Cinta Untuk Si BabySitter Cantik

Cinta Untuk Si BabySitter Cantik
Mejadi istri yang sesungguhnya


__ADS_3

"Kamu nggak jawab berarti boleh," ucap Abi sembari tersenyum bahagia.


Abi menyingkap selimut dengan paksa membuat Aeril kembali hendak menjerit tapi ia tutup mulutnya sendiri agar Naira tak terganggu dengan suaranya.


Aeril menutup wajah dengan kedua tangannya karena merasa sangat malu. Meski ini bukan pertama kalinya tapi tetap saja Aeril merasa sangat malu. Sedangkan Abi begitu gemas melihat Aeril yang bertingkah malu-malu dan ingin segera menerkamnya tapi ia tetap berusaha tidak agresif agar Aeril merasa rileks.


"Boleh ya Ay," ucap Abi dengan suara serak serta mata yang sudah berkabut karena hasratnya benar-benar membara malam ini.


Bukan hanya karena kecantikan Aeril tapi untuk pertama kalinya Aeril menerima dirinya dan itu benar-benar membuat Abi ingin meledak.


"Boleh," ucap Abi lagi sembari melepas tangan Aeril sebelah dari atas wajahnya. Dengan sangat jelas Abi dapat melihat wajah putih Aeril bersemu merah, entah karena malu atau sangat bahagia tapi yang jelas itu membuat Abi sangat bahagia.


Abi lalu melepas tangan Aeril yang satunya lagi lalu mengecup kedua mata itu bergantian setelah itu seluruh wajah Aeril pun turut di kecup oleh Abi seolah tak akan bosan.


Sedangkan Aeril hanya bisa pasrah menerima semua sentuhan Abi yang sejujurnya sangat ia sukai. Telah lama ia pun mendamba akan perlakuan dan sentuhan lembut seperti malam ini, hanya saja belum berani membuka hatinya sehingga ia terus membentengi diri agar tak terluka seperti dulu.


Tapi malam ini entah mengapa benteng yang Aeril bangun runtuh seketika saat melihat ketulusan dan kelembutan Abi memperlakukannya. Aeril menyerah terus-terusan menghindari Abi dan terus menambah dosanya karena tak menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri.


Malam ini ia memasrahkan dirinya pada Abi apa pun yang akan di lakukannya.


Setelah puas menciumi seluruh wajah Aeril kini bibirnya turun ke leher jenjang nan putih itu, Abi berhenti sejenak untuk menghirup aroma tubuh Aeril yang sejak lama ia sukai namun baru kali ini ia bisa menghirupnya secara langsung. Setelah puas menghirupnya ia pun memberikan setempel kepemilikan di sana membuat Aeril menggeliat seketika. Setelah itu Abi membuka kancing baju Aeril satu per satu dan melemparnya ke sembarang arah dan itu membuat Aeril menatap protes ke arah Abi.


Abi tertegun menatap tubuh Aeril yang kini berada di hadapannya, serasa mimpi bisa melihat bentuk tubuh Aeril yang benar-benar menggoda naluri kelelakiannya.


Apa lagi saat melihat sumber makanan Naira yang terlihat jelas meski penutupnya belum terbuka sempurna. Abi bahkan sulit menelan saliva karena pemandangan yang ada di hadapannya kini dengan jelas bisa ia lihat setelah sebelumnya hanya ada pada fantasinya saja.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu Ay." Abi memeluk erat Aeril membenamkan wajahnya pada ceruk leher Aeril. Abi begitu terharu karena Aeril tak lagi menolaknya seperti sebelum-sebelumnya.


Meski sedikit ragu tapi Aeril membalas pelukan Abi karena merasakan ketulusan yang di berikan Abi selama ini.


Abi mengangkat wajahnya saat merasakan balasan pelukan dari Aeril. Menatap kembali wajah yang kini tengah merona. Lagi Abi ******* habis bibir manis istrinya yang membuatnya candu dan tak ingin melepaskannya, tangannya pun kini bergerilya menyentuh setiap inci tubuh istrinya yang kini hanya bisa pasrah berada di bawahnya.


Abi bahkan mencium seluruh tubuh Aeril karena begitu bahagia, apa lagi saat bibirnya menyentuh bagian faforit Naira, Abi seakan lupa diri dan tak ingin beranjak dari sana. Tingkahnya melebihi Naira jika sedang kehausan membuat Aeril terkadang tak mampu menahan de**han yang tanpa sengaja lolos dari bibirnya dan membuat Abi semakin rakus seperti bayi kelaparan.


"Aku ingin memilikimu seutuhnya malam ini Ay," serak suara Abi. Aeril mengangguk pasrah dengan wajah yang kembali ia tutupi karena merasa sangat malu.


Setelah satu tahun menunggu akhirnya Aeril menjadi istri seutuhnya untuk Abi malam ini dan itu membuat Abi begitu bahagia.


Aeril pun begitu bahagia malam ini, Abi menunjukkan betapa ia mencintai dan begitu memuja Aeril, perlakuan yang selama ini tak pernah ia dapatkan dari Vano. Vano memang romantis dan mencintainya tapi entah mengapa Aeril merasa Abi lebih segalanya bahkan luar biasa, bukan hanya perlakuannya malam ini tapi kesabarannya selama ini menunggu Aeril siap itu benar-benar membuat Aeril terharu dan iklas menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.


"Ay kamu nangis?" tanya Abi saat melihat setetes embun yang keluar dari sudut mata Aeril.


"Apa kamu marah karena aku meminta hak malam ini?" Aeril cepat-cepat menggeleng karena takut Abi berfikiran buruk.


"Lalu kenapa sayang, hem?" mendengar kata sayang dari mulut Abi membuat air mata Aeril bertambah deras dan itu membuat Abi sedikit panik.


"Apa aku ada salah Ay, katakan?" Abi kini memeluk Aeril berusaha menenangkannya.


Aeril tak menjawab hanya masih terus terisak di dalam pelukan Abi yang membuatnya berangsur tenang.


"Aku takut ini semua cuma mimpi," ucap Aeril terbata karena belum sepenuhnya berhenti menangis.

__ADS_1


"Ay ini semua nyata, aku mencintai kamu sayang, kamu harus percaya itu."


"Aku takut kamu juga akan pergi seperti di--"


Abi kembali membungkam bibir Aeril menggunakan bibirnya meski hanya sebentar dan itu membuat Aeril merajuk.


"Orang belum selesai ngomong juga, main cium-cium aja," ucap Aeril manja.


"Duhh ya Allah malam ini kok istriku berubah manis banget sih." Abi kembali menghujani Aeril dengan ciuman.


"Udah ... "


"Mulai sekarang kamu nggak boleh inget masa lalu lagi, kamu hanya perlu fokus ke masa depan kamu, yaitu aku dan Naira.


Aku nggak akan pernah berpaling dari kamu karena aku sangat ... mencintai kamu.


Apa yang harus aku lakukan biar kamu percaya?" tanya Abi kepada Aeril yang masih saja terdiam.


Tanpa aba-aba Aeril memeluk Abi dan menenggelamkan wajahnya ke dada bidang milik Abi karena di sana Aeril merasa sangat nyaman dan tenang dan saat berada di sana dia bahkan mampu melupakan masa lalunya yang selama ini selalu membayanginya.


"Aku percaya," kata Aeril sembari mencium aroma sang suami yang kini sangat ia sukai.


"Terima kasih." Abi mengelus rambut Aeril dan menciumnya berulang kali.


Keduanya pun tidur sambil berpelukan untuk pertama kalinya selama pernikahan yang di anggapnya tak akan bertahan lama. Tapi perjuangan Abi yang terus memperjuangkan Aeril mampu mencairkan hati Aeril yang telah lama membeku.

__ADS_1


__ADS_2