
Setelah meminta kunci rumah dan melewati pertanyaan panjang kali lebar dari bibi Eni-tetangga sebelah rumahnya Dara dan Ellard akhirnya sampai didepan rumah yang dulu ditempati keluarga Afnan-ayah Dara.
Sekelebat bayangan masa lalu terlintas dipikiran Dara saat melihat pemandangan disekitar rumahnya.
Pohon mangga yang dulu sering ia panjat sekarang berbuah lebat. Bunga-bunga yang dulu ditanam ibunya kini berkembang biak memenuhi halaman rumahnya, bibi Eni benar-benar merawat rumah ini dengan sangat baik pikir Dara sambil tersenyum tipis.
"Ayo masuk" ucapan Ellard menyadarkan lamunan Dara.
Pria itu membuka pintunya lebar-lebar menunggu istrinya masuk kedalam, Ellard sebelumnya tidak percaya jika ini adalah sebuah rumah.
Tinggal dirumah besar dan tidak pernah menoleh pada kehidupan orang lain membuatnya tidak pernah mengetahui bagaimana kehidupan orang-orang yang masih dalam kata tidak mampu. Selama ini dirinya selalu acuh dan menganggap bahwa hidupnya yang paling menderita, hidup tanpa sosok ibu dan ayah yang membencinya sejak kecil membuatnya menjadi pribadi yang keras. Tanpa tahu jika banyak orang yang masih memiliki masalah dengan ekonomi mereka, sedangkan dirinya? hidup bergelimang harta tanpa merasakan rasanya bahagia.
Dara mengedarkan pandangannya melihat seluruh penjuru rumah. Rumah yang dulunya dipenuhi dengan canda tawa, rumah yang setiap harinya terasa sangat hangat sekarang hampa itulah yang dirasakan Dara.
Rumah yang dulu selalu diisi suara lantunan ayat suci Al-Qur'an yang selalu dibaca ayah dan ibunya setiap malam sekarang sunyi, Dara hanya mendengar suara dahan pohon saling bergesekan tertiup angin.
"It's okay, cry I'm here for you baby" ucap Ellard sambil merengkuh tubuh Dara membawanya kedalam pelukannya.
(tidak apa-apa, menangislah ada aku disini untukmu sayang)
Tidak terasa air mata Ellard juga ikut menetes saat mendengar isak tangis Dara yang mulai mengeras. Pria itu tambah mempererat pelukannya lalu menciumi pucuk kepala Dara.
***
"Kalian sengaja mengintip ya? iya kan?! dasar laki-laki brengsek!" teriak seorang gadis didepan kedua pria berwajah Amerika yang balik menatapnya bingung.
"He said we were handsome huh?" tanya Lay pada Frank yang sedang menatap sengit kearah gadis didepannya.
(Dia bilang kita tampan ya?)
Gadis itu langsung membelalakkan matanya saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria bermata coklat terang itu.
"Handsome, kepalamu!" teriak gadis itu marah.
"Frank! dia bisa bahasa Inggris!!" ucap Lay terpekik histeris, matanya memancarkan sinar kelegaan seakan gadis galak didepannya ini adalah malaikat yang diturunkan tuhan untuk menolongnya.
"Frank!" Lay menepuk pundak Frank kesal saat ucapannya sama sekali tidak dijawab oleh pria itu.
Tiba-tiba bibir Lay bungkam saat melihat raut wajah murka dari Frank. Ia lupa jika pria itu baru saja tertimpa sebiji jambu busuk yang mengeluarkan bau menyengat.
"You?! How dare a country girl like you do this to me?!" ucap Frank mengeram marah.
(Kau?! beraninya gadis kampung sepertimu melakukan hal ini padaku?!)
"Sttt Frank kendalikan dirimu, dia satu-satunya wanita yang bisa menolong kita" bisik Lay ditelinga Frank.
"Kau tidak lihat apa yang dia lakukan padaku" Frank ikut memelankan suaranya dengan nada ditekan.
"Ck iya aku tau, tapi hanya dia yang bisa menyelamatkan kita. Kau tidak mau kan terlantar dikampung ini?"
"Tapi gadis sialan itu mengotori kepalaku!!"
"Tahan sekali ini saja, kau tau kan susah mencari orang yang bisa bahasa Inggris disini. Satu-satunya orang ya cuma gadis gila itu" ucap Lay.
"Sorry gentlemen, if you want to gossip please lower your voices"
(maaf tuan-tuan, jika ingin bergosip tolong pelankan suara kalian)
Gadis itu langsung melenggang pergi meninggalkan dua orang pria yang menatapnya terkejut.
Frank dengan cepat mencekal pergelangan tangan gadis itu membuatnya menggeram.
"Kau sudah membuatku seperti ini dan sekarang ingin kabur gadis kampung?"
"Itu salahmu sendiri, kenapa kamu harus berdiri dibawah pohon jambu?"
"Kau pikir aku tau jika jambu sialanmu itu akan jatuh diatas kepalaku?!"
"Halah bilang saja jika kalian ingin mengintip" ucap gadis itu membuat Lay dan Frank membelalakkan matanya.
"Apa!! kau pikir aku pria seperti apa?!" bentak Frank tidak terima.
"Kalau begitu aku bertanya apa warnanya tadi?!"
"Mana ak-"
"Merah muda" jawab Lay spontan kemudian langsung membekap mulutnya sendiri.
Wajah gadis itu memerah menahan amarah dan juga malu, dia hanya ingin menguji mereka tadi tapi apa ini?.
"ARKHHH, DASAR BULE-BULE EDAN!!" teriak gadis itu membuat Lay dan Frank menutup telinganya.
Gadis itu membalikkan badannya ingin melangkah pergi tapi tangannya dicekal kembali membuat amarahnya sampai ke ubun-ubun.
"APA!!" bentaknya sambil menyentak kasar tangan Frank yang memegang pergelangan tangannya.
****
"Shhh sayang"
"Iya Ell, dioles dulu"
"Gatal Dara, perih"
Dara mengusapkan minyak kayu putih di tangan suaminya yang terdapat bintik merah. Ini mungkin karena mereka melewati gang sempit tadi yang terdapat banyak nyamuk. Dara lupa jika dia sedang membawa anak sultan yang mungkin nyamuk saja jarang menghisap darahnya saat berada di mansion.
"Badan juga" ucap Ellard dengan mata berkaca-kaca sambil tangannya terus menggaruk bagian yang gatal.
"Lepas dulu bajunya" titah Dara yang langsung dilakukan oleh Ellard.
Dara meneguk ludahnya saat tangannya mengoleskan minyak diperut kotak suaminya. Perut itu terbentuk dengan sempurna, keras itulah yang dirasakan Dara.
Sedangkan Ellard memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan dari sang pemilik hatinya.
Tapi kenikmatan Ellard hanya bertahan sebentar saat suara ribut diluar mengalihkan perhatian istrinya.
__ADS_1
"Apa benar ini adalah ini rumahnya?"
"AL!! ALDARA!!"
BRAK
Gadis yang baru saja mendobrak pintu dengan kasar itu tiba-tiba berdiri mematung. Matanya terfokus pada tangan Dara yang sedang menempel pada perut kotak seorang pria tampan yang ia sendiri tidak tau siapa.
Gadis itu menelan ludahnya sendiri melihat bagaimana atletisnya tubuh pria itu. Dada bidang, perut kotak dan kulit putih bersih walaupun ada sedikit bintik merah tapi tida mengurangi kadar keindahan tubuh itu.
"Wow" gumamnya pelan sambil membuka mulutnya.
Dara yang menyadari itu langsung menurunkan tangannya dan meminta Ellard segera memakai bajunya kembali, walaupun bingung tapi Ellard tetap menurut.
"Killa?" panggil Dara membuat tidak membuat gadis itu menoleh wajahnya masih merah padam sepertinya dia sedikit linglung melihat roti sobek didepan matanya langsung.
"Boss!! akhirnya aku menemukanmu" ucap Lay sambil merentangkan tangannya.
"Kau kenapa?" tanya Ellard sambil mengangkat salah satu alisnya melihat raut wajah Frank yang masam, bukan itu yang menarik perhatiannya tapi kotoran dikepala pria itu yang membuat Ellard penasaran.
"Dimana kamar mandinya?" tanya pria itu balik yang langsung mendapat petunjuk dari Ellard.
Frank berjalan cepat menuju kamar mandi berniat membersihkan dirinya.
"Dara! aku merindukanmu!" teriak Killa saat kesadarannya kembali.
Dara hanya terkekeh pelan kemudian merentangkan tangannya, Killa yang melihat itu tanpa aba-aba berlari kearah Dara.
Ellard yang melihat ada tanda-tanda bahaya langsung menarik lengan Dara membawanya kedalam pelukannya. Melihat itu Killa menghentikan langkahnya dan sedikit merasa takut saat melihat tatapan maut dari pria yang sedang memeluk sahabatnya itu.
"Ell dia-"
"No one can touch you except me" rengek Ellard membuat Dara menghembuskan nafasnya kasar.
(tidak ada yang boleh menyentuhmu kecuali diriku)
Dara menatap sekilas kearah Killa, jika sudah begini sahabatnya itu pasti akan mewawancarai dirinya tiga hari dua malam pikirnya.
****
Flashback on
"APA!!" bentaknya sambil menyentak kasar tangan Frank yang memegang pergelangan tangannya.
"Akukan tidak melihatnya jadi kau harus tetap bertanggung jawab atas perbuatan mu" ucap Frank.
"Enak saja, aku juga sama-sama dirugikan disini"
"Aku tidak perduli, aku mau kau mengantarku kerumah Dara"
"Aku tidak mau mengantarmu ketempat...eh, ketempat siapa tadi? Dara?!" teriaknya terkejut.
"Bisakah kau tidak berteriak?!" sentak Frank kesal.
"Tunggu! untuk apa kamu mau kerumah Dara?" tanyanya menyelidik.
"Dara itu sedang bersekolah diluar negeri jadi-"
"Dia sudah kembali" jawab Frank cepat.
"APA!!" teriak gadis itu.
"Dara sedang ada dirumahnya" jelas Frank lagi membiat gadis itu terkejut.
Dengan secepat kilat gadis itu langsung berlari meninggalkan dua orang pria yang masih melihatnya.
"Hei gadis gila! kau mau kemana?!" teriak Frank kesal.
"Kerumah Dara!" jawabnya membuat Lay dan Frank membelalakkan matanya kemudian berlari menyusul gadis itu.
flashback off
***
Dara meneguk segelas teh ditangannya sambil melihat ekspresi terkejut diwajah Killa. Dia baru saja menceritakan semuanya tentang pernikahannya pada gadis itu.
Dan ekspresi Killa benar-benar diluar dugaannya, ia kira Killa akan berteriak histeris padanya tapi ini? gadis itu malah diam saja dengan mulut terbuka lebar.
"U-ulangi tadi siapa namanya?" tanya Killa terbata, gadis itu bahkan nyaris menghentikan nafasnya menunggu jawaban Dara.
"Ellard Graham Walton" ucap Dara membuat Killa mengebrak mejanya keras.
Brakk
"APA!"
"Killa pelankan suaramu" ucap Dara sambil meringis mengingat bagaimana susahnya ia menidurkan bayi besarnya tadi, yang harus melewati banyak drama.
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam tapi tiba-tiba tadi Killa datang untuk meminta penjelasan. Ellard sudah tidur dikamar miliknya dulu sedangkan
Lay dan Frank tidur dikamar orang tuannya mungkin mereka semua kelelahan.
"M-maaf-maaf"
"Dara apa benar dia anggota keluarga Walton? keluarga terpandang di Amerika? miliader asal Belanda? anak dari tuan Darren Levon Walton?" tanya Killa bertubi-tubi, gadis itu tidak bisa menutupi wajah penasarannya.
Dara meneguk salivanya kenapa Killa bisa mengetahui hal itu? pikirnya.
"Kamu tau dari mana?"
"Astaga! ternyata benar!....tentu saja aku tau kamu lupa ya jika aku adalah penggemar berat aktor barat khususnya Amerika Serikat . Aku selalu mengikuti berita terbaru di Amerika, dan marga Walton sudah sering kali berseliweran dimedia" jelas Killa membuat Dara menganggukkan kepalanya, iya dia lupa jika Killa adalah gadis penggila film Bollywood AS.
Obrolan mereka terhenti saat mendengar suara ricuh didepan, Killa menyibak sedikit gorden melihat apa yang terjadi diluar. Tepat setelah itu Killa langsung berbalik menatap kearah Dara dengan wajah panik.
"Ada apa?" tanya Dara saat melihat perubahan wajah Killa.
__ADS_1
"Dara, banyak sekali ibu-ibu diluar!!" jawabnya membuat Dara mengerutkan keningnya.
Ceklek
Dara membuka pintunya membuat para ibu-ibu langsung berdesakan untuk bertemu dengannya.
"Dara!"
"Neng!"
Teriakan-teriakan ibu-ibu itu membuat Dara tambah bingung, "Ada apa ya ibu-ibu?" tanyanya.
"Ehh ini neng Dara, ibu masak semur ikan dimakan ya sama suaminya juga disuruh cobain dijamin enak" ucap salah satu ibu-ibu kemudian langsung menyodorkan sebuah rantang berisi makanan ketangan Dara.
"Eh...." belum sempat Dara menolak ibu-ibu yang lain juga langsung ikut-ikutan memberikan Dara makanan.
"Ini neng ada pepes sama semur jengkol"
"Neng ini ada lele bakar, suaminya disuruh makan ya bilang dari Bu Murti"
"Neng ini ada ayam kremes, dari Mak Ijah bilangin suaminya ya"
"Neng-"
"Neng-"
Banyak lagi yang berdesakan menyodorkan rantang mereka kearah Dara. Wanita itu mulai pusing saat banyaknya ibu-ibu yang menghimpitnya.
"Neng diterima ya, bilang sama suaminya disuruh makan malam"
"Neng-"
Bruk
Tidak sengaja Dara terdorong sampai jatuh kelantai, para ibu-ibu yang akan menolongnya terhenti saat mendengar suara bentakan keras seorang pria.
"What did you guys do to my wife!!" Ellard berlari kearah Dara menatap khawatir wajah Dara.
(apa yang kalian lakukan pada istriku)
"Are you okay honey?" tanya Ellard cemas kemudian memeriksa setiap inchi tubuh istrinya.
(sayang kamu baik-baik saja?)
"Aku baik-baik saja sayang, sudah ya tidak enak dilihat orang lain" jawab Dara sambil melirik malu kearah segerombolan para ibu-ibu yang sedang melihat mereka.
Ellard juga mendongak menatap tajam kearah ibu-ibu membuat mereka salah tingkah.
"Eh.. em... sir-"
"Get out of here all of you!!" bentak Ellard keras membuat para ibu-ibu tersentak kaget. Dara yang mendengar itu tak kalah terkejut, ia langsung memegang lengan pria itu.
Para ibu-ibu langsung membubarkan diri saat melihat ekspresi marah diwajah Ellard. Pria itu memang tampan tapi jika sedang marah seperti itu ketampanannya berubah menjadi menyeramkan.
"Honey are you really okay?" tanya Ellard lagi dengan wajah khawatir.
(sayang apa kamu benar baik-baik saja?)
"Iya sayang, sudah ya" jawab Dara, kemudian wanita itu terpekik saat tubuhnya melayang digendong Ellard.
Ellard masuk kedalam kemudian menatap tajam kearah Killa yang sedang menatap kearah mereka berdua. Killa yang ditatap seperti itu langsung menundukkan kepalanya.
"Go away"
(pergi kau)
Killa langsung gelalapan kemudian berdiri dari duduknya, "A-aku pulang dulu ya Dara" ucap Killa kemudian langsung berlari keluar.
****
Jam menunjukan pukul sepuluh pagi, sepasang suami istri berjongkok disamping dua batu nisan sambil menaburi kelopak bunga.
"Ayah, ibu aku kembali" ucap Dara sambil menghapus air matanya.
"Aku kali ini tidak datang sendirian ibu, ayah" lanjutnya lagi kemudian menatap kearah Ellard.
Ellard tersenyum kemudian beralih menatap kearah batu nisan, entah Dara salah lihat atau bagaimana Ellard seperti sedang gugup saat ini.
Ellard berdehem pelan kemudian menghapus keringat di dahinya, sinar matahari menyoroti mereka berdua.
"Emm.....halo ayah dan ibu mertua, bolehkah aku mengambil putri kalian. Walaupun kalian tidak setuju tapi Dara sudah menjadi istriku sekarang" ucap Ellard membuat Dara menggelengkan kepalanya pelan.
"Dia Ellard ayah, suamiku" ucap Dara membuat Ellard menoleh kearahnya.
"Dia menjagaku dengan sangat baik, aku beruntung mendapatkan suami sepertinya. Seperti ayah yang sangat mencintai ibu, aku juga mendapatkan suami yang sangat mencintaiku seperti apa yang ayah katakan dulu. Ayah mengatakan jika aku harus bahagia kan? sekarang aku sudah bahagia ayah, terimakasih banyak atas pengorbanan kalian selama ini"
Ellard merengkuh tubuh Dara membawanya kedalam pelukannya,
Aku berjanji ayah ibu akan membuat putri kalian selalu bahagia. Karena dia adalah kehidupanku, aku akan menjaganya sebaik mungkin. Batin Ellard sambil mengelus kepala Dara.
Bersambung...
Next episode
"Dara....j-jangan membuatku takut"
"B-bangun sayang"
"D-dara...sayang bangun"
*****
Maaf lama banget upnya.....
Bukan nggak mau up tapi lagi bener-bener ada kesibukan yang nggak bisa ditinggalkan.
__ADS_1
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pembohong” (QS. An-Nahl [16]: 105)