
"Tuan anda baik-baik saja?"
"A-apa tadi?" tanya Ellard linglung.
"Anda akan menjadi seorang ayah, kehamilan istri anda sudah berjalan tiga minggu" jelas dokter berhijab itu sambil tersenyum.
bruk
Ellard terhuyung kebelakang sampai punggungnya menabrak dinding. Pria itu meremas rambutnya sendiri dengan raut wajah tidak percaya. Sesaat kemudian senyum tipis tersunging dibibirnya, ia menatap wajah istrinya kemudian mengigit bibir bawahnya menahan gejolak kebahagiaan yang membuncah didalam dada.
"Ayah?" gumamnya pelan, tangannya terangkat memegang dada kirinya. Jantungnya berdebar kencang, ia bahkan bisa mendengar suara detak jantungnya sendiri kali ini.
"Nyonya pingsan karena terlalu cemas tuan, saya harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini berbahaya untuk janin yang ada dikandungnya. Setelah nyonya sadar nanti, saya akan datang lagi kemari untuk menjelaskan hal seputar kehamilan nyonya Dara" jelas dokter itu membuat Ellard mengangguk singkat, matanya masih menatap wajah damai istrinya.
"Saya pamit dulu tuan"
Dokter dan ketiga suster itu berjalan keluar ruang IGD setelah menyingkap tirai yang memperlihatkan ketiga orang yang sedang berdiri dengan raut wajah berbeda-beda.
"Selamat Ell" ucap Frank saat ia sadar dari keterkejutannya, antara percaya dan tidak percaya jika sekarang Ellard akan segera menjadi seorang ayah.
"Terimakasih" jawabnya tanpa melihat kearah Frank.
"Wah aku akan mempunyai keponakan!!" ucap Killa sambil bertepuk tangan heboh.
"Dia tidak akan mau memiliki bibi cerewet dan gila sepertimu" ucap Frank membuat Killa mengeram.
"Kau-"
"Keluar kalian" ucap Ellard tiba-tiba membuat Killa ingin protes, ia ingin menggoda sahabatnya saat bangun nanti tapi pria ini malah menyuruhnya keluar.
Sebelum membuka mulutnya untuk protes tangan Killa langsung ditarik Frank keluar, pria itu paham jika Ellard pasti membutuhkan waktu untuk mengekspresikan perasaan saat ini.
"Apa-apaan kau?!" ucapnya tidak terima sambil mencoba melepaskan cekalan Frank dari tangannya.
"Diamlah"
Pintu ruangan ditutup Ellard kembali menatap wajah Dara, sesaat kemudian air matanya luruh. Ia terisak pelan membayangkan seorang anak memanggilnya ayah membuat jantungnya berdebar.
"Ayah? aku akan menjadi seorang ayah?" tanya Ellard pada dirinya sendiri.
"Aku akan menjadi seorang ayah Dara, kita akan menjadi orang tua"
"Terimakasih"gumamnya sambil menciumi seluruh wajah Dara.
"Terimakasih, terimakasih, terimakasih banyak" ia tidak tau bagaimana caranya membalas wanita yang telah hadir didalam kehidupannya ini. Memberikan warna dan kebahagiaan yang belum pernah ia rasakan dulu. Kini Dara adalah kehidupannya, segala-galanya.
Ellard membungkukkan badannya kemudian mengangkat tangannya ingin mengelus perut Dara tapi ia urungkan kemudian pria itu berbisik pelan dengan suara serak tepat didekat perut istrinya.
"hi baby i'm your daddy"
(hai bayi aku ayahmu)
Mata bulat itu terbuka perlahan, Dara meggerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu. Wanita itu menoleh kekanan saat mendengar suara isak tangis yang sangat dikenalinya.
"Ellard?"
Suara lemah itu membuat Ellard yang sedang membungkukkan badannya langsung berdiri tegap melihat wajah Dara juga sedang menatapnya.
"Dara" Ellard langsung memeluk tubuh Dara memasukkan wajahnya kedalam cengkuk leher wanita itu.
"Ada apa?" tanya Dara sambil mengelus punggung Ellard.
Bukannya menjawab Ellard malah selalu bergumam kata terimakasih membuat wanita itu bingung.
"I will always protect you with my own life"
(Aku akan selalu menjaga kalian dengan nyawaku sendiri)
"Kalian?" tanya Dara pelan, Ellard yang mendengar itu langsung menegakkan kembali badannya.
Dara melihat tampilan Ellard sangat kacau, mata sembab, hidung merah, rambut acak-acakan belum lagi pakaiannya yang berantakan.
Ellard mengangguk singkat sambil mengusap air matanya.
"Ya kalian, kamu dan anak kita" jawab Ellard dengan suara parau.
"Ada kehidupan lain disini" lanjut Ellard sambil mengelus perut Dara dengan tangan gemetar.
Dara yang mendengar itu langsung melebarkan kelopak matanya dan spontan memegangi perutnya.
"An-anak kita?" tanya Dara terbata, jantungnya berdebar bahkan ia menahan nafasnya menunggu jawaban dari Ellard.
"Yes honey, you are pregnant" jawab Ellard membuat Dara menangis seketika, wanita itu tidak percaya jika ia akan menjadi seorang ibu. Rasa bahagia langsung menyeruak masuk kedalam dadanya. Berkali-kali wanita itu mengucapkan syukur didalam hati.
(Ya sayang, kamu hamil)
****
Sedangkan diluar ruangan Killa masih menatap sengit kearah Frank, gadis itu kesal karena seenaknya pria ini menarik tangannya keluar. Dia kan ingin melihat reaksi ibu muda tadi, ia saja masih tidak menyangka jika sahabatnya menikah dengan anak dari keluarga terpandang sekarang ditambah lagi dia mendengar jika Dara tengah mengandung calon penerus keluarga itu.
Ya tuhan, sahabatku resmi menjadi nyonya Walton. Batin Killa sambil menjerit-jerit didalam hati.
Frank menatap sinis kearah Killa, ia tadi melihat jika gadis itu menatapnya kesal dan sekarang gadis itu malah senyum-senyum sendiri seperti orang gila.
__ADS_1
Frank mengalikan pandangannya melihat kearah Lay, ia baru sadar jika pria itu sejak tadi hanya diam saja.
"Kau kenapa?" tanya Frank.
Lay masih sibuk dengan segala pemikiranya, pria itu mendesah frustasi sambil menyeka keringat di dahinya tanpa menjawab pertanyaan Frank.
Tiga minggu? itu berarti saat mereka melakukannya malam itu kan? argh sial!, kenapa goll-nya harus saat mereka mencetaknya didalam Jullie-ku!. Huaaa mereka melakukannya bersama kekasihku!!. Batin Lay dengan wajah piasnya bayang-bayang malam itu berseliweran di ingatannya.
"Alay! kau itu kenapa?" tanya Frank lagi dengan raut wajah kesal saat pertanyaannya tidak segera dijawab pria itu.
Lay menoleh menatap sendu wajah Frank, tapi bukannya kasihan Frank malah geli dan jijik sendiri melihat wajah Lay yang tidak cocok dengan karakternya.
"Frank Jullie-ku" ucapnya pelan membuat Frank menatap Lay sambil mengangkat salah satu alisnya. Tiga detik kemudian pria itu tertawa keras sambil memegangi perutnya.
Tawanya mengundang beberapa tatapan mata orang-orang yang berlalu-lalang, sedangkan Lay mengeram kesal saat melihat Frank mentertawakan ya.
"Benar!! astaga aku lupa! tiga minggu yang lalu itu saat mereka melakukannya didalam mobil bututmu itu kan!!. Ya tuhan!! aku tidak menyangka anak Ellard bisa tercetak didalam mobil butut itu" Ucap Frank dengan sisa-sisa tawanya.
Ternyata kejadian malam dimana Ellard dalam pengaruh obat, Lay sudah menceritakannya pada Frank. Dan respon Frank membuat Lay menyesal setengah mati telah menceritakan hal itu padannya.
"Jullie-ku bukan mobil butut! sialan!" umpat Lay kesal, bukannya marah Frank malah tertawa terbahak memikirkan jika penerus Walton selanjutnya terbentuk didalam mobil butut.
Jika miliarder lainya mungkin akan pergi honeymoon ketempat yang indah tapi miliader satu ini malah membuat anaknya sendiri didalam mobil rongsokan, pikir Frank membuatnya tidak bisa menghentikan tawa.
Sedangkan dikursi lain seorang gadis yang mendengar pembicaraan mereka hanya mengerutkan keningnya tidak paham apa maksud pembicaraan kedua pria sama-sama gila itu.
Tercetak? butut? Jullie? apa-apaan itu semua, batin gadis itu bingung.
****
Dara dan Ellard duduk dikursi ruang dokter, mereka berdua sama-sama memperhatikan seorang suster yang baru saja memberikan amplop kepada dokter berhijab yang menginformasikan kehamilan Dara tadi.
"Tuan, nyonya saya ingin menanyakan sesuatu menyangkut kehamilan nyonya Dara" ucap dokter bername tag Nisa itu setelah membuka amplop ditangannya.
"Ada apa? istriku baik-baik saja kan?" belum apa-apa nada bicara Ellard sudah seperti orang panik.
"Tentu tuan, nyonya Dara baik-baik saja. Saya ingin menanyakan berapa umur nyonya saat ini?" tanyanya.
"Delapan belas tahun" jawab Ellard singkat membuat Dara menutup kembali mulutnya saat akan menjawab.
"Maaf sebelumnya, apa kalian menikah muda?"
"Ya"
Dokter itu menghela nafasnya pelan, kemudian menatap Ellard dan Dara bergantian.
"Maaf tuan, nyonya jika saya harus menyampaikan ini tapi ini sangat penting untuk kalian ketahui. Hamil diusia dini sangat beresiko untuk ibu dan juga calon bayi.
Hamil dibawah usia dua puluh tahun sangat rentan keguguran, tekanan darah tinggi, kelahiran prematur dan juga bisa menyebabkan kematian untuk sang ibu sendiri dan masih banyak lagi" jelas dokter itu langsung membuat seluruh badan Ellard menegang, rasanya sesuatu mencekik leher pria itu membuatnya tidak bisa berkata-kata.
"A-apa b-bisa dicagah?" tanya Ellard terbata, ucapan terakhir dokter itu terngiang jelas ditelinganya. Kematian untuk sang ibu sendiri? bisa gila jika Dara sampai meninggalkannya.
Dara menoleh kearah Ellard saat mendengar nada bicara Ellard terdengar gemetar, wanita itu terkejut saat melihat wajah Ellard pucat pasi.
"Ell-"
"Diam" ucap Ellard sambil mengangkat tangannya tanpa menoleh kearah Dara.
"Katakan? apa semua itu bisa dicegah?" tanya Ellard menatap tajam kearah dokter berhijab didepannya.
"Ya tuan semuanya bisa dicegah dengan cara nyonya harus rajin berolahraga, makan-makan yang bernutrisi, hindari kebiasaan buruk dan jangan lupa rutin cek kesehatan ibu dan calon bayi kedokter"
"Untuk makanan apa saja yang sebaiknya dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi anda bisa bertanya langsung pada ahli gizi, tuan" jelas dokter itu.
****
"Hati-hati ya Dara, jangan lupa mengabariku dan jaga calon keponakanku ini" ucap Killa sambil mengelus perut rata Dara.
"Baik bibi" jawabnya sambil terkekeh kecil.
"Killa kamu yakin tidak mau ikut aku?" tanya Dara menatap wajah Killa.
"Yakin Dara, lagi pula untuk apa aku ikut? aku tidak mau meninggalkan ayah sendirian disini" jawab Killa yakin.
Dara hanya mengembuskan napasnya pelan, sahabatnya itu sebenarnya juga mendapatkan beasiswa untuk studi diluar negeri sama sepertinya tapi karena Killa masih mempunyai ayah yang tidak bisa ditinggalnya sendirian membuat gadis itu memilih beasiswa didalam kota. Jadi tidak heran kenapa gadis seperti Killa bisa fasih dalam berbahasa Inggris.
"Baiklah" jawab Dara.
"Aku titip salam untuk paman ya, bilang maaf padanya karena aku belum bisa mengunjunginya" lanjut Dara dijawab anggukan kepala mantab dari Killa.
"Aku merasa bersalah karena tidak menemuinya" lanjut Dara.
"Sudahlah Dara ayah pasti mengerti dia akan sangat senang saat tau kamu hamil, sekarang pergilah pesawatnya pasti akan terbang sebentar lagi. Janji padaku kau harus hidup dengan nyaman, jaga calon keponakanku dan jangan lupa untuk sering berkunjung kemari" ucap Killa membuat Dara ingin menangis.
"Sutt jangan menangis kau bisa membuatku dalam bahaya" ucap Killa panik sambil melirik kearah Ellard yang selalu melihat mereka berdua dari jarak kurang lebih enam meter.
Mata elang itu seakan bisa mencabik-cabik tubuhnya membuat Killa ketakutan, baru kali ini ia melihat seorang pria dengan aura intimidasi yang kuat. Mungkin keturunan gen keluarga Walton pikirnya.
Dara terkekeh kecil mendengarnya, ia memeluk sahabatnya sebelum pergi.
"Jaga kesehatan" ucap Dara sebelum berbalik.
"Tentu!" jawab semangat Killa.
__ADS_1
"Sopir Ell akan mengantarmu pulang" ucap Dara lagi dibalas dengan anggukan kepala Killa.
Dara berjalan kearah Ellard dengan sigap pria itu langsung mengeluarkan kedua tangannya dari saku celana dan langsung menggandeng tangan Dara masuk kedalam bandara.
Killa yang masih berdiri dilobi bandara mengerutkan keningnya saat melihat sepasang suami istri itu malah berjalan berlawanan dengan arah pesawat tujuan New York.
Lah itu mereka mau kemana? tanyanya dalam hati sambil melihat papan keberangkatan pesawat komersial akan lepas landas sebenar lagi.
Killa memilih berlari mengikuti Dara berniat memberitahukan jika pesawat mereka akan terbang sebentar lagi. Dari kejauhan ia melihat kedua orang yang diikutinya masuk kedalam salah satu pintu besar kemudian disusul banyak orang berbaju hitam dibelakangnya.
Saat Killa akan masuk mengikuti Dara, tubuhnya ditahan oleh staff bandara.
"Maaf nona, anda tidak bisa masuk kedalam"
"Aduh maaf ya mbak, itu temen saya masuk kedalam tadi dan sekarang pesawatnya mau take off jadi saya cuma mau ngasih tau aja, takut ketinggalan soalnya" jelas Killa dibalas senyuman staff itu.
"Maaf sekali lagi nona, ini adalah landasan pribadi jadi tidak sembarangan orang bisa masuk kedalam" jawab staff itu membuat Killa cengo.
Aku lupa siapa suaminya, batin Killa sambil menyesali perbuatan konyolnya.
"Ah iya maaf ya mbak" ucap Killa kemudian berbalik dan langsung berjalan cepat meninggalkan tempat itu.
Memalukan batin Killa sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.
****
Dara menoleh kearah Ellard, sejak dari rumah sakit tadi pria itu hanya diam saja. Saat ini Ellard masih menatap jendela pesawat dengan pandangan kosong bahkan makanan dimeja sejak tadi tak tersentuh oleh pria itu.
"Kematian untuk sang ibu sendiri" ucapan dokter tadi selalu terngiang di kepala Ellard, membayangkan bagaimana hidupnya tanpa Dara saja ia tidak sanggup bagaimana jika suatu saat nanti hal itu benar-benar terjadi? pikir Ellard kemudian menggelengkan kepalanya.
"Sayang kenapa?" tanya Dara sambil menyentuh punggung tangan Ellard.
Ellard beralih menatap kearah Dara "Tidak apa-apa, kamu makan dulu saja" jawabnya lalu mendekatkan piring berisi kacang-kacangan, salmon dan sayur bayam kearah Dara.
"Makan Dara" ucap Ellard sambil menatap Dara menunggu wanita itu memakan makanannya.
Dara menghembuskan nafasnya kasar kemudian menatap Ellard dalam.
"Ell semuanya akan baik-baik saja" ucap Dara seolah tau apa yang sedang dipikirkan suaminya.
Ellard terdiam sambil membalas tatapan Dara, "Aku tau, semuanya memang harus baik-baik saja. Kau harus tetap bersamaku" jawabnya lalu tangannya terulur untuk mengambil sendok makan.
"Makan sayang" titah Ellard sambil menyodorkan sesendok nasi dan potongan salmon kearah Dara membuat wanita itu mau tidak mau harus membuka mulutnya menerima suapan dari Ellard.
Ellard meletakkan kembali sendoknya dipiring kemudian menatap Dara dalam.
"Jangan tinggalkan aku ya" ucap Ellard tiba-tiba membuat Dara berhenti mengunyah.
"Ell-"
"Aku mohon" ucapnya memotong perkataan Dara.
Umur tidak ada yang tau Ell, batin Dara tanpa berniat mengucapkannya kepada Ellard.
Dara hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, Ellard yang melihat itu menghembuskan nafasnya lega kemudian memeluk tubuh Dara erat.
Dara mengelus punggung Ellard, dia tau Ellard sedang menangis dibaliknya. Terlihat dari punggungnya yang bergetar dan pelukannya yang semakin mengerat.
Hening
"Kamu sudah tau?" tanya Ellard tanpa melepaskan pelukannya.
"Apa?"
"Resiko kehamilan itu" jawab Ellard.
"Sayang resiko itu masih bisa dihindari" ucapnya tanpa menjawab pertanyaan Ellard.
Ellard melepas pelukannya lalu menatap tajam kearah Dara, "Jawab yang benar Dara, kamu sudah tau resiko kehamilan itu?" tanyanya.
"Iya, aku-"
"Kenapa tidak memberitahuku?" tanya Ellard, nada suaranya terdengar dingin ditelinga Dara.
"Itu sudah tidak penting Ell sekarang semuanya sudah terjadi, anak kita sudah tumbuh jadi tidak ada yang harus disesali"
"Itu penting untukku Dara!!" bentak Ellard dengan mata memerah, membuat Dara terkejut bahkan juga kedua orang dikursi belakang.
"Sayang...."
"Kau yang terpenting untukku!! jika aku tau semua ini dari awal aku pasti akan menahannya. Tidak membuatmu dalam posisi sulit seperti ini"
"Aku sama sekali tidak merasa kesulitan Ell, aku bahagia bisa diberi kepercayaan secepat ini untuk menjadi seorang ibu. Itu hanya resiko sayang banyak ibu muda yang selamat saat melahirkan buah hati mereka" jelas Dara.
Ellard memeluk kembali tubuh Dara membuat wanita itu terkejut, "Jika aku tau ini akan membahayakan mu lebih baik anak itu tid-"
Ucapnya terhenti saat Dara tiba-tiba melepas paksa pelukannya. "Jangan berbicara macam-macam Ell, omongan itu doa. Dia sudah datang seharusnya kita menyambutnya dengan gembira, anak itu titipan kita harus merawatnya sebaik mungkin"
"Baiklah, maafkan aku" jawab Ellard kemudian kembali memeluk tubuh Dara.
Aku lebih baik tidak memiliki anak secepat ini jika itu membahayakan dirimu, hidup berdua denganmu saja sudah lebih dari cukup untukku. Batin Ellard.
Bersambung....
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya:)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS. Luqman ayat 14)