Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 42


__ADS_3

Byuuurrrrr....


Naura yang sebelumnya tak sadarkan diri, sonrak terbangun saat tubuhnya disiram dengan air dingin.


"Heiii... Bangun kamu!" Teriak pria yang baru saja mengguyur Naura air seember


"Umhh.. Dimana ini? A-apa yang terjadi padaku? Siapa? Siapa kalian?" Tanya Naura kebingungan saat melihat beberapa pria dengan otot besar di hadapannya tengah duduk menikmati minuman beralkohol


"Kamu tidak perlu tahu siapa kami. Yang harus kamu tahu, bahwa kamu mencari masalah dengan orang yang salah" Pekik pria itu menjambak rambut Naura kasar


"Argghh.. " Naura merintih kesakitan, tak kala pria itu menarik rambutnya ke belakang seolah akan mencabutnya


"A-ap yang kau inginkan? Aku tidak pernah menggangu orang lain, jadi siapa yang kalian maksud?" Tanya Naura masih berusaha mencari tahu dalang dibalik penculikan nya meski tubuhnya sudah bergetar ketakutan hanya dengan melihat raut wajah mereka yang sedari tadi menyeringai misterius


"Sayang sekali, kamu menikah dengan seorang pria yang bodoh dan mengganggu seseorang yang tidak seharusnya kamu ganggu. Kamu hanya bisa menyalahkan dirimu karena terus-menerus mempertahankan hubungan tidak berguna itu"


"Apa itu Clara?" Tanya Naura menunduk dengan tangan mengepal erat


Pria itu lalu terkekeh kecil mendengar nama Clara disebut oleh Naura barusan.


"Sepertinya kamu tidak sebodoh yang aku pikirkan" Ucapnya dengan telunjuk menoyor kening Naura membuat wajah Naura mundur ke belakang


Naura yang mendengar ucapan dari pria itu merasa benar-benar emosi. Semuanya tampak masuk akal sekarang. Minuman yang diminum nya semalam seharusnya adalah bagian dari rencana Clara namun justru secara tidak sengaja di gagalkan oleh Adam.


"Apa yang kalian inginkan dariku? Jika kalian melakukan ini demi uang, maka aku bisa memberikan kalian lebih banyak dari yang bisa dia lakukan"


"Hahahahahahaha... "


Bukannya mendapat jawaban, tawaran dari Naura justru mendapat tertawaan dari mereka yang berada di sana.


"Dia memang membayar dengan sejumlah uang, tapi selain itu dia masih menawarkan sesuatu padaku, aku tidak yakin kamu bisa melakukannya. Bagaimana pun wajahmu tak kalah cantiknya dari dia" Ucap pria itu menyeringai sembari memegang dagu Naura

__ADS_1


"A-apa maksudmu?"


Pria itu lalu berbisik di telinga Naura "Dia menawarkan tubuhnya, apa menurutmu kamu bisa melakukannya?" Ucap pria itu masih dengan senyum misterius nya itu


Seakan tak percaya dengan apa yang baru didengarnya, Naura lantas menatap kaget ke arah pria yang baru berbisik di telinganya.


Naura tahu dengan jelas sifat Clara yang selama ini selalu memainkan peran manipulatif nya yang membuat Adam jatuh dalam perangkapnya dan terus menerus mempercayai dirinya. Namun ia tak pernah menyangka jika Clara akan melakukan hal sehina itu hanya untuk menghancurkan dirinya.


"Dasar b*jingan, lepaskan aku.. " Umpat Naura berusaha memberontak dan melonggarkan tali yang mengikatnya


"Diam!" Pekik pria itu dengan sarkas nya menampar wajah Naura keras membuatnya tertoleh ke samping dengan pipi yang kini memerah dan terasa nyeri


"Ukhh.. " Naura hanya bisa meringis karena tamparan itu, samar-samar ia merasakan bibirnya yang sudah mengeluarkan darah karena pukulan tadi


Melihat hal itu, pria itu berdecak kesal lalu pergi meninggalkan Naura di ruangan itu dan kembali keluar berkumpul dengan teman yang lainnya.


Sesaat setelah pria itu keluar, sorot mata Naura juga ikut berubah. Sorot mata yang terlihat lebih tajam dan tegas dari sebelumnya.


Naura hanya terdiam. Di situasi seperti itu, ia hanya bisa bergantung pada Nara yang lebih unggul dalam menggunakan otaknya khususnya di situasi berbahaya seperti itu.


"Jika dipikir kembali, aku juga muncul saat kamu diculik di umur yang ke 9 tahun. Ini terasa sedikit dejavu Naura. Apa kamu tidak mengingatnya?" Tanya Nara teringat kembali saat ia pertama kali mengambil alih tubuh Naura yang juga tengah berada di situasi yang sama seperti ini


"Aku tidak mengingatnya" Ucap Naura sama sekali tidak mengingat kejadian saat masih kecil dulu terutama sama Nara mengambil alih tubuhnya


"Oh.. Sepertinya aku benar-benar harus membantumu mengingatnya seperti apa diriku yang sebenarnya.. " Ucap Nara bersikap misterius


......


Setelah berkata seperti itu, Nara perlahan menggerakkan tangannya berusaha melonggarkan talinya sebelum ia mencoba membuka ikatannya dengan jarinya.


"Mereka benar-benar meremehkanmu, bahkan ikatan mereka tidak seerat yang aku pikirkan" Ucap Nara setelah berhasil melepaskan ikatannya

__ADS_1


"A-apa yang ingin kamu lakukan? Mereka ada di depan. Bukankah kamu akan menunggu mereka pergi baru melarikan diri?" tanya Naura panik saat Nara berniat keluar begitu saja


"Apa yang kamu khawatirkan Naura, sejak awal aku memang berniat menerobos mereka, bukankah sudah kukatakan, aku akan membuatmu mengingat kenangan yang ingin kamu lupakan.." Ucap Nara dengan penuh percaya diri tanpa sedikit pun rasa takut di wajahnya


Bahkan meskipun ia seorang wanita, ia tetap tidak merasa takut jika harus berhadapan dengan beberapa orang pria berotot tadi.


Sebelum keluar dari ruangan itu, Nara membanting kursi kayu yang tadi digunakannya ke lantai, membuatnya hancur tercerai berai. Ia lalu mengambil salah satu potongannya sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu, dimana para pria yang ada di luar ruangan itu kini berkumpul tepat di depan ruangan saat Naura membuka pintu ruangan itu dari dalam.


"Oh.. Kalian sudah disini" Ucap Naura menyeringai menatap satu persatu pria yang ia yakini berprofesi sebagai preman itu


"Dasar wanita gila, apa yang sedang kamu lakukan hah?" Bentak pria yang tadi sempat menjambak hingga menampar Naura saat berada di ruangan tadi


"Apa kamu buta? Aku baru saja mencoba membebaskan diri.. " Jawab Nara tak kalah sarkas nya dari pria itu dan lalu


Braakkk...


Tepat setelah Nara mengatakan hal itu, ia dengan cepatnya melancarkan pukulan di wajah pria itu membuatnya terpental ke samping.


Melihat aksi nekat dari Nara, para preman itu dengan cepat mengepung Nara berusaha untuk menangkapnya kembali. Namun sekali lagi, Nara melancarkan pukulannya tepat sebelum mereka sempat menyentuhnya.


Namun seberapa tangkas pun Nara bergerak, ia masih tetap saja terkena pukulan di tubuhnya khususnya di bagian kepala, karena para preman itu yang tak tanggung-tanggung memukulnya dengan telapak tangan mereka.


Mungkin jika itu Naura, ia mungkin sudah terkapar di lantai tak kuat menahan sakit namun karena yang mengambil alih tubuhnya adalah Nara maka pukulan seperti itu sama sekali tidak berpengaruh untuknya.


.....


Merasa di permainkan seorang wanita seperti itu, salah seorang dari preman itu mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya, tanpa menghiraukan peringatan Clara yang melarang untuk membunuhnya, pria itu dengan cepat menikam tepat di bagian pinggang Nara, saat ia tengah fokus memukul yang lainnya.


Nara yang sudah tak sempat menghindar dan baru menyadarinya saat pisau itu sudah tertancap di pinggangnya, berteriak meringis kesakitan.


"Aaaackkkkk.. " Teriaknya memekik memenuhi seisi ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2