
Naura berlalu pergi meninggalkan pesta, menghiraukan tatapan penasaran dari para tamu, tak terkecuali orang tua Adam yang ikut penasaran karena melihat Naura meninggalkan pesta dalam keadaan terisak.
Dira dan William yang ikut melihat kepergian Naura sontak berdiri dan berniat untuk menyusul. Namun Dira dengan cepat menghalangi William dan memintanya untuk tetap duduk di kursinya agar tidak menarik perhatian para tamu lagi.
"Aku sendiri yang akan menyusulnya, kamu tunggu disini" Ucap Dira menahan William
William yang melihat reaksi para tamu yang lainnya, dengan pasrah duduk kembali di kursinya dan menunggu kabar dari Dira.
.....
Selain Dira, Adam yang tadinya tengah duduk bersama dengan Clara dengan terpaksa ikut meninggalkan pesta dan mengikuti Naura dari belakang karena paksaan dari ibunya yang sudah menggunakan ancaman.
Adam mengikuti Naura yang baru saja membooking sebuah kamar di lantai 4. Ia dengan cepat berlari menghampiri Naura yang tampak sedikit linglung masuk ke dalam kamarnya.
"Adam? Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Naura kaget saat Adam tiba-tiba saja menahan pintu yang baru ingin ditutupnya
Adam yang tadinya emosi karena harus mengikuti Naura, seketika berubah setelah melihat keringat dingin di wajah Naura.
"Ada apa denganmu? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Adam kebingungan
"A-aku baik-baik saja.. " Ucap Naura merasa gerah di sekujur tubuhnya dan pada akhirnya berakhir terjatuh di dada bidang milik suaminya itu
"Naura? Apa yang terjadi? Naura?" Tanya Adam menepuk pundak Naura beberapa kali
Namun selain suara nafas yang terdengar begitu gelisah, Adam tak lagi mendapat jawaban apapun dari Naura.
Melihat hal itu, Adam dengan cepat menggendong tubuh Naura masuk ke dalam dan membaringkannya di kasur.
.....
Di sisi lain, Dira yang ikut mengikuti Naura dari belakang namun didahului oleh Adam, memutuskan untuk kembali ke pesta sesaat setelah ia tiba di depan kamar yang dimasuki oleh Naura dan Adam.
Meski ia merasa sedikit cemas dan khawatir, namun melihat Naura masuk bersama dengan Adam ke kamar itu membuatnya mengurungkan diri nya untuk menghampiri Naura.
Bagaimana pun perlakuan Adam selama ini, ia tidak mungkin dengan begitu berani berlaku kasar di tempat umum. Karena itulah, Dira memutuskan untuk kembali dan menunggu kabar dari Adam.
__ADS_1
......
Adam yang kini berada di dalam kamar bersama dengan Naura, tampak begitu kebingungan karena Naura yang sejak tadi bersikap aneh.
"Apa sebenarnya yang terjadi denganmu?" Tanya Adam kembali
"A-aku tidak tahu.. A-aku hanya merasa panas.. " Racau Naura sembari berusaha membuka gaun yang dikenakannya
Semakin Adam melihatnya, ia semakin yakin jika Naura baru saja meminum obat per*ngs*ng. Namun bagaimana Naura bisa meminumnya, Adam benar-benar tidak tahu karena orang terakhir yang bersama dengan Naura tak lain adalah ayah kandungnya sendiri.
"Jangan bilang ini ulah Ayahmu? " Tanya Adam mengcengkeram bahu Naura keras
"Gerah.. Ini sangat panas.. Bantu aku.. Aku mohon.. " Pinta Naura semakin tak karuan
"Arrgghh sialan.. " Umpat Adam penuh kesal
Namun sekesal apapun dirinya, Adam tetap tidak bisa berbuat apapun selain melakukannya dengan Naura saat ini juga. Terutama karena kondisi Naura yang sangat tidak mungkin untuknya keluar dari kamar itu.
Adam lalu membuka jasnya dan melemparnya ke sembarang arah. Tangannya dengan kasar membuka satu-persatu kancing kemejanya, sebelum akhirnya menanggalkannya.
"S*alan, bagaimana bisa aku tergoda.." Umpat Adam merutuki dirinya yang sudah merasa tegang hanya dengan memperhatikan Naura yang berbaring tak berdaya di kasur dengan raut wajah menggodanya
Setelah umpatannya barusan, Adam lalu memegang dagu Naura, sedikit ragu-ragu ia perlahan mendekatkan wajahnya, lalu menempelkan bibirnya dengan Naura.
Adam yang awalnya hanya mencium Naura, sedikit tersentak saat Naura tiba-tiba saja mengalungkan tangannya di leher Adam. Tak berhenti disana, Naura juga perlahan menggerakkan bibirnya dan menggigit kecil bibir Adam membuatnya kembali berjengkit kaget dan alhasil Adam membuka mulutnya, memberi akses untuk bibir Naura masuk bertamu.
Kewalahan dengan permainan Naura, Adam dengan cepat mendorong tubuh Naura menjauh, karena ia yang sudah kehabisan nafas.
"Bagaimana bisa ia begitu lihai?" Guman Adam menj*lat bibirnya bekas gigitan Naura barusan, ia merasa begitu aneh karena Naura yang lebih terlihat pro ketimbang dirinya
Naura yang masih belum puas dengan cepat, menarik kembali leher Adam membuat keduanya kembali berc*uman. Adam yang secara perlahan kehilangan kendali akan dirinya pada akhirnya mulai memimpin dan melakukan apapun sebisanya. Termasuk meninggalkan beberapa bekas gigitan di beberapa tempat di tubuh Naura termasuk bagian ceruk lehernya.
Peluh keringat perlahan membasahi tubuh keduanya, diiringi suara rint*han yang kini memenuhi seisi ruangan itu.
"Aghh.. Sakit.. Ad-hamm.. "
__ADS_1
"Maaf.. " Ucap Adam lalu dengan cepat menembus daerah kew*nitaan Naura
Karena tindakan Adam barusan, tubuh Naura seketika bergetar hebat menahan sakit saat benda asing itu menerobos masuk semakin dalam pada daerah sensitif nya namun disisi lain terdapat perasaan panas yang sulit untuk dijelaskannya.
"Lebih.. " Satu kata yang cukup menggambarkan perasaan Naura saat ini
Adam yang sudah benar-benar kehilangan kendali akan tubuhnya, meneruskan hal itu dan memenuhi keinginan Naura yang masih terpengaruh oleh obat itu.
...***...
Dira kembali ke pesta dan menghampiri William yang tampak gusar menunggu kabar darinya.
"Bagaimana? Apa Naura baik-baik saja? Dimana dia sekarang?" Tanya William menatap Dira cemas
"Dia bersama dengan Adam" Jawab Naura tak bersemangat
"Adam? Apa terjadi sesuatu? Mengapa kamu meninggalkannya sendiri?"
"Mari tunggu sebentar, Adam seharusnya tidak melakukan hal kasar terhadapnya. Bagaimana pun hari ini adalah hari aniversary mereka" Ujar Dira berusaha menahan dirinya untuk tidak merasa khawatir
.....
Di sisi lain, Clara yang juga sedari tadi menunggu kedatangan Adam sedikit merasa cemas karena Adam yang tak kunjung kembali.
Jika sesuai dengan rencananya, Naura seharusnya sudah bertemu dengan orang yang disewanya sebelumnya. Namun di sisi lain, ia tetap merasa cemas jika saja Naura bertemu dengan Adam terlebuh dahulu.
Di tengah kecemaaan nya itu, ponsel Clara tiba-tiba berdering. Dengan cepat Clara beepindah ke arah balkon untuk mengangkat panggilan itu.
"Bagaimana? Apa kalian berhasil?" Tanya Clara tak sabar
Namun sialnya, kabar yang ditunggu-tunggunya sedari tadi justru berujung gagal, saat orang yang disewanya ini mengatakan jika Naura bertemu dengan Adam lebih dahulu saat masuk ke dalam kamar.
"Apa sebenarnya yang kalian lakukan? Bukankah sudah kukatakan untuk lakukan dengan cepat" Ucap Clara merasa emosi karena bagaimana pun ia membayar dengan harga untuk untuk jasa mereka
"Jadi apa yang harus kaki lakukan? "
__ADS_1
"Tidak perlu melakukan apapun, kita ganti rencana. Lakukan besok pagi, ingat untuk berhati-hati dan pastikan kali ini kalian berhasil" Ucap Clara sebelum akhirnya menutup panggilan itu dengan kesal