
"Jelaskan" ucap Mayang datar sambil melipat tangannya didada, saat ini ia sedang duduk berhadapan dengan Darren diruang kerja pria itu.
Nekat memang, ia tau hari ini adalah hari paling sensitif untuk pria didepannya ini. Tapi mau bagaimana lagi dirinya membutuhkan jawaban atas semua pertanyaannya.
Darren menghembuskan nafasnya kasar sambil menyenderkan punggungnya disofa dan memijit pelipisnya.
"Apa?" tanyanya balik membuat Mayang memelototkan matanya, wanita itu tidak yakin jika Darren tidak tau tujuannya mengajak bertemu.
"Siapa Dara? darimana gadis itu berasal? bagaimana bisa Ellard kenal dengannya? kapan mereka bertemu? lalu kenapa wajahnya?....." rentetan pertanyaan itu keluar dengan cepat dari mulut Mayang membuat kepala Darren rasanya ingin meledak, ia dari dulu paling tidak suka dengan wanita ini, cerewetnya melebihi bebek yang sedang mendapat makanan untung saja Mayang adalah sahabat baik mendiang istrinya membuat Darren mau tidak mau harus sabar menghadapinya.
"Jawab kenapa diam saja!" sentak Mayang membuat Darren menoleh menatap tajam wanita itu.
"Apa?! aku tidak takut hari ini denganmu karena rasa penasaranku jauh lebih tinggi dari itu." Jawabnya sombong, jika bukan rasa penasarannya yang lebih besar dari rasa takutnya ia yakin hanya dengan tatapan maut Darren bisa langsung membuatnya tremor setengah mati, tapi kali ini tidak karena ini menyangkut kehidupan, Ellard pria yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri.
Darren menghembuskan nafasnya kasar sebelum berbicara, "Dia Dara istri Ellard, pernikahan mereka sudah berlangsung beberapa bulan" Jawabnya.
"Ck bukan itu bodoh.....eh em m-maksudku aku sudah tau itu." ucap Mayang tergagap.
"Kau tadi tanya itu kan?" tanya Darren.
"Iya juga sih, baiklah satu pertanyaanku kenapa wajah Dara mirip Della? apa mereka memiliki hubungan? apa Ellard sudah tau jika wajah istrinya mirip dengan ibunya?"
"Satu apanya" Ucap Darren mendesah kesal.
"Aku tidak tau bagaimana mereka bisa mirip mungkin itu hanya kebetulan yang jelas Dara dan Della sama sekali tidak memiliki hubungan apapun. Aku tidak sebodoh itu menyetujui pernikahan putraku sendiri tanpa melihat latar belakang calon istrinya Dan terakhir, Ellard tidak tau jika wajah Dara mirip Della" jelasnya kemudian menarik nafasnya dalam dan menghembuskanya kasar.
Mayang membuka mulutnya saat mendengar penjelasan Darren, "J-jadi kau? apa sampai sekarang kau belum juga menunjukkan wajah Della pada Ellard?!" tiba-tiba Mayang kesal mendengar penjelasan terakhir dari Darren. Kenapa pria itu dari dulu tidak pernah mau menunjukkan foto Della pada Ellard? bukankah itu hak Ellard sebagai seorang putra untuk mengetahui bagaimana ibunya? pikir Mayang.
Ia sempat ingin menunjukkannya dulu tapi Darren langsung memberinya ancaman agar tutup mulut. Karena aura Darren yang selalu gelap membuatnya mau tidak mau harus menyetujuinya. Dengan aturan jika Darren suatu saat nanti juga harus berjanji untuk memberitahu bagaimana Della pada Ellard.
"Belum" jawab Darren datar seraya berdiri dari duduknya dan melangkah keluar.
"Apa!! sampai sekarang kau belum menunjukkannya?! Darren Ellard berhak-" ucapan Mayang terputus saat melihat netra biru itu menatapnya tajam tiba-tiba aura disekelilingnya menjadi mencekam. Bahkan ia bisa mendengar gemeletuk gigi Darren yang sedang menahan amarahnya.
"Jangan mencampuri urusan keluargaku" tekan Darren dengan aura intimidasi kemudian pria itu langsung keluar dari ruang kerjanya.
*****
Cklek
Dara keluar dari kamar melihat Ellard yang sedang duduk dikasur sambil memegang sebuah kotak yang sukses membuat tubuh Dara menegang.
"Ell i-tu-" ucap Dara ragu sambil berjalan pelan kearah Ellard yang masih memandangi kotak ditangannya.
"Hadiah untukku?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya.
Dara bingung mau menjawab apa sekarang, mengatakan jujur jika itu memang hadiah untuk suaminya? tapi Ellard terlihat tidak senang saat ia mengucapkan selamat ulangtahun padanya tadi juga perkataan Mad yang terngiang ditelinganya, jadi Dara bisa menyimpulkan jika Ellard tidak menyukai hari ulangtahunnya.
"Dara?" tanya Ellard sekali lagi saat tidak mendapat jawaban dari Dara, pria itu mendongak melihat istrinya sedang mengigit bibir bawahnya.
"I-tu, i-ya, maaf Ell aku lupa jik- arkh"
Teriak Dara saat tiba-tiba tubuhnya ditarik membuatnya jatuh kepelukan Ellard yang sedang tidur terlentang. Ellard memeluk erat tubuh Dara yang berada diatas tubuhnya, ia memberi gigitan kecil di leher Dara membuat wanita itu sedikit meringis.
"Buat apa meminta maaf? aku suka sayang" ucap Ellard kemudian ******* bibir Dara.
"Kau tau sayang? ini hadiah ulangtahun pertamaku" ucapnya setelah melepas ciuman mereja, ia tersenyum tanpa rasa bersalah saat melihat wajah merah Dara karena kekurangan oksigen.
Dara yang ingin marah langsung menguap begitu saja saat mendengar ucapan Ellard. Pertama? apa setidak peduli itukah mereka semua dengan Ellard?.
"Terimakasih dan jangan menangis aku tidak suka itu" ucap Ellard mengecup singkat kedua mata Dara kemudian salah satu tangannya terulur untuk mengambil kotak hadiah yang sebelumnya dua letakkan di samping ia berbaring.
"Jangan bergerak" ucap Ellard langsung mempererat pelukannya ditubuh Dara dengan satu tangan.
__ADS_1
"Tapi kamukan mau membuka itu" jawab Dara mencoba melepas tangan Ellard yang melingkar ditangannya. sebenarnya ia malu berdekatan dengan Ellard seperti ini apalagi posisinya sangat membuatnya canggung. Ingat dia ada diatas dan Ellard dibawah, bisa bayangkan?!.
"Diam Dara" ucapnya pelan tapi langsung membuat Dara mati kutu tidak berani melakukan apapun.
Salah satu tangan Ellard masih berusaha melepas tali pita yang berada diatas kotak. Saat talinya terlepas pria itu membuka kotaknya kemudian mengambil barang yang ada didalamnya.
Ellard melihat benda itu lebih dekat kemudian senyumnya terukir di bibirnya. Dara melihat reaksi pria itu seketika ia menjadi senang ternyata tidak rugi juga ia menghabiskan waktu seharian penuh hanya untuk merajut.
"Apa kamu yang membuatnya?" tanya Ellard masih melihat benda itu dari jarak dekat dengan satu tangan.
Dara bisa melihat mata Ellard yang berbinar cerah saat melihat hadiah darinya seketika itu hatinya langsung menghangat.
"Iya" jawab Dara membuat Ellard langsung mencium sebuah kupluk rajut berwarna hitam dengan tulisan Ell dibagian depannya.
"Terimakasih, ini sangat indah tapi aku minta tambah Al juga disini ya?" pinta Ellard menunjuk kupluk tepat disebelah nama Ell.
"Tapi-"
"Hanya itu saja ya"
"Baiklah" jawab Dara sambil menganggukkan kepalanya.
Ellard tersenyum sembari meletakkan kupluk itu sedikit jauh dari badannya. Kemudian senyuman itu digantikan dengan senyum miring andalannya membuat Dara mengeryitkan dahi binggung.
Ellard dengan senyumannya mulai membuka baju Dara membuat sang empunya terkejut.
"Ell-" ucap Dara was-was, perasaanya mulai tidak enak.
"Aku mau hadiah keduaku" ucapnya dengan suara serak membuat tubuh Dara merinding seketika.
****
Tiga minggu sudah terlewati hari-hari biasa mulai berjalan dengan normal. Darren bahkan sudah terbang kenegeri kincir angin bersama Mad untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan. Kenapa tidak Ken? memang benar kedua pria itu selalu saja terlihat bersama dan jarang sekali pergi terpisah.
Sebenarnya pekerjaan Ellard sudah hampir mencapai kata sempurna Ken disini tugasnya hanya mengawasi saja. Dan juga Darren lebih membutuhkan putranya Madrick yang memiliki otak licik yang pandai manipulasi dan cara mainnya yang terbilang cukup sadis.
Ken sebenarnya juga sama, hanya tingkat keganasan Mad lebih tinggi dibandingkan pria itu. Ken lebih unggul dalam menangani persoalan dalam perusahaan, pria tua itu sangat ulet dan teliti jika menyangkut Walton Bedrijf .
"Eughh, sayang" Dara menggeliat dalam tidurnya sambil mengucek matanya dengan tangan.
Matahari sudah cukup terik jam menunjukan pukul delapan pagi, untung saja mereka berdua sudah melaksanakan sholat subuh tadi.
Ellard langsung memeluk pinggang Dara erat sambil menyembunyikan wajahnya ditengkuk leher belakang wanita itu. Posisi Dara saat ini membelakangi Ellard, Dara mulai merasa tidak nyaman saat tangan Ellard menjalar nakal.
"Ell" tegur Dara tapi tidak membuat Ellard menghentikan aktivitasnya, tolonglah ini masih pagi, pikir Dara sambil menghela nafasnya.
Dara melepaskan tangan Ellard kemudian mencoba bangun dari tidurnya. Lagi-lagi tangan Ellard memeluk pinggangnya bahkan ini lebih erat dari sebelumnya membuat Dara sedikit merasa sesak.
"Ell lepas" Ucapnya sambil memukul-mukul tangan Ellard yang ada diperutnya.
"Gak mau" rengeknya mempererat pelukannya.
"Ellard, sa-sayang se-sek" ucap Dara terbata lalu melepas paksa pelukan Ellard kemudian mengambil udara disekitarnya dengan rakus, kali ini pelukan Ellard tadi benar-benar tidak main-main dan jangan pernah lupakan tangan pria itu yang berat dan juga besar menimpa badannya yang kecil ini.
Ellard dengan cepat membalikan badannya membelakangi Dara yang sedang duduk dipinggiran tempat tidur.
Dara hanya menghembuskan nafasnya pelan ia mengira Ellard pasti melanjutkan tidurnya kembali kedalam alam mimpi. Tapi suara isak tangis membuat Dara langsung menolehkan kepalanya cepat, ia melihat badan Ellard bergetar.
"Ehh...eh.. kenapa?" tanya Dara panik sambil menyeret paksa tubuh Ellard agar berbalik menghadapnya. Tapi sekuat apapun ia mencoba tubuh kecilnya ini tidak akan mampu menggerakkan tubuh Ellard yang sebesar gorila.
Dara langsung mengintip wajah Ellard dari atas, sedangkan Ellard langsung menelungkup kan wajahnya dibantal. Kemudian Dara memutari ranjang ingin melihat wajah Ellard, tapi sesaat ia sampai disamping ranjang Ellard langsung membalikkan badannya membuat Dara lagi-lagi menghela nafas.
Dara memutar otaknya agar Ellard mau menatapnya tanpa menyembunyikan wajahnya.
__ADS_1
"Jadi kamu tidak mau melihatku ya? ah baiklah kalau begitu aku pergi" ucap Dara sambil melangkahkan kakinya pelan.
Tangannya dengan cepat langsung di cekal tangan Ellard membuat Dara bisa melihat wajah pria itu. Hidung merah, bibir bergetar dan mata berkaca-kaca Dara bahkan sebelumnya sempat membelalakkan matanya saat melihat wajah Ellard yang baru kali ini ia lihat.
"J-jangan pergi" cicitnya pelan kemudian memeluk pinggang ramping Dara, posisi wanita itu masih berdiri.
Dara masih dalam mode terkejutnya kemudian membalas mengelus rambut Ellard.
"Kenapa?" tanya Dara halus, hari ini tingkah suaminya lucu sekali pikirnya terkekeh kecil saat mengingat wajah Ellard beberapa menit yang lalu.
"Dara lepas tangan Ell tadi" ucap Ellard kesal membuat badan Dara merinding saat ini, kali ini ia serius ada apa dengan suaminya?!.
"Ell apa kamu baik-baik saja?" tanya Dara seraya menempelkan punggung tangannya dikening Ellard.
"Tidak panas" ucap Dara kemudian memegang pipi Ellard dengan kedua tangannya.
"Ada apa?" ucapnya menatap lembut kearah Ellard.
"Gak tau, pusing kepala Ell sama mau-"
Humpp
Tiba-tiba Ellard turun tergesa dari ranjangnya kemudian berlari masuk kedalam kamar mandi dan mulai memuntahkan isi perutnya. Tapi yang keluar hanya cairan bening saja karena memang semalam ia malas makan karena moodnya buruk.
Huekk
Huekk
Huekk
"Hah....hah....hah..." Ellard mengatur nafasnya seperti sedang menyelesaikan lari maraton, ia menopang berat tubuhnya dengan kedua tangan ia tumpukan pada pinggiran wastafel.
"Ellard kenapa?!" tanya Dara panik apalagi melihat wajah Ellard yang pucat pasi.
Ellard langsung memeluk tubuh Dara erat aroma wanita ini memang bisa membuatnya tenang. Perlahan air matanya mulai turun membasahi pipinya karena kepalanya seperti berputar-putar dan perutnya seakan diobrak-abrik isinya.
"Masuk angin ya?" tanya Dara sambil mengelus punggung Ellard.
"Mungkin" jawab Ellard dengan suara serak.
"Aku panggil paman Nike ya?"
Ellard menggeleng cepat, "Gamau, mau tidur dipeluk Dara" jawabnya.
"Tapi harus diobati sayan-"
"Mau tidur sama Dara" jawabnya lagi bahkan sebelum Dara menyelesaikan ucapannya. Mau tidak mau membuatnya menuruti kemauan Ellard, untung saja hari ini akhir pekan membuat pria itu bisa beristirahat dengan nyaman tanpa gangguan.
Bersambung......
Jauhi sifat iri......
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nisa ayat 32)
________
Makasih aku bener-benar mau bilang terimakasih buat semua orang yang dukung aku, kasih semangat buat otor, makasih banyak..... you are the best inspiration......
**Karena ternyata banyak komen yang positif insya Allah autor bakalan lanjut cerita ini tapi maaf ya kalau belum bisa tiap hari ya bunda-bunda dan teman-teman.
Terimakasih banyak sekali lagi sudah mau membaca cerita ini....
Kalian yang terbaik tetap semangat dan jaga kesehatan ya.... jangan sampai sakit.
__ADS_1
Salam hangat dari **blursky....