
Naufal menscroll dari atas hingga bawah, berita skandal yang memuat tentang William. Membaca berita itu dengan teliti dan serinci mungkin, sebelum ia mengambil tindakan untuk mengatasinya.
"Jadi apa yang akan kamu ingin kakakmu ini lakukan?" Tanya Naufal menanyakan pendapat William terlebih dahulu
"Bantu melacak orang dibaliknya" Jawab William
"Bagaimana dengan berita ini? Jika kamu mau aku bisa menghapusnya"
"Tidak perlu Kak. Biarkan saja berita itu, lagipula aku dan Naura sama sekali tidk berada dalam hubungan seperti yang diberitakan itu"
"Apa kamu tidak khawatir dengan Naura? Bagaimana jika identitasnya teeungkap"
"Karena itulah aku meminta Kakak untuk mencari dalang dari semua ini. Aku tidak perduli jika aku adalah sasarannya, tapi jika hal ini untuk menjatuhkan Naura, aku tidak akan tinggal diam begitu saja" Ucap William mengepalkan tangannya penuh amarah
Naufal menghela nafasnya panjang sembari menepuk pundak adiknya untuk tidak terlalu terbawa emosi hingga bertindak gegabah.
Naufal lalu berjalan ke arah meja kerjanya dan meraih telponnya untuk menghubungi sekertaris pribadinya.
"Datang ke ruaganku sekarang" Perintah Naufal pada Devan sekertaris nya
Setelah itu, Devan menaruh kembali telpon itu dan kembali duduk di sofa berhadapan dengan adiknya itu.
"Aku tidak tahu jika kamu akan begitu mencintai wanita itu, tapi apa kamu tidak akan menyesalinya? Bagaimana pun dia sudah memiliki suami"
"Hmm.. Dia cinta pertamaku, bahkan setelah berpisah selama bertahun-tahun, aku tetap memiliki perasaan terhadapnya. Dan jika aku memilih berpaling saat ini, aku yakin bahwa aku akan menyesalinya di kemudian hari"
"Kakak lihat sendiri bagaimana Suaminya memperlakukannya, dia benar-benar menderita selama ini. Aku-.. Aku benar-benar tidak tega melihatnya seperti itu" Ucap William lirih sembari mengingat kembali akan kejadian saat di rumah sakit dimana tubuh Naura di penuhi luka lebam
"Tapi selama tidak ada kata cerai di antara keduanya, kamu tidak bisa begitu saja masuk dan mengganggu hubungan keduanya"
"Bagaimana itu bisa dikatakan mengganggu. Aku bahkan belum bergerak mendekatinya.. " Ucap William
Tok.. Tok.. Tok..
Naufal yang akan menyanggah ucapan William, terhenti saat pintu ruangan itu terketuk dari luar.
"Masuk!" Ujar Naufal mengizinkan
__ADS_1
Devan yang baru saja dipanggil oleh William, masuk dengan membawa ipad di tangannya.
"Perintahkan bagian humas untuk melacak orang yang menyebarkan berita ini. Lakukan secepatnya sebelum anak ini bertindak berlebihan" Perintah Naufal sembari memperlihatkan berita yang tadi di perlihatkan oleh William
"Baik Tuan" Jawab Devan tanpa banyak bertanya
Devan lalu keluar dari ruangan itu, meninggalkan kakak beradik itu di ruangan.
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" Tanya Naufal kemudian
"Aku akan pulang. Aku masih harus menghadiri pesta besok. Soal berita ini, aku serahkan padamu kak" Jawab William tersenyum setelah melempar semua masalahnya pada Kakaknya
"Kamu masih sempat memikirkan pesta dalam keadaan seperti ini?"
"Ini pesta aniversary Naura dan Asam. Tentu saja aku harus hadir"
"Lakukan sesukamu" Ucap Naufal tidak perduli lagi dan memilih membiarkan William melakukan apapun yang diinginkannya
...***...
Di sisi lain, Naura yang baru tiba di rumah setelah dari restoran tadi, langsung naik ke kamarnya untuk mandi dan membersihkan dirinya karena bau daging yang masih tertinggal di pakaiannya.
"Adam belum pulang Bi?" Tanya Naura saat mendapati Bi Eka di dapur
"Belum Non. Tuan belum pulang sejak pergi pagi tadi" Jawab Bi Eka dengan tangan yang masih sibuk mengurs makan malam.
"Oh yaudah Bi. Makanannya cukup untuk aku Bi, mungkin Adam pulang nya tengah malam nanti" Ucap Naura seraya duduk di meja makan
"Baik Non" Jawab Bi Eka yang langsung menyiapkan makanan untuk Naura
....
Beberapa menit setelah Naura memakan makanannya, dari arah luar rumah terdengan suara mobil yang baru saja tiba.
Naura yang awalnya mengabaikannya, segera menghentikan makannya dan menatap ke arah pintu masuk rumah itu.
"Aku pikir dia akan pulang tengah malam.." Ucap Naura dalam hatinya setelah melihat Adam masuk ke dalam rumah
__ADS_1
"Tolong siapkan makan malam untuknya Bi" Pinta Naura tanpa beranjak dari tempatnya
Melihat raut wajah masam suaminya, Naura memutuskan untuk tidak menghampirinya seperti sebelumnya. Ia memilih menahannnya dari pada berakhir bertengkar dan justru semakin membuat Adam kesal.
....
Namun apa yang Nuara coba untuk hindari, pada akhirnya tetap terjadi saat Adam dengan kasarnya menaruh ponselnya tepat di hadapan Naura.
"Apa ini?" Tanya Adam dengan nada tajam
Naura yang masih makan, terpaksa berhenti dan mendorong ke samping piringnya. Setelah itu, ia dengan sabarnya meraih ponsel itu dan melihat apa yang membuat Adam marah kali ini.
Naura yang awalnya terlihat biasa saja saat membacanya, seketika mengerutkan kening setelah melihat foto yang terpajang di media sosial.
Meski foto itu hanya memperlihatkan bagian belakang seorang pria dengan wanita, namun Naura bisa dengan jelas mengenali sosok dari keduanya, yang mana wanita yang ada di foto itu tak lain adalah dirinya.
Dari sejak ia pertama bertemu dengan William, seseorang sudah mengambil foto-fotonya. Foto yang hanya memperlihatkan dirinya dan William, bahkan meskipun Dara berada di sana.
"Semua ini bohong, aku dan William tidak menjalin hubungan seperti itu" Ucap Naura membela dirinya
"Tidak punya hubungan kamu bilang? Dia yang tiap hari datang menjengukmu di rumah sakit, kamu bilang tidak punya hubungan? Apa susahnya untuk mengaku Naura" Pekik Adam dengan nada tinggi membuat siapapun yang melihatnya termasuk Bi Eka yang tadinya menyiapkan makanan memilih untuk pergi akrena tak ingin menonton ke duanya bertengkar
"Tiap saat aku disalahkan karena hubunganku dengan Clara, tapi kenyataannya justru kamu yang lebih busuk. Berapa lama lagi kamu akan menyangkalnya?"
"Aku benar-benar tidak ada hubungan dengannya. Dia menjengukku di rumah sakit selayaknya teman, bukan seperti yang kamu pikirkan"
"Teman? Bullshit! Berhenti beromong kosong Naura" Seru Adam tanpa sedikit perasaan percaya pada Naura barang sedikitpun
"Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Mengapa kamu terus-menerus menolak untuk mempercayainya?"
"Karena kamu selalu seperti itu Naura. Kamu selalu menginginkan sesuatu yang bukan milikmu. Kamu tidak pernah puas dengan apa yang kamu miliki. Dan wanita seperti itu, tak pantas mendapat kepercayaan dariku"
"Aku tidak mengerti apa yang kamu katakan" Ucap Naura memalingkan wajahnya pahit karena Adam yang sudah benar-benar menutup mata akan dirinya
"Seberapa buruk aku dimatamu Adam" Batin Naura merasakan sesak di dadanya tiap kali Adam melontarkan kata-kata celaan dan makian akan dirinya
"Berhenti menghindar. Aku sudah bersabar selama dua tahun ini, jika kamu benar-benar menjalin hubungan dengannya mengapa kamu tidak menyetujui perceraian ini? Bukankah itu akan menguntungkan kedua belah pihak" Ucap Adam
__ADS_1
Mendengar kata-kata Adam, membuat Naura semakin merasakan sakit di hatinya, dadanya terasa sesak hingga membuatnya kesulitan membalas ucapan Adam. Suami yang begitu dicintainya, saat ini justru mendorongnya ke pelukan pria lainnya tanpa memikirkan seberapa dalam perasaan dan pengorbanan Naura selama ini.
"Mari berhenti membicarakan ini" Ucap Naura pada akhirnya sebelum berlari naik ke lantai atas tak ingin membahas perceraian itu lagi