Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 16


__ADS_3

Setelah perdebatan Adam dan Kakeknya malam itu, keduanya jadi bersikap cuek satu sama lain. Bahkan saat makan malam, keduanya tetap memilih diam.


Selama dua hari, perang Dingin diantara keduanya terus berlanjut. Naura yang sudah mulai sembuh dari lukanya hanya diam menyaksikan keduanya tanpa berniat menengahi karena bagaimana pun alasan dari keduanya bertengkar tak lain karena dirinya.


Karena hal ini jugalah, Kakek Adam memutuskan kembali ke kediaman Keluarga Louis lebih awal dari apa yang direncanakannya. Ia hanya akan terus menerus bertengkar jika berada dalam satu rumah yang sama dengan cucunya yang keras kepala.


"Apa sebaiknya Naura mengantar Kakek?" Tanya Naura khawatir


"Tidak perlu. Kamu masih harus banyak beristirahat, jangan membebani dirimu lagi" Ucap Kakek Adam mengelus rambut Naura penuh kasih


"Kalau begitu, Kakek hati-hati di jalan" Ucap Naura


Meski ia menawarkan untuk mengantar, ia tidak benar-benar menginginkannya karena ia masih memiliki janji temu dengan Dira hari ini.


.....


Setelah mengantar Kakek Adam, Naura segera ke kamarnya untuk bersiap-siap. Sebelum Dira memarahinya karena telat datang.


30 menit kemudian..


Karena terburu-buru, Naura hanya memakai pakaian seadanya dengan sedikit make up tipis agar wajahnya tidak terlihat pucat.


"N-nona mau keluar?" Tanya Pak Agus kaget saat melihat Naura menenteng tasnya turun dari kamarnya


"Iya Paman. Aku akan menemui Dira" Jawab Naura tersenyum tipis


"Kalau begitu, biarkan aku mengantar Nona" Pinta Pak Agus khawatir jika kejadian sebelumnya kembali terjadi tanpa sepengetahuan nya


Naura berfikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk menyetujui.


"Baiklah. Pak Agus bisa mengantarku" Ucap Naura seraya melanjutkan langkahnya diikuti Pak Agus dari belakang


Setibanya di garasi, Naura mengedarkan pandangannya mencari mobilnya sebelumnya.


"Apa mobilku belum selesai diperbaiki?" Tanya Naura menatap Pak Agus


"Itu.. Tuan membuangnya Non.. " Jawab Pak Agus sedikit memalingkan wajahnya tak ingin bertatapan dengan Naura


Naura menepuk jidatnya seraya menggelengkan kepala tak habis pikir dengan pikiran Adam.


"Padahal itu mobil kesukaanku.. " Gumam Naura sedikit tidak rela karena bagaimana pun ia jarang menggunakannya selama ini

__ADS_1


Pada akhirnya Naura hanya bisa menghela nafas pasrah seraya masuk ke dalam mobil.


....


Butuh waktu sekitar 20 menit untuk Naura tiba di restoran yang biasanya hanya membutuhkan waktu 10 menit. Karena kecelakaan kemarin, Pak Agus menjadi overprotective jika itu berhubungan tentang Naura mengingat ia mendapat perintah langsung dari Kakek dan orang tua Adam.


Tapi meski tanpa permintaan dari mereka, Pak Agus tetap akan menjaga Naura sepenuh hati terutama setelah melihat perjuangan Naura selama ini.


Naura segera masuk ke dalam restoran untuk menemui Dira, setelah Pak Agus dipaksa nya pergi yang memang sejak tadi bersikeras untuk menunggu Naura selesai.


Berbeda dari sebelumnya, kali ini Dira memesan ruangan VIP untuk bertemu dengan Naura, mencoba bersikap hati-hati setelah kejadian sebelumnya saat Adam salah paham.


"Wi-william?" Ucap Naura kaget saat masuk ke dalam ruangan dan hanya menemukan William seorang diri disana


"Apa yang kamu lakukan disini? Bagaimana dengan Dira? Dimana dia?" Tanya Naura bingung


"Dia baru saja pergi. Dia tiba-tiba memiliki urusan mendesak" Jawab William sedikit gugup


Beberapa saat yang lalu, Dira memang ada disana. Namun karena paksaan dan tentunya sogokan dari William. Dira akhirnya setuju dan membiarkan William menghabiskan waktu dengan Naura.


"Padahal aku ingin berdiskusi dengannya" Ucap Naura sedikit kecewa


Melihat raut wajah kecewa dari Naura membuat William dengan cepat mengajukan dirinya.


"Oh benar juga.. Aku sebelumnya sudah menyelesaikan desainnya.. " Ucap Naura kembali ceria sembari mengeluarkan buku desainnya


"Beritahu aku pendapatmu" Ucap Naura penuh harap


"Waah.. Ini benar-benar style ku" Ujar William kagum dengan mata berbinar


"Aku mencari informasi tentangmu di internet. Dari yang aku lihat, kamu jarang menggunakan pakaian formal. Karena itulah aku mendesain pakaian semi formal untukmu. Aku pikir kamu akan terlihat lebih tampan dan maskulin dengan gaya seperti ini"


"Gawat.. Jantungku serasa akan meledak" Batin William dengan tangan memegang dadanya yang kini berdetak tak karuan


"Ada apa? Wajahmu memerah, apa kamu sakit?" Tanya Naura memperhatikan ekspresi William


"A-aku tidak apa-apa, aku hanya sedikit gugup karena kamu tiba-tiba memujiku seperti itu" Ucap William semakin dibuat gugup


Saking gugupnya, ia bahkan tidak bisa bertatapan langsung dengan Naura yang masih menatapnya.


"Kendalikan dirimu William" Batin William berusaha menenangkan dirinya

__ADS_1


"Bukankah wajar jika seorang aktor mendengar pujian seperti ini?"


"Itu berbeda.. " Ujar William masih memalingkan wajahnya tak sanggup bertatapan langsung dengan Naura


"Karena aku menyukaimu.. " Sambung William dalam hatinya


"Darimana itu berbeda.. Siapapun yang melihatmu, sudah pasti akan memuji wajahmu yang tampan tak terkecuali diriku"


"Jadi apa aku benar-benar tampan di matamu?" Tanya William tiba-tiba menatap Naura menunggu jawaban darinya


Naura yang merasakan keanehan dari sikap Adam seketika merubah raut wajahnya dan balas menatap William serius.


"William.. Apa mungkin kamu menyukaiku?" Tanya Naura mencoba menebak apa yang saat ini dipikirkan William tentang dirinya


William yang seharusnya tidak mengatakan sebenarnya, tanpa sengaja berkata jujur saking gugupnya.


"I-iya.. " Jawab William yang langsung menutup mulutnya


"Padahal aku hanya sedikit bercanda sebelumnya, siapa sangka jika kamu benar-benar menyukaiku"


"Maafkan aku... Aku pasti sudah membuatmu merasa tidak nyaman.. " Ujar William dengan kepala menunduk


Naura hanya tersenyum melihat reaksi gugup William. Harus ia akui bahwa ini pertama kalinya ia bertemu seseorang yang menaruh perhatian hingga menyukainya seperti ini.


"Jadi, apa yang kamu sukai dariku? Kita baru bertemu beberapa kali dan menurutku itu bukan alasan yang cukup untuk membuat seseorang tertarik padaku, terutama karena aku yang masih berstatus istri seseorang"


William menggaruk bagian kepalanya bingung harus memulai darimana menjelaskannya. Karena bagaimana pun, Naura mungkin sudah melupakan pertemuannya saat kuliah dulu.


"Mungkin ini terdengar seperti lelucon, tapi aku sudah menyukaimu dari sejak kamu masih seorang mahasiswa"


"Mahasiswa? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Naura mencoba mengingat-ngingat kembali


"Kita memang pernah bertemu. Tapi itu hanya sebuah pertemuan singkat. Tapi karena pertemuan singkat itu, aku mulai tertarik dan tanpa sadar menaruh rasa terhadapmu" Ujar William


Bahkan dirinya sendiri tidak menduga jika ia pada akhirnya tidak bisa melupakan pertemuan itu.


"Jadi apa yang membuatmu tertarik padaku?"


"Mungkin karena aku menyukai senyum manismu itu.. " Jawab William seraya tersenyum


Naura hanya mendengarnya hanya mengerutkan keningnya bingung. Ini pertama kalinya ia begitu dipuji seperti ini.

__ADS_1


"Alangkah bagusnya jika Adam yang mengatakannya" Batin Naura penuh harap


__ADS_2