Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Tamparan


__ADS_3

"Pelan-pelan, s-sakit"


"Argh"


"Shhh perih"


"Dara pelan-pelan"


"Hiks...."


Dara langsung menghentikan aktifitasnya saat mendengar isak tangis pria yang sedang tidur tengkurap didepannya.


"Sebentar ya sayang sedikit lagi"


"Hiks....sakit" Ellard menggeliat sambil menahan tangisnya saat koin bulat itu menggesek punggungnya kembali.


"Dara udah" cicit Ellard pelan membuat ketahanan Dara runtuh, ia tidak tega melihat suaminya kesakitan apalagi sampai menangis seperti ini. Dara juga melihat pria itu mencengkram erat sprei tempat tidur untuk menyalurkan rasa sakitnya.


Sebenarnya Dara tidak mau melakukan ini apalagi saat melihat punggung putih bersih Ellard tadi, kan sayang jika harus membuatnya berwarna. Tapi hanya ini satu-satunya yang bisa ia lakukan untuk mengobati Ellard dengan cara tradisional di negaranya, mengerok punggung, orang dulu bilang agar anginnya keluar.


Dara sebelumnya sudah membujuk Ellard agar mau diperiksa paman Nike tapi pria itu menolak keras, jadi mau tidak mau Dara harus mengerok punggung Ellard setidaknya ia sudah memberi pengobatankan? daripada diam saja melihat wajah Ellard yang pucat dan melihatnya bolak-balik kekamar mandi hanya untuk memuntahkan cairan bening.


Dan sekarang punggung pria itu dipenuhi garis-garis merah apalagi warna kulit Ellard semua putih bersih membuat garis merah itu semakin terlihat jelas.


"Ughh sakit sekali" ucap Ellard pelan sambil membalikkan badannya.


Spontan Dara langsung mengatupkan bibirnya menahan tawa saat melihat mata bengkak Ellard dan hidungnya memerah mungkin akibat karena kebanyakan menangis.


"Sakit Dara" adunya pada Dara membuat wanita itu tidak tahan dengan raut wajah lucu suaminya.


Ya Allah imut sekali. Batinnya kemudian menciumi seluruh wajah Ellard.


Selesai melakukan aksi menciumi wajah Ellard, Dara mengakhiri dengan memberi kecupan dibibir pria itu. Dara menegakkan kembali badannya melihat wajah Ellard, sekarang bukan hidung pria itu yang memerah tapi seluruh wajahnya bahkan sampai menjalar ke telinga.


"Eh.... kenapa? kok merah?" tanya Dara membuat Ellard menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Sayang kenapa?" tanya Dara jail, ia tau Ellard pasti sedang salting sekarang. Dan ternyata mengemaskan sekali saat pria yang terkenal arogan dan pemarah ini salah tingkah hanya karena sebuah ciuman.


"Malu" cicit Ellard pelan membuat tawa Dara pecah.


****


Dara menutup pintunya pelan, wanita itu menghembuskan nafasnya lega akhirnya ia bisa keluar juga. Ellard sedang tidur jadi dirinya bisa keluar dari dalam kamar jika tidak pasti sekarang pria itu akan merengek memintanya memeluk tubuhnya dan tidak mau ditinggalkan bahkan hanya untuk pergi kekamar mandi.


Dara masuk kedalam lift dengan senyuman yang masih mengembang di bibirnya membayangkan tingkah Ellard tadi membuat sesuatu seperti menggelitiki hatinya


Ting


Saat Dara keluar dari dalam lift tiba-tiba sebuah tangan mendarat di pipinya membuat kepalanya menoleh kesamping.


Plak


Dara menoleh melihat siapa yang menamparnya dengan tangan yang masih memegangi pipinya yang berdenyut perih.


"Apa-."


"Dasar jala*g, aku benar-benar membencimu!" teriak Violla didepan wajah Dara yang masih menatapnya dengan tatapan bingung.


"Kau wanita murahan!! menjijikkan! kau merebut semuanya milikku"


"Apa maksudmu Vio?!" tanya Dara dengan intonasi yang tak kalah tinggi, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba ia mendapat tamparan siapa yang akan terima dengan itu?.


"Kau meminta Ellard mengusirku?! hah! dengar jala*g kau bukan siapa-siapa disini, kau hanya hama pengganggu yang merusak hidupku!.


Kau mengambil semuanya milikku! dan kau ingin mengusirku hah?, apa kau pikir kau sekarang sudah menjadi nyonya dirumah ini? tidak akan!!

__ADS_1


hanya aku yang bisa menjadi nyonya rumah ini, hanya aku yang pantas menyandang status nyonya Walton bukan wanita rendahan seperti mu!!" teriak Violla didepan wajah Dara dengan wajah memerah marah, ia bahkan tak mempedulikan tatapan para pelayang yang melihat perdebatan mereka.


Plak


Satu tamparan keras mendarat di pipi Violla, wanita itu menoleh melihat Dara dengan tatapan tidak percaya, wanita rendahan itu menamparnya? pikir Violla mengeram marah.


"Berani sekali kau!" teriaknya tidak membuat nyali Dara menciut.


"Dengar baik-baik Violla, aku sama sekali tidak meminta Ellard mengusirmu. Dan mengambil semua milikmu? maaf tapi aku tidak merasa mengambil apapun darimu. Sebelumnya Ellard menganggapmu sebagai teman baiknya dan kamu sendiri yang merusak pertemanan kalian. Aku tau cinta memang tidak bisa dipaksakan, tapi cintamu itu egois Violla.


Ellard mempunyai hak untuk memilih siapa pasangannya, jika memang dia memilihmu maka aku siap melepaskannya untukmu.


Tapi sebelum itu Violla, tanya pada dirimu sendiri kamu tulus mencintai Ellard atau kamu hanya terobsesi dengannya" ucap Dara panjang lebar, wajahnya tetap tenang saat mengucapkannya dan itu benar-benar terlihat elegan dimata Violla membuat wanita itu tambah mengeram marah.


Ia tidak bisa terima jika wanita yang ia anggap rendahan bisa lebih baik darinya.


"Aku tidak peduli itu! bagiku kau tetap seorang perebut dan aku sangat membenci mu!! jala*g!!" tangan Violla sudah siap melayang untuk memberi tamparan pada Dara. Tapi sebelum tangan Violla menyentuh pipi Dara wanita itu lebih dulu menghentikannya.


"Violla aku selama ini diam tapi sekarang tidak lagi" ucap Dara mencengkram erat tangan Violla membuat wanita itu meringis kesakitan.


"Lepas sialan!!" teriaknya membuat Dara melepaskan cengkraman tangannya.


"Maaf Vio, tapi aku harap kedepannya kamu jangan menggangguku lagi. Lebih baik berusahalah memperbaiki pertemanan kalian dan jangan berharap lebih karena dengan kamu yang semakin ingin merusak rumahtanggaku semakin jauh juga Ellard darimu. Aku harap kamu mengerti itu Vio" ucap Dara kemudian ia berbalik masuk kedalam lift, suasana hatinya sedang tidak baik saat ini.


Sebenarnya tadi ia turun ingin membuat bubur untuk Ellard tapi moodnya tiba-tiba anjlok, ia bahkan sempat tidak percaya bisa menampar wajah Violla tadi. Hanya saja seperti ada gerakan reflek yang membuatnya membalas perlakuan Violla.


Dara masuk kedalam kamarnya lalu menghembuskan nafasnya lega saat melihat Ellard yang masih memejamkan matanya.


Ia berjalan kearah telepon ruangan disamping tempat tidur, "Tolong buatkan satu mangkuk bubur jagung dan satu gelas teh tawar, antar kekamar ya"


"........."


"Tidak sudah tidak ada lagi"


".........."


Dara naik keatas tempat tidur mendekat kearah Ellard dan mulai mengelus rambut pria itu. Dara melamun memikirkan perkataan Violla tadi, apa benar Ellard mengusir wanita itu? ya ia akui tiga minggu terakhir ini Violla terlihat sangat agresif mendekati Ellard mulai dari membuatkan kopi, menyiapkan sarapan, dan ikut mengantarnya sampai kedepan saat Ellard akan pergi kekantor. Ellard terang-terangan menolak semua perbuatan Violla dan Dara juga bisa melihat jika suaminya mulai terlihat risih dengan tingkah laku Violla.


Suara erangan membuat Dara sadar dari lamunannya ia menunduk melihat Ellard yang sedang menggerjapkan matanya.


"Dara" sapa pria itu dengan suara serak-serak basah membuat bulu kuduk Dara meremang.


"Lapar?" tanya Dara dibalas gelengan kepala oleh Ellard.


"Lalu?" tanyanya lagi.


"Peluk" jawab Ellard membuat Dara tertawa kecil lalu memeluk tubuh Ellard membawa kepala pria itu kedalam dadanya.


Sedangkan Ellard mengerakkan kepalanya mencari posisi yang nyaman.


Tok...tok...tok


"Ell, lepas dulu sebentar ya" ucap Dara tiba-tiba panik.


Ellard yang sudah menemukan posisi yang nyaman langsung mengeratkan pelukannya ditubuh Dara membuat wanita itu frustasi saat merasa tangan Ellard lebih erat memeluknya.


"Sayang sebentar saja" ucap Dara mencoba melepaskan pelukannya.


"MASUK" teriak Ellard keras membuat Dara membelalakkan matanya terkejut.


"Ell-"


Cklek


"Maaf tuan nona menganggu waktunya, saya kemari hanya untuk mengantarkan sarapan" ucap Adam sambil menundukkan kepalanya hormat.

__ADS_1


"Letakkan dimeja" jawab Ellard sambil mengerakkan kepalanya didada Dara membuat wajah wanita itu memerah menahan malu.


Sedangkan Adam hanya tersenyum tipis melihat tingkah tuan mudanya itu, Dara yang melihat Adam hanya tersenyum seolah ini adalah hal biasa menghembuskan nafasnya lega.


"Masuk dan letakkan dimeja" ucap Adam dengan beberapa orang masih berdiri didepan pintu kamar.


Dara melihat tiga orang pelayan masuk kedalam kamar sambil membawa nampan ditangan mereka masing-masing. Dara langsung menutup matanya dan menundukkan kepalanya dikepala Ellard saat melihat wajah para pelayan itu memerah dan mereka sama-sama merapatkan bibirnya menahan tawa.


Tertawalah sesuka hati kalian diluar kamar jangan didepanku karena ini benar-benar sangat memalukan. Batin Dara meringis, demi apapun ia sangat malu sekarang.


"Tuan muda dan nona muda sarapan sudah ada dimeja, saya pamit keluar dulu tuan nona" ucap Adam.


"Pergilah" jawab Ellard tanpa melihat kearah Adam.


"T-termakasih p-paman" ucap Dara terbata.


"Sudah tugas saya nona" jawab Adam membungkukkan badannya kemudian berjalan kearah pintu keluar diikuti tiga pelayan wanita dibelakangnya.


Huftt


Dara menghembuskan nafasnya kasar membuat Ellard mendongak menatap wajahnya.


"Tidak apa-apa, mau makan?" tanya Dara mengalihkan perhatian.


"Nanti saja" jawab Ellard tersenyum senang, entah kenapa melihat wajah istrinya membuat suasana hatinya hangat baik.


Tangannya terulur untuk membelai lembut pipi Dara, gerakan Ellard terhenti saat melihat pipi bagian kiri Dara.


Senyuman Ellard langsung lenyap seketika digantikan dengan raut wajah mengelap. Nafas pria itu naik turun memburu membuat Dara sadar dengan perubahan raut wajah suaminya.


Ellard dengan cepat melepaskan pelukannya dan bangun dari tidurnya, Dara juga ikut bangun dari tidurannya duduk dengan menundukkan kepala didepan Ellard.


Ellard dengan lembut mengangkat dagu Dara membuat kedua manik mata mereka saling bertemu.


"Siapa?" tanya Ellard dengan nada tertahan sambil mengelus pipi bagian kiri Dara yang memerah


Dara merasakan suhu ruangan lebih dingin dari sebelumnya, "Tidak apa-apa Ell, ini shhh" ringis Dara pelan saat dengan sengaja Ellard menekan pipinya.


"Tidak apa-apa?" tanya Ellard sambil tersenyum miring.


"Apanya yang tidak apa-apa Dara!!" bentak Ellard dengan suara keras membuat Dara terlonjak kaget.


Tidak sadar Dara mencengkram sprei tempat tidurnya, aura yang dikeluarkan Ellard lebih menakutkan dari sebelumnya.


"Siapa?" tanyanya sekali lagi dibalas gelengan kepala oleh Dara.


"Ell" Dara menarik pelan baju Ellard saat melihat pria itu akan beranjak dari posisinya.


"Istirahat dulu, aku hanya keluar sebentar" jawab Ellard mengelus pelan kepala kemudian berjalan kearah pintu.


Dara terkejut saat mendengat suara pintu yang ditutup dengan keras.


****


Brak


Violla yang sedang memotong kukunya terlonjak kaget saat mendengar suara pintu terbuka dengan kasar, ia mendongak ingin marah tapi saat melihat siapa yang datang senyum manis langsung tersungging di bibirnya.


"Ellard? kau kemari? ada apa?" tanya Violla dengan suara yang dibuat semerdu mungkin.


Bersambung....


Like dan komen ya!!


"Sedekah membersihkan dosa, seperti air memadamkan api"

__ADS_1


“Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya kamu dikembalikan.” (QS Al-Baqarah: 245)


__ADS_2