Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 55


__ADS_3

Cahaya terik matahari perlahan masuk dan menerangi seisi kamar dengan nuansa klasik itu. Clara yang sejak malam tadi sudah tak sadarkan diri karena alkohol, perlahan mengerjapkan matanya karena terpaan sinar matahari yang semakin terasa panas.


"Ngghhh.. " Clara merenggangkan tangannya ke depan berusaha menyadarkan dirinya karena matanya yang masih terasa begitu berat seolah akan tertutup kembali


"Kamu sudah bangun?"


Suara berat dengan sedikit penekanan terdengar dari arah samping tempat tidur Clara.


Adam duduk disana, dengan kaki menyilang menatap datar ke arah Clara. Sorot mata yang begitu berbeda dengan yang ia perlihatkan selama ini.


"A-adam? Bagaimana kamu bisa ada disini?" Tanya Clara sedikit kaget dibuatnya


"Kenapa? Apa kamu mengharapkan orang lain berada di sini?" Tanya Adam masih dengan nada datarnya


Clara yang melihat ekspresi Adam, sedikit mengerutkan keningnya karena Adam yang dikenalnya tak pernah bersikap secuek itu padanya selama ini.


"A-apa maksudmu, bagaimana mungkin aku mengharapkan orang lain. Tolong jangan bercanda seperti itu Adam" Ucap Clara berusaha membela dirinya


"Aku tidak sedang bercanda Clara. Apa kamu tidak mengingat kejadian semalam? " Tanya Adam akhirnya mengungkitnya


"Kejadian semalam?" Clara mengerutkan keningnya lalu berusaha mengingat kembali apa saja yang terjadi semalam


"Apa maksudmu, bukankah semalam.. Ngh"


Potongan - potongan ingatan dari sejak Adam datang ke rumahnya hingga Clara yang berakhir di bar dan bahkan tidur bersama Alex kini bermunculan di pikirannya.


Keringan dingin perlahan keluar dari tubuhnya, tak kalah rasa takut ikut menyelimuti nya karena bingung akan aoa yang sebenarnya terjadi setelah ia tidur dengan Alex dan bagaimana dia bisa berakhir di kamarnya pagi ini.


"Kamu sudah mengingatnya? Atau masih peu aku mengingatkanmu soal pria yang bernama Alex itu?" Tanya Adam dengan tatapan seriusnya meminta penjelasan


"Tidak.. Ini tidak seperti yang kamu pikirkan, dia pasti menjebak ku.. " Ucap Clara terbata seraya meremas rambutnya kesal memikirkan Alex yang ternyata sudah mengkhianati nya


"Menjebakmu? Katakan dengan jelas Clara, karena aku sangat membenci orang yang pembohong" Seru Adam karena sudah terlalu muak dengan apa yang terjadi baru-baru ini


Adam benar-benar dibuat bingung karena tak lagi bisa membedakan kebenaran dan kebohongan dari orang-orang terdekatnya termasuk Clara yang mulai membuatnya ragu akan sikap lembutnya yang selama ini ditunjukkannya padanya.

__ADS_1


"Aku mohon percaya padaku Adam. Aku sama sekali tidak mengkhianatimu, dia yang terus-menerus menggangguku. Aku menemuinya malam itu hanya untuk membuatnya menjauh dariku.. Aku mohon percaya lah padaku" Ucap Clara yang kini menghampiri Adam dengan mata berkaca-kaca


Adam semakin dibuat kecewa dengan Clara setelah mendengar kata-kata nya barusan. Sejak tadi, Adam sama sekali tidak menuduh Clara memiliki hubungan dengan pria itu. Ia hanya menanyakan soal dirinya karena penasaran. Namun Clara dengan cepatnya justru mengakuinya dengan berkata seperti itu.


"Baiklah.. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu di bawah. Kamu bisa mandi terlebih dahulu sebelum turun ke meja makan, karena aku akan ke perusahaan hari ini" Ucap Adam dengan senyum kecut yang berusah diperlihatkannya ditengah kekecewaannya itu


Setelah mengatakan itu, Adam lalu berlalu pergi setelah Clara mengangguk mengiyakan perkataannya. Lagipula benar atau tidaknya perkataan Clara selama ini, akan diketahuinya setelah asistennya selesai memeriksa semua informasi tentangnya.


.....


Selepas kepergian Adam, Clara dengan cepat mengambil ponselnya untuk menghubungi Alex dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi semalam karena ingatannya hanya sampai Ia dan Alex tidur bersama, setelah itu ia sama sekali tidak mengingatnya.


"Nomor yang Anda tuju.. Tuutt.. "


Berapa kali pun Clara mencoba menghubungi Alex. Ia tetap mendapat jawaban yang sama yakni ponsel yang dinonaktifkan.


"Apa sekarang dia menghindariku, setelah melakukan hal seperti ini.. " Ucap Clara geram seraya membanting ponselnya ke kasur karena kesal


"Alex.. Alex.. Aarrghh.. " Clara berjalan bolak-bolik seraya menggigit kukunya bingung


Namun berapa kali pun ia berfikir, ia tidak bisa menebak siapa yang berada di baliknya. Karena Naura yang selama ini dikenal oleh Clara tidak mungkin bisa melakukan hal seperti itu.


Informasi akan Naura yang memiliki alterego yakni Nara, sama sekali tidak sampai di telinganya Clara membuatnya tidak mencurigainya sama sekali.


.....


Ditengah kebingungan Clara akan apa yang terjadi padanya. Adam yang sudah tiba di perusahaan segera menuju ke ruangan yang dulu di gunakannya.


Pandangan kagum dan hormat yang sering di dapatnya dari para karyawan perusahaan kini berganti dengan pandangan-pandangan penasaran akan apa yang terjadi pada dirinya hingga dikeluarkan tiba-tiba dari posisinya.


"Dunia berputar terlalu cepat.. " Cuman Adam meratapi nasibnya yang berubah hanya dalam waktu sehari


Adam yang sudah tiba di ruangannya, dengan raut wajah kecewa dan sedikit penyesalan, duduk di sofa yang sering digunakannya untuk menyambut tamu, sementara Gibran yang sejak tadi disibukkan dengan tumpukan dokumen itu memilih berhenti sejenak dan menyambut kedatangan Adam.


"Kamu disini.. " Ucap Gibran lalu duduk di dekat Adam

__ADS_1


"Iya.. " Adam hanya mengangguk mengiyakan tanpa banyak berbicara karena ekspresi Gibran yang begitu membuatnya kesal


Ekspresi yang seolah menertawakan dirinya yang telah kehilangan segalanya itu.


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu ruangan terbuka dari luar. Asisten yang sebelumnya diperintahkan oleh Adam, masuk dengan beberapa dokumen di tangannya.


"Bagaimana?" Tanya Adam menatap asistennya


"Semua informasi dari sejak kuliah hingga saat berada di laut negeri, semuanya sudah saya kumpulkan Pak. Bapak bisa melihatnya" Tutur asisten Adam menyerahkan berkas dokumen itu


Gibran yang tak sabar melihat ekspresi Adam, menyandarkan tubuhnya kebelakang dengan kaki naik menyilang layaknya seorang bos besar.


"Apa-apaan ekspresimu itu?" Tegur Adam kesal hanya dengan melihat Gibran saat ini


"Ahh tidak.. Aku hanya tidak sabar menantikan reaksimu saat mengetahui semuanya. Kamu seharusnya melakukan hal ini sejak dulu, bukan disaat kamu sudah kehilangan segalanya, karena rasa penyesalan itu akan semakin besar dan menggerogoti dirimu" Ucap Gibran menyeringai


"Dasar menyebalkan.. " Seru Adam berdecak karena sudah beberapa hari ini, ia terus-menerus mendapat kata-kata kasar dari mulut sepupunya itu


"Aku hanya mengatakan fakta yang sebenarnya.. " Ucap Gibran


Adam berhenti menghiraukan Gibran dan memilih membaca satu-persatu informasi dari Clara yang baru di terimanya.


5 menit berlalu..


Adam yang tadinya masih terlihat biasa-biasa saja, perlahan merubah raut wajahnya saat berbagai fakta mengejutkan tentang kekasihnya itu terkuak di depan matanya.


Dari sejak mereka berkuliah hingga saat Clara berada di luar negeri, ia tidak pernah jauh dari para laki-laki lainnya. Termasuk pria semalam yang juga terdapat pada informasi yang diberikan asistennya.


Bukan hanya tentang Clara yang mengkhianatinya, semua catatan dana yang mengalir masuk ke rekeningnya juga tertulis dengan begitu rinci, termasuk yang diterimanya dari ibunya.


Adam berhenti sejenak dan menaruh berkas itu di meja tak sanggup membacanya kembali. Sementara Gibran yang melihatnya hanya tersenyum puas melihat penyesalan Adam.


"Lihatlah.. Orang yang begitu menyayangimu selama ini justru kamu buang karena gadis sepertinya.. Mengapa kamu begitu bodoh Adam.. " Tutur Gibran tertawa miris

__ADS_1


__ADS_2