Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Amarah


__ADS_3

"Jadi tadi ayahnya Daddy Darren?" tanya Dara sambil mengelus kepala Ellard.


Ellard menduselkan wajahnya kedalam perut Dara merasakan tendangan anaknya diwajahnya sambil mengeratkan pelukannya.


"Iya"


"Kenapa tadi belum tidur? aku sudah bilang kan, jangan begadang" tanya Ellard.


"Aku hanya ingin makan pasta"


Ellard tiba-tiba bangun dari tidurnya "Sekarang masih ingin makan pasta?" tanya Pria itu cepat.


Dara menggeleng membuat pria itu menghembuskan nafasnya kasar.


"Padahal aku ingin membuatkannya untukmu" ucapnya lesu membuat Dara terkekeh.


"Sudah sekarang tidur ya" pinta Dara yang diangguki kepala Ellard.


"Malam sayang" Ellard mengecup bibir Dara kemudian mematikan lampu kamarnya.


***


"Sayang bangun! solat dulu"


"Sebentar Dara" ucap Ellard serak dengan mata tertutup sambil berpindah posisi tidurnya.


"Ell" panggil Dara dengan nada tertahan.


"Iya sayang iya" Ellard bangun dari tidurnya dengan malas berjalan kearah kamar mandi.


Saat melewati Dara pria itu mengecup bibir istrinya kemudian melanjutkan langkahnya.


Dara menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya, melipat spring bed kasurnya kemudian berjalan kearah jendela lalu menarik tali tirai besarnya.


Matahari masuk menyoroti kamar membuat Dara tersenyum melihatnya sambil mengelus perutnya yang membuncit. Akhir-akhir ini ia jadi sering tersenyum, entah karena apa kadang ia sangat merasa senang kadang juga merasa was-was. Ia merasa akan ada suatu hal besar terjadi kedepannya. Apapun itu ia berdoa semoga keluarganya tetap dalam lindungan Allah.


Tangan Ellard melingkar diperut Dara memeluk tubuh wanitanya dari belakang. Dara berbalik melihat Wajah Ellard yang terkena pantulan cahaya matahari. Pria itu masih memakai sarung dengan baju putih polos membungkus tubuhnya.


"Mau sarapan sekarang?" tanya Ellard dibalas gelengan kepala Dara.


"Ell kalau misalnya terjadi sesuatu kedep- emphh"


Ellard melu*at bibir Dara memberi gigitan kecil disana "Kamu tau kan aku tidak suka membahas hal itu" ucap Ellard dingin menandakan bahwa pria itu serius dengan ucapannya.


"Sayang-"


"Kita sarapan sekarang. Aku ada meeting pagi" Ellard meninggalkan Dara yang masih diam ditempatnya.


Ellard berjalan lebih dulu keluar dari dalam lift meninggalkan Dara yang mengembuskan napas kasar melihatnya.


Pria itu sudah berganti pakaian dengan jas berwarna abu, Ellard berjalan kearah meja makan sambil menenteng jas ditangannya.


"Pagi kakek" sapa Ellard pada seorang pria paruh baya yang sedang menyantap sarapannya.


"Pagi cucu kesayangan, kau ini lama sekali" balas kekek kemudian matanya melihat seorang wanita hamil yang berjalan mendekati mereka.


"Pagi kek" sapa Dara dibalas anggukan kepala Harry.

__ADS_1


Ellard duduk di kursinya tapi sebelum itu dirinya lebih dulu memundurkan kursi yang biasa dipakai Dara.


"Mau berangkat kekantor?" tanya Harry melihat kearah cucunya.


Ellard mengangguk menjawabnya karena mulutnya masih mengunyah makanan.


Salah satu pelayan meletakkan segelas susu kemeja makan. Harry yang melihat itu mengeser susunya mendekati Dara.


"Ibu hamil harus mengonsumsi susu bukan?" ucap Harry tersenyum.


"Itu-" ucapan Dara terhenti saat Ellard mengambil gelas susunya meneguknya hingga tandas.


"Dara alergi susu sapi" ucap Ellard cepat.


"Oh maaf kakek tidak tahu"


Dara mengangguk sambil tersenyum menanggapinya.


Lima belas menit acara sarapan pagi selesai Ellard berdiri dari duduknya diikuti Dara.


"Kapan peresmian pimpinan Walton bedrijf? " tanya Herry sambil mengelap mulutnya dengan sapu tangan.


"Besok malam" jawab Ellard membuat Harry menganggukkan kepalanya.


"Aku berangkat dulu kek" ucap Ellard kemudian berlalu meninggalkan meja makan.


***


"Sayang" Dara memegang lengan Ellard saat mereka sampai didepan mansion. Dara tau sejak tadi pria itu sengaja memelankan langkahnya agar ia tidak berlari mengejar Ellard.


"Maaf" ucap Dara sambil melihat Ellard yang sedang memalingkan mukanya kearah lain.


"Iya sayang"


Ellard menarik pelan kepala Dara dan memberinya kecupan dikening "Aku mencintaimu".


Dara mengangguk kemudian melambaikan tangannya saat mobil Ellard berjalan meninggalkan mansion.


"Kau sangat bahagia ya?"


Dara membalikkan badannya terkejut saat tiba-tiba mendengar suara berat dari belakang tubuhnya.


"Kakek"


"Pasti kau sangat senang kan? bisa menikahi cucuku. Kau beruntung sekali bisa dicintai pria gila itu. Aku heran tidak ayah tidak anak sama saja, mereka sama-sama membantah ucapanku"


Dara mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Harry, tidak mengerti apa yang dimaksud pria tua itu. Tapi apapun itu hatinya mengatakan jika kalimat itu bukan kalimat yang baik untuknya.


"Maaf kakek aku permisi masuk kedalam dulu"


"Kenapa? lagi pula kau tidak punya pekerjaan apapun. Apa nyaman menikmati hasil kerja keras cucuku selama ini? tiba-tiba saja menyandang gelar Walton dibelakang namamu pasti sebuah keberuntungan besar kan"


Dara menghentikan langkahnya menoleh menatap kearah Harry yang juga sedang memandangnya remeh.


"Seharusnya Violla yang ada diposisimu sekarang tapi lagi-lagi keturunan laki-lakiku memilih gadis yang tidak jelas asal-usulnya"


"AYAH!"

__ADS_1


Darren turun dari mobil berjalan tergesa menghampiri Dara. Mata gadis itu membola saat melihat mertuanya itu menggenggam senjata api ditangannya.


"Tenang tuan" Mad dengan cepat menahan tubuh Darren yang seperti orang kesetanan. Pria itu tidak lupa mengambil senjata api ditangan Darren kemudian memasukkan kedalam saku jas.


"Nona Dara melihatnya tuan" bisik Mad membuat Darren mau tidak mau menahan dirinya.


"Dara sebaiknya kamu masuk kamar" nada suara Darren tidak seperti biasanya. Pria itu dengan jelas menahan luapan-luapan amarah didalam dirinya.


"Nona" Mad menimpali membuat Dara sadar dari keterkejutannya kemudian mengangguk dan berbalik pergi dari sana.


Apa ini yang pernah dibilang Ellard jika dad Darren dan kakek memiliki masalah batin Dara.


Ah kenapa Dara bisa lupa jika kakek Ellard adalah pria arogan dan egois. Tiba-tiba cerita Ellard tentang paman Briand yang dipaksa menceraikan istrinya hanya karena tidak segera memiliki keturunan perempuan mampir dikepala Dara.


Tapi kenapa sifat kakek sangat beda jauh saat didepan Ellard? batin Dara lagi.


Wanita itu sibuk dengan pemikirannya bahkan tidak sadar jika ia memperlambat langkahnya.


"APA AYAH TIDAK PUAS SETELAH MEMBUNUH ISTRIKU!"


Degg


Teriakan ayah mertuanya itu membuat langkah Dara terhenti sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Ia tidak salah dengar bukan? kakek membunuh ibu Ellard? dia yang menyebabkan cucunya sendiri kekurangan kasih sayang seorang ibu?! pikir Dara tidak percaya.


Dara bimbang ingin tetap disana atau naik keatas. Dengan langkah hati-hati Dara berdiri dibalik pintu mencoba mendengar perdebatan ayah dan anak itu.


Maaf ya Allah batin Dara karena dirinya berniat menguping.


"Jangan coba-coba menyakiti istri Ellard atau aku tidak akan menahannya lagi kali ini"


Dara mendengar suara gelak tawa Harry yang terdengar mengejek ucapan Darren.


"Memang apa yang mau kau lakukan? tidak ingat jika anakmu berada dipihak ku?"


"Semua akan berbeda jika Ellard tau yang sebenarnya" ucap Darren geram.


"Kau ingin memberitahu jika aku yang menyebabkan istri kesayanganmu mati? kau pikir cucuku akan semudah itu percaya padamu? dia dari kecil bersamaku Darren" remeh Harry membuat amarah Darren meningkat.


"AKU MEMBENCIMU! SANGAT MEMBENCIMU! JIKA SAJA BUKAN KARENA KAU! HIDUPKU TIDAK AKAN HANCUR!"


"AKU BENAR-BENAR TIDAK AKAN TINGGAL DIAM JIKA KAU BERNIAT MENGHANCURKAN PUTRAKU!"


DORR


****


Assalamualaikum....


Masih stay di Dara Ellard? kalo iya siap-siap ******* nya akan muncul dibeberapa part kedepan. Dan buat fansnya Daminan, bocah itu juga bakal muncul lagi.


TERUS BACA CERITANYA YGY WALAU UP TIDAK MENENTU HEHE. But karena lagi panas-panasnya aku insyaallah bakal up secepatnya


Kalau aku Doble update part yang sebelumnya juga di like yaa bunda-bundaa.


Jangan diloncati gitu atuu

__ADS_1


TERIMAKASIH


Wassalamualaikum.....


__ADS_2