
"William? Kamu baik-baik saja?" Tanya Naura saat William diam hingga tidak mendengar panggilannya
Melihat hal itu, Naufal dengan cepat menjitak bagian kepala adiknya itu.
"Sssstt... Kak?" Protes William mengusap bagian belakang kepalanya
"Naura memanggilmu dari tadi" Ujar Naufal menunjuk Naura yang kini menatap William dengan tatapan bingung
"Maaf.. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu" Ucap William kembali mengubah sifatnya meski masih tampak canggung
"Ngomong-ngomong, kamu memiliki selera yang bagus.. "
"Tentu saja dia itu seorang desainer" Seru William
"Oh.. Kamu seorang desainer?"
Naura hanya tersenyum lirih mengangguk bingung harus merespon apa.
"Apa aku membuatmu tidak nyaman? Aku hanya tertarik karena gaun yang kamu pakai, sama seperti gaun yang dipesan William sebelumnya"
"Kak!" Tegur William agar Kakak nya tidak melewati batas
"Oh, apa mungkin ini hadiah kamu untuk Dira? Sebenarnya aku tidak sempat membeli gaun, karena itulah Dira membantuku"
"Kamu kenal Dira?"
"Iya, kami sahabat dari sejak kuliah"
"Dia tidak pernah memberitahuku, jika dia memiliki sahabat secantik dirimu" Ucap Naufal memuji
William yang melihat Naura mulai merasa tidak nyaman, dengan cepat meraih lengan Naura menjauh dari kakaknya.
"Ikut denganku, tidak ada gunanya berbicara dengan orang sepertinya" Ucap William menarik Naura pergi
Naufal yang melihat hal itu hanya menyeringai melihat keduanya pergi.
"Dasar b*cah kurang ajar.. " Gumam Naufal seraya meneguk minuman di gelasnya
.....
Sementara itu, William menarik lengan Naura keluar dari ruangan tersebut dan berhenti di balkon.
"Maaf.. Dia memang sedikit br*ngsek" Ucap William menrutuki kakaknya yang playboy itu
"Tidak apa-apa.. Lagipula sifatnya itu sangat sesuai dengan penampilannya" Ucap Naura tertawa kecil
__ADS_1
"Penampilannya?"
"Hmm.. Dia terlihat nakal dan juga sedikit hot?" Ucap Naura memikirkan penampilan Naufal
"Lalu bagaimana denganku?" Tanya William mengenai penampilannya malam ini
"Apa itu perlu? Lagipula apapun yang kamu kenakan, kamu akan tetap terlihat tampan dan menawan" Jawab Naura tanpa ragu-ragu karena bagaimana pun William seorang aktor
Lagi-lagi raut wajah William memerah. Melihat sosok Naura yang tengah tersenyum dengan begitu riangnya membuat William semakin merona.
"Ahh.. Aku semakin menginginkannya" Gumam William pelan
"Hmm?" Alis Naura terangkat bingung karena gumaman William yang terdengsr begitu samar di telinganya
"Tidak.. Aku hanya berharap agar kamu tetap tersenyum seperti ini" Ucap William dengan mata berbinar penuh harap
Naura hanya tersenyum. Jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia benar-benar bersyukur dipertemukan dengan William.
....
Di tengah perbincangan Naura dan William, keduanya seketika terhenti saat pandangan William yang tanpa sengaja terkunci pada seorang wanita dengan pria yang sudah tidak asing lagi.
Mereka tak lain adalah Adam bersama dengan Clara yang juga tengah berbincang di tengah pesta tersebut.
Terlihat jelas tatapan-tatapan aneh dari para tamu yang hadir mengingat Adam yang sebelumnya datang dengan istrinya, malah berakhir bersama dengan wanita lain.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya William khawatir
"Aku baik-baik saja, lagi pula aku sudah terbiasa" Ucap Naura masih dengan senyum di wajahnya
Senyuman yang begitu berbeda dari yang dilihat William tadi. Senyum ceria namun terlihat begitu hampa bagi William.
"Bagaimana ini? Semakin aku memikirkannya. Aku semakin ingin merebutnya" Lagi-lagi William bergumam dengan nada pelan
...***...
Di sisi lain, Adam yang baru saja selesai menyapa beberapa tamu, berniat mencari Naura yang sejak tadi tidak dilihatnya, namun terhenti saat Clara tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Adam.. " Panggil Clara saat melihat Adam
"Clara? Bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Adam tidak menyangka
"Kenapa? Apa aku tidak boleh berada disini?" Tanya Clara balik dengan raut wajah cemberut
"Bukan seperti itu.. Aku hanya kaget karena kamu ada di pesta ini, mengapa tidak memberirahuku sebelumnya?"
__ADS_1
"Bukannya aku tidak ingin memberitahumu, aku hanya tidak tahu jika kamu juga akan hadir di pesta ini" Jawab Clara
"Kalau begitu nikmatilah pesta ini.." Ucap Adam namun dengan mata yang sejak tadi memperhatikan sekitar
"Ada apa? Siapa yang kamu cari? Apa mungkin Naura?" Tanya Clara ikut memperhatikan sekitar
"Iya. Aku datang bersama dengannya, tapi sejak tadi aku sama sekali tidak melihatnya" Jawab Adam
Mendengar hal itu, Clara ikut mencari Naura di seluruh ruangan itu. Hingga kemudian, pandangannya terhenti pada sosok pria dan wanita di sebuah balkon. Meski hanya terlihat dari belakang, Clara masih bisa mengetahui jika itu adalah Naura.
"Apa dia mengenakan gaun putih?" Tanya Clara
"Iya, dia mengenakan gaun putih yang panjang" Jawab Adam kemudian
"Apa mungkin itu?" Tanya Clara seraya menunjuk ke arah balkon "Tapi sepertinya dia tengah berbincang dengan seseorang disana" Sambung Clara memperhatikan sosok pria itu
Adam lalu menoleh dan mengikuti arah yang ditunjuk Clara. Keningnya seketika berkerut dengan alis bertaut saat melihat Naura yang tengah berbincang dengan seorang pria yang tidak bisa ia lihat karena pandangannya yang terhalang.
"Bukankah itu William, pria yang kita temui di restoran beberapa hari yang lalu" Ucap Clara menutup mulutnya tak menyangka jika ia akan melihat pria itu kembali, dan lagi ia lagi-lagi bersama dengan Naura
"Mau kemana kamu?" Tanya Clara meraih lengan Adam saat Adam berniat menghampirinya
"Aku akan menghampirinya.. " Ujar Adam dengan wajah yang penuh kekesalan saat ini
"Ada banyak pasang mata yang melihatmu, apa ini akan baik-baik saja? Lagipula jika mereka benar bersama, bukan kah itu bagus untuk kita?" Tanya Clara mencoba mengambil keuntungan karena Adam yang tak kunjung bercerai dengan Naura
"Tapi tidak di tempat seperti ini, dia selalu bertindak layaknya wanita yang suci, tapi apa yang dia lakukan sekarang, ini benar-benar memuakkan" Ucap Adam kesal dan tanpa menghiraukan ucapan Clara, ia dengan cepat berjalan menghampiri Naura di balkon
"Apa ini? Mengapa dia begitu terganggu seperti ini?" Ucap Clara dalam hati, tak suka dengan sikap Adam yang seolah cemburu melihat Naura bersama dengan pria lainnya
.....
Adam yang saat ini mengabaikan tatapan dari orang lain, menghampiri Naura dengan tatapan tajam dan dinginnya.
"Naura!" Panggil Adam saat tiba di balkon
Naura yang kaget akan kedatangan Adam, segera berbalik dengan raut wajah cemas "A-adam?" Sahut Naura gugup
"Apa sekarang kamu sudah tidak bertindak layaknya wanita suci? Kamu bahkan berani bermain mata dengan pria lain saat berada di luar"
"Apa maksudmu? Aku dan William sudah saling mengenal. Tidak ada yang salah jika kami saling berbincang seperti ini, bukankah kamu baru saja melakukannya dengan Clara?" Balas Naura
Adam menyeringai melihat raut wajah Naura yang gugup namun masih tetap memberi alasan padanya.
"Setidaknya aku tidak se munafik dirimu, kamu selalu bersikap polos namun ternyata kamu masih memiliki sisi yang memalukan seperti ini"
__ADS_1
"Tolong jaga ucapan kamu, dia adalah istri mu. Bukankah seharusnya kamu lebih memperhatikannya ketimbang bermain dengan wanita lain" Sela William seraya berdiri di depan Naura dan membalas tatatapan tajam dari Adam