Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Rasa?


__ADS_3

Dara sama sekali tidak terusik dari tidurnya tapi samar-samar ia merasakan seseorang menyentuh wajahnya.


"Maaf." Ucap Ellard sambil mengusap pipi Dara dengan satu tangannya sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menyetir.


******


Ellard mengangkat tubuh Dara perlahan keluar dari dalam mobil lalu melangkah masuk kedalam mansion.


Para penjaga yang melihatnya menundukan kepala mereka,saat melihat tuan mudanya sudah masuk kedalam mansion. Salah satu dari mereka menutup pintu mobilnya dan memindahkannya kedalam garasi.


"Tuan Muda!,nona?." Tanya Adam khawatir sambil mengikuti langkah Ellard.


"Dara jatuh tadi." Jawab Ellard tanpa mengalihkan pandangannya.


"Apakah perlu memanggil tuan Nike?."


"Tidak perlu aku baru saja menemuinya." Jawab Ellard menoleh sekilas kearahnya.


Adam menundukkan kepalanya lalu berhenti mengikuti langkah tuan muda itu. Saat Ellard sudah masuk kedalam lift dan pintunya tertutup, Adam membalikan badannya raut wajah pria tua itu terlihat menyeramkan.


"KERJAKAN TUGAS KALIAN!!!." Ucap Adam keras sampai suaranya memenuhi lantai satu mansion.


Para maid yang tadinya berbisik langsung kembali ketugasannya masing-masing dengan tangan gemetar dan keringat dingin disekujur tubuh mereka.


"Sekali lagi aku mendengar kalian membicarakan nona muda akan ku potong lidah kalian!!." Ucap Adam lalu melangkah pergi dari sana.


****


Dara perlahan membuka matanya hal pertama yang ia lihat adalah wajah Ellard yang sedang tidur miring menghadap dirinya.


Dara melihat intens wajah Ellard ia akui memang wajah pria ini sangat tampan bahkan selama dirinya hidup di New York Ellard adalah pria pertama yang ia akui ketampanannya tapi semua pujiannya tentang kelebihan pria ini lenyap seketika saat Dara melihat aura intimidasi yang dikeluarkan olehnya. Bahkan sampai sekarang ia masih belum percaya bahwa dirinya sudah menjadi seorang istri. Entah apa yang ia lakukan ini benar atau tidak, kejadian saat Ellard hampir membunuh dirinya sendiri membuatnya spontan untuk memenuhi permintaan pria itu.


Permintaan yang menurutnya diluar nalar bagaimana bisa seorang yang baru bertemu beberapa hari ingin ia nikahi?. Terlebih dia bukan orang biasa bukankah mudah untuk orang kelas atas sepertinya memilih pendamping yang seimbang?. Tapi kenapa harus dirinya? Dara ingin berpikir jika Ellard hanya bermain kepadanya tapi semua logikanya menolak.


Apakah pria ini segila itu bermain dengan nyawanya sendiri. Didepan matanya sendiri Ellard menggoreskan benda tajam itu kepermukaan kulitnya. Dan banyak kejadian dimana Ellard selalu membelanya dan bahkan melakukan hal yang kelewat batas hanya karena dirinya. Itu semua membuatnya berpikir Ellard benar-benar tulus kepadanya dan jika itu benar ia akan mencoba membuka hatinya untuk pria ini.


Dara tersadar dari lamunannya ia melirik kearah jam dinding, ternyata sudah pukul setengah delapan malam ia harus bergegas untuk sholat isya. Sholat magrib sudah ia kerjakan saat dirumah sakit tadi,waktu Ellard sibuk memesankan kamar untuknya. Mungkin akan sedikit repot jika Ellard tidak meninggalkannya sendiri di ruangan pemeriksaan tadi.


Dara turun dari ranjangnya dengan hati-hati sambil terus melihat kearah Ellard. Apa pria itu terganggu karena tindakannya? sepertinya tidak Ellard tetap damai dalam tidurnya. Mungkin Ellard sangat lelah hari ini bagaimana tidak ia sudah hampir membunuh dua orang di hari yang sama,pikir Dara.


Dara berjalan tertatih kearah kamar mandi ia terus berdoa dalam hati semoga Ellard tidak mengetahui tindakannya.


*****


Selesai sholat isya Dara menoleh kearah ranjang lalu menghembuskan nafas lega saat melihat posisi tidur Ellard masih sama saat ia meninggalkannya.


Tiba-tiba saja Dara merasa tenggorokannya kering ia melihat kearah,meja apakah ada air? ternyata tidak hanya ada satu teko kosong.


"Jika ada apa-apa panggil saja pelayan tidak perlu ragu kau ratu disini."


Ucapan Ellard kemarin langsung terlintas di kepala Dara,gadis itu melihat kearah meja disamping ranjang terdapat sebuah telepon kabel disana.


Apakah ia harus meminta bantuan pada para pelayan? tapi bukankah itu terlalu berlebihan dia hanya ingin minum.


Baiklah Dara memutuskan untuk turun kebawah dan mengambil air minum tanpa berpikir kalau ia akan mendapatkan masalah besar.


Dara berjalan dengan perlahan ia melihat sekelilingnya, bukankah ini baru jam setengah delapan tapi kenapa lantai dua ini sepi sekali. Ia tidak melihat ada maid yang melintas disini, biasanya di pagi hari tempat yang ia lewati sekarang seperti pasar. Bedanya hanya jika pasar sangat berisik sedangkan disini sangat sunyi mereka bekerja tanpa menimbulkan suara.


Dara milih mengunakan lift sepetinya kakinya bukan hanya memar biasa tapi juga sedikit bengkak. Mungkin karena tadi terbentur di sudut bawah meja lumayan keras.


Ting


Pintu lift terbuka Dara keluar dari dalamnya melangkah perlahan menuju dapur. Seorang maid wanita yang tidak sengaja melihat Dara langsung berlari kearah gadis itu.


"Nona anda mau kemana?." Tanyanya dengan wajah khawatir.


"Eh i-itu aku hanya akan mengambil air." Jawab Dara.


"Biar saya ambilkan saja nona,sebaiknya anda duduk dulu." Ucap pelayan itu.


"Tapi-."


"Saya dengar anda sedang sakit sebaiknya anda istirahat dulu nona. Saya khawatir jika tuan muda tau beliau akan sangat marah."


Dara tertawa pelan menanggapinya, "Aku hanya mengambil air minum kenapa dia harus marah?." Tiga kata terakhir diucapkannya pelan dengan nada ragu bahkan tubuh Dara mulai panas dingin.


"Saya ambilkan dulu nona." Ucapnya lalu bergegas menuju kedapur sepertinya pelayan itu tau apa yang sedang dipikirkan oleh nona mudanya,itu sebabnya dirinya harus bergerak cepat.


Dara menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskanya perlahan. Mencoba untuk berfikir positif bukankah Ellard sedang tidur pulas? pikirnya untuk memenangkan diri.


Dara menengok kekanan dan kekiri saat tatapannya bertemu dengan tatapan para maid mereka tersenyum dan menundukan kepalanya kepadanya. Dara membalasnya dengan tersenyum canggung dan menundukan kepalanya juga pada mereka.


Kenapa aneh sekali? pikirnya.


Dara tau jika pertama kali ia menginjakkan kakinya kedalam mansion ini para pelayan tidak menyukai dirinya. Bahkan ada yang terang-terangan membicarakan dirinya dibelakangnya. Mereka membandingkan Dara dengan wanita lain yang Dara sendiri tidak tau siapa. Namun dirinya mencoba untuk tidak mempedulikannya lagi pula ia sadar siapa dirinya.


"Ini nona." Ucap pelayan sambil menyodorkan segelas air putih diatas nampan.


"Terimakasih." Jawab Dara duduk di kursi meja makan lalu meneguk segelas air ditangannya.


"Saya akan menyediakan air minum di kamar anda dan saya janji kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali nona." Ucap wanita itu menundukkan badannya lalu menerima gelas kosong yang diberikan Dara.


"Eh tidak perlu berlebihan seperti itu, ini bukan masalah besar." Jawab Dara berdiri lalu memegang kedua pundak wanita itu.


Pelayan itu tersenyum menanggapinya,


Anda memang orang yang baik nona tetapi tidak dengan tuan muda jika sampai melihat anda tidak meminta bantuan kepada kami. Ucapnya dalam hati.


"Kalau begitu-." Ucap Dara lalu menengok kearah pelayan lain yang sibuk kesana-kemari menyiapkan masakan.


"Mereka sedang menyiapkan makan malam nona, biasanya tepat pukul setengah sembilan semuanya sudah siap." Ucapnya.


Dara mengangguk lalu tersenyum "Baiklah kalau begitu aku keatas dulu ya." Ucap Dara.

__ADS_1


Pelayan wanita itu membungkuk sebentar


"Mari saya antar nona."


"Tidak-tidak." Ucap Dara sambil mengangkat kedua tangan dan mengerakkan kesepuluh jari tangannya kekanan dan kekiri dengan cepat.


Sebelum pelayan itu berbicara lagi suara seorang pria membuat Dara menoleh sedangkan pelayan itu menundukkan kepalanya.


"Dara!."


"Eh Frank." Sapa Dara tersenyum lalu berjalan kearah pria itu.


Frank mengerutkan keningnya saat melihat cara berjalan Dara yang aneh.


"Kau kenapa?". Tanya Frank menghampiri Dara.


"Ini hanya terkilir biasa. Eh dimana Arlay? biasanya kalian selalu bersama." Ucap Dara.


"Dia sedang menerima telepon diluar sebaiknya kau duduklah dulu." Ucapnya hampir saja menyentuh tubuh Dara untuk membawanya kesofa tapi ia mengurungkan niatnya.


Dara mengangguk menjawabnya lalu berjalan pelan kearah sofa.


"Frank mamimu-. Eh Bu bos!!." Teriak Lay lalu berjalan cepat kearah Dara yang sedang duduk di sofa.


"Aku kira kau dan bos Ell tidak akan pulang." Ucap Lay duduk disamping Dara.


"Tidak pulang?." Tanya Dara bingung.


"Ya! bukankah kalian sedang honeymoon kupikir bos Ell akan membawamu keluar negeri atau paling tidak ke los angeles tapi ternyata bos Ell tidak modal sekali. Hanya membawa istrinya kehotel." Ucap Lay.


Dara melebarkan matanya saat mendengar ucapan Lay hampir saja dirinya tersedak air liurnya sendiri. Honeymoon? terpikirkan dalam benaknya saja ia tidak pernah.


"Hei jaga ucapanmu jika Ell mendengarnya habis kau." Ucap Frank.


Lay menutup mulutnya sendiri mengunakan tanganya,


"Benar! untung saja. Eh tapi dimana bos Ell? bukankah dia selalu menempel pada Bu bos?." Tanya Lay menatap Dara, Frank juga ikut menatapnya penasaran dengan jawaban gadis itu.


"Ellard sedang tidur sepertinya dia kelelahan." Jawab Dara seadanya.


"Woah ini gila!!." Ucap Lay tertawa keras sambil bertepuk tangan.


Frank dan Dara saling melirik sebentar lalu kembali melihat tingkah Lay.


"Kau kenapa bodoh?!!." Tanya Frank geram karena pria itu tidak berhenti tertawa.


"Frank! bukankah jika berhubungan intim selalu pihak wanita yang kelelahan tapi ini bos Ell yang loyo."


Jawabnya dengan tawa menggelegar.


Tiba-tiba saja Lay menghentikan tawanya lalu menatap serius kearah Dara. Dara yang ditatap seperti itu melirik kearah Frank sebentar lalu melihat kembali Lay yang sedang menatapnya intens.


"Sebenarnya itu bos Ell yang gampang loyo atau Bu bos yang terlalu agresif? sampai membuat bos Ellard kelelahan." Tanya Lay.


Dara yang mendengarnya langsung tersedak air liurnya sendiri membuatnya terbatuk bahkan wajahnya sampai memerah. Bagaimana bisa pria ini membicarakan **** secara terang-terangan seperti itu, pikirnya disela-sela batuknya.


................


Frank melemparkan bantal sofa kearah Lay saat Dara sudah mendapatkan air minum walaupun wajah gadis itu masih memerah.


"Kau gila ya! pikir dulu sebelum bicara." Ucap Frank.


"Maaf Bu bos tapi benar aku binggung walaupun bos Ell itu bukan penjelajah kelamin tapi apa benar badan sebesar itu gampang lelah?." Tanya Lay.


"Hentikan membahas itu." Ucap Frank malas.


"A-aku tidak melakukan itu kami hanya mengambil beberapa barang di tempat kost milikku." Ucap Dara membenarkan dirinya masih sangat malu. Walaupun tidak melakukannya tapi para pria ini berpikir bahwa dirinya adalah wanita agresif?!.


"Apa!! Jadi kalian belum melakukannya?." Ucap Lay terkejut lalu dianggukki kepala oleh Dara.


"Yaampun!!."


Saat Lay akan mengeluarkan seluruh tenaganya untuk meminta penjelasan. Suara bariton dari arah pintu masuk mengalihkan perhatian mereka semua. Membuat Dara berdiri dari duduknya.


"Dara!."


Darren berjalan cepat kearah mereka, "Adam bilang kau terluka,dimana yang sakit? apa sudah di periksa? bagaimana kata dokternya? bagaimana bisa terluka? apa Ellard tidak menjagamu dengan baik?." Rentetan pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulutnya.


Frank dan Lay saling menatap satu sama lain ada yang tidak beres disini pikir mereka berdua sama. Bukan apa-apa tapi yang jadi masalah adalah yang bertanya dia adalah Darren Levon Walton seorang miliarder yang terkenal acuh terhadap wanita tapi apa yang mereka lihat ini!!.


Sedangkan Dara juga merasa canggung dengan pertanyaan Darren. Darren yang mengetahui apa yang telah ia berbuat lalu berdeham sebentar.


"Aku hanya memastikan saja jika menantu keluarga ini baik-baik saja." Ucap Darren lalu berlalu pergi.


"Kau percaya?." Tanya Lay pada Frank.


"Entahlah. Semoga hanya pikiran burukku saja." Jawab Frank dianggukki oleh Lay.


****


Sedangkan Darren yang baru saja masuk kedalam kamarnya langsung melangkah mendekati mini barnya ia membuka satu botol minuman keras kadar tinggi lalu meminumnya. Terlihat jakun pria tua itu naik turun cepat saat meneguknya.


"Apa yang kulakukan!!."


Prankk


"Dia Dara!! bukan Ardella!! sadar!!." Ucapnya keras sambil meremas rambutnya dan memukuli kepalanya.


Darren melangkah lemas kearah mejanya ia membuka laci mejanya dan mengambil sebuah foto kecil yang sudah setengah terbakar.


"Kenapa tuhan mengirimkan seseorang yang mirip denganmu?." Ucapnya pada foto itu.


"Aku tidak bisa melupakan mu aku hanya terlihat biasa saja saat tidak ada kau di sisiku. Tapi kehadirannya selalu membuatku teringat denganmu. Aku harus selalu menyadarkan diriku bahwa gadis yang mirip denganmu adalah istri anak kita." Ucap Darren lalu melangkah mengambil satu botol alkohol lagi.

__ADS_1


*****


"Lupakan itu Dara, apa Ellard mengetahui kau disini?." Tanya Frank mengalihkan pemikiran Dara.


Dara langsung terperanjat kaget ia lupa jika dirinya harus segera kembali.


"I-tu t-tidak,aku harus segera kembali." Ucap Dara sembari berdiri.


"Hati-hati Bu bos, bos Ell bisa menerkam mu kapan saja jika perintahnya kau langgar." Ucap Lay membuat Dara menelan salivanya.


"Kau jangan menakutinya." Ucap Frank akan melemparkan batal sofa pada Lay.


"Siapa yang menakuti Bu bos! kau sendiri kan mengenal benar bagaimana bos Ell!." Jawab Lay tidak terima karena merasa ucapannya adalah sebuah kebenaran.


"Sudahlah jangan dipikirkan kau kembali saja Dara, sebelum Ellard bangun." Ucap Frank dianggukki oleh Dara.


Dara mulai berjalan meninggalkan mereka berdua menuju kearah lift dengan langkah tertatih.


Saat sampai di depan pintu lift ia menekan tombol lantai 2 dimana kamarnya berada.


Ting


Saat pintu terbuka Dara langsung masuk dengan pandangan kebawah,saat sudah masuk kedalam ia mendongakkan kepalanya. Seketika langkah gadis langsung spontan mundur saat melihat pria berbadan tegap sedang bersender didinding lift itu sambil memasukkan kedua tanganya disaku celana.


Ellard menarik tangan Dara saat tubuh gadis itu akan menabrak pintu lift yang bergerak menutup.


Dara jatuh dalam pelukan Ellard dirinya bahkan tidak berani hanya untuk sekedar mendongakkan kepalanya.


"Naughty girl." Ucap Ellard sambil mendekapnya erat.


(Gadis nakal)


"Bukankah orang yang nakal wajib diberi hukuman? kau ingin aku memberikan hukuman apa padamu?." Tanya Ellard dengan nada yang tertahan.


Dara yang mendengarnya langsung lemas mengingat bagaimana pria itu memberi hukuman kepada orang yang membuatnya marah apa ia akan mendapatkan hukuman yang sama?, pikirnya.


"Jawab Al." Ucap Ellard mengelus kepala Dara yang berada di dadanya.


"M-maaf." Cicit Dara pelan sambil memegang ujung jilbabnya.


"Jika begitu aku yang akan memilihkan hukuman untukmu."


Ting


Pintu lift terbuka Ellard tanpa aba-aba mengangkat tubuh Dara. Hampir saja Dara mengeluarkan suaranya karena terkejut tapi saat melihat wajah datar pria itu seketika mulutnya terkunci.


Ceklek


Ellard meletakkan tubuh Dara perlahan dikasur ia lalu beralih menatap kaki gadisnya. Ellard mengulurkan tangannya untuk memegang kaki Dara membuat gadis itu terkejut sampai mengeluarkan ringisan saat tangan Ellard menyentuh bagiannya yang sakit.


Ellard menatap tajam Dara membuat gadis itu menundukkan kepalanya.


"Kau berjalan keluar dengan kaki seperti ini?." Ucap Ellard dengan senyuman tapi itu terlihat menyeramkan dimata Dara.


Dara melihat kakinya sendiri yang mulai membengkak lalu meneguk salivanya sendiri. Seharusnya dia mengobatinya sebelum pria ini tau, pikirnya.


"Aku pastikan kau akan mendapatkan hukuman setimpal karena perbuatan mu menyepelekan luka ini." Ucap Ellard lalu berjalan mengambil ponselnya diatas meja.


"Hmm,apa?."


"Datang kemari ku tunggu tiga puluh menit."


"Kau gila! aku sudah tua-."


Tut....Tut.....Tut...


Ellard mematikan sambungan teleponnya ia melemparkan ponselnya kesofa lalu berjalan mendekati ranjang tempat Dara duduk bersender.


"Kau tau?." Tanya Ellard duduk didepan Dara.


Dara mendongak menatap Ellard karena pria itu tidak melanjutkan ucapannya.


"Kau tau apa saja kesalahan mu?." Tanya Ellard menatap intens wajah Dara.


"I-tu-."


"Kau pergi tanpa seijin dariku,kau menyepelekan lukamu, kau meninggalkanku sendiri dan kau tidak mematuhi peraturan ku. Sekarang aku bertanya padamu,kenapa kau turun kebawah?." Tanya Ellard.


"A-ambil a-ir." Jawabnya terbata.


"Dan kau tidak mendengarkan perkataan ku, aku sudah bilang bukan? hubungi siapa saja jika kau memerlukan sesuatu!." Ucap Ellard mengeram.


"Kau akan menanggung akibatnya setelah ini." Ucapnya.


Bersambung......


76 tahun


Tak terasa negara kita sudah merdeka selama 76 tahun ini semua berkat para pejuang yang berusaha keras melawan para penjajah dan pastinya atas izin Tuhan Yang Maha Esa.


Pahlawan yang tak kenal kata menyerah, mereka menanamkan dalam diri para pejuang bahwa Indonesia berhak merdeka!!.


17 Agustus 1945 dimana proklamasi kemerdekaan diumumkan. Harapan baru, semangat baru dan kehidupan baru bagi bangsa Indonesia.


Kita sebagai generasi penerus bangsa harus menjaganya dengan sebaik-baiknya.


Jika bukan kita siapa lagi? kurangi bersenang-senang dan perbanyak belajar. Bukan berarti memintamu untuk berhenti bermain, tapi ingatlah apa yang sedang kita kerjakan itu menikmati masa muda atau menghancurkan masa depan.


Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.


– Ir. Soekarno


Semoga di tahun ini pandemic covid-19 segera mereda setelah sekian banyaknya memakan korban.

__ADS_1


Lekas pulih negara ku,kami semua merindukan dirimu yang dulu.


Dirgahayu republik Indonesia~


__ADS_2