
Drrrrtt... Ddrrrttt...
"Kekasihmu sejak tadi menghuhunfimu, apa kamu ingin aku mengangangkatnya?" Bisik Alex tepat di telinga Clara yang saat ini masih berbaring di sampingnya
"Hngg.. Jam berapa sekarang?" Tanya Clara sedikit membuka matanya
"Jam 4 sore" Jawab Alex memperlihatkan jam di ponselnya
"Mengapa tidak membangunkanku sejak tadi, aku masih harus ke pesta sebentar malam" Ucap Clara dengan cepat terbangun dari tidurnya membuat selimut yang tadinya menutupi tubuhnya terjatuh
"Apa kamu sengaja menggodaku.. " Tutur Alex yang kini mengusulkan kepalanya di bagian dada Clara
"Apa semalam belum cukup? Aku sudah sangat lelah Alex" Protes Clara mendorong tubuh Alex menjauh darinya
"Ini masih jam 4 sore, bukankah pestanya jam 7 malam. Kita masih punya waktu 2 jam" Ucap Alex dengan segala rayuannya
"Tapi Adam mencariku.. " Ujar Clara melihat ponselnya yang kini menampilkan chat dari Adam yang sedari tadi menghubunginya
"Tidak perlu membalasnya, karena bagaimana pun kalian akan bertemu di pesta nanti" Ucap Alex lalu meraih ponsel Clara dan melemparnya di sekitar kasur
"Ugh.. Pelan-pelan Alex.. " Udah Clara melengguh tak kalah Alex kembali menjamah tubuhnya
Keduanya seketika terbuai dalam permainan masing-masing bahkan setelah menghabiskan semalaman penuh bersama. Mengingat Adam yang sibuk mempersiapkan pestanya, membuat Clara dengan bebasnya tinggal bersama dengan Alex.
...***...
Setelah melakukan make up hampir satu jam lebih, Naura kini berdiri di depan cermin menatap pantulan dirinya, yang kini dengan balutan gaun berwarna putih bersih yang khusus disiapkan oleh Ibu Adam sebelumnya untuk pesta aniversary untuk ketiga tahun pernikahan nya dengan Adam.
Berulang kali Naura mencoba tersenyum seceria mungkin seperti biasanya di depan cermin. Namun tetap saja, ia masih bisa melihat dengan jelas rona sedih dari wajahnya meski sudah menggunakanake up.
"Semuanya akan baik-baik saja. Aku hanya perlu tersenyum seceria mungkin" Gumam Naura berusaha menenangkan dirinya sembari menghela nafasnya panjang
Bertepatan dengan itu, pintu kamarnya kuliah diketuk dari luar.
Tok... Tok... Tok...
__ADS_1
"Non?"
Terdengar panggilan suara dari Bi Eka yang datang memanggilnya karena Adam yang sudah tiba dan menunggu di lantai bawah.
"Iya Bi" Jawab Naura bergegas mengambil tasnya, lalu berlari kecil membuka pintu kamarnya
"Tuan, sudah menunggu di ruang tamu Non" Ucap Bi Eka menyampaikan pesan
"Iya Bi. Aku juga udah selesai" Ucap Naura lalu menutup pintu kamarnya
Keduanya lalu turun ke lantai bawah, dengan Naura yang masih berusaha mengatur nafasnya, berusaha untuk bersikap setenang mungkin, sembari mencoba melupakan semua masalah yang terjadi kemarin dan fokus untuk pesta aniversary nya ini.
Adam yang emdnengar suara langkah kaki dari heels yang digunakan Naura, segera bangkit dari duduk dan melihat ke arah Naura yang dengan anggunnya menuruni tangga.
Dalam sesaat, Adam terdiam dan terpaku di tempatnya tak kalah menyaksikan penampilan Naura yang jujur ia akui cukup memukau dari biasanya. Wajahnya yang jarang tersentuh make up, terlihat begitu cantik dengan make up yang digunakannya.
Namun sesaat kemudian, Adam kembali menggelengkan kepalanya berusaha menyadarkan dirinya.
"Maaf membuatmu menunggu.. " Ucap Naura setelah tiba di dekat Adam
Naura hanya bisa diam mengikuti dari belakang Adam hingga tiba di dalam mobil.
....
Selama di perjalanan keduanya hanya diam dan cuek, khususnya Adam yang sedari tadi hanya menatap keluar jendela mobil tanpa sedikit pun menoleh ke arah Naura di sampingnya.
Hingga tanpa terasa, setengah jam berlalu dan mobil yang dikemudikan oleh Pak Agus itu, akhirnya tiba di tempat tujuan. Sebuah hotel bintang lima, tempat Adam mengadakan pesta aniversary nya yang secara langsung dipersiapkan olehnya dan juga ibu dan kakeknya yang ikut andil dalam setiap persiapannya.
"Ingat untuk tidak berbuat masalah saat masuk ke dalam" Ucap Adam mengingatkan karena bagaimana pun, Naura masih tersandung skandal yang kemarin
Meski belum ada kepastian bahwa yang ada di berita adalah Naura, namun cepat atau lambat identitas wanita di foto itu akan dengan cepat tersebar.
"Iya. Aku tahu" Jawab Naura hanya mengangguk menuruti perkataan Adam
"Lagipula aku bukan anak kecil" Sambung Naura dalam hatinya
__ADS_1
Bahkan meskipun ia tersandung skandal, hal itu tetap tidak bisa dibandingkan dengan perbuatan Adam yang secara terang-terangan menggandeng tangan wanita lain bahkan di tempat umum sekalipun. Tak terkecuali saat berada di pesta seperti pertunangan Franz yang masih tetap tersimpan di ingatan Naura.
.....
Keduanya lalu masuk ke dalam layaknya pasangan pada umumnya, keduanya masuk dengan Naura yang menggandeng tangan Adam mesra.
Para tamu yang sebelumnya sudah hadir, dengan cepat menoleh dan menatap keduanya, yang merupakan sorotan utama dalam pesta tersebut.
Tak sedikit dari mereka yang memuji paras tampan dari Adam dan juga kecantikan dari Naura. Namun meski begitu, pujian-pujian itu masih tetap saja terselip kata-kata sindiran akan kehidupan pernikahan mereka yang hancur karena pihak ketiga.
Baik Adam maupun Naura, keduanya memilih bersikap cuek akan kata-kata mereka setidaknya saat berada di pesta itu. Keduanya dengan percaya diri, menghampiri Kakek, orang tuan Adam, dan Ayah Naura yang juga hadir malam itu.
"Mama memang tidak salah memilih gaun, kamu benar-benar terlihat cantik Naura" Ucap Davikah memuji penampilan Naura malam itu
"Makasih Ma" Ujar Naura seraya membalas pelukan Mama Mertuanya itu
"Aku akan menyapa tamu yang lainnya" Sela Adam memberi alasan sebelum pergi meninggalkan mereka
.....
Selama di pesta, Adam tak berhenti menoleh ke arah pintu menunggu kedatangan Clara yang tak kunjung membalas dan mengangkat panggilannya sejak sore tadi.
Berulang kali ia melirik ke arah jam tangannya yang kini menunjukkan pukul setengah 8, yang berarti sudah setengah jam berlalu sejak pesta itu dimulai.
Adam yang gusar menunggu kedatangan Clara, seketika merasa kesal tak kalah melihat sosok pria yang sudah tak asing lagi masuk dari arah pintu ruangan itu.
Pria itu tak lain adalah William, yang datang bersama dengan Dira. Fokus perhatian Adam bukanlah karena kedatangan William, namun karena pakaian yang dikenakannya terlihat sedikit familiar baginya.
"Bukankah itu pakaian yang didesain Naura sebelumnya?" Batin Adam mengingat kembali saat ia tanpa sengaja melihat hasil rancangan Naura sebelumnya
Entah ia harus merasa kesal atau tidak, tapi saat ini perasaan yang dirasakannya terasa aneh dan janggal. Perasaan asing yang sudah beberapa kali dirasakannya, tak kalah Naura berhubungan dengan William.
"Dia selalu menyangkal dan tidak pernah mengakui hubungannya, tapi apa ini? Dia secara langsung mendesain pakaian untuknya di pesta aniversary pernikahan kita?" Adam berucap dengan tawa kecil di wajahnya
"Kamu benar-benar pintar menyembunyikannya Naura.. " Ucap Adam dengan seringainya, karena merasa lucu dengan sikap Naura yang selalu terlihat tak berdosa di hadapannya namun kenyataan yang dilihatnya justru bertolak belakang
__ADS_1