Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 41


__ADS_3

Keesokan paginya, Naura terbangun tepat pukul 6 pagi, tanpa sehelai kain pun ditubuhnya yang saat ini tertutup selimut.


Naura yang masih belum sepenuhnya ingat akan keajadian semalam, terpelonjak kaget saat menyadari penampilan tanpa busananya saat ini.


Tangannya naik meremas jidatnya yang terasa pening, berusaha mengingat-ngingat kejadian semalam khususnya setelah ia meninggalkan pesta.


Hingga kemudian, ia kembali dikagetkan oleh suara Adam yang ternyata sejak tadi duduk di sofa dekat jendela memperhatikan Naura.


"Kamu sudah sadar?" Tanyanya dengan suara yang sedikit serak


"Adam? Sejak kapan kamu disini?" Tanya Naura balik


"Sejak semalam aku sudah disini. Aku tidak tahu bahwa kamu sepolos ini atau memang kamu hanya berpura-pura tidak mengingatnya?" Tanya Adam kembali dengan tuduhan tanpa dasarnya sama seperti yang dilakukannya selama ini


"Apa maksud kamu?" Tanya Naura bingung, ia sama sekali tidak mengerti akan apa yang dibicarakan oleh Adam saat ini


"Berhenti berpura-pura bodoh. Bukankah ini rencana kamu dan ayahmu untuk mengikatku?"


"Rencana? Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan Adam" Sanggah Naura menggelengkan kepalanya tidak mengerti


Adam lalu bangkit berdiri menghampiri Naura "Terserah kalian ingin memainkan apa disini. Yang harus kamu ingat, bahwa aku akan tetap menceraikan kamu cepat atau lambat" Ucap Adam berdecak kesal sebelum akhirnya pergi meninggalkan Naura


"Tunggu Adam.. Akhh.. Ssstt.. " Naura yang berniat mencegat Adam, terhenti saat ia merasakan nyeri di area selangkah nya


Naura yang belum sepenuhnya mengingat kejadian semalam, membuka selimut yang menutupi tubuhnya.


"Jangan bilang semalam, aku dan Adam? " Gumam Naura kaget saat melihat nida merah di kasur diikuti perasaan nyeri yang baru dirasakannya saat ia berusaha menggerakkan tubuhnya


"Tapi bagaimana bisa?" Ucap Naura berusaha mengingat kembali kejadian semalam


"Jangan-jangan minuman alkohol kemarin?"


Satu-satunya alasan yang bisa dipikirkan Naura dari perilakunya semalam adalah karena minuman yang dibawa oleh seorang pelayan kemarin ke mejanya. Namun siapa dan apa tujuan dari dia melakukan itu, Naura tak bisa menebaknya.


Saat ini, Naura tidak begitu ingin memikirkan siapa yang memberinya minuman itu. Karena saat ini yang paling penting yang harus dilakukannya adalah menjelaskannya pada Adam, jika apa yang terjadi bukanlah bagian dari rencana Ayahnya dan dirinya. Semuanya hanya lah kesalah pahaman belaka.

__ADS_1


Dengan langkah tertatih, Naura berjalan perlahan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


......


20 menit kemudian..


Naura keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian baru yang tadi sempat dipersiapkan oleh seorang pelayan atas suruhan dari Adam yang masih sadar diri karena telah merusak pakaian Naura semalam.


Setelah dirasanya selesai, Naura lalu keluar dari kamar, bergegas pergi meninggalkan hotel itu.


Masih dengan langkah yang sedikit tertatih karena menahan nyeri, Naura berdiri di depan hotel dan menghentikan sebua taxi.


"Tolong ke alamat xxx.. " Ujar Naura pada supir taxi tersebut


"Baik Non" Sahut supir taxi itu


"Mengapa aku tiba-tiba mengantuk seperti ini.. " Batin Naura perlahan merasakan kantuk setelah beberapa saat berada di dalam mobil tersebut


Aroma Lavender yang begitu tajam perlahan memenuhi seisi mobil itu, membuat Naura semakin kehilangan kesadaran dan berakhir tak sadarkan diri di dalam taxi itu.


Tepat saat Naura benar-benar tak sadarkan diri, supir taxi yang sejak tadi memang menggunakan topi, langsung melepas topi tersebut seraya menatap Naura dengan seringai nya.


"Dia sudah berada di tanganku" Ujar supir taxi itu sesat setelah panggilannya terhubung


"Hahahaha... Lakukan seperti yang aku perintahkan, tapi jangan sampai membunuhnya. Aku masih ingin melihatnya hidup menderita.. " Terdengar suara gelak tawa seorang wanita dari seberang


Wanita itu tak lain adalah Clara yang sudah sejak semalam merencanakan penculikan itu namun digagalkan karena Adam yang sudah lebih dahulu bertemu dengan Naura, yang bahkan menghabiskan waktu bersama selama semalam. Namun hal ini tak membuat Clara menyerah begitu saja, karena bahkan jika mereka menghabiskan waktu bersama, Clara tetap memiliki berbagai cara untuk membuat Naura tersiksa.


"Baik Non.. " Balas supir taxi itu ikut menyeringai senang tak sabar untuk membawa Naura ke tempat teman yang lainnya berada


...***...


Di sisi lain, Adam yang baru meninggalkan hotel langsung menuju ke rumah Clara untuk sekedar menenangkan pikirannya yang sedikit kacau saat ini.


Clara yang sedari semalam sudah menghubungi Adam, memilih untuk berada di kamarnya tanpa menghiraukan kedatangan Adam. Karena bagaimana pun rencana yang sudah disusunnya semalam hancur karena Adam yang ikut campur.

__ADS_1


"Clara..! Buka pintunya.. Aku tahu aku salah.. " Panggil Adam menggedor pintu Clara berulang kali


"Clara.. Sayang buka pintunya.. Aku bukan bermaksud mengabaikanmu" Teriak Adam berusaha membujuk Clara


"Kalau begitu aku akan pergi jika kamu tidak ingin berbicara denganku" Tutur Adam untuk kesekian kalinya mencoba untuk membujuk Clara yang mungkin akan keluar jika dia berkata ia akan pergi


Dan benar sesuai dugaannya, Clara dengan cepat membuka pintu kamarnya.


"Kamu berbohong lagi?" Seru Clara saat melihat Adam yang masih berdiri di depan kamarnya dengan senyum hangat miliknya


"Aku terpaksa melakukannya, jadi jangan marah padaku lagi.. Aku benar-benar tidak bermaksud untuk mengabaikanmu semalam" Tutur Adam dengan mulut manisnya


"Hmm.. Aku tahu" Balas Clara lalu dengan cepat menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Adam


"Kamu harus janji untuk tidak mengulangi hal ini lagi.. " Pinta Clara masih sedikit merajuk


"Iya aku janji" Jawab Adam mengelus rambut Clara lalu memberinya kecupan singkat di dahinya


"Bagaimana dengan Naura? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Clara meski ia tidak benar-benar ingin mendengarnya karena bagaimanapun ia baru saja mendengar kabar terbarunya dari orang suruhannya


"Dia baik-baik saja.. Aku hanya tidak habis pikir dengannya dan ayahnya, bagaimana bisa mereka hal tercela seperti itu"


"Hal tercela? Apa maksudmu?" Tanya Clara memasang tampang polosnya


"Aku tidak yakin apa yang mereka rencanakan, tapi dia berusaha mengikatku dengan memberi obat per*nsang pada Naura semalam" Ucap Adam mwngungkit soal ayah Naura yang selama ini dianggapnya licik dan hanya mementingkan keuntungan belaka


Clara yang mendengar ucapan Adam, sedikit merasa senang karena rencananya yang gagal justru membuat Adam semakin salah paham dan membenci Naura dan ayahnya.


"Seperti ini juga lebih baik.. " Ucap Clara dalam hati


"Kamu pasti lelah, masuklah beristirahat, biar aku membawakan mu air minum" Ucap Clara melepas pelukannya dan membiarkan Adam masuk ke dalam kamarnya, sementara dirinya dengan riangnya turun ke dapur untuk mengambil segelas air minum


"Maaf untuk ini, tapi kamu harus tidur untuk saat ini agar rencanaku berhasil" Gumam Clara memasukkan sebuah pil tidur di air minum Adam


Setelah benar-benar tercampur, Clara lalu membawanya naik ke atas untuk diberikannya pada Adam.

__ADS_1


"Minumlah agar kamu merasa segar kembali" Ucap Clara menyodorkan air minum itu


Adam yang tanpa sedikit pun perasaan curiga langsung meminun air itu hingga setengahnya. Setelah itu ia berbaring di kasur dengan ditemani Clara di sampingnya yang sedari tadi sudah tersenyum tak sabar mendengar kabar dari orang-orang suruhannya tadi.


__ADS_2