Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Kambuh?


__ADS_3

Jam menunjukan pukul delapan pagi tapi sepasang suami istri masih nyaman berpelukan saling menyalurkan kehangatan. Perlahan mata bulat itu mengerjap pelan, Dara menguap lebar kemudian menutup mulutnya saat melihat wajah damai Ellard yang masih setia bergelut dalam mimpinya.


Dia sangat tampan. Batin Dara tersenyum kecil lalu mencoba menyingkirkan tangan Ellard yang melingkar di pinggangnya.


Saat badan mungil itu berhasil menyingkirkan tangan besar yang menimpa perutnya ia langsung tersenyum lega dan bangun dari tidurnya. Ellard tidak terganggu dengan tindakan Dara sepertinya pria itu kelelahan karena hampir semalaman dia menyelesaikan pekerjaannya.


Dara mengambil kimono pink didalam lemari dan memakainya, wanita itu berjalan kearah kamar mandi.


***


Dara keluar dari dalam kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Kemudian ia melangkah mendekati meja rias. Perlahan Dara mengeringkan rambutnya dengan hairdryer. Saat merasa rambutnya cukup kering Dara mematikan hairdryernya kemudian menengok kearah Ellard yang masih terlelap dalam tidurnya.


Wanita itu mengerutkan keningnya saat melihat kearah jam dinding, Ellard belum bangun? pikirnya merasa aneh. Ya mungkin Ellard kelelahan tapi pria itu biasanya akan bangun saat Dara tidak ada disisinya.


Dara berjalan perlahan kearah tempat tidur mendekati Ellard, dan benar saja Ellard tidak terganggu dengan tindakannya. Wanita itu menempelkan punggung tangannya dikening Ellard berniat mengecek kondisi pria itu.


Tidak panas. Batinnya kemudian melihat wajah Ellard, kening pria itu berkeringat membuat Dara binggung padahal suhu diluar cukup dingin dan AC dikamar ini juga menyala tapi kenapa Ellard berkeringat pikir Dara.


Kebingungan Dara berubah menjadi kekhawatiran saat melihat lekat wajah Ellard dan menyadari jika bibir pria itu sedikit membiru dan nafasnya yang sedikit berat.


"Ell." Ucap Dara pelan mencoba membangunkan Ellard, didalam hatinya dia berdoa semoga pria ini baik-baik saja.


"Ellard."


"Sayang."


"Ell." Panggilan keempat tidak ada gerakan dari pria ini membuat Dara semakin panik.


"Sayang, Ellard." Dara mengeraskan suaranya sambil memberi tepukan dilengan pria itu.


Terdengar erangan kecil dari mulut Ellard, dengan mata masih terpejam Ellard melentangkan tubuhnya dan Dara bisa melihat dada pria itu naik turun dengan cepat.


"Ell!." Panggil Dara dengan suara panik membuat Ellard membuka matanya perlahan.


"Sayang." Sapa Ellard dengan suara pelan kemudian memejamkan matanya sebentar.


"Ell apa kamu baik-baik saja?." Tanya Dara takut.


"Memang aku kenapa? aku baik-baik saja sayang." Ucap Ellard pelan dengan suara seraknya kemudian menarik tengkuk Dara dan mengecup bibir wanita itu singkat.


Dan itu membuat Dara bingung biasanya pria ini akan mencium, melu**t dan bahkan mengigit bibirnya tapi ini?.


"Dara bisa ambilkan aku air di bawah?." Ucap Ellard pelan sambil memejamkan matanya erat.


Dara menoleh kearah meja melihat satu teko kosong disana, "Aku hubungi pelayan saja ya Ell, sepertinya kamu kurang sehat hari ini." Jawabnya, Dara tidak berani meninggalkan Ellard sendiri saat merasa ada yang salah dengan pria itu.


"Tidak, aku ingin kamu yang mengambilkannya."


"Tapi-."


"Dara." Ucapnya membuat Dara tidak bisa menolak permintaan pria itu.


"Baiklah, kamu tunggu sebentar ya." Jawab Dara mendapat anggukan kepala Ellard yang masih memejamkan matanya.


Dara turun dari tempat tidurnya lalu mengambil jilbab instan diatas sofa kemudian memakainya.


Dara menutup pelan pintu kamarnya kemudian berjalan cepat kearah lift.


Sedangkan didalam kamar, Ellard langsung mencengkram dada kirinya dengan nafas tersengal pria itu mencoba bangun dari tidurnya.


Sialan. Batinnya sambil membuka laci nakas disamping tempat tidurnya dengan tangan gemetar.


Saat menemukan apa yang dicarinya Ellard langsung membuka botol itu dan mengambil satu pil dari dalamnya. Dengan wajah bercucuran keringat Ellard langsung menelan pil pahit itu tanpa mengunakan air membuat kerongkongannya merasakan pahit yang tertinggal dari obat yang baru saja ditelannya.

__ADS_1


Ellard menyenderkan tubuhnya disenderan tempat tidur denagan nafasnya yang masih berat pria itu menatap kosong kedepan dengan tangan masih memegang erat sebotol obat bertuliskan BETABLOK.


Benar, itu obat untuk jantungnya sejak kejadian penculikan Dara waktu itu jantungnya semakin sering merasakan sakit yang luar biasa. Sakit yang pernah dia rasakan saat dirinya masih kecil tapi kali ini rasanya berkali lipat dari sebelumnya. Satu hal yang terlintas dipikiran Ellard, mungkin penyakit jantungnya kambuh lagi?.


Waktu kecil Ellard tidak pernah tau jika rasa sakit yang selalu membuatnya kesusahan beraktivitas itu datang dari jantungnya. Adam dan kakeknya selalu mengatakan jika dirinya hanya kelelahan, ternyata ia sebodoh itu ya dulu? pikirnya sambil tergelak.


Ellard menatap sebotol pil ditangannya, dirinya membeli obat ini di apotek. Waktu pertama kali jantungnya sakit ia masih berada didalam kantor, dirinya menahan sekuat tenaganya. Dan karena kejadian itu ia ingat nama obat yang digenggam Adam. Sebelum membelinya Ellard lebih dulu konsultasi dengan dokter dan meminta resep obatnya, tentu saja pria itu memilih rumah sakit yang tidak berdiri dibawah naungan Walton Bedrijf.


Sampai sekarang Ellard bahkan belum berani membuka hasil tes darah dari rumah sakit, surat itu masih tersimpan rapi didalam meja kerjanya. Memikirkan jika ia memiliki masalah dengan jantungnya membuat ia takut, takut jika dirinya tidak bisa menjaga Dara dan tidak bisa bersama wanita yang ia cintai. Biarkan saja semuanya mengalir seperti air, lagi pula dengan meminum obat itu juga rasa sakitnya berkurang jadi dirinya menyimpulkan jika itu bukanlah masalah besar.


Ellard memejamkan matanya erat untuk menahan rasa nyeri yang ada di dadanya. Pria itu langsung menyimpan obatnya cepat dilaci dan menguncinya saat mendengar suara pintu terbuka.


"Ell ini minumnya." Ucap Dara sambil duduk ditepi tempat tidur dan memberikan segelas air putih yang langsung diterima pria itu.


Ellard meneguk cepat air itu sampai kandas kemudian meletakkan gelasnya diatas nakas.


"Kenapa?." Tanya Ellard sambil tertawa kecil saat melihat raut wajah cemas Dara.


"Sayang apa kamu sakit?." Tanya Dara khawatir.


"Tidak, aku baik-baik saja Dara sungguh!." Ucapnya yakin sambil memeluk pinggang Dara dan memasukan wajahnya kedalam cengkuk leher Dara.


"Benarkah?." Tanyanya sekali lagi dirinya tidak percaya dengan jawaban Ellard, ia jelas melihat jika bibir Ellard membiru dan nafasnya naik turun dengan cepat tapi pria ini masih mengatakan jika dirinya baik-baik saja.


"Benar sayang."


"Dara tahun depan aku akan mulai berkerja mengantikan posisi Darren dan kau juga sudah mulai berkuliah jadi kita harus mengunakan waktu yang tersisa sebaik mungkin. Jadi libur akhir tahun ini apa yang ingin kau lakukan?." Tanya Ellard mengalihkan pembicaraan.


Dara terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan Ellard dirinya masih terlihat cemas dengan kondisi pria itu apalagi saat merasakan kaos belakang Ellard basah karena keringatnya.


"Dara!."


"Eh i-iya."


"Kau ingin melakukan apa?."


"Baiklah, kita akan berlibur setelah pesta kelulusan sekolah." Ucap Ellard sambil melepaskan pelukannya.


"Pesta kelulusan sekolah?." Tanya Dara terkejut.


"Ya, HIS selalu mengadakan pesta kelulusan setiap tahunnya untuk merayakan kelulusan muridnya." Jelas Ellard.


"Kapan itu sayang?." Tanya Dara antusias, dirinya baru tau jika HIS benar-benar sangat yang sangat menakjubkan.


"Lusa." Jawabnya singkat membuat senyuman indah terbit dibibir Dara.


"Tapi aku tidak berniat membawamu kesana karena aku juga tidak akan datang." Ucapnya membuat senyuman Dara pudar.


"Kenapa?." Tanya Dara kecewa.


"Itu hanya pesta biasa yang akan dihadiri banyak orang." Jelasnya.


"Baiklah." Jawabnya sambil menghembuskan nafasnya pelan.


"Apa kau benar-benar ingin datang kesana?." Tanya Ellard sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Mungkin iya." Jawabnya pelan membuat Ellard menghembuskan nafasnya kasar.


"Kenapa? apa karena tuan muda Atletico itu?."


"Ellard!." Ucap Dara tidak terima, kenapa pria ini menyimpulkan sesuka hatinya? pikir Dara kesal.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Thisa lagi pula setelah pesta itu entah kapan lagi aku bisa bertemu dengannya." Jelas Dara membuat Ellard menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Siapa Tessa?." Tanyanya.


"Thisa sayang, dia temanku yang waktu itu berkenalan denganmu dikantin sekolah." Jelas Dara gemas.


"Ah gadis yang terpesona dengan ketampanan ku itu." Ucapnya percaya diri sambil menganggukkan kepalanya membuat Dara bergidik mendengarnya.


Dia memang tampan tapi jika memuji dirinya sendiri, bukannya itu sombong?. Batin Dara.


"Baiklah, kita akan datang kesana." Ucap Ellard membuat Dara memekik kegirangan tapi setelahnya wanita itu mengerutkan keningnya sendiri saat melihat Ellard menarik salah satu sudut bibirnya keatas, sepertinya pria itu sedang merencanakan sesuatu.


Baiklah ayo kita datang kesana dan mengatakan berita besar kepada semuanya jika kau sudah menjadi milikku. Batin Ellard tersenyum tipis membuat Dara berpikir keras apa rencana pria itu lagi.


***


Ellard dan Dara berjalan kearah pintu kamar, setelah Ellard mandi dan berganti pakaian dengan kaos biasa dan celana dibawah lutut. Dara mengajaknya untuk turun kebawah, Ellard yang semulanya malas dan ingin tetap berada dikamar langsung menuruti kemauan Dara saat wanita itu ingin turun sendirian.


"Kau itu mau kemana?." Tanyanya kesal sambil melihat kearah Dara yang sedang memegang handle pintu.


"Dari pada menghabiskan hari libur dikamar lebih baik kita keluar dan melihat pemandangan yang lainnya sayang." Jelas Dara, tentu saja itu hanya sebuah alasan. Wanita itu jelas tau jika mereka berdua hanya berduaan dikamar seharian maka akan berakibat seperti apa nanti.


"Lebih baik membuat baby dari pada keluyuran tidak jelas." Ucapnya malas.


"Cuaca dingin sekali, aku mungkin bisa tahan jika kita membuat Ellard junior sampai malam." Ucapnya membuat Dara bergidik ngeri saat membayangkannya.


Itu sama saja membunuhku, setelah melakukan hal itu mungkin akan ada berita besar yang beredar 'SUAMI PUAS ISTRI TEWAS'." Dara menggelengkan kepalanya cepat kemudian dirinya menarik handle pintu.


Dara langsung terkejut dan memundurkan tubuhnya kebelakang sampai menabrak dada bidang Ellard saat melihat lelaki jangkung berdiri tepat didepan pintu kamarnya.


"Maafkan saya nona." Ucap Mad sambil menundukkan kepalanya.


"Kau tidak apa-apa sayang?." Tanya Ellard khawatir saat melihat Dara sedang mengatur nafasnya.


"Kau gila ya! mau mati?." Ucap Ellard keras membuat Dara tersadar dari lamunannya dan melihat Ellard yang hampir saja memukul wajah Madrick.


"Sayang! aku baik-baik saja, aku hanya terkejut tadi." Ucap Dara sambil memegang lengan Ellard.


"Saya minta maaf tuan muda dan nona, saya tidak tau jika anda akan keluar kamar." Ucap Mad masih menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa, emm-." Ucap Dara lalu melihat kearah Ellard binggung untuk memanggil Mad dengan sebutan apa.


"Panggil saja Mad." Ucap Ellard saat tau apa yang dipikirkan wanitanya, pria itu melingkarkan tangannya di pinggang Dara.


"Tidak apa-apa M-mad." Ucap Dara pelan.


"Ada apa kau kemari?." Tanya Ellard sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Saya hanya memastikan Anda baik-baik saja tuan." Jawab Mad.


Madrick tadi mendengar dari Adam jika Dara turun kebawah untuk mengambilkan air minum untuk Ellard dan itu membuatnya cemas jika ada apa-apa dengan Ellard. Karena pria itu tidak pernah meminta sesuatu kepada istrinya apalagi hanya untuk segelas air putih. Untuk apa mempunyai banyak pelayan disini? dan telepon dikamarnya jika harus memerintah istrinya hanya dengan hal kecil pikir Madrick.


"Aku baik-baik saja, kau ini kenapa? sepertinya kau butuh waktu untuk berlibur agar pikiranmu itu jernih." Ucap Ellard, dirinya sekuat tenaga menyembunyikan ekspresinya agar tidak dapat dibaca Mad. Pria datar satu itu benar-benar pintar membaca dari tatapan mata.


"Baik tuan muda saya salah, saya minta maaf." Jawab Mad menundukkan setengah badannya, dirinya yakin jika perkiraannya tidak salah pasti ada sesuatu dengan tuan mudanya ini. Lagi pula dari dulu ia tidak pernah salah memperkirakan dan menebak sesuatu.


"Sekarang pergilah." Ucap Ellard membuat Mad menundukkan kepalanya.


"Saya permisi tuan muda." Mad langsung pergi dari hadapan Ellard saat melihat pria itu menganggukkan kepalanya.


Bersambung....


"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar."


(Q.S Al-Baqarah: 153)

__ADS_1


...Masalah bukan untuk dihadapi dengan kasar...


...Tapi disikapi dengan sabar....


__ADS_2