Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Dia?


__ADS_3

Jam menunjukan pukul delapan malam Dara keluar dari kamarnya. Dirinya bernafas laga saat Ellard meninggalkannya, pria itu mendapat pesan dari Ken untuk mengurus salah satu rekan kerja ayahnya. Jika Ellard tidak mendapat perintah dari paman Ken, mungkin dirinya akan dikurung seharian dikamar pikir Dara sambil bergidik.


Dara berjalan menuju lift kedua tangannya ia masukkan kedalam saku cardigan yang ia kenakan diluar baju tidurnya.


Dara menekan tombol lantai bawah saat pintu terbuka dirinya masuk kedalam.


Ting


Pintu terbuka Dara keluar dari dalam kemudian melangkah menuju dapur. Mungkin melihat dan membantu para pelayan menyiapkan makan malam bisa mengurangi rasa bosannya.


Saat akan masuk kedalam dapur suara Violla menghentikan langkahnya.


"Dara."


Wanita itu berjalan kearahnya dengan sangat anggun, walaupun hanya mengunakan baju tidur kimono dibawah lutut wanita itu masih tetap terlihat mempesona. Tapi yang membuat Dara tidak jadi memujinya adalah saat melihat belahan dada wanita itu terekspos jelas.


"Kau sendiri dimana Ellard?." Tanya Violla saat dirinya sampai didepan Dara.


"Dia sedang ada urusan." Jawab Dara seadanya.


"Oh, Dara mau minum bersamaku?." Ajak Violla.


"Aku tidak minum alkohol Vio."


"Siapa yang mengajakmu minum alkohol? kita minum teh saja bagaimana?."


Dara diam memikirkan tawaran wanita didepannya ini tidak ada salahnya juga ia menyetujuinya.


"Baiklah." Jawab Dara membuat Violla tersenyum.


*****


Mereka berdua sedang duduk di kursi pinggir kolam renang dengan dua cangkir teh didepannya.


"Sebenarnya apa alasanmu menikah dengan Ellard?." Tanya Violla membuka suaranya.


"Aku tidak bisa menjawabnya."


Vio tertawa kecil mendengarnya, "Apa karena Ellard kaya? anak dari seorang miliarder? atau mungkin kau ingin terkenal menyandang status nyonya muda Walton?." Ucap Violla tenang namun penuh penekan d setiap katanya.


"Jika aku mengatakan padamu Ellard memaksa aku untuk menikah dengannya, apa kamu percaya?." Tanya Dara, sepertinya ia tau apa maksud wanita ini mengajak dirinya untuk bicara. Apalagi jika bukan soal Ellard? sepertinya Violla sangat menyukai pria yang sudah menjadi suaminya itu pikir Dara.


Kali ini Violla terbahak mendengarnya bahkan sudut matanya sampai mengeluarkan air.


"Lucu sekali." Jawabnya sambil menyeka sudut matanya.


"Kau ingin mengarang cerita? dia Ellard kau pasti mengenalnya apa aku harus percaya dengan omong kosongmu itu? bahkan Ellard bisa mendapat wanita yang jauh diatasmu." Ucap Violla saat tawanya sudah berhenti.


"Itu artinya kau lebih rendah dibawahku buktinya Ellard memilih diriku untuk menjadi istrinya." Ucap Dara lalu mengambil satu cangkir teh didepannya dan meminumnya.


Violla langsung mengepalkan tangannya saat mendengar ucapan Dara, berani sekali gadis ini pikirnya.


"Jika aku datang lebih awal sebelum Ellard mengenalmu pasti dirinya akan memilihku." Ucapnya menahan garam.


"Bukankah kamu yang mengenal Ellard lebih dulu? jika Ell benar-benar mencintaimu dan berniat menikahimu dia akan datang kepadamu. Bukan malah memilih menikah denganku." Jawab Dara sambil meletakkan cangkirnya kemudian berdiri dari duduknya.


"Sepertinya malam ini sampai disini saja Vio, terimakasih untuk ajakannya." Ucap Dara tersenyum lalu pergi dari hadapan Violla.


Saat Dara sudah hilang dari pandangan Violla wanita itu melemparkan cangkir tehnya sampai hancur berkeping-keping.


"Arkhh." Teriaknya marah.


Pyarr


Lihat saja aku akan merebut Ell darimu, dia hanya miliku. Batinnya geram sambil mengepalkan tangannya lalu melangkah pergi kekamarnya.


*****


Sedangkan Dara sedang berjalan masuk kedalam sambil melamun. Sebenarnya dirinya tidak ingin mengatakan itu pada Violla tapi semakin lama wanita itu menunjukkan sifat aslinya.


"Dara." Panggilan seseorang membuat lamunannya buyar, dirinya menoleh mencari sumber suara yang memanggilnya.


"Frank?." Ucap Dara terkejut saat melihat pria itu lagi.


"Kenapa kau malam-malam ada disini? dimana Ell? biasanya kalian berdua selalu bersama." Tanya Frank.


"Ellard sedang ada pekerjaan, aku turun ingin mencari suasana baru." Jawabnya.


"Kau bosan ya selalu dikurung Ellard." Ucap Frank sambil tertawa.


Dara juga ikut tertawa dirinya tidak mengelak mau bagaimana lagi? ia memang bosan bersama Ellard seharian penuh dikamar. Tidak mungkin jika tidak ada apa-apa diantara mereka saat sedang berdua, satu yang diketahui Dara sekarang selain Ellard pemarah, pemaksa, arogan pria itu juga sangat mesum.


"Kalau begitu mau ikut aku keruang PS? ada Lay juga disana." Ajak Frank membuat Dara diam berpikir lalu menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua masuk kedalam lift, Frank memencet tombol lantai tiga saat pintunya tertutup pria itu membuka suaranya.


"Kau tadi dari mana? aku melihatmu datang dari samping tadi." Tanya Frank membuat Dara mendongak menatap wajahnya, para pria disini benar-benar sangat tinggi.


"Tadi aku dari kolam renang."


"Kenapa malam-malam kesana?." Tanya Frank masih penasaran.


"Violla mengajakku berbicara berdua tadi."


"Violla?." Tanya Frank memastikan.


"Ya dia sudah tinggal beberapa hari disini."


" Ah wanita itu." Ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Apa kamu juga mengenalnya?." Tanya Dara.


"Tidak juga, aku hanya tau dia saat aku ikut Ell ke Belanda menemui kakeknya .Dia teman Ellard, bukan?." Tanya Frank memastikan.


Frank dan Arlay tadi melihat seorang wanita asing yang sedang berjalan masuk kedalam kamar tamu. Mereka yang pada dasarnya tidak peduli dan memilih bermain PS langsung masuk kedalam lift.


"Iya." Jawab Dara sambil menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua sama-sama keluar dari dalam lift saat pintunya terbuka.


"Yang aku tau dia wanita manja dan sangat cengeng."


"Apa Ell sangat dekat dengannya?." Tanya Dara.


"Aku tidak terlalu mengetahuinya, karena wanita itu lebih lama kenal dengan Ellard." Jawab Frank.

__ADS_1


Dara masuk saat Frank membukakan pintu untuknya didalam hanya ada sampah kaleng dan kulit buah berserakan dimana-mana.


"Aku akan menyuruh maid membersihkan ini dulu." Ucap Frank menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian melangkah mengambil gagang telepon.


"Dimana Arlay?." Tanya Dara sambil mendudukkan dirinya di kursi sofa.


"Entahlah, aku tidak tau dia hilang kemana." Jawabnya kemudian menempelkan gagang telepon ditelinganya.


"Kirim lima orang untuk membersihkan ruang PS." Ucap Frank lalu menutup teleponnya


******


Darren sedang duduk dikursi meja kerjanya didepannya berdiri asisten setianya, Kendrick. Wajah mereka terlihat serius membahas sesuatu.


"Jadi ujian sekolah Ell akan diajukan?."


"Benar tuan, Dapertement pendidikan Amerika Serikat sendiri yang menghubungi Walton Bedrif, mereka tidak ingin jika badai menganggu ujian kelulusan semua murid di AS khususnya New York, itu sebabnya mereka mempercepat ujian kelulusan."


"Itu artinya Ellard lulus lebih cepat dari yang kita siapkan?."


"Benar tuan, kita harus mempersiapkan tuan muda sebagai pengganti anda secepatnya." Jawab Ken yakin.


"Kau benar, sebelum pria tua itu mengambil Ell dan meminta anak itu menjadi penerusnya aku harus bergerak cepat."


Ken mengangguk menanggapinya, Darren mengetuk jari-jarinya diatas meja kerjanya terlihat pria itu sedang berpikir.


"Ken, sudah saatnya dia kembali dan menemani Ellard." Ucap Darren setelah lama berfikir.


"Anda yakin tuan?." Tanya Ken, seperti sudah tau siapa yang dimaksud Darren.


"Sangat yakin, aku harus menempatkan orang terbaik disisi Ellard yang bisa menjaga berandal itu." Ucapnya.


Kendrick membungkukkan badannya saat mendengar ucapan Darren, pria itu bangun dari duduknya kemudian melangkah mendekati Ken dan memberi tepukan pada bahu Ken.


"Kau melatihnya dengan sangat baik." Ucapnya membuat Ken menundukkan kepalanya.


"Saya akan menghubunginya dan memintanya datang, tuan." Ucap Ken.


"Ya."


Brukk


Suara didepan pintu membuat dua singa tua didalam


itu saling melirik kearahnya. Ken dengan langkah cepat langsung membuka pintunya ingin melihat siapa yang berani menguping pembicaraan mereka.


"Siapa Ken?." Tanya Darren penasaran.


"Hanya serangga tuan." Jawabnya kemudian menutup pintunya rapat dan menguncinya.


****


Brakk


Frank dan Dara terkejut saat mendengar dobrakan pintu mereka berdua melihat kearah Lay yang sedang mengatur nafasnya.


"Mengagetkan saja, dasar gila!." Ucap Frank lalu kembali melihat layar game yang ia mainkan. Dara juga kembali melihat kedepan menampilkan layar besar dimana Frank sedang bermain menembak para musuh.


"Ini lebih gila Frank!!." Ucap Lay heboh lalu mencabut sakelar PS yang dimainkan Frank membuat layar depan langsung menghitam.


"Jika kau mendengar ini kau pasti akan terkejut setengah mati." Ucap Lay dengan keringat membasahi pelipisnya.


"Apa?." Tanya Frank malas lalu mencoba menghidupkan kembali gamenya.


"Dia datang Frank!!." Ucapnya keras membuat Frank menghentikan aktivitasnya.


"Dia siapa?." Tanya Frank tidak mengerti.


"Dia! paman Darren akan memanggilnya kemari." Ucap Lay.


"Monster itu! dia akan datang!." Ucapnya kesal saat Frank tidak juga mengetahui siapa yang dia maksud.


Frank diam sejenak mencoba memahami apa yang di maksud Lay.Kemudian ingatannya langsung tertuju pada satu orang.


"Kau tidak bercanda?." Tanya Frank memastikan.


"Untuk apa aku bercanda dengan hal ini? benar-benar tidak bermanfaat." Jawabnya kesal.


"Ya ampun, doaku selama ini tidak dikabulkan kenapa dia harus kembali!!." Ucap Lay berbicara dengan dirinya sendiri.


Tidak sadar Frank menelan salivanya sendiri ia yakin jika Lay tidak akan bercanda jika menyangkut orang itu.


"Dia siapa?." Tanya Dara yang sejak tadi hanya diam mendengarkan perdebatan mereka.


Lay langsung menoleh kearah Dara dengan wajah terkejut, "Bu Bos? kau ada disini? sejak kapan?." Pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Lay.


"Sejak tadi, sebenarnya siapa yang kalian maksud itu?." Tanya Dara.


"Aku tidak bisa menyebutkan namanya yang jelas Bu bos kau harus hati-hati. Dia orang yang sangat menyeramkan." Ucap Lay duduk sofa sambil meneguk sekaleng soda didepannya.


"Menyeramkan?." Tanya Dara tidak mengerti.


"Benar Bu bos!! dia yang mendapat julukan si gila menyeramkan, jika Bu bos bertemu dengannya lebih baik langsung berlari pergi jangan sampai dia melihatmu." Jelas Lay menggebu-gebu.


Dara benar-benar tidak mengerti siapa yang sedang mereka maksud. Apakah dia semenyeramkan itu? pikirnya.


"Jika dia sudah tersenyum dunia pasti sedang tidak baik-baik saja." Lanjut Lay.


"Lay benar Al, dia manusia paling mengerikan yang pernah aku kenal." Timpal Frank, saat memorinya mengulang kembali dimana ia pernah berurusan dengan orang itu. Membuat trauma besar dalam dirinya yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya. Yang paling menyebalkannya adalah ia tidak bisa membalas perbuatan orang itu kepadanya.


"Apakah dia orang yang sangat mengerikan?." Tanya Dara dengan raut wajah takut sepertinya ia mulai menggambarkan bagaimana orang yang mereka maksud itu.


"Sangat!." Ucap mereka berdua bersama.


"Sebenarnya dia itu siapa?." Tanya Dara yang masih penasaran.


"Dia itu monster." Ucap Lay.


"Triplek."


"Si gila menyebalkan."


"Si datar pembuat peraturan."


"Manusia tidak berperasaan."

__ADS_1


Ucap Lay dan Frank saling bersautan dengan nada penuh kekesalan.


"Satu ciri khas orang itu, Bu bos." Ucap Lay serius membuat Dara menelan ludahnya sendiri saat pria itu menunjuk kearahnya dengan jari telunjuknya.


"Apa?." Tanya Dara pelan.


"Devil's smile."Jawab Frank dan Lay bersama membuat bulu kuduk Dara berdiri.


"Kau harus pergi jauh jika melihat dia tersenyum, percaya padaku dia bukan orang yang ramah." Ucap Frank.


"Senyuman itu palsu dia yang asli adalah orang yang sangat datar." Timpal Lay.


"Kenapa kalian tidak langsung memberitahuku namanya?." Tanya Dara dari tadi mereka hanya menyebutkan 'orang itu' dan 'dia'. Bagaimana bisa Dara tau siapa yang mereka maksud.


"Tidak bisa." Jawab Lay dan Frank bersama.


"Kenapa?."


"Tidak apa, hanya saja pendengaran orang itu sangat tajam jika dia ada disekitar kita, pasti kita akan mendapat masalah karena telah membicarakannya." Jelas Frank.


"Dia sangat pintar menghukum seseorang." Lanjut Lay.


Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan semua orang diruangan itu.


Ceklek


Adam masuk kedalam lalu menundukkan kepalanya sebentar.


"Makan malam sudah siap tuan dan nona." Ucapnya.


"Tumben sekali kau memberitahu kami." Ucap Frank sambil mengangkat salah satu alisnya.


"Ini perintah tuan muda Ellard untuk nona Dara, beliau bilang nona harus makan malam tepat waktu." Jelas Adam membuat Dara menundukkan wajahnya malu saat Lay dan Frank sama-sama menatapnya.


"Wah si Bos." Ucap Lay berdecak kagum sambil menggelengkan kepalanya.


"Baiklah ayo turun." Ucap Frank sambil berdiri dari duduknya.


*****


Mereka bertiga sedang makan dalam diam sesekali Lay dan Frank beradu mulut membuat Dara tertawa kecil.


"Kalian siapa?." Suara Vio mengalihkan pandangan mereka bertiga.


"Loh Frank? Frankie kan?." Tanya Violla semangat lalu ikut duduk diseberang mereka bertiga.


"Ya." Jawab Frank lalu melanjutkan memotong dagingnya.


"Dia siapa? cantik sekali." Tanya Lay berbisik ditelinga Frank sambil menatap binar wajah Violla.


"Kau masih ingat aku? Violla, teman dekat Ellard." Ucapnya. Ia mengira jika Frank melupakannya buktinya pria itu hanya acuh dengannya.


"Aku ingat." Jawab pria itu seadanya.


Sedangkan Dara hanya diam saja mendengar percakapan mereka, dirinya lebih memilih menyantap makanan malamnya.


Violla melirik sekilas kearah Dara kemudian kembali melihat wajah Frank.


"Dulu itu sangat menyenangkan ya, kita pernah berlibur ke Kanal Amsterdam bersama. Aku, Ellard dan teman-temannya, Ellard benar-benar mengajakku dengan sangat baik. Dia bahkan mengendongku saat kakiku terkilir disana." Ucap Violla tertawa lalu melirik lagi kearah Dara melihat ekspresi wajah gadis itu. Yang dilirik tidak memberikan ekspresi apa-apa, Dara hanya sibuk dengan makanannya.


Frank berhenti mengunyah saat mendengar ucapan wanita didepannya ini. Sepertinya ada yang salah dengan wanita itu, pikirnya.


Begitu juga dengan Lay, pria itu mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Violla.


"Ellard itu-."


Ucapannya terhenti saat mendengar suara langkah kaki mendekat, Violla menoleh keasal suara begitu juga dengan Dara dan kedua pria itu


Derap suara pantofel seseorang yang sedang mendekat kearah mereka, membuat semua orang disana penasaran.


Seorang pria bertubuh tegap mengenakan kemeja biru, celana panjang hitam juga dasi bercorak garis-garis kecil melingkar di lehernya. Ellard berjalan kearah mereka sambil mengendurkan dasi yang mencekik lehernya. Dibelakang pria itu ada Adam yang mengikutinya sambil membawa sebuah jas dan tas kerja.


Ellard tersenyum saat melihat istrinya menetap dirinya tanpa berkedip.


"Selamat malam sayang." Ucapnya lalu mengecup pipi Dara membuat sang empunya terkejut.


"Ell." Ucap Dara tidak percaya saat melihat tampilan Ellard yang tidak seperti biasanya. Pria ini terlihat sangat berwibawa dan tegas.


Sebelum pergi Ellard hanya mengunakan pakaian seperti biasanya. Calana jeans, kaos dan jaket kulit juga sedikit aksesoris yang dikenakannya, tapi ini? kenapa pulang-pulang bisa berubah drastis pikir Dara.


"Sudah selesai makannya?." Tanya Ellard memberi kecupan lagi dipipi wanita itu kemudian membersihkan sisa makanan dibibir Dara.


"S-sudah." Jawab Dara.


"Kalau begitu kita tidur ini sudah malam." Ucap Ellard lalu mengandeng tangan Dara kemudian menariknya.


Dara langsung bangun dari duduknya dan mengikuti langkah pria yang menggandeng tangannya.


Violla yang menyaksikan mereka bermesraan hanya bisa mencengkram erat roknya bahkan tangannya sampai bergetar, ia benar-benar sudah tidak tahan.


*****


Ellard naik keatas tempat tidurnya setelah mandi dan mengganti pakaiannya. Pria itu menarik tubuh Dara kedalam pelukannya dan mengelus rambut wanita itu.


"Apa kau bersenang-senang hari ini tanpa diriku?." Tanya Ellard, Dirinya tadi menyuruh Adam untuk selalu mengawasi Dara dan melaporkan apa saja aktivitas istrinya saat ia meninggalkannya.


"Emm, aku hanya bersama Frank dan Lay melihat mereka bermain." Jawab Dara mencari amannya.


"Jadi kau juga harus menggantinya untuk menemaniku bermain." Tanya Ellard.


"Eh Ell maksudku sayang, tadi Lay dan Frank membicarakan seseorang yang aku tidak kenal. Yang aku tangkap dari percakapan mereka adalah orang itu sangat menyeramkan." Ucap Dara mencoba mengalihkan pembicaraan, dan sepertinya berhasil kening Ellard mengkerut pertanda pria itu sendang memikirkan sesuatu.


"Mereka tidak menyebutkan namanya, mereka berdua hanya bilang 'dia' dan 'orang itu'." Lanjut Dara.


"Ah ya ciri khas sebutan orang itu adalah Devil's smile." Ucap Dara saat Ellard hanya diam saja tidak menanggapinya.


Tapi ucapan yang baru saja keluar dari mulut Dara membuat senyum tipis tersunging dibibirnya, ternyata Darren ingin segera menjadikan dirinya sebagai pewaris perusahaannya.


Bersambung......


Like dan komen ya!! vote? terserah kalian


Bakal ada orang baru nihh!!


"Telanlah amarahmu, sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa manis dari itu." ~Ali bin Abi Thalib

__ADS_1


__ADS_2