Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab

Cinta Sang Tuan Muda Arogan Dan Gadis Berhijab
Wartawan


__ADS_3

Setelah perjalanan darat yang memakan waktu lumayan lama akhirnya jet dengan lambang W landing di landasan penerbangan bandara internasional New York. Riuk priuk wartawan seperti semut memperebutkan makanan, entah siapa yang mengetahui pendaratan salah satu anggota keluarga Walton disini.


Yang jelas jika ini karena keteledoran salah satu dari ajudan keluarga Walton, siap-siap saja orang itu tidak akan selamat dari amukan putra tunggal Walton yang saat ini sedang mengepalkan tangannya dengan raut wajah memerah menahan amarah.


"Sabar Ell, kita bisa cari jalan lain lagi" Dara mengelus lengan suaminya berniat menyalurkan kesabaran.


"Jalan yang mana? mereka menyebar Dara!"


Dara terdiam mendengar nada bicara tertahan pria itu, Dara memang sudah memberi pemahaman tentang kehamilannya pada Ellard dan pria itu juga sudah mencoba memahaminya. Tapi situasi ini membuat mood Ellard yang sudah Dara stabilkan menjadi tidak kondusif lagi.


Lihatlah saat ini saja pria itu sedang meremas ponselnya sendiri setelah memaki Madrick. Entah apa kesalahan pelayan pribadi berwajah triplek itu.


"Kamu pasti lelah kan? apa kamu merasa pusing? muat? atau lapar?"


Wajah yang tadinya terlihat menyeramkan kini berubah cemas menyadari jika ada hal lain yang lebih penting daripada wartawan diluar sana yang haus akan berita.


Mereka sedang duduk disofa ruang privat bandara, para staf yang memang ditugaskan untuk melayani putra tunggal itu hanya menunduk, pura-pura tidak melihat apa yang pria itu lakukan.


Wajah Ellard yang semula menyeramkan saat berbicara setengah memaki pada mereka tadi masih terngiang diingatan para staf, dan melihat kepribadian lainnya yang dimiliki Ellard sedikit membuat mereka kehilangan kata-kata.


"Tidak, aku baik-baik saja"


"Seharusnya kau istirahat dan tidak mengalami hal menyebalkan seperti ini" gumamnya pelan sambil memaki semua orang yang membuat suasana hatinya memburuk, entah dorongan dari mana tangannya terulur mengelus perut rata istrinya.


"Aku akan berbicara pada mereka diluar" ucap Ellard kemudian berdiri dari duduknya. Pria itu menunduk saat tangannya ditahan istrinya, Dara mendongak kemudian menggelengkan kepalanya lagi.


"Tidak usah Ell, kita tunggu saja orang-orang yang ditugaskan Mad untuk membubarkan wartawan didepan" ucap Dara, bukannya apa-apa tapi Ellard sedang tidak baik-baik saja sekarang. Yang Dara takutkan adalah jika pria itu kehilangan kendali.


"Itu terlalu lama, kamu sedang hamil dan butuh banyak istirahat apalagi perjalanan kita tadi memakan waktu lama. Aku tidak akan membiarkan para penganggu itu membuatmu menunggu sayang dan berakibat buruk pada kesehatan mu" ucap Ellard kemudian mengelus kepala Dara dan memberikan kecupan kecil disana.


"Tunggu sebentar jangan banyak bergerak" ucapnya lalu beralih menatap satu persatu staf yang berdiri tak jauh dari tempatnya.


"Dan kalian, jaga istriku!" ucap Ellard tegas kemudian berjalan keluar dari ruangan.

__ADS_1


Sampai didepan pintu dua pengawal langsung siaga mengikuti Ellard dibelakang pria itu.


Dara yang masih duduk diam didalam ruangan hanya bisa memijit pelipisnya. Sebenarnya ini bukan masalah besar mengingat ada sekitar lima pengawal yang menjemput mereka tadi.


Dan itu sudah cukup untuk menghalau para wartawan yang akan menyentuh mereka. Tapi memang dasarnya Ellard keras kepala, pria itu tidak membiarkannya berdesakan dengan para wartawan.


Walaupun itu sangat mungkin terjadi menurutnya bukan masalah besar mengingat kehamilannya masih muda dan belum menyulitkannya untuk bergerak.


Sedangkan Lay dan Frank sudah keluar lebih dulu, Ellard yang mengumpannya kepada para wartawan berpikir mereka akan beralih menyorot kedua remaja itu yang kepopulerannya tidak bisa dianggap biasa.


Tapi tentu saja para wartawan akan membuat berita yang lebih hot mengguncang para pemirsa yang melihatnya.


Berita tentang anggota keluarga Walton yang jarang disorot selain urusan bisnis siapa yang akan melewatkan kesempatan besar ini? apalagi mereka mendapat kabar jika putra tunggal Walton itu tidak terlihat sendirian melainkan ada seorang wanita yang bersamanya.


Tentu itu sebuah berita besar, putra tunggal Walton yang semula namanya bersih dari sentuhan para wanita tiba-tiba terciduk baru saja pulang dari luar negeri bersama wanita asing.


Sekali lagi Dara hanya bisa menghembuskan nafasnya pasrah mengingat semua tingkah laku suaminya yang kadang melewati batas normal.


Kerlipan flash kamera tidak membuat Ellard menyipitkan matanya silau. Pria itu tetap berjalan tegap saat para wartawan mulai berdesakan dan melontarkan banyak pertanyaan kepadanya.


"Apa anda sudah menyiapkan seseorang untuk menempati posisi menantu tunggal keluarga walton tuan?"


"Dikabarkan anda baru saja kembali dari asia, siapa yang anda temui disana?"


"Tuan bisakah anda tunjukan gadis mana yang beruntung bisa bersama anda?"


"Apa sudah selesai?"


Tiga kata itu mampu membuat semua teriakan wartawan menjadi keheningan hanya terdengar suara record yang baru saja diaktifkan saat merasa Ellard akan menjawab pertanyaan mereka.


"Aku tidak ingin banyak bicara, setelah aku menjawab dua pertanyaan dari kalian. Aku harap kalian membebaskan diriku, karena aku tidak sedang sendiri dan juga tidak memiliki banyak waktu saat ini" ucapan Ellard meluruskan spekulasi bahwa saat ini dirinya benar sedang besama seseorang.


Ricuh suara wartawan kembali terdengar, mereka saling berteriak menanyakan seseorang yang sedang bersama Ellard. Situasi semakin tidak kondusif saat Ellard melihat pengawalnya mulai kewalahan menghalau wartawan menyentuhnya.

__ADS_1


"Apa kalian bisa diam? aku akan berbicara jika kalian bisa mendengarkan"


Kalimat itu langsung membuat suasana kembali hening, wartawan yang saling ngotot bertanya terdiam menyembunyikannya rasa takutnya saat melihat mata elang itu menatap tajam kearah mereka. Wartawan itu mungkin lupa siapa yang sedang mereka hadapi sampai-sampai bisa seberani ini.


"Setelah dua jawaban ini aku harap kalian tidak mengusikku lagi" ucap Ellard dengan kesungguhan seolah mengatakan jika wartawan itu mengganggunya lagi maka perusahaan berita mereka akan terkena imbasnya.


Para wartawan memilih diam mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh putra tunggal keluarga besar itu yang mungkin akan membawa berita ini sampai tranding nomor satu karena jarang Ellard akan berbicara didepan media selain membahas tentang bisnis .


"Jawaban pertama, ya aku baru saja kembali dari asia" ucapan Ellard langsung terekam dengan jelas dikamera para wartawan, merka semua bahkan menahan nafas hanya agar bisa mendengar dengan jelas jawaban pemuda berpengaruh di negri ini. Seolah kata-kata yang keluar dari mulut Ellard adalah hal langka yang harus diabadikan sebaik-baiknya dan juga sejelas-jelasnya.


"Jawaban kedua, benar aku baru saja kembali dengan seorang perempuan"


"Apa gadis yang sama dengan gadis yang bersama anda saat di mall itu tuan?"


Terkejut, kaget, tidak percaya itu yang wartawan lain lihat saat ada seorang wartawan muda berkupluk hijau tua bertanya hal yang jelas-jelas berbahaya untuk karir mereka jika itu dipertanyakan.


Pertama, Ellard sudah mengatakan jika dia hanya akan menjawab dua pertanyaan dan kedua, berita itu langsung di take down sesaat setelah viral. Tentu itu membuat pemikiran bahwa keluarga Walton tidak ingin membahas hal ini.


"Aku hanya menjawab dua pertanyaan saja" ucap Ellard membuat mereka semua menahan nafas sambil menatap miris dan kasihan pada wartawan yang menanyakan hal itu tadi pada Ellard.


Apalagi saat mereka melihat putra tunggal Walton itu melirik kearah lambang perusahaan pria muda tadi, mereka pasti berpikir 'tamatlah riwayatnya kali ini' pekerjaan yang mungkin baru pria muda tadi geluti bisa saja lepas dengan sekejap dari genggamnya hanya karena sebuah pertanyaan sepele yang bisa dijawab dengan anggukan atau gelengan kepala saja.


"Tapi mungkin memberikan jawaban itu bisa membuat kalian diberi bonus maka jawabannya adalah ya dan aku jelaskan sekali lagi jika perempuan itu bukan seorang gadis melainkan seorang wanita, dia wanitaku, dia istriku, dia milikku" jelas Ellard membuat mereka semua terpekik histeris. Bahkan mereka semua nyaris pingsan mendengarnya.


Jawaban ini, pasti akan mengemparkan seluruh Amerika malam ini. Apalagi kalimat terakhir yang diucapkan Ellard tadi.


Istri? itu artinya keluarga Walton kedatangan anggota baru yang akan melahirkan penerus selanjutnya. Ini bukan hanya berita biasa, mereka yakin orang-orang yang mendengarnya diluar sana mungkin akan terkena serangan jantung mengingat jika akhir-akhir ini tuan muda Walton baru saja menjadi topik hangat karena baru saja terjun langsung ke perusahaan dan akan segera menggantikan posisi ceo di perusahaan besar milik ayahnya, Darren Levon Walton.


"Aku sudah menjawab pertanyaan kalian, sekarang menyingkirlah. Aku harus membawa istriku pulang, dan hargai privasiku karena aku tidak ingin membuka identitas istriku sekarang, ada waktunya tapi bukan disini. Aku harap kalian memahaminya" ucap Ellard yang langsung dimengerti dan dipahami oleh mereka.


Para wartawan langsung mematikan kamera mereka dan menundukkan setengah badannya mengucapkan beribu terimakasih. Berita yang mereka bawa ini benar-benar berita besar yang pasti akan menaikkan rating diri mereka sendiri sebagai wartawan.


Mereka paham mana mungkin orang berkuasa seperti Ellard akan membuka indentitas istrinya sembarangan ditempat seperti ini. Pasti akan ada acara resmi yang digelar keluarga Walton untuk mengenalkan pada dunia siapa dan bagaimana rupa menantu keluarga Walton.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2