
Assalamualaikum readers.
Maaf ya, chapter sebelumnya banyak typo-nya maklum buatnya sambil merem2 hihi.
"Maafkan aku."
Apa Ellard bakal melakukan dosa besar itu hari ini?
Lanjut baca....
Wassalamualaikum...
...----------------...
Maaf 17+ ya!!
Back to story, chapter 55 (Jullie)
......................
"Iya sayang ini aku." Jawab Violla membuat Ellard menggelengkan kepalanya cepat.
"Pergilah!!." Sentak Ellard sambil mendorong tubuh Violla sampai terhuyung kebelakang, pria itu memanfaatkan situasi untuk keluar.
"Ellard!!." Teriak Violla saat Ellard melangkah keluar ruangan, sial sekali ia tidak bisa mencegah Ellard karena kakinya berdenyut nyeri tidak bisa lagi dipaksakan untuk berjalan.
"Ellard!!." Teriak Violla dengan nada frustasi sambil menjambak rambutnya sendiri.
Dilain sisi Ellard berjalan pelan sambil memegang dinding untuk penopangnya. Nafasnya memburu, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, ia harus segera menyalurkan hasratnya dan dirinya membutuhkan Dara!.
Sayang, help me! I can not stand!. Batinnya sambil terus berjalan sambil menajamkan pandangannya yang mulai kabur.
Jangan sampai ada wanita lain lewat disini karena Ellard yakin jika ia tidak akan tahan. Sepertinya obat perangsang yang diberikan ini dalam dosis yang tinggi membuatnya tidak bisa menahan lebih lama lagi.
Bruk
Tubuh Ellard limbung kemudian jatuh kelantai, tubuhnya bersender didinding dengan pakaian berantakan dan nafas tidak beraturan Ellard mencoba mencari ponsel disaku celananya. Sialan ternyata ponselnya ada didompet Dara, pikir Ellard sambil menjambak rambutnya. Ellard merasa hawa panas semakin menjalar ditubuhnya membuat pria itu membuka satu persatu kancing baju yang ia kenakan.
Oh shitt aku benar-benar tidak tahan. Batinnya sambil terus membuka kancing bajunya.
"Ellard!." Teriak seorang wanita sambil berlari kearahnya.
Dengan pandangan kabur Ellard bisa melihat seseorang yang ia tunggu dan butuhkan sedang berlari mendekat kearahnya dengan seorang pria mengikuti dibelakang wanita itu.
"Kamu kenapa Ell-."
Ellard langsung mencium kasar bibir Dara dengan durasi waktu yang lama. Pria yang datang dengan Dara langsung mengalihkan pandangannya kearah lain.
Sabar Lay, bos Ell memang tidak punya malu. Batinnya kesal.
Nafas Dara tersengal saat Ellard melepaskan ciumannya, setelah dirasa cukup Ellard dengan cepat langsung menerjang kembali bibir Dara membuat Lay yang melihatnya kembali melebarkan matanya kemudian menggeleng pelan.
"Help me Dara! I need you."
(tolong aku Dara, aku membutuhkanmu). Ucapnya sambil memegang pipi Dara.
Ucapan itu sukses membuat Lay dan Dara saling memandang, sepertinya mereka berdua tau apa yang terjadi dengan Ellard.
Hening
"Jangan disini ya Ell, kita pulang sekarang." Ucap Dara mencoba membantu Ellard berdiri tapi tetap tidak ada pergerakan dari pria itu.
"I can not take it anymore."
(aku tidak kuat lagi.)
"Sabar ya sayang, tahan sebentar." Ucap Dara lalu menatap kearah Lay meminta bantuan pria itu untuk memapah Ellard keluar.
Lay dengan cepat langsung mengajak Ellard berdiri dan memapah tubuh besar pria itu.
"Aku tidak tahan." Ucapnya disela-sela Lay memapahnya keluar.
"Sabar bos, ini bukan tempatnya." Ucap Lay.
"Lay." Panggil Ellard pelan membuat Lay menoleh kearahnya, wajah mereka berdua bertemu.
"Apa bos?."
"Ternyata kau tampan juga." Ucap Ellard sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
"A-apa maksudmu b-bos?!." Tanya Lay merinding, dia mulai merasa curiga pada bosnya ini.
"Lay aku suka bentuk wajahmu." Ucapnya sambil mengangkat tangannya menyentuh wajah Lay.
"Boss!!."
"Lay rambutmu juga wangi sekali." Ucap Ellard sambil menghirup aroma sampo dikepala Arlay.
"Bos jangan begini." Ucap pria itu menjauhkan kepalanya yang hampir saja dicium Ellard.
"Dadamu juga lebar sekali, apalagi bibirmu itu sedikit hitam sih tapi sepertinya nikmat."
"Bu bos!!." Teriak Lay membuat Dara menoleh kebelakang, wanita itu sedang memastikan jalan belakang sepi agar mereka bisa lewat dengan tenang. Akan rumit masalahnya jika Ellard sampai terlihat kacau seperti ini dihadapan banyak orang.
"Lay kecilkan suaramu." Ucap Dara sambil berbisik.
"Bu bos tolong aku." Ucapnya lirih dan menatap melas pada Dara namun tidak dipedulikan oleh wanita itu.
Jari-jari Ellard menyentuh rahang Lay kemudian merambat menuju bibirnya.
"Boss ku mohon!, kau sangat mengerikan hari ini." Ucap Lay menjauhkan wajahnya yang diraba pria itu.
"Kenapa bibirmu menggoda sekali."
"Tidak!! emmpp." Teriak Lay kemudian melipat bibirnya kedalam.
"Lay-."
Ellard mendekatkan wajahnya ke wajah Lay membuat sang empunya menggelengkan kepalanya cepat.
"BOSS SADARR!, AKU SATU SPESIES DENGANMU!." Teriak Lay, untung saja mereka sudah berada diluar parkiran belakang gedung.
"Bu bos tolong aku." Ucap Lay memelas sambil menggalingkan wajahnya menghindari wajah Ellard yang semakin mendekat.
"Astagfirullah." Dara terkejut melihat tingkah suaminya, ia hanya menatap miris kearah Lay karena dirinya juga tidak tau harus berbuat apa. Jika ia mengantikan posisi Lay bukankah itu lebih berbahaya?.
"Bu bos dimana mobilnya!." Ucap Lay menyadarkan Dara.
"Aku lupa Lay, Ellard tadi parkir didepan lobi." Jawab Dara meringis saat melihat Ellard menciumi telapak tangan Lay yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya.
"Sayang." Panggil Dara pelan
"Dara aku tidak tahan lagi." Ucap Ellard menatap wajah Dara dengan mata berkaca-kaca membuat Dara semakin merasa cemas dan bingung.
"Bagaimana ini Lay?!." Tanya Dara panik, membuat Lay ikut berpikir keras untung saja Ellard tidak kumat menciuminya. Pria itu saat ini sedang menjambak rambutnya sendiri untuk menahan gairahnya yang semakin membara.
"Kau apa kamu bawa mobil?!." Tanya Dara semakin kasihan melihat suaminya, pria itu lebih terlihat seperti orang depresi.
"Aku membawanya, tapi-." Ucapnya menggantung ragu untuk melanjutkan bicaranya.
"Dimana Lay?! kita sudah tidak punya waktu lagi!."
"Ada disini bu bos, aku parkir dibelakang gedung." Lanjut Lay membuat Dara langsung bernafas lega.
"Dimana Lay? yang mana mobilnya?."
"Tapi Bu bos-."
"Lay kita harus cepat, kasihan Ellard." Ucap Dara khawatir melihat wajah Ellard yang sudah sangat memerah, bahkan urat lehernya sampai terlihat jelas.
"Yang merah Bu bos."
"Ini kuncinya." Lanjut Lay menyerahkan kunci mobilnya pada Dara, sebenarnya ia tidak ikhlas tapi mau bagaimana lagi? ini juga demi melindungi keperjakaannya pikir Lay sambil melihat kearah Ellard.
****
Dara menatap tidak percaya kearah mobil didepannya,
"Perkenalkan dia Jullie ku." Ucap Lay mengelus sebentar mobilnya kemudian kembali mengurus Ellard yang muali hilang kendali lagi.
Ternyata hal baru yang baru diketahui banyak orang jika Arlay adalah pecinta barang-barang antik, khususnya mobil. Didepan mata Dara sekarang ada mobil berwarna merah menyala, yang menurutnya sudah ketinggalan jaman.
"Bu bos buka pintunya, bos Ell sudah diluar batas wajar!."
Dara dengan cepat membuka handle mobil itu, menariknya sekuat tenaga tapi tidak bisa.
"Ini bagaimana!.' Ucap Dara panik, kenapa harus rusak disaat seperti ini? pikirnya.
"Ah maaf Bu bos Jullie harus dibuka secara manual." Ucap Lay menunjuk kunci yang dipegang Dara dengan dagunya.
__ADS_1
Dara mengangguk mengerti kemudian memasukkan kunci mobil dan memutarnya.
Klek
Pintu mobil antik itu langsung terbuka, dengan cepat Dara membuka pintunya lebar.
Lay memapah Ellard masuk kedalam mobil, kemudian bernafas lega saat Ellard berhasil masuk kedalam.
"Bu bos sekarang giliran mu." ucapnya dianggukki oleh Dara, wanita itu melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil.
Baru saja masuk kedalam dirinya langsung diterjang ciuman kasar oleh Ellard, pria itu sudah hilang kendali.
***
"Lay apa tidak bisa lebih cepat?." Tanya Dara panik apalagi Ellard mulai mencoba membuka bajunya.
Mobil yang ia tumpangi benar-benar berjalan lambat seperti keong membuat wanita itu gemas tidak sabar.
"Bu bos ini sudah kecepatan paling tinggi, Jullie tidak pernah dibawa secepat ini sebelumnya." Ucap Lay sambil menginjak pedal gasnya dalam tapi tetap saja kecepatannya tidak berubah sama sekali bahkan sudah ada suara dari belakang kenalpot.
"Arghhh aku sudah tidak kuat lagi!!." Teriak Ellard mengejutkan Lay dan Dara apalagi mereka melihat pria itu hampir membuka resleting celananya.
"Ell!!."
"BOSS ELL! JANGAN DISINI PLEASE!."
Ellard tidak mendengarkan perkataan mereka berdua pria itu benar-benar sudah tidak sadar dengan apa yang dilakukannya.
Lay spontan menghentikan laju kendaraannya ia melepas sabeltnya berniat turun dari dalam mobil.
"Lay kau mau kemana?." Tanya Dara sambil mempertahankan pakaiannya.
"Bu bos aku bisa gila jika terus didalam, aku sudah melihat sesuatu yang seharusnya tidak ku lihat. Sekarang Bu bos harus memuaskan bos Ell." Ucap Lay lalu mencet tombol disamping setirnya.
Seketika kaca langsung berubah menjadi gelap tidak terlihat dari luar maupun dalam. Lay buru-buru keluar dari dalam mobil saat mendengar suara bos nya yang membuatnya ambigu.
Malam gelap dengan udara luar yang sangat dingin ditemani rintikan salju turun membuat penderitaan Lay terasa sangat sempurna. Pria itu diluar mobilnya sedang berjongkok dan melipat kedua tangannya mencari setitik kehangatan.
Sang pemilik mobil terdampar diluar dengan gelapnya malam dan juga dinginnya salju, sedangkan didalam mobilnya kedua orang sedang berbagi kehangatan membuatnya mengumpat banyak sekali hewan dari kebun binatang.
Sialan kenapa nasibku seburuk ini? Jullie maafkan aku, kau jadi harus berkorban menjadi tempat pemuasan *****. Damn! aku tidak ikhlas sekali rasanya! kekasihku sudah ternodai!. Batin Lay dengan bibir bergetar menahan hawa dingin yang menembus sampai keparu-parunya.
Rasanya hari ini pipiku juga sudah tidak perjaka. Batinnya sambil menyentuh wajahnya sendiri.
Ya memang wajahnya yang tampan rupawan ini meninggalkan banyak sekali bekas kecupan dari berbagai wanita. Tapi menurutnya itu adalah hanya hal biasa bukan yang seperti ini, walaupun hanya menyentuh wajah tapi tetap saja dia disentuh oleh seorang batang! yang sama dengannya. Pikir Lay sambil menganggukkan kepalanya berkali-kali melawan hawa dingin menyetujui pemikiranya sendiri
"........"
"......."
Sialan!! kenapa suara yang itu yang harus aku dengar!!. Teriak Lay frustasi dalam hati.
Baru tiga puluh menit Lay berdiri diluar mobilnya sambil meniup-niup tangannya sendiri berharap mendapat sedikit kehangatan tetapi nihil. Ia tetap merasakan hawa dingin mulai menggerogoti tulang-tulangnya.
Apa mereka akan melakukan itu sampai pagi? dan membiarkanku mati sendirian disini?.
*****
"Maaf." Ucap Ellard pelan melihat wajah Dara yang pucat karena kelelahan.
Ia benar-benar bermain kasar kali ini apalagi media tempat mainnya sangat sempit dan jangan lupakan kursinya yang keras.
Karena mobil ini interiornya 92% terbuat dari bahan asli tanpa modifikasi, mungkin hanya kaca gelap dan beberapa lainya yang sengaja Lay ganti untuk melindungi keprivasiannya.
Ellard kembali melihat wajah damai Dara, badan pria itu dipenuhi luka cakar, Dara pasti sangat kesakitan tadi pikirnya merasa bersalah.
"Maaf sayang."
"Maafkan aku."
"Maaf dan terimakasih Dara." Ellard mencium rambut Dara, setelah tiga jam menyalurkan hasratnya Dara langsung pingsan karena kelelahan mengingat cara main Ellard yang sangat brutal lihat ada berapa bekas merah dileher Dara yang dibuat pria itu.
Sedangkan Lay? pria malang itu sudah pulang mengunakan taksi dari dua jam yang lalu. Pria itu mencegat taksi yang seharusnya sudah lewat dari jam kerja biasanya. Awalnya supir taksi itu menolak tapi saat Lay menawarkan untuk membayar lima kali dari biasanya sopir taksi itu langsung mau.
Bersambung....
Banyak masalah? rasa ingin menyerah? jangan! masa depanmu masih panjang.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". QS. Al-Baqarah ayat 286
__ADS_1