya diam menyaksikan adegan life didalam mobil, memikirkan itu saja membuat Lay hampir menangis tapi juga sedikit terbahak dalam hati.
Dara menelan salivanya sendiri rasanya ia seperti sedang menelan sebongkah batu besar, sangat keras.
"T-tidak sayang, ini mungkin karena aku akan datang bulan" jawab Dara berbohong.
"Benarkah?" tanya Ellard memastikan.
"Iya sayang"
"Apa sakit sekali? perlu panggilkan dokter?"
Dara tersenyum kikuk melihat Lay dan Frank sekilas, "Tidak perlu" tekannya, berharap pria itu segera paham dan menutup mulutnya.
__ADS_1
"Are you sure?"
(kau yakin?)
"Yes"
Ellard mengangguk singkat kemudian kembali merebahkan kepalanya diatas paha Dara.
"But I really want to drink milk." Ucap Ellard sambil memeluk erat pinggang ramping Dara.
(tapi aku sangat ingin minum susu)
"Susu formula mau? aku akan membuatkannya untukmu" tanya Dara membuat Ellard berpikir.
"Apa itu sama seperti milikmu?" tanyanya pelan yang langsung mendapat cubitan kecil di lengannya.
"Aww.....baiklah, tapi kau tetap disini biarkan pelayan saja yang membuatnya"
****
Ellard meletakkan gelas susu terakhirnya dimeja kemudian menyandarkan punggungnya disofa dan memejamkan matanya, ternyata rasa susu tidak seburuk itu pikirnya.
Sedangkan Lay dan Frank sama-sama melongo melihatnya, itu gelas susu ketiga yang Ellard minum. Pria maniak anggur tiba-tiba meminum susu? oh my god, benar-benar mengejutkan pikir mereka.
"Apa e-enak B-boss?" tanya Lay, pria sudah lama sekali tidak minum protein itu mungkin terakhir saat umurnya enam tahun, karena menurutnya sebotol wine lebih dari segalanya, bagaikan raja minuman dari segala minuman.
"Hm" jawab Ellard tanpa membuka matanya.
Dara datang dari arah belakang, wanita itu baru saja kembali dari toilet. Ellard yang mendengar derap langkah kaki seseorang langsung membuka matanya dan tersenyum sumringah lalu merentangkan tangannya. Lay yang melihat itu mencibir didalam hati.
"honey" ucapnya sambil memeluk tubuh Dara saat wanita itu mendudukkan dirinya disofa. Pria itu kembali memasukkan wajahnya didepan perut Dara.
Dara hanya menghela nafasnya pelan kemudian membalas mengelus rambut Ellard membuat pria itu tersenyum.
Lay berdecak kesal melihat tingkah bossnya itu, tujuannya kesini agar dia bisa sedikit refreshing tapi malah disuguhi pemandangan yang membuatnya iri setengah mati. Lay melirik kearah Frank yang masih sibuk dengan ponselnya.
"Woah gila!" ucap Frank sambil berdecak membuat semuanya menoleh kearahnya kecuali Ellard.
"Apa? kenapa?" tanya Lay penasaran.
"Nicholas membuka sikuit lagi dimusim dingin" ucapnya membuat Lay beranjak dari duduknya beralih duduk disamping Frank.
"Benarkan?" tanyanya tak kalah antusias.
"Benar, tapi dia membuka sirkuit yang ada di pinggiran kota. Lihat banyak sekali yang sudah mendaftar....gila! Agra Marcus Colchester salah satunya!"
"Iya, musim dingin seperti ini terlalu berbahaya jika menggunakan motor" jawab Frank.
Lay mengangguk-anggukkan kepalanya, "Kau mau ikut?" tanyanya menatap kearah Frank.
"Tentu saja, sudah lama sekali Nic tidak membuka sirkuit balap mobilnya"
"Kau benar"
Mereka berdua beralih menatap kearah Ellard biasanya pria itu yang paling senang jika menyangkut tentang balapan.
Dara juga mengikuti arah pandang mereka, wanita itu menundukkan kepalanya melihat kearah Ellard yang masih tidak bergeming dari posisinya.
Ellard menghembuskan nafasnya kasar saat tidak mendengar suara berisik kedua pria itu, Ellard menolehkan kepalanya kebelakang.
"Apa?" tanyanya ketus.
" Ell kau tidak i-?" tanya Frank terputus.
"Tidak" jawabnya singkat lalu kembali menghadapkan wajahnya diperut Dara.
"Apa kamu sering ikut balapan sayang?" tanya Dara membuat Ellard mendongak menatapnya.
"Iya dulu, setelah menikah denganmu aku sudah berhenti" jawabnya membuat Dara menghembuskan nafasnya lega.
"Bos apa kau sudah tau sebelumnya jika Nic akan mengadakan sirkuit balap mobil?" giliran Lay sekarang yang bertanya.
"Hm, dia memberitahuku seminggu yang lalu" jawabnya membuat Lay dan Frank membelalakkan matanya.
"Kenapa tidak bilang?!" tanya Frank kesal, masalahnya jika mereka mendaftar sekarang mungkin akan sedikit sulit karena pesertanya sudah mencapai batas akhir.
Jika dulu mereka berdua bersama Ellard yang selalu mendapat tiket VVIP dengan nomor awal sekarang mungkin bisa tapi siap-siap mereka berdua mungkin akan berada diurutan terakhir.
Nicholas sangat segan terhadap Ellard membuatnya selalu memberi kabar dan menempatkan Ellard dalam posisi pertama kali yang mengetahui jika dirinya akan mengadakan balapan. Tapi jika Ellard tidak ikut kemungkinannya sangat kecil mereka berdua bisa mengikuti balapan. Karena Nicholas mana mau mendaftarkan mereka berdua secara khusus, pilih kasih memang.
"Apa pentingnya untukku?" jawab Ellard acuh.
"Boss, tolonglah boss bilang pada Nic untuk menyediakan dua tiket untuk kami berdua. Kau tau sendiri kan boss jika Nic sudah lama sekali tidak mengadakan balap mobil. Apalagi dimusim dingin seperti ini areanya pasti sangat menantang, boss ayolah demi temanmu yang tampan ini"
"Benar Ell, jika kau yang mengatakannya pria itu pasti tidak akan menolak" timpal Frank.
"Tidak mau" jawabnya membuat Lay dan Frank semakin banyak mengoceh meminta kepadanya untuk menghubungi Nicholas.
__ADS_1
"Boss tolonglah" mohon Lay dengan wajah memelas.
"Ck berisik!" sentaknya emosi membuat Lay dan Frank spontan menutup mulutnya.
Sedangkan Dara yang sedari tadi hanya menjadi pendengar, tangannya bergerak untuk mengelus kepala Ellard. Sudah dikatakan jika emosi Ellard naik turun jadi jangan membuatnya marah.
Lay mendesah pelan ia benar-benar ingin mengikuti balapan itu, "Hanya tinggal satu cara lagi" bisiknya ditelinga Frank.
"Apa?" balas pria itu ikut berbisik.
"Minta tolong pada Mad" jawab Lay.
"Kau mau mati?"
"Selain boss Ell hanya Madrick yang membuat Nic menurut"
"Kalau kau ingin bertemu iblis itu silahkan jangan mengajakku, lagi pula dengarkan ini baik-baik Nic bukan menurut pada Mad lebih tepatnya pria itu juga takut padanya sama seperti kita" ucap Frank.
" Ya ya kau benar dia memang iblis, pantas jika semua orang takut padanya"
Suara derap langkah kaki mendekat kearah mereka, "Tuan semua barang-barang Anda dan nona Dara sudah saya siapkan" ucap Adam tiba-tiba membuat mereka semua mengalihkan pandangannya menatap kearah pria paruh baya itu.
"Eh kau mau kemana Ell?" tanya Frank penasaran.
"Kita mau kemana sayang?" sekarang giliran Dara yang bertanya, wanita itu sama sekali tidak tau apa yang akan direncanakan suaminya
Ellard melepaskan pelukan ditubuh Dara kemudian menegakkan badannya.
"Berlibur, sesuai janji kita akhir tahun akan berlibur bukan?" tanya Ellard tersenyum tipis.
"Kemana?"
"Indonesia, aku ingin bertemu mertuaku dan berterimakasih telah melahirkan putri sepertimu." jawab Ellard membuat Dara menatapnya berkaca-kaca.
Wanita itu sebenarnya sudah sangat lama ingin kembali ke negaranya tapi karena disini ia hanya mengandalkan beasiswa yang membuatnya stay disini sampai tanggal ditentukannya untuk kembali. Jika ingin pulang lebih awal Dara harus mengeluarkan dana sendiri, dia mana bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk terbang ke Indonesia lalu kembali lagi kemari.
"honey don't cry" ucap Ellard panik sambil menghapus air mata dipipi Dara.
"Kau tidak suka ya?" tanya Ellard sembari mengecup kedua mata Dara.
"Aku suka, sangat suka terimakasih Ell" jawab Dara.
"Sayang!!" tekan Ellard membuat Dara terkekeh kecil.
"Terimakasih sayang" ulang Dara.
Ehemm
Ingat masih ada kita! pikir Lay dan Frank sama.
Deheman itu membuat Dara dan Ellard menatap kearah mereka berdua. Lay menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian melirik sekilas kearah Frank yang juga melihatnya.
Sepertinya Lay tau apa yang dipikirkan Frank pasti tidak jauh dari apa yang ada dipikirannya.
"Boss kami berdua ikut ya" pintanya dengan wajah memelas, pergi keluar negeri gratis adalah salah satu kebahagiaan yang tak terkira bagi mereka. Karena ucapan gratis itu mencakup segalanya, dari biaya makan, transportasi, berlibur, dan juga belanja semuanya akan ditanggung Ellard. Siapa yang tidak ingin itu? belanja sepuasnya tanpa memikirkan biaya.
Lay dan Frank berdoa dalam hati semoga Ellard berbaik hati mau mengajak mereka. Tidak ikut balapan tidak masalah asalkan ada gantinya, pikir mereka bersama.
"Tidak bisa" jawab Ellard langsung, enak saja mau ikut, selain mengunjungi mertuanya Ellard juga berniat untuk honeymoon istilahnya satu dayung dua pulau terlampaui entah akan seperti apa bulan madunya jika mereka berdua ikut pikir Ellard.
Frank tersenyum miring ia beralih menatap kearah Dara, "Dara kami ikut ya, aku sangat ingin berlibur ke Asia" ucapnya pada Dara membuat Ellard memelototkan matanya kemudian merengkuh pinggang Dara posesif.
Lay mengikuti gaya Frank yang terbilang cerdas, sampai matipun jika meminta pada Ellard pasti tidak akan dituruti tapi beda lagi jika meminta pada pawangnya.
"Benar Bu boss, kami ikut ya? aku sudah lama sekali tidak jalan-jalan keluar negeri. Lagi pula aku dengar jika Asia tenggara sangat indah" timpal Lay.
"Ya Dara, aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk pergi kesana" ucap Frank membuat Ellard berdecih.
"Tidak punya uang? apa Sinatra' entertainment sudah tidak menghasilkan uang lagi?" ucap Ellard sinis.
"I-tu-"
"Bu boss aku benar-benar sangat ingin mengunjungi negara asalmu. Boleh ya kami ikut?" potong Lay menatap Dara penuh harap.
Dara menelan salivanya sendiri bagaimana bisa wajah Lay terlihat sangat mengemaskan dan menyediakan diwaktu yang bersamaan, ia jadi tidak tega untuk menolaknya.
"Emm Ell-"
"Tidak Dara" ucap Ellard memotong ucapan Dara.
"Ayolah boss Ell kami janji tidak akan mengganggumu"
"Tidak"
Bersambung.....
Yuhuu Indonesia Ellard will come.....
__ADS_1
"Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka, maka barangsiapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar." (QS. Al-Fath Ayat 10)