Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Pingsan


__ADS_3

"Dara kenapa cepat sekali" ucap Killa sambil memegang kedua tangan Dara.


Dara mengigit bibir bawahnya kemudian menatap kearah Ellard yang juga sedang menatapnya.


"Ada pekerjaan yang tidak bisa Ellard tinggal, jadi mau tidak mau aku juga harus ikut dengannya" jawab Dara membuat bibir Killa mengerucut.


Gadis itu baru saja merasakan senang karena sahabatnya kembali, tapi baru sehari Dara disini tiba-tiba sahabatnya itu mengatakan jika dia akan segera terbang ke New York lagi.


Dara sebenarnya juga masih ingin disini, dia bahkan belum berkunjung kerumah tetangga yang dulu selalu membantunya dan juga kerumah orang tua sahabatnya yang sudah menganggapnya sebagai anak sendiri. Tapi mengingat posisi Ellard yang akan menggantikan Darren membuatnya paham jika pria itu tidak bisa berlama-lama meninggalkan negaranya.


Semalam Ellard mendapat telepon jika dirinya harus mengurus perusahaan karena Darren dan Mad masih singgah di Belanda. Sehingga Ken yang notabenenya adalah asisten Darren tidak bisa berbuat banyak karena perusahaan besar itu membutuhkan pimpinannya.


"Kenapa tidak dia dulu saja yang pulang nanti biar kamu menyusul, lagi pula masih banyak hal yang belum kita lakukan bersama" usul Killa.


Dara meringis mendengarnya kemudian menoleh pelan kearah Ellard yang berdiri lima meter dari mereka membuat Killa mengikuti arah pandang wanita itu.


"Aku tidak berani meminta ijin padanya, kalau kamu berani coba saja"


Killa melihat mata biru laut itu menetap tajam kearahnya membuat Killa menelan ludahnya sendiri, berita internasional memang benar adanya jika anggota keluarga Walton adalah keluarga yang menyeramkan bagaimana bisa sahabatnya ini malah menikah dengan anak tunggal keluarga itu.


"Tidak-tidak" jawab Killa sambil menggelengkan kepalanya cepat.


Pembicaraan mereka terhenti saat mendengar suara teriakan seorang pria.


"Aldara!!"


Dara menengok kebelakang begitu juga dengan Ellard yang langsung berjalan cepat menghampiri istrinya saat melihat ada kuman penggangu muncul disekitarnya.


"Gilang?" ucap Dara tersenyum senang saat melihat pria berbaju dinas baru saja turun dari motornya.


"Ehh..." pekik Dara terkejut saat tubuhnya tiba-tiba ditarik menubruk dada bidang Ellard.


Pria yang dipanggil Gilang itu menatap kearah Ellard dengan tatapan sengit kemudian beralih menatap wajah yang selama ini dirindukannya.


"Al bagaimana kabarmu?"


"Alhamdulillah, baik" jawab Dara sambil mengusap tengkuknya, ia merasa masalah besar akan segera datang.


"Syukurlah, aku selalu berdoa agar kau segera kembali"


Dara tertawa canggung, ia sedikit lega saat mengingat Ellard tidak bisa berbahasa Indonesia.


"I-iya, em... Gilang sekarang kamu sudah jadi kepala desa?" tanya Dara mengalihkan pembicaraan.


"Iya dan ini hanya untukmu" jawabnya membuat Dara membelalakkan matanya.


"Aku?"


"Benar"


"T-tapi kenapa aku?" tanyanya sambil melirik takut-takut kearah Ellard yang masih setia dengan wajah datarnya sejak kehadiran pria didepannya ini.


"Aku sudah lama menyukaimu dan aku selalu menunggumu kembali dari luar negeri.


Aku juga menyiapkan diriku sendiri agar dapat bersanding denganmu Al. Sekarang aku sudah menjadi kepala desa dan kamu juga sudah lulus sekolah jadi aku ingin mengatakan jika aku sangat mencintaimu Dara, apa kamu mau jadi istriku? sesuai dengan janjiku padamu dulu jika kau kembali aku akan langsung melamarmu" jelas Gilang panjang lebar membuat seluruh tubuh Dara menegang.


"What is it, honey?" tanya Ellard saat merasakan tangan dingin istrinya.


(ada apa, sayang?)


Dara tidak menjawab pertanyaan Ellard dia masih terkejut dengan pernyataan Gilang yang tiba-tiba. Sekarang ia harus bagaimana menjelaskannya pada pria itu jika dirinya sudah menikah.


"Gilang aku-"


"Dara sebenarnya siapa pria itu? warga bilang kamu pulang membawa suami aku hampir gila saat mendengar hal itu. Tapi tidak mungkinkan kamu menikah dengan pria tidak jelas sepertinya?" tanya Gilang merasa risih dan juga kesal saat melihat pria itu dengan seenaknya merangkul Dara.


"I don't understand, can you speak English?" tanya Ellard menatap tajam kearah pria berkulit sawo matang itu.


(Aku tidak mengerti, bisakah kau berbicara bahasa Inggris?)


Gilang tidak menanggapi ucapan Ellard dirinya masih menatap lekat wajah Dara menunggu jawaban wanita itu.


Dara masih diam memikirkan bagaimana cara ia menjelaskan kepada Gilang jika dirinya sudah menikah, ia yakin Gilang tidak kan percaya begitu saja karena dia mengenal betul pribadi Gilang.


Ellard mulai geram saat pertanyaannya tidak segera dijawab pria itu apalagi melihat raut wajah tegang istrinya, ia yakin mereka berdua sedang membicarakan masalah penting.


Ellard menoleh kebelakang kemudian menunjuk pria yang sedang berdiri tidak jauh dibelakangnya.


"Kau-" panggilnya dengan nada tertahan.


"Yes sir"


"Katakan padaku apa yang mereka bicarakan" ucap Ellard membuat Dara menegang kemudian menggenggam tangan pria itu.


"Ehh.... Ell itu bukan apa-apa-" ucapan Dara terhenti saat melihat Ellard mengangkat tangannya.


Ellard yang mendengar nada gugup dari istrinya semakin penasaran dengan apa yang mereka sembunyikan.


"Katakan" ucap Ellard menatap tajam kearah Agam- penerjemahnya.


"Tuan, pria disana mengatakan..." Ucap Agam menjelaskan semuanya yang diucapkan Gilang pada Dara.


Membuat Dara mengigit bibir bawahnya sambil menutup mata, ia berdoa semoga saja Ellard bisa menahan emosinya.


Tidak, doanya tidak terkabul dan Dara juga sudah menduga itu. Ellard dengan cepat langsung melepaskan pelukannya pada Dara dan berjalan cepat kearah Gilang.

__ADS_1


Bughh


Bughh


"Fu*k! How dare you say that to my goddamn wife!" bentak Ellard murka membuat teriakan beberapa warga sekitar yang melihat kejadian itu.


(brengsek! beraninya kau mengatakan itu pada istriku sialan!)


"Ell-"


"Diam disana Dara!!" bentaknya membuat langkah Dara berhenti, sedangkan Killa yang baru saja sadar dari keterkejutannya langsung berlari kearah Dara.


"Dara bagaimana ini?" tanyanya cemas, apalagi melihat Ellard kembali memukuli Gilang sampai kepala desa itu tersungkur ditanah karena tidak dapat mengimbangi kekuatan Ellard.


"Hei kalian bule edan!! kenapa malah diam saja disana hah! pisahkan teman kalian itu!!" teriak Killa pada dua orang yang masih bersender santai dipintu mobil tanpa berniat memisahkan kedua pria yang terlibat perkelahian, bukan-bukan tapi salah satunya bisa dibilang melakukan penganiayaan.


"None of our business" jawab Frank dianggukki oleh Lay, lagi pula pria itu pantas mendapatkan pukulan dari Ellard mengingat bagaimana kurang ajarnya dia berbicara pada Dara.


(bukan urusan kami)


Killa yang mendengar itu langsung melebarkan kelopak matanya, dasar sinting pikirnya.


Ellard masih memukuli Gilang tanpa ampun bahkan para warga sampai tidak bisa memisahkannya. Ucapan pria ini yang meminta Dara untuk menjadi istrinya berputar ditelinganya membuat amarah Ellard semakin berkobar.


Gilang bahkan nyaris kehilangan kesadarannya, tubuhnya tidak ada bandingannya dengan Ellard.


Warga berusaha keras memisahkan Ellard dari Gilang tapi mereka malah yang terkena tonjokan pria itu.


"Ya Allah, pak kades bisa mati nanti"


"Aduh, itu pak Gilang sampai berdarah"


"Itu gimana? ya Allah pak kades!"


"Pak kades juga ngomongnya juga ngawur sih, jelas suaminya marah"


"Tapi nggak usah pakai pukul-pukul gitu kali Bu"


Para ibu-ibu yang melihat itu tidak kalah histeris apalagi melihat wajah Gilang yang sudah penuh dengan lebam.


Killa menengok kearah Dara dengan wajah cemas, "Bagaimana itu Dara-, eh astaga DARA!"


Tangan Ellard menggantung diudara saat mendengar teriakan seorang wanita memanggil nama istrinya. Ellard menoleh kearah dimana Dara berada sedetik kemudian badan pria itu membeku saat melihat istrinya tidak sadarkan diri didalam pelukan seorang gadis.


Lay dan Frank tak kalah terkejut kedua pria itu langsung berlari menghampiri Dara dengan wajah khawatir.


"Dara" gumamnya pelan.


Wajah Ellard langsung pias seketika, pikiran-pikiran buruk mulai menghantui isi kepalanya. Ellard melepaskan cengkraman tangannya dikerah baju Gilang kemudian berlari menghampiri Dara dan langsung merebut tubuh istrinya dari pelukan Killa.


"S-sayang" panggil Ellard dengan suara gemetar antara takut dan menahan tangis.


"Rumah sakit Ell" ucap Frank menyadarkan Ellard.


Pria itu dengan cepat mengangkat tubuh Dara kedalam gendongannya kemudian berjalan cepat kearah mobil hitam yang sudah berdiri sopir yang sedang membukakan pintu belakang untuknya.


"Kerumah sakit terdekat! cepat!" ucap Ellard sebelum masuk kedalam mobil membuat sopir itu mengangguk mantap.


Lay dan Frank juga sama-sama berlari masuk kedalam mobil yang terparkir dibelakang mobil Ellard.


"Kau-" geram Frank saat melihat gadis tidak tau diri itu tiba-tiba membuka pintu depan kemudian masuk kedalam.


"Aku ikut" ucapnya memotong perkataan Frank.


"Sudahlah Frank yang terpenting sekarang Bu boss, aku yakin boss Ell akan menggila setelah ini" jawab Lay lalu masuk kedalam mobil.


Walaupun kesal setengah mati Frank tetap masuk kedalam mobil dan duduk di kursi belakang. Benar yang dikatakan Lay, Dara sekarang jauh lebih penting dan juga Ellard yang pasti sudah seperti orang gila.


***


"Dara b-bangun" tangan Ellard gemetar membelai lembut pipi Dara yang masih setia memejamkan matanya erat.


"S-sayang jangan membuatku takut"


Air mata Ellard sudah menetes sejak tadi, ia ketakutan sekarang seumur-umur baru kali ini Dara tidak sadarkan diri membuatnya kalut setengah mati.


"D-dara....sayang bangun" suara Ellard mulai bergetar lagi.


Ia juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri kenapa akhir-akhir ini dia jadi sering menangis.


"CEPATLAH! KENAPA MOBIL INI LAMA SEKALI HAH!" sentak Ellard membuat sopir itu gemetar, bukannya ia tidak mau cepat tapi ini jalanan desa banyak anak-anak dan juga orang tua yang berlalu lalang disini. Tapi mengatakannya pada bosnya ini pun tidak ada gunanya lebih baik diam dan merambah laju kendaraannya berdoa semoga saja mereka segera sampai dirumah sakit tanpa ada halangan.


Lima belas menit perjalanan akhirnya sopir bisa bernafas lega dan mengucapkan syukur karena mereka bisa selamat sampai tujuan walaupun dia sudah beberapa kali melanggar peraturan lalu lintas.


Berbeda dengan sopir yang masih menormalkan detak jantungnya, Ellard langsung membuka pintu mobilnya sedetik setelah mobil berhenti didepan rumah sakit. Pria itu langsung berlari masuk kedalam sambil menggendong tubuh istrinya.


"CEPAT TOLONG ISTRIKU! KENAPA KALIAN HANYA DIAM SAJA DISANA HAH!" bentak Ellard menggelegar diseluruh lobi rumah sakit, mungkin pria itu lupa jika dia tidak sedang berada di negaranya dimana semua orang mengenal siapa dirinya.


Para suster dengan sigap membawa brankar mendekati Ellard, "Sorry sir, anda bisa membaringkan nyonya disini" ucap salah satu suster yang bisa mengimbangi bahasa Inggris Ellard.


Ellard dengan hati-hati meletakkan tubuh Dara diatas brankar kemudian mengecup keningnya singkat.


"Tolong lakukan yang terbaik, aku akan membayar berapapun yang kalian minta" ucap Ellard dengan suara serak membuat para suster menelan ludah mereka masing-masing.


"Baik tuan" jawab salah satu dari mereka kemudian mendorong brankar Dara kearah IGD.

__ADS_1


Tubuh Ellard merosot kelantai sambil meremas rambutnya sendiri. Jari-jari pria itu terlihat memerah akibat memukul pria kurang ajar tadi.


"Ell, kau baik-baik saja?"


Ellard mendongak melihat kedua temannya dan juga seorang gadis yang juga tampak khawatir.


"Apa istriku baik-baik saja?" tanyanya balik membuat Frank terdiam.


Mereka bisa melihat mata Ellard sembab dengan hidung memerah juga tangan pria itu yang nampak gemetar membuktikan betapa takutnya pria itu saat ini.


"Boss kau duduk dulu dikursi, Bu boss pasti baik-baik saja" ucap Lay ikut berjongkok.


"Lalu kenapa dia tiba-tiba pingsan?" tanya Ellard juga membuat Lay terdiam.


"Ell-"


Ucapan Frank terhenti saat mendengar pintu terbuka, Ellard dengan cepat berdiri dari tempatnya dan menghampiri dokter muda dengan rambut disanggul kebawah itu.


"Bagaimana keadaan istriku? dia baik-baik saja kan? apa dia sudah sadar? bagaimana kondisinya?" tanya Ellard beruntun membuat dokter muda itu tersenyum simpul.


"Maaf tuan, kami harus memastikan sesuatu" jawabnya membuat Ellard geram.


"Memastikan apa hah!! katakan yang jelas!!! katakan jika istriku baik-baik saja!!" bentak Ellard membuat dokter itu terkejut.


"Maaf sebelumnya tuan, ini dirumah sakit tolong tenangkan diri anda. Nyonya didalam baik-baik saja, dan saya hanya memastikan sesuatu. Saya permisi dulu tuan" ucap dokter itu kemudian berjalan pergi meninggalkan Ellard yang masih menahan amarahnya.


"Tenang Ell, yang terpenting sekarang Dara baik-baik saja, tunggu sampai dokter itu kembali lagi" ucap Frank menenangkan.


"Dara harus baik-baik saja, jika tidak rumah sakit ini yang akan terkena imbasnya" ucap Ellard dengan nada tertahan kemudian berjalan masuk kedalam ruang IGD.


Mata Ellard melihat seorang wanita sedang berbaring dengan mata terpejam rapat. Wanita yang berhasil mengobrak-abrik isi hatinya. Ellard berjalan kearah brankar Dara kemudian mencium pucuk kepala wanita itu.


"Wake up, honey" bisiknya pelan ditelinga Dara.


"Hei gadis gila kau tidak boleh masuk!!"


"Aku ingin melihat sahabatku!!"


"Kau itu orang asing disini, jadi berhentilah bersikap sesukamu!"


"Dara itu sahabatku! aku bukan orang asing baginya! kau tau itu pria edan!!"


"Tapi kau tetap gadis asing untuk kami!"


"Aku tidak peduli, lagi pula aku hanya ingin menemui temanku"


Suara ribut diluar ruangan membuat Ellard mengeram marah, "Kalian bisa diam tidak?" geramnya dengan suara pelan tapi berhasil membuat mereka terdiam mematung.


Lay menelan ludahnya kemudian beralih menatap Frank dan gadis yang ia ketahui bernama Killa itu.


"Kalian jangan membuat masalah, boss sedang tidak baik sekarang" ucapnya kemudian melangkah masuk kedalam.


Killa mendengus kesal sambil melotot kearah Frank lalu berjalan masuk keruang IGD.


***


Suara derap langkah kaki seorang wanita berjas putih mengalihkan pandangan semua orang. Seorang dokter berhijab masuk kedalam diikuti tiga orang suster yang sedang mendorong sebuah troli alat USG.


"Tuan-"


"Apa penyakit istriku parah? hingga kalian membawa alat itu kemari?" tanya Ellard dengan wajah pucat pasi, ia belum siap jika harus mendengar jawaban yang tidak diinginkannya.


"Kami ingin memastikannya tuan" jawab dokter itu sambil tersenyum.


"Tolong siapkan" lanjut dokter itu lagi pada para suster yang baru saja memposisikan alat USG-nya disebelah brankar Dara.


Tubuh Ellard mulai gemetar, ia berdoa semoga penyakit istrinya bisa disembuhkan.


Dokter berhijab itu menutup tirainya saat suster akan menyingkap pakaian Dara. Saat tirai ditutup Lay dan Frank sama-sama tidak bisa menutupi wajah cemasnya, sedangkan Killa sudah menduga-duga apa yang akan terjadi, gadis berusia delapan belas tahun itu tersenyum tipis.


Dokter mulai mengoleskan gel diperut Dara kemudian meletakkan alat USG diatas perut wanita itu dan menggerakkannya. Dokter dan ketiga suster itu sama-sama menatap layar monitor sambil tersenyum lebar.


Berbeda dengan mereka Ellard menahan napasnya saat melihat bulatan kecil dilayar monitor.


Dokter mengalihkan pandangannya melihat kearah Ellard, "Tuan anda-"


"Itu pasti bisa disembuhkan bukan?" tanyanya dengan wajah cemas sambil menunjuk kearah monitor, tidak tau saja jika perkataanya itu membuat Lay dan Frank ikut menahan napasnya dibalik tirai.


"Maksudnya tuan?" tanya dokter itu binggung.


"ISTRIKU BISA SEMBUH KAN?" bentak Ellard dengan wajah memerah membuat dokter dan ketiga suster itu terkejut.


"Tuan itu bukan penyakit" jelas dokter berkisaran umur tiga puluhan itu saat memahami jika pria berwajah Amerika didepannya ini belum tau apa yang terjadi.


"Lalu?" tanya Ellard menatap sebentar wajah damai istrinya kemudian beralih menatap dokter meminta penjelasan wanita itu.


"Istri anda hamil tuan"


Bersambung......


Like dan komen ya!!


spam next juga boleh😃


...Jangan pernah berputus asa...

__ADS_1


“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (Al-Insyirah ayat 5-6)


__ADS_2