
Setelah keluar dari rumah Adam, Nara memutuskan untuk ikut bersama dengan Dimas dan tinggal di rumahnya. Dengan kondisinya saat ini, akan sulit baginya jika ia tinggal bersama dengan ayahnya, yang hingga saat ini masih enggan untuk bertemu dengan Nara.
Kejadian di masa lalu membuat Ayah Naura sering kali merasa takut pada Nara yang selalu bertindak semaunya.
Di umurnya yang baru menginjak usia 9 tahun, tepatnya beberapa bulan setelah kepergian Ibunya, Naura mengalami tragedi dimana dia menjadi korban penculikan yang tengah maraknya tahun itu.
Ayah Naura yang masih terpuruk akan kepergian Istrinya, membuatnya mengabaikan Naura untuk waktu yang cukup lama yang pada akhirnya berujung pada penculikan itu.
Kejadian yang juga merupakan awal dari kemunculan Nara, Alterego dari Naura.
Naura yang awalnya disekap selama beberapa hari hingga berakhir tak sadarkan diri, tanpa sadar telah membuat Nara merebut tubuhnya kala itu juga. Nara yang seolah merupakan perwujudan dari semua keinginan-keinginan yang selama ini dipendam oleh Naura selama ini.
Karena itulah, Nara memiliki sifat yang bertolak belakang dengan Naura. Nara cenderung bersikap kasar dan tak pernah segan membalas orang lain. Sama seperti yang dilakukannya pada penculik itu.
Nara yang mengambil alih tubuh Naura, dengan semua ide gilanya membuat penculik yang awalnya merupakan pelaku berakhir menjadi korbannya.
Tak ada satu pun yang mencurigai Nara kala itu, mengingat umurnya yang masih berusia 9 tahun. Namun seiring berjalannya waktu, Ayah Naura perlahan menyadari sifat Naura yang berbeda.
Tak jarang ayah Naura datang ke sekolah karena panggilan dari gurunya yang mengatakan jika Naura bertingkah aneh hingga bersikap kasar pada teman sekelasnya.
Dan karena itu juga lah, Ayah Naura secara perlahan mulai mengetahui jika anak perempuannya yang selama ini diabaikannya telah berubah menjadi sosok mengerikan yang tidak pernah dibayangkan nya selama ini.
Rasa takut bercampur rasa bersalah, dirasakan ayah Naura selama bertahun-tahun. Dan dalam waktu ini, Ibu Adam datang dengan semua kesepakatan yang dibawahnya.
Kesepakatan dimana Adam di jodohkan dengan Naura, yang ternyata juga memendam rasa pada Adam selama ini.
Meski pada awalnya Naura menolaknya, ia tetap berakhir menikah dengan Adam karena paksaan dari ayah dan ibu Adam. Dan karena ikatan itu juga lah, Naura merasakan sakitnya mencintai seseorang yang begitu membencinya.
Naura yang tak pernah membiarkan Naura merebut tubuhnya dalam waktu yang lama, pada akhirnya pasrah dan membiarkan Nara melakukan apapun sesukanya sama seperti saat ini.
.....
__ADS_1
"Nngghhh.. Sssstt.. Pelan-pelan.. " Runtuh Nara berusaha menahan sakit saat Dimas mengganti perban di perutnya
"Berhenti menarik rambutku Nara.. " Ucap Dimas ikut meringis karena Nara yang sejak tadi menarik rambutnya seolah akan mencabutnya dari kulit kepalanya
"Pelan-pelan.. Oke?" Pinta Nara tak lagi bersikap tangguu seperti sebelumnya
"Ini sudah sangat pelan Nara.. " Ucap Dimas menghela nafasnya pasrah dengan tangan yang begitu cekatan memasang perban baru
"Selesai.. Sekarang lepas rambutku! " Perintah Dimas yang dengan cepat menjauhkan kepalanya dari tangan Nara
"Terima kasih.. Sekarang kamu boleh keluar, aku benar-benar lelah, aku mau istirahat dulu" Ucap Nara dengan wajah datar tanpa menghiraukan perasaan Dimas kareja diusir begitu saja setelah menyelesaikan pekerjaannya
"Dasar menyebalkan.. " Ucap Dimas sembari berjalan keluar dari kamar Nara dengan raut wajah cemberutnya
......
Setelah keluar dari kamar Nara, Dimas langsung naik ke ruang kerjanya, untuk memerikaa hasil kerja dari asistennya mengenai permintaan Nara sebelumnya.
"Bagaimana? Apa kamu sudah menemukannya?" Tanya Dimas sembari duduk di kursi kerjanya
Justin yang merupakan Asisten Dimas, segera memperlihatkan bukti video yang baru didapatnya. Bukan hanya bukti video, terdapat beberapa riwayat panggilan disertai bukti chat yang didapatnya dari ponsel para preman yang menculik Naura.
"Dimana mereka sekarang?"
"Aku mengurung mereka di ruang bawah tanah.. " Jawab Justin
"Ayo pergi, aku harus memberi salam pada mereka" Ucap Dimas menyeringai sembari bangkit dari duduknya berniat untuk menemui para preman yang sebelumnya
Justin hanya mengangguk seraya mengikuti Dimas dari belakang. Ia benar-benar tidak sabar menantikan apa yang akan diperbuat majikannya itu.
Sudah lama sejak ia melakukan pekerjaan kotor seperti itu, karena itulah ia jauh lebih bersemangat dari pada Dimas. Mengingat, Justin yang sebelumnya juga sering mengikuti Nara dan membereskan masalah yang diperbuatnya.
__ADS_1
.....
"Apa saja yang kamu lakukan pada mereka? Mengapa mereka begitu ketakutan dengan tubuh sebesar itu.. " Ucap Dimas menatap Justin yang hanya memalingkan wajahnya seolah tidak terjadi apa-apa
"Aku hanya sedikit melakukan pemanasan, siapa yang tahu jika mereka ternyata begitu lemah.. " Ucap Justin menatap para preman itu dengan senyum licik di wajahnya
"Sepertinya pemanasan mu cukup ekstrim.. " Ucap Dimas menginjak salah satu tangan dari preman itu membuatnya berteriak kesakitan
"Aaarrrgggg.. "
"Ohh Maaf.. Kamu pasti sangat kesakitan, biarkan aku membantumu.. " Ucap Dimas dengan senyum yang tak kalah menyeramkan nya dengan Justin tadi
Dimas meraih tangan preman yang baru diinjak nya, lalu memegang satu jarinya lagi dan ..... Kreeekkk
Mengabaikan raut wajah ketakutan preman itu, Dimas dengan seringai nya mematahkan satu persatu jari tangannya.
"Kalian tidak perlu takut, aku ini seorang dokter, aku bisa mengobati kalian hingga pulih kembali, jadi tidak perlu takut jika tulang kalian patah.. Karena aku sendiri yang akan menyambung nya kembali.. Bukankah begitu Justin.. "
'Psycho'
Satu kata yang terlintas di benak para preman itu saat melihat dua orang pria yang tengah bersenang-senang mempermainkan orang lain.
"Tolong ampuni Kami. Kami hanya melakukan apa yang diperintahkan wanita itu.. Kami mohon lepaskan kami.. " Ucap salah seorang memohon pengampunan tak tahan menyaksikan penderitaan dari temannya yang baru saja dipatahkan jari-jarinya itu
"Aku pasti akan melepaskan kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir. Hanya saja, kalian harus sedikit bersabar hingga Naura benar-benar pulih dari lukanya. Jadi sebelum itu, kalian harus menemaniku bermain disini" Ucap Dimas
"Kebetulan aku baru saja membuat mainan baru disini, mengapa kalian tidak mencobanya selama berada disini" Sahut Justin menarik kain yang sejak tadi menutupi seisi ruangan itu
Sebuah aquarium dengan tinggi hampir dua meter ke atas. Dilengkapi tiang dibagian atasnya, dengan tali yang menjulur kebawah. Tak hanya sampai disitu, Aquarium itu juga diisi dengan air dan juga belut listrik yang berjumlah puluhan di dalam aquarium itu.
"Kalian lihat itu.. Kalian seharusnya merasa terhormat karena bisa merasakan mainan baru Justin.. " Ucap Dimas begitu bersemangat hanya dengan dengan membayangkannya saja
__ADS_1
Rasa takut yang sejak tadi menyelimuti mereka, semakin meningkat hanya dengan membayangkan apa yang akan terjadi pada mereka selanjutnya. Karena satu hal yang pasti yakni mereka baru saja mengusik orang yang tidak seharusnya mereka sentuh. Bahkan keberadaan Nara sudah membuat mereka sedikit bergetar takut, dan sekarang mereka harus berhadapan dengan dua orang psycho yang benar-benar gila saat ini.