
Melihat kedatangan Dira dan juga William, Naura dengan cepat menyambut keduanya dan menuntunnya ke sebuah meja untuk menikmati cemilan yang dipersiapkannya sekaligus berbincang dengan keduanya.
"Jadi.. Bagaimana penampilanku? Apa aku sudah cukup tampan?" Tanya William sembari berdiri memamerkan pakaian yang dikenakannya
"Bukan hanya sekedar cukup, tapi kamu memang sudah terlihat tampan William.. " Ucap Naura memuji William
"Tentu saja.. " Ujar William penuh percaya diri untuk seseorang yang berprofesi sebagai aktor yang setiap harinya memamerkan penampilan khususnya wajahnya
"Sebelum kesini, aku juga sempat posting di media sosial aku" Sambung William seraya duduk kembali di kursi, lalu memperlihatkan postingannya yang sudah mendapat ratusan ribu likes dan puluhan ribu komen dari para penggemarnya
"Tapi apa ini nggak papa kamu promosiin? Kemarin aku baru liat berita di internet.. " Ucap Naura mengungkit soal berita skandal yang diperlihatkan Adam padanya
"Kamu tahu?" Tanya Dira dan William secara bersamaan
Melihat reaksi keduanya yang persis sama, Naura mengerutkan keningnya bingung "Iya. Adam yang memberitahu ku kemarin" Jawab Naura lirih
"Adam? Jangan bilang kalian bertengkar lagi?" Tanya Dira karena sejak tadi ia perhatikan, raut wajah Naura tampak sedikit pucat meski tersamarkan dengan make up yang digunakannya
"Kami hanya sedikit berdebat" Ujar Naura dengan senyum yang dipaksakan nya
Baik Dira maupun William, keduanya dengan jelas paham akan senyuman dari Naura. Senyum yang selama ini diperlihatkannya bahkan disaat ia merasa sakit hati.
"Maaf Naura.. " Ucap William lirih dengan wajah menunduk penuh sesal
"Memangnya kamu ada salah apa sampai nunduk kayak gitu?" Tanya Naura menatap William dengan raut wajah serius
"Ini semua gara-gara aku, makanya kamu jadi terlibat berita nggak jelas seperti itu" Jawab William merasa bersalah
"Bukan salah kamu. Aku tidak begitu mempermasalahkannya, lagipula berita itu sama sekali tidak benar. Jadi kamu tidak perlu khawatir" Ucap Naura
Namun meski ia berkata seperti itu, bohong jika ia benar-benar merasa seperti itu. Meski ia tidak menyalahkan William, namun ia tetap merasa sedikit kesal karena bagaimana pun berita skandal itu semakin smembuat Adam mencurigai dirinya.
__ADS_1
"Naura benar. Meski aku memang kesal dengan berita itu, tapi kalian masih memiliki alibi yang kuat untuk menyangkal berita itu. Pertemuan kalian hanya untuk membahas kerja sama dan foto yang tersebar hanya memperlihatkan kalian berdua, bukankah aku juga disana?"
"Tumben kata-kata kamu benar.. " Seru William menyendir Dira yang sebelumnya memarahinya habis-habisan
Mendengar ejekan dari William, membuat Dira geram dan langsung menimpuk kepalanya kesal.
"Jangan buat aku menendangmu di tempat umum William.. " Ucap Dira mengancam meski saat ini ia sudah melayangkan pukulan di bagian belakang kepala William
"Hahahahaha... "
Naura yang melihat interaksi keduanya, sedikit merasa lucu hingga tanpa ia sadari ia sudah tertawa dengan begitu riangnya.
"Kalian benar-benar lucu.. Akan sangat bagus jika aku memiliki seorang adik sepertinya.. " Ucap Naura berharap dari lubuk hatinya yang paling dalam
Meski hal itu hanya harapan sesaat, mengingat Ibunya yang sudah meninggal dari sejak ia berumur 9 tahun.
.....
Ditengah percakapan ketiganya, ruangan tiba-tiba saja riuh membuat ketiganya menoleh ke arah pusat perhatian dalam pesta itu.
"Dia benar-benar brengs*k.. Berani sekali dia terang-terangan memamerkan hubungannya di pesta aniversary pernikahan kalian.. " Umpat Dira dengan tangan mengepal erat di atas meja
Bukan hanya Dira, William yang melihat hal itu ikut merasa kesal, terutama setelah melihat sorot mata Naura yang tampak begitu sedih karena pemandangan itu.
"Sampai kapan kamu akan bertahan Naura, apa ini masih belum cukup untuk menyadarkanmu" Batin William tak habis pikir dengan Naura yang masih tetap kuat menahan rasa sakit akan pengkhianatan ini
Dan meski keluarga Adam selalu menentang hubungan Adam dan Clara dan terus mendukung Naura, namun di hadapan publik, mereka hanya diam memalingkan wajahnya tanpa berniat menegur Adam.
Naura yang merasa kesal namun tak bisa membalasnya meraih gelas berisi minuman dengan sedikit alkohol yang baru saja di letakkan seorang pelayan di mejanya.
.....
__ADS_1
Dari kejauhan Ayah Naura yang juga hadir disana, berjalan menghampiri Naura di mejanya dan mengajaknya ke balkon untuk berbincang berdua.
"Ikut dengan Papa ke balkon" Ucap Ayah Naura lalu berjalan terlebih dahulu ke arah balkon yang kemudian diikuti oleh Naura dari belakang
Setibanya di balkon, Ayah Naura tampak berfiki sejenak sembari menatap ke arah langit lepas yang dipenuhi bintang-bintang itu.
"Apa pernikahanmh baik-baik saja?" Tanya Ayah Naura setelah keheningan tadi
Naura berfikir sejenak sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Ayahnya dengan senyum yang dipaksakan sama seperti saat ia menjawab pertanyaan Dira dan William saat di dalam tadi.
"Naura baik-baik saja Pa" Jawab Naura kemudian
"Apa jika aku berterus terang, Papa akan perduli padaku? Bukankah selama ini Papa selalu menghindariku? Papa bahkan tidak pernah menghubungiku sejak aku menikah, jadi alasan apa yang membuat Papa tiba-tiba perduli seperti ini" Ucap Naura dalam hati karena merasa aneh akan sikap Ayahnya sekaligus merasa sedih dan sedikit merindukan kasih sayang dari seorang ayah yang hanya didapatnya sebelum ibunya meninggal
Ayah Naura yang mendengar jawaban putrinya itu, sedikit membuat raut wajah kecewa dan tidak puas akak jawaban dari putrinya tadi.
"Bukan jawaban seperti itu yang aku harapkan, Naura" Batin Ayah Naura menatap putrinya lirih
"Kamu tampak pucat, apa terjadi sesuatu padamu?" Tanya Ayah Naura kemudian
"Tidak Pa. Aku hanya sedikit demam sebelumnya, tapi sekarang sudah lebih baik" Jawab Naura tak ingin mengungkit soal dirinya dan Nara yang terus-menerus berdebat karena perbedaan pendapat
Karena bagaimana pun, Ayahnya adalah salah satu orang yang mengetahui keberadaan Nara dan mengenalinya lebih dari siapapun.
"Demam? Sejak kapan? Mengapa kamu tidak menghubungi Papa? Apa saja yang dilakukan oleh suamimu itu?"
"Ini bukan salah Adam Pa, aku sendiri yang kurang menjaga kesehatan ku" Ucap Naura tak ingin menyalahkan Adam akan kondisi tubuhnya yang lemah
"Jadi bagaimana dengan wanita yang didalam? Apa kamu akan mengabaikannya? Siapapun yang melihatnya akan sadar, kalau Adam dan wanita itu jelas memiliki hubungan. Apa kamu tidak mendengar suara dari para tamu yang hadir?" Pekik Ayah Naura tak suka dengan suasana pesta tadi
"Ini semua salah Papa. Papa seharusnya tidak mendorongku kepada Adam, jika sejak awal Papa tidak menerima perjodohan ini, maka aku pasti tidak akan begitu terobsesi denganya"
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan ayahnya, Naura justru balas menyalahkan ayahnya akan semua yang terjadi padanya.
"Bahkan disaat aku tahu bahwa Adam menjalin hubungan dengan wanita itu, Aku tetap tidak bisa kehilangannya, aku tidak bisa Pa.. Aku tidak sanggup melepasnya. Aku sudah cukup melepaskan orang yang aku cintai dan aku tidak ingin hal itu terulang kembali.. " Ucap Naura untuk terakhir kalinya sebelum pergi meninggalkan Ayahnya yang kini diam membatu di tempatnya tanpa bisa menyanggah ucapan putrinya