Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Makan Malam


__ADS_3

Darren memberontak dari cekalan Mad dengan cepat merogoh saku jas pria itu dan mengambil pistolnya.


"AKU BENAR-BENAR TIDAK AKAN TINGGAL DIAM JIKA KAU BERNIAT MENGHANCURKAN PUTRAKU!"


DORR


Harry membuka matanya saat tidak merasa sakit sedikitpun dibagian tubuhnya. Ternyata Darren menembakkan pelurunya keudara, melihat itu Harry menghembuskan nafasnya lega. Ternyata anak itu masih waras pikirnya.


Dara menurunkan kedua tangannya yang ia gunakan untuk menutup telingannya. Dengan sedikit keberanian Dara memajukan kepalanya melihat apa yang terjadi diluar.


Dugg


Dara terhuyung kebelakang saat kepalanya menabrak dada bidang seseorang.


"Nona anda tidak mendengar perintah tuan?"


Dara melihat wajah Mad seperti sedang menahan amarah, biasanya pria itu sangat pandai menyembunyikan ekspresi wajahnya tapi entahlah dengan sekarang.


"Kalian temani nona Dara kekamar" nada suara Mad mendingin saat memerintah beberapa maid yang sedang mengerjakan tugas mereka disana.


"B-baik tuan"


"Nona apa yang anda dengar hari ini saya harap anda melupakannya" ucap Mad dengan nada memerintah.


"Sesuatu yang anda dengar ini adalah rahasia keluarga Walton. Saya percaya anda bisa menjaganya, jangan memberitahu Tuan muda. Orang-orang menutupi semua ini sudah dengan perhitungan yang matang dan untuk kebaikan Tuan muda sendiri" jelas Mad membuat Dara menatap manik pria itu.


"Anda juga sudah tau Tuan Mad?" balas Dara formal tidak seperti biasanya. Dara menatap pria itu dengan mata memerah.


"Cepat atau lambat Ellard juga akan tau ini hanya masalah waktu. Aku tidak bisa membayangkan akan sehancur apa Ellard saat tau dirinya dikelilingi orang-orang pembohong seperti kalian"


"Nona-"


"Saat kecil dia dibenci ayahnya, ditinggalkan ibunya dan apa ini? ternyata kakek yang Ellard puja adalah sumber masalahnya? anda yang akan berdiri disisinya juga ikut menyembunyikan hal besar darinya Mad?" tanya Dara tidak percaya.


Mad menatap datar Dara "Selagi itu baik bagi tuan muda saya tidak masalah" jawab Mad.


"Yang menurutmu itu baik belum tentu baik bagi orang lain"


"Saya sudah mengenal tuan muda sejak lama jika anda lupa Nona"


"Ya kamu benar. Tapi dengan menyembunyikan hal besar dari Ellard dan membiarkannya terkurung dalam ketidaktauan apa itu benar?"


"Membeberkan hal yang bisa membuat tuan muda terguncang adalah keputusan bodoh yang tidak akan pernah saya ambil" balas Mad datar.


"Mad kau akan membuat Ellard dekat dengan orang yang selama ini menghancurkan hidupnya. Bangkai tidak akan pernah tersimpan lama, semakin lama Ellard tau semakin hancur dirinya" ucap Dara dengan mata memerah.


Wanita berbadan dua itu berbalik kemudian meninggalkan Madrick yang masih berdiam diri disana.


Dara menghapus air matanya kasar saat didalam lift, membayangkan akan sehancur apa Ellard nanti membuat dada Dara bergemuruh. Suaminya memang pria kuat diluar tapi mereka tidak tau selemah apa Ellard selama ini dibalik layar.

__ADS_1


Kenapa harus kakeknya? Ellard menaruh kepercayaan penuh pada pria tua itu.


***


"Sayanggg" Ellard masuk kedalam kamar dengan kemeja yang sudah jauh dari kata rapi, bahkan jasnya sudah hilang entah kemana.


Melihat istrinya yang sedang berbaring membelakanginya dengan selimut sampai keleher membuat Ellard mengerutkan keningnya.


Ellard mendongak melihat jam dinding yang menunjukkan pukul setengah delapan malam.


"Sayang Adam bilang kamu belum makan camilan apapun setelah makan siang?" tanya pria itu sambil melonggarkan dasinya.


"Memang tidak lapar? kalau sakit bagaimana?"


Merangkak naik keranjang kemudian memeluk tubuh istrinya dari belakang, "Aku telpon juga tidak diangkat" ucap Ellard sedikit dengan nada merajuk.


"Sayanggg" rengek Ellard saat Dara tidak menggubris perkataannya. Pria itu tau jika istrinya belum tidur.


Sedangkan Dara mengambil nafas dalam kemudian membalikkan badannya hati-hati.


Merasa ada yang aneh dengan istrinya dengan cepat Ellard bangkit dari tidurnya menyalakan lampu kamar yang sebelumnya remang-remang.


"Kamu menangis?" tanya Ellard, nada suaranya sudah berubah menjadi sedikit menuntut jawaban.


Dara terdiam sebentar kemudian menggeleng "Aku hanya merindukanmu" jawab Dara kemudian mengecup bibir Ellard.


Ellard mematung menatap istrinya yang sedang menatapnya sambil tersenyum. Dara melihat pipi Ellard merona membuat wanita itu tertawa.


"Ell!" interupsi Dara saat Ellard memajukan wajahnya sambil melepas kancing kemejanya.


Ellard tiba-tiba ******* habis bibir Dara dengan durasi waktu yang lama membuat wanita itu was-was apalagi saat tangan Ellard mulai merajalela.


tok....tok...tok


"Sial!" umpat Ellard saat suara ketukan pintu menganggu tugas negaranya.


"Sud...ah Ell, buka pin..tunya" ucap Dara dengan nafas tersengal.


Ellard menjambak rambutnya sendiri sambil mengumpat kasar.


Ceklek


Oh sialan rasanya Ellard ingin menendang pria tua didepannya ini karena menggangu aktifitas yang sudah satu bulan ini tidak ia lakukan. Perlu diketahui Ellard tidak berani melakukan hubungan intim dengan Dara karena ucapan Lexa yang menakut-nakutinya. Dokter pribadi istrinya itu mengatakan,


"Aku tau kau pria gila tapi kontrol hasratmu sedikit saja. Tidak lihat jika istrimu selalu kelelahan karena kau? ingat Dara hamil muda kandungannya sangat rentan, paling tidak sadar diri jika badanmu sebesar gorila" itu ucapan Lexa yang membuat Ellard tidak berani menyentuh Dara sebulan yang lalu.


"Tuan muda" sapa Adam sedikit canggung, melihat tampilan kemeja tuannya yang berantakan ditambah kancing bajunya sudah lepas semua membuat pria tua itu sadar jika ia melakukan kesalahan karena datang diwaktu yang tidak tepat.


"Maaf menganggu waktunya tapi makan malam sudah siap dibawah. Nona Dara belum makan apapun setelah makan siang jadi-"

__ADS_1


"Ya Tuhan aku lupa" Ellard bergegas masuk kedalam kamar meninggalkan Adam yang sedang berdiri didepan pintu kamar.


"Sayang waktunya makan malam, jangan menunda makan. Kamu turun dulu kebawah aku mau mandi dulu" Ellard mencium keningnya Dara kemudian masuk kedalam kamar mandi.


Dara menarik nafasnya berat jujur saja dirinya malas untuk turun dan bertemu orang-orang dirumah ini. Bilang saja dia kurang ajar tapi itu memang benar.


Cukup lama Ellard didalam kamar mandi kemudian pintu itu terbuka. Ellard keluar dengan handuk melilit pinggangnya.


"Kenapa belum turun?! aku sudah bilang turun duluan jangan menunda makan Dara!"


"Aku mau bersamamu saja" jawab Dara membuat Ellard menghembuskan nafasnya kasar.


"Baiklah tunggu sebentar" dengan cepat pria itu masuk kedalam ruang ganti.


Tidak ada lima menit pintu itu kembali terbuka, Ellard keluar dengan kaos hitam polos dan celana putih selutut.


"Ayo sayang"


***


Ellard mengandeng tangan Dara sampai dimeja makan, pria itu mengerutkan keningnya saat kakeknya dan Darren duduk disatu meja. Pemandangan yang sangat langka yang bahkan baru kali ini Ellard lihat.


Walaupun Ellard tau mereka saling menatap tajam satu sama lain tapi ini membuat Ellard sedikit merasa bahagia. Akhirnya keluarganya bisa berkumpul disatu ruangan.


"Malam kakek" sapa Ellard kemudian menarik kursi untuk Dara.


"Malam juga cucuku sayang" balas Harry tersenyum.


Dara memilih diam saja mengacuhkan mereka bahkan ia enggan melirik Harry dan juga Mad yang berdiri tidak jauh dari meja makan.


"Kenapa sayang?" tanya Ellard menyadari jika istrinya tidak baik-baik saja.


Dara menggeleng, matanya melihat kearah Harry yang sedang memandangnya remeh.


"Dara bagaimana anak kalian?" tanya Darren, sekali dengar saja mereka tau nada bicara Darren tidak seperti biasanya. Pria tua itu seperti sedang menahan diri untuk tidak membuat kerusuhan.


"Bisakah kita makan dulu" potong Harry saat Dara akan membuka mulutnya untuk menjawab.


Dara tau kakek Ellard itu sangat tidak menyukainya, mendengar kebenaran yang mengejutkan tadi pagi membuat Dara hilang respect pada kakek tua itu.


"Semuanya baik Dad tinggal menunggu minggu depan kita akan tau jenis kelaminnya" jawab Dara mengacuhkan ucapan Harry.


Harry mencengkram garpu ditangannya melihat betapa berani tingkah wanita itu.


"Bagus kalau begitu" jawab Darren menganggukkan kepalanya.


"Makan Dara" ucap Ellard sedikit tidak menyukai tingkah Dara yang melawan ucapan kakeknya.


TBC......

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya!! akuu tungguuu....


__ADS_2