Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 53


__ADS_3

"Apa yang terjadi kali ini? Tumben kamu berani minum?" Tanya Alex merangkul pundak Clara mesra


Clara yang biasanya sangat jarang menyentuh minuman beralkohol itu, kini hampir menghabiskan dua botol.


Membayangkan Adam yang sudah tidak memiliki harta apapun membuatnya hampir gila, hanya dengan membayangkannya.


Selama ini ia selalu berfikir bahwa Adam akan tetap mendapatka harta dari keliarganya bahkan ketika bercerai dengan Naura. Namun yang terjadi sekarang justru sebaliknya, Adam justru tidak mendapat apapun dari keluarganya.


"Adam tidak mendapat apapun dari keluarganya. Apa yang bisa aku harapkan darinya yang saat ini sudah menjadi pengangguran itu, semua penantianku selaka bertahun-tahun ini terbuang sia-sia begitu saja" Ujar Clara kembali meneguk gelas terakhirnya


"Bukankah masih ada aku, selama ada aku, kamu tidak perlu memikirkan hidupmu kedepannya" Ucap Alex mengecup singkat pipi kanan Clara


Clara lalu menoleh sembari tersenyum manja. Tangannya yang kiri, menangkup belakang kepala Alex lalu mencium bibirnya mesra.


"Bagaimana mungkin aku menolak kesenangan seperti ini.. " Ucap Alex menjilat bibirnya yang terasa manis karena lipstik yang digunakan oleh Clara


Terdapat seorang wanita yang dengan senang hati menyerahkan dirinya, sungguh membuat Alex tak dapat menahan n**sunya untuk tidak berbuat apa-apa pada wanita yang sudah menjadi teman tidurnya selama beberapa hari ini.


Namun berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kali ini Alex memilih untuk tidak menuruti n**sunya itu, beberapa jam sebelum ia meminta Clara datang ke tempatnya, ia sudah terlebih dahulu membuat kesepakatan dengan seseorang yang jauh lebih menguntungkan baginya ketimbang wanita seperti Clara yang hanya dianggapnga sebagai mainan selama ini.


Clara yang selalu melihat pria layaknya mainan, justru tak pernah membayangkan jika wanita sepertinya hanya akan berakhir menjadi mainan di hadapan pria-pria buas yang tiap hari ditemuinya di tempat seperti itu.


Bahkan jika Adam tak lagi memiliki harta, ia tetap memiliki perasaan di hatinya. Berbeda dengan para pria itu yang hanya menginginkan kesenangan semata. Dan hal seperti cinta yang tulus, sama sekali tak bisa dilihat oleh wanita seperti Clara yang menimbang segala sesuatu berdasarkan harta semata.


.....


Setelah menghabiskan satu ronde bersama dengan Clara, Alex memutuskan untuk menyudahinya. Bagaimanapun Clara saat ini sudah tidak sadarkan diri karena Alkohol.


Alex yang sebelumnya sudah membuat kesepakatan, kembali meraih ponselnya di meja untuk menghubungi mereka kembali.

__ADS_1


"Kalian bisa naik" Tutur Alex setelah panggilannya terhubung


Alex menatap Clara dengan sedikit perasaan bersalah. Ia memang senang karena bisa menghabiskan waktu dengan wanita seksi yang bahkan berpengalaman di atas ranjang, namun itu bukan berarti membuatnya rela untuk mengorbankan dirinya sendiri.


"Kali ini salahkan dirimu sendiri Clara, kamu terlalu meremehkannya.. " Ucap Alex seraya turun dari kasur dan memakai kembaki celana dan kemejanya


Sementara Clara ia biarkan seperti itu di atas ranjang dengan hanya terbalut selimut. Menutupi tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun.


.....


Tokk.. Tokk.. Tokk..


Pintu kamar Alex di ketuk dari luar. Ia yang sudah selesai mengenakan pakaiannya langsung membuka pintu kamarnya, menyambut kedatangan dua orang yang sebelumnya membuat kesepakatan dengannya.


"Aahh.. Sepertinya kalian menghabiskan malam yang panas disini.. " Tutur pria dengan hodie hitam itu


Dia tak lain adalah Justin, dan orang yang ditemaninya ke bar itu adalah Nara.


"Aku memang berniat membunuhnya.. " Ucap Nara menatap Clara yang masih tak sadarkan diri


Alex yang mendengarkan, seketika mematung di tempat. Dari sejak pertama kali bertemu, ia sudah merasakan perasaan takut hanya dengan bertatapan dengan Nara.


Wanita yang selama ini diceritakan oleh Clara, sangat jauh berbeda dengan apa yang dilihatnya saat ini. Dia bukanlah seorang wanita yang bisa dengan begitu mudahnya ditindas, ketimbang menyebutnya mangsa, ia lebih terlihat seperti oemburu yang siap menerkam mangsa yang berlari ke arahnya.


"Mengapa wajahmu begitu tegang seperti itu, aku memang berniat membunuhnya, tapi aku tidak akan melakukannya"


"Kematian bukanlah hal yang aku inginkan, itu terlalu mudah untuknya. Aku lebih memilih menyiksanya secara perlahan.. Sedikit demi sedikit.. Hingga ia berfikir untuk mengakhiri hidupnya sendiri.. Namun kamu tidak perlu khawatir, karena bahkan jika dia yang menginginkan kematiannya sendiri, aku pastinya akan mencegahnya" Sambung Nara dengan raut wajah yang benar-benar menakutkan


"Aku menyukainya.. Pasti seru melihatnya memohon dan merintih kesakitan.. " Sahut Justin memeluk lengan Nara sembari menyandarkan kepalanya di pundak Nara

__ADS_1


Alex yang melihat sikap keduanya, semakin merasa merinding dan ngeri. Ia benar-benar ingin pergi dari ruangan yang kian lama semakin terasa sesak itu. Bahkan suaranya seolah tercekat dan tak bisa keluar.


"Antar dia pulang terlebih dahulu.. " Perintah Nara tiba-tiba setelah mengatakan hal mengerikan seperti tadi


"A-apa kamu memintaku melakukannya?" Tanya Alex ragu-ragu


"Tentu saja. Tidak ada siapapun selain dirimu di ruangan ini. Apa menurutmu aku sudi menyentuh wanita m*rahan ini. Bahkan melihatnya sudah membuatku mual dan jijik.. " Ketus Justin menatap Alex tajam


"Baiklah.. Aku akan mengantarnya pulang.. " Tutur Alex menyetujui


"Tapi Kak, bukankah kamu akan membalasnya, mengapa membiarkannya kembali?" Tanya Justin penasaran


"Mari lakukan perlahan-lahan saja.. Aku masih ingin melihat mantan suamiku itu hancur karena melihat wanita yang selama ini di sanjungnya ternyata hanyalah seorang l*cur murahan" Jawab Nara menyeringai


"Bagaimana bisa aku melupakan laki-laki itu.. Dia memang harus diberi pelajaran.. " Tutur Justin hampir melupakan Adam yang merupakan sumber dari kesedihan dari Naura selama ini


"Hmm.. Sekarang mari kita pulang, aku masih harus meminum obat ku sebelum Dimas mengomeliku lagi" Ucap Nara menyandarkan tubuhnya pada Justin karena bagaimana pun luka tusukan di perutnya masih belum pulih sepenuhnya


"Ingat untuk membawanya pulang, karena Adam bodoh itu pasti sedang menunggunya di rumah" Tutur Justin sebelum berlalu pergi membawa Nara keluar dari ruangan itu


Selepas kepergian keduanya, Alex dengan cepat memanggil seseorang untuk membantu Clara mamakai pakaiannya, lalu membawanya ke mobil.


Tak ada jalan lain selain mengikuti permintaan gila dari kedua orang itu. Bahkan penyesalan tak ada gunanya saat ini karena ia yang sudah terlanjur terlibat di dalamnya.


.....


Tak butuh waktu lama untuk Alex tiba di rumah Clara. Sesuai dengan perkataan Justin saat di bar tadi, Adam benar-benar ada di rumah itu dan tengah menunggu kepulangan Clara.


"Siapa kamu?" Adam yang baru membuka pintu setelah mendengar suara mobil, dikejukan dengan kedatangan Alex dan juga Clara yang sudah tak sadarkan diri

__ADS_1


"Aku pemilik bar yang didatanginya tadi. Kamu bisa bertanya lebih jelas padanya saat sadar nanti" Ucap Alex tak ingin berbicara panjang lebar dengan Adam


Karena saat ini, ia masih memiliki hal mendesak yang harus dilakukannya. Selain mengantar Clara pulang ke rumah, Nara masih meminta Alex untuk pergi selama satu minggu kedepan dan menjauh dari Clara untuk sementara waktu.


__ADS_2