Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 35


__ADS_3

Setelah dinyatakan pulih, Naura kembali pulang ke rumahnya. Sudah dua hari berlalu sejak ia kembali ke rumah itu, dan selama itu pula, ia dan Adam saling mendiami tanpa ada yang memulai pembicaraan.


Adam yang merasa kesal dengan kejadian di rumah sakit, benar-benar mengabaikan Naura sepenuhnya. Selain itu, tuntutan dari Ibunya yang memintanya untuk mpersiapkan pesta untuk aniversary pernikahannya membuatnya semakin sibuk dan jarang terlihat di rumah selain saat malam hari.


Naura yang sudah terbiasa dengan ketidakhadiran Adam di rumah itu memilih untuk fokus pada pekerjaannya sendiri dan mempersiapkan baju rancangannya sebaik mungkin.


....


Dari sejak siang hingga sore hari, Naura bersama dengan Dira dan juga William berada di salah satu ruangan VIP sebuah restoran ternama membahas akan kerja sama ketiganya.


Ketiganya yang sibuk akan bagian masing-masing, tanpa sadar telah menghabiskan waktu berjam-jam di tempat itu.


Hingga kemudian, ponsel William tiba-tiba berdering. Tertulis "manager" di layar ponselnya, yang mana selama beberapa hari ini tidak mengikuti William karena William yang menolaknya.


"Aku keluar sebentar" Ucap William seraya berjalan keluar dari ruangan itu untuk mengangkat panggilannya


.......


10 menit kemudian..


William kembali masuk ke dalam ruangan. Berbeda saat keluar tadi, William masuk ke dalam ruangan dengan raut wajah panik sekaligus khawatir. Tangannya dengan erat memegang ponselnya seolah akan merusaknya.


"Apa terjadi sesuatu?" Tanya Naura ikut khawatir


Melihat raut wajah Naura yang tampak cemas, William kembali mengatur nafasnya dan memperbaiki ekspresi wajahnya.


"Tidak apa-apa. Hanya sedikit masalah di perusahaan" Ucap William seolah menyembunyikan sesuatu


Dira yang juga menyadarinya, pada akhirnya ikut membantu William.


"Mari berhenti untuk hari ini. Ini sudah sore, akan buruk jika Adam mencarimu nanti" Ucap Dira mengalihkan dan secara halus membuat Naura pulang ke rumah


"Baiklah. Sisanya aku serahkan pada kalian" Ucap Naura kemudian


"Aku akan menyelesaikannya. Aku pasti akan membuat pakaian ini menjadi sorotan di pesta mu besok" Ucap William


"Kalau begitu aku akan pulang sekarang"


"Aku akan mengantarmu ke depan" Ucap William khawatir jika harus membiarkan Naura sendiri bahkan untuk beberapa saat saja

__ADS_1


"Dira yang masih belum tahu apa yang terjadi, memilih untuk ikut bersama keduanya keluar dan mengantar Naura hingga ke mobilnya.


"Hati-hati, kabari aku setelah kamu sampai rumah" Ucap Dira yang hanya diangguki oleh Naura


"Iya" Jawab Naura sebelum akhirnya melakukan mobilnya keluar dari parkiran restoran itu


Selepas kepergian Naura, Dira dengan cepat menarik lengan William kembali masuk ke dalam restoran untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa yang sebenarnya terjadi? " Tanya Dira tanpa basa-basi lagi


William mengacak-acak rambutnya kesal, seraya memperlihatkan berita yang baru dikirim managernya di ponselnya.


"I-ini? Bagaimana bisa kamu tidak berhati-hati William, bukankah aku sudah memperingatimu sebelumnya" Seru Dira emosi setelah membaca berita tersebut


Berita yang memuat skandal seorang aktor pria yang berselingkuh dengan seorang wanita yang sudah berstarus sebagai istri dari seorang ceo perusahaan terkenal.


Bukan hanya itu, berita ini memuat beberapa foto meski hanya terlihat dari belakang saja. Namun siapapun yang melihatnya, akan langsung tersadar jika pria yang berada di foto tersebut tak lain adalah William, aktor yang tengah naik daun saat ini.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku sama sekali tidak perduli dengan reputasi ku, tapi bagaimana dengan Naura?" Tanya William bingung harus berbuat apa


"Kamu harus menjauh dari Naura. Bahkan meskipun wajahnya tidak terlihat di foto itu, tapi cepat atau lambat, ia akan disangkut pautkan denganmu"


"Ini bukan saat nya untuk bersikap keras kepala William. Kamu tahu dengan jelas cara kerja dunia hiburan, bahkan jika itu hanya sebuah kebohongan, mereka tidak akan perduli sama sekali" Tegur Dira mengingatkan


"Aarghhhh... " William memukul meja itu penuh amarah


Setelah itu, William meraih kunci mobilnya di meja berniat pergi dari ruangan itu.


"Mau kemana kamu? Kita belum selesai bicara William"


"Ini urusanku, jadi aku sendiri yang akan menyelesaikannya" Ucap William sebelum berlalu pergi keluar dari restoran meninggalkan Dira yang saat ini sudah di ujung amarahnya


.....


Setelah meninggalkan Restoran, William dengan cepat melakukan mobilnya kembali ke rumahnya.


Berulang kali ia mematikan ponselnya yang berdering sejak tadi, mengabaikan panggilan managernya yang saat ini dibuatnya pusing dengan beritanya.


Bersamaan dengan itu, ia juga mencoba menghubungi Naufal, kakak kandungnya. Karena satu-satunya yang bisa membantunya disaat seperti ini hanyalah dia.

__ADS_1


Setelah berulang kali menghubunginya, panggilannya akhirnya terhubung dengan Kakaknya.


"Aku sedang rapat, apa yang membuatmu menelpon ku berulang kali?" Terdengar suara Naufal dari benda pipih itu


"Kak, aku butuh bantuanmu" Ucap William


"Bantuan? Apa terjadi sesuatu denganmu?"


"Dimana kamu sekarang? Aku sedang menuju rumah saat ini"


"Aku di kantor. Datanglah ke kantor, kita bicarakan disini" Ucap Naufal sebelum menutup panggilan tersebut


Meski keduanya jarang bertemu dan menghabiskan waktu bersama, keduanya tetap akrab layaknya Kakak Adik pada umumnya. Tak jarang Naufal menyelesaikan masalah yang diperbuat oleh William dari sejak kuliah dulu, bahkan selama berada di dunia hiburan, Naufal selalu menjamin keamanan William dan secara diam-diam menjauhkannya dari gosip.


Bahkan dalam bisnis keluarga, tak pernah sekalipun William mendapat tekanan dari keluarganya, selama Naufal mengambil tanggung jawab itu dan mengurus perusahaan.


.....


Butuh waktu sekitar 20 menit, untuk William tiba di perusahaan keluarganya karena ia yang sempat menuju ke rumah nya namun terhenti dan akhirnya berbalik ke perusahaannya.


William dengan cepat bergegas naik ke lantai 5, lantai tempat ruangan kakaknya berada.


"Kakak!" Panggil William setengah berteriak sembari membuka pintu ruangan kakaknya


Beberapa bawahan Naufal yang berada di ruangan itu sontak merasa kaget karena mendengar teriakan William barusan.


"Mengapa kamu begitu panik, bukankah sudah ku katakan jika aku sedang rapat"


"Batalkan sekarang. Urusanku lebih penting dari rapat itu" Ucap William dengan seenaknya mengusir mereka dari ruangan itu


"P-pak?" Devan yang merupakan sekertaris dari Naufal, menatap Naufal menunggu perintah


"Kita tunda rapatnya. Dia tidak akan berhenti meracau jika tidak menurutinya" Ucap Naufal pada akhirnya menunda rapatnya


"Baik Pak" Ucap Devan merapikan dokumen-dokumen yang ada di meja lalu bergegas keluar bersama dengan yang lainnya


Naufal lalu duduk di kursinya kembali, dengan tangan menarik dasinya untuk sedikit melonggarkan nya.


"Jadi apa yang terjadi?" Tanya Naufal serius

__ADS_1


"Lihatlah.. " Ucap William menyodorkan ponselnya yang memuat berita skandal tentangnya


__ADS_2