Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 32


__ADS_3

Jam di dinding menunjukkan pukul 6 sore saat Adam perlahan membuka kedua matanya. Ia tanpa sadar tertidur saat berada di rumah Clara siang tadi setelah makan siang.


Adam merenggangkan tangannya ke atas seraya turun dari kasur, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk sekedar membasuh wajahnya. Setelah itu, ia berjalan keluar dari kamar mencari Clara.


"Clara!" Panggil Adam sembari menuruni tangga


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Adam menghampiri Clara yang tengah berbaring tengkurap di kasur seraya memainkan ponselnya dengan girangnya


"Oh, kamu sudah bangun" Ucap Clara segera mematikan ponselnya dan menaruhnya di atas meja


"Hmm.. Aku harus ke rumah sakit sekarang" Adam berucap dengan mata yang masih sembab karena kantuk meski sudah tertidur selama setengah hari


"Kalau begitu, hati-hati di jalan. Jangan lupa menghubungiku nanti" Ucap Naura seraya memeluk Adam sebentar


Adam lalu pergi setelah salam perpisahan singkat itu. Sementara Clara kini kembali ke posisinya semua, ia dengan begitu antusiasnya meraih kembali ponselnya.


Selama dua tahun perpisahannya dengan Adam, Clara melampiaskan semua kekesalannya dengan bermain bersama dengan beberapa pria lainnya.


Bahkan sebelum keduanya berpisah, Clara sudah sering bermain dengan pria lainnya meski hanya sekedar teman menghabiskan waktu dikala Adam sibuk dengan studinya.


Namun Clara menjadi lebih berani lagi setelah Adam menikah dengan Naura. Dua tahun di luar negeri bukan hanya sekedar bersembunyi dari Adam, tapi juga memuaskan kesenangannya sendiri.


Semua mimpinya untuk menikahi Adam, gagal karena kehadiran Naura yang telah merebut perhatian keluarga Adam. Kehidupan pernikahan yang sudah diimpikannya dalam sekejap hancur begitu saja karena kehadiran Naura yang sudah sejak dulu dibencinya karena bakat yang dimilikinya.


Namun meski begitu, Adam tetap dengan begitu mudahnya percaya terhadapnya dan bahkan melawan keluarganya sendiri demi dirinya. Mendengar bahwa Gibran berhenti mengurusi pernikahan Adam, semakin membuat Clara nerasa senang karena kehidupan pernikahan yang dulu di impikannya sebentar lagi terwujud.


Menikah dengan seorang pewaris tunggal dari keluarga ternama dan hidup bergelimang harta tanpa harus bekerja keras.


Di sisi lain, ia masih bisa bermain dengan beberapa teman pria lainnya karena Adam yang dengan begitu mudahnya percaya akan dirinya, mengabaikan istrinya yang begitu tulus mencintainya.


Hanya dengan memikirkan hal itu, sudah semakin membuat Clara merasa senang.

__ADS_1


"Hei.. Apa yang kamu tertawakan sejak tadi?" Terdengar suara dari benda pipih yang saat ini berada di genggaman Clara


"Mari tidak membahasnya, bagaimana jika kita bertemu sekarang. Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama hmm?" Pinta Clara dengan sorot mata berbinar


"Degan senang hati sayang.. Kamu bisa datang sesuka hatimu ke tempatku.. " Balas pria itu dengan senyum di smirk di wajahnya karena keduanya yang memang tengah melakukan video call


"Bagaimana dengan kekasihmu itu?" Tanya pria itu kemudian


"Dia akan sibuk mengurus istrinya di rumah sakit, jadi aku punya banyak waktu untukmu" Jawab Clara sama sekali tidak perduli


"Datanglah sekarang, aku juga sudah menyiapkan barang yang kamu inginkan kemarin" Ucap Pria itu mengedipkan matanya menggoda


"Oke. Aku akan tiba dalam 30 menit. Bye-bye muaachhh" Ucap Clara memberikn kiss bye sebelum akhirnya menuntut panggilan video itu


Dengan penuh semangat, Clara naik ke atas kamarnga sembari bersenandung ria tak sabar menghabiskan waktunya malam ini.


"Kamu seharusnya tidak begitu kaku Adam, jangan salahkan aku jika mencari kesenangan dari pria lainnya" Gumam Naura sembari menatap pantulan dirinya dengan balutan dress merah yang memperlihatkan b*lahan dad*nya hingga pah*nya yang benar-benar terekspos hingga atas


Setelah berdandan layaknya dirinya sendiri, bukan gadis polos dengan pakaian tertutup lagi, Clara langsung menuju ke tempat tujuannya.


Butuh waktu sekitar 15 menit bagi Clara untuk tiba dengan taxi di bar tersebut. Bar yang menjadi tempatnya bertemu dengan bersenang-senang dengan pria kenalannya termasuk pria yang dihubunginya tadi yang tak lain adalah pemilik dari bar itu.


Seperti biasa, Clara masuk ke dalam sembari melempar senyum percaya dirinya, yang tentu saja direspon dengan baik oleh orang-orang yang hadir, yang sudah tak asing lagi dengan wajah Clara.


Clara berjalan ke arah meja bartender yang sejak tadi menatap dirinya dengan senyum menggoda.


"Seperti biasa, kamu tampak cantik Clara, apa kamu memiliki janji dengannya lagi? Kapan aku memiliki kesempatan itu?" Tanya bartender itu masih dengan nada menggoda


Clara hanya menyeringai sembaru meraih minuman yang baru disiapkan itu dan meneguknya dalam sekali tegukan.


"Aku akan meluangkan waktu untukmu lain kali" Balas Clara mengedipkan matanya

__ADS_1


Setelah mengucapkan itu, Clara lalu naik ke lantai dua. Lantai tempat ia biasanya bertemu dengan pria itu.


"Alex! Bukankah sudah kukatakan untuk tidak membawa wanita lain saat membuat janji denganku" Tegur Clara seribanya di lantai dua, dan mendapati pria yang dipanggilnya Alex tengah duduk dengan didampingi 3 orang wanita sedy di sampingnya


"Oh kamu sudah disini my baby girl.. Kamu seharusnya menghubungiku agar aku menjemputmu di bawah" Ucap Alex berdiri dan menghampiri Clara, lalu mengecup singkat bibir ranum miliknya


"Keluar kalian semua" Perintah Clara tak suka dengan kehadiran ketoganya yang membuatnya begitu muak


"Ckkck.. " Ketiganya hanya berdecak kesal, meski Clara begitu disenangi oleh banyak pria di bar itu, hal itu tentu saja tidak berlaku bagi wanita di bar tersebut


"Oke maafkan aku, aku hanya sedikit bosan karena itulah aku mengundang mereka" Ucap pria itu menyandarkan kepalanya di bahu Clara berusaha membujuknya


"Mana barangnya?" Tanya Clara memberikan telapak tangannya


"Aku akan memberikannya jika kamu berhenti marah terhadapku" Ucap pria itu seraya menggoda Clara dengan melingkarkan lengannya di pinggang Clara


Clara lalu menghela nafasnya panjang, seraya menatap Alex "Baiklah, aku akan memaafkanmu jadi berikan padaku" Ucap Clara melunak karena sejak awal ia tidak benar-benar marah karena ia tahu dengan betul seperti apa sosok pria di sampingnya ini


"Apa yang akan kamu lakukan dengan ini? Bahkan tanpa barang ini, kamu bisa menggoda siapapun dengan wajah cantik itu" Tanya Alex memperlihatkan plastik berisi bubuk putih yang didapatnya dengan susah payah itu


"Aku tidak akan menggunakannya untukku, aku akan memberikannya pada orang lain" Jawab Clara tersenyum licik memikirkan rencana jahat yang sudah disusunnya selama beberapa hari ini


"Apa mungkin kekasih bodohmu itu?" Tanya Alex kembali duduk di samping Clara dengan tangan yang kembali melingkar di pinggangnya


"Itu dulu, tapi setelah aku pikir-pikir, obat ini akan lebih berguna jika aku memberikannya untuk istrinya" Ucap Clara menyeringai


"Ahh... Aku benar-benar suka dengan sikapmu yang seperti ini.. " Alex berucap dengan suara berat diiringi d*s*han di setiap kata yang diucapkannya


Clara yang perlahan terpancing akan provokasi Alex, menoleh dan membalas perlakuannya dengan menc*um bibir Alex mesra


Dalam sekejab keduanya berganti posisi saling men*nd*h dengan Alex yang berada di atas Clara. Keduanya aling berc*mbu mesra layaknya pasangan. Hal yang selama bertahun-tahun ini tak pernah didapat Clara dari Adam yang merupakan kekasihnya.

__ADS_1


**Sebelumnya Maaf yah kalau ada typo, InsyaAllah nanti aku revisi kembali dari awal cerita🙂


__ADS_2