Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 52


__ADS_3

Hujan turun dengan begitu derasnya, saat Adam kembali dari kediaman keluarganya. Rintik hujan yang semakin deras seolah mewakili perasaannya yang sedang kacau, karena kenyataan-kenyataan pahit yang begitu sulit untuk diterimanya ini.


Dengan langkah lunglai, Adam berjalan ke pintu rumah Clara, mengabaikan rintik hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.


Tidak seperti biasanya, kali ini Adam menekan bel pintu rumah Clara. Perasaan takut semakin menghampiri dirinya, saat akan bertemu dengan Clara. Berharap semua cerita yang di ceritakan oleh Kakek, ibu dan Gibran hanyalah kebohongan belaka agar ia berpisah dengan Clara.


"Adam? Apa yang terjadi denganmu? Mengapa kamu hujan-hujanan seperti ini?"


Clara yang baru saja keluar dan menemukan Adam dalam keadaan yang begitu berantakan, langsung membawanya masuk ke dalam.


"Apa benar wanita polos sepertinya akan berbuat seperti itu?" Batin Adam memperhatikan raut wajah khawatir yang ditunjukkan Clara saat ini


"Apa terjadi sesuatu hari ini?" Tanya Clara yang baru saja kembali dari kamarnya


Clara membantu mengeringkan rambut Adam yang basah dengan handuk yang baru diambilnya di kamar.


Adam yang sedari tadi hanya diam, menatap wajah Clara sendu, dengan harapan bahwa apa yang dikatakan oleh keluarganya hanya lah sebuah kesalah pahaman.


"Keluargaku membuangku Clara, aku benar-benar sudah mengecewakan mereka.." Ucap Adam pada akhirnya seraya memeluk tubuh Clara, mengabaikan pakaiannya yang sudah basah kuyup


"Membuangmu? Apa maksudmu Adam?" Tanya Clara melepas pelukan Adam dengan kening berkerut


Meski sekilas, terdapat ekspresi terkejut dari raut wajah Clara yang dilihat Adam barusan.


"Naura sudah menyetujui perceraianku.. " Jawab Adam lirih


Kening Clara yang tadinya berkerut, seketika berubah ceria saat mendengar kabar yang membahagiakan itu keluar dari mulut Adam.


"Bukankah itu berita bagus, mengapa kamu terlihat begitu sedih"


Meski sulit untuk mengakuinya, Adam memang memiliki sedikit perasaan tidak rela di hatinya saat membayangkan Naura sudah tak lagi menjadi istrinya. Perasaaan ith semakij besar saat mendengar pengorbana ibunya yang telah menyelamatkan dirinya hingga mengorbankan nyawanya sendiri.


"Hmm.. Bagaimana denganmu? Apa kamu akan tetap bersama denganku, jika aku bukan bagian dari keluarga Louis? Sejak aku bercerai dengan Naura, aku harus merelakan warisan dari keluargaku" Tanya Adam dengan harapan gadis itu akan dengan senang hati merangkul dirinya tanpa mempermasalahkan harta keluarganya

__ADS_1


Namun berapa malangnya dirinya, saat Clara yang tadinya sudah terlihat ceria setelah mendengar perceraiannya, kembali memasang raut wajah kecewa.


"Apa maksudmu? Apa mereka benar-benar harus melakukan ini? Bukankah kamu satu-satunya pewaris keluargamu?" Tanya Clara dengan nada yang sedikit tinggi


"Ada apa Clara? Apa kamu akan membuangku setelah mengetahui hal ini?" Tanya Adam dengan ekspresi datar


Dengan Clara bertanya seperti itu terhadapnya, sudah membuat Adam meragukan sikap Clara selama ini dan mulai mempertanyakan apa yang dikatakan keluarganya tentang kekasihnya itu.


"Tidak.. B-bukan seperti itu, bagaimana mungkin aku membuangmu. Aku hanya merasa ini tidak adil untukmu, bagaimana bisa keluargamu lebih memihak Naura ketimbang dirimu yang merupakan anak kandungnya sendiri" Ucap Clara panik memberi alasan


Namun meski Clara berkata seperti itu, Adam tetap merasakan kekecewaan karena respon yang didapatnya dari Clara berbeda dengan apa yang diharapkannya. Ia tidak akan begitu kecewa jika Clara menenangkannya dan berkata jika semua akan baik-baik saja bahkan tanpa harta keluarganya.


Mungkin jika itu Nuara, ia mungkin akan langsung berkata tidak apa-apa karena dimatanya bersama dengan Adam jauh lebih penting dari segalanya.


"Mengapa aku tiba-tiba memikirkan Naura" Batin Adam mengusap Dadanya yang entah sejak kapan terasa begitu hampa


Ini bahkan baru dia hari sejak Naura menyetujui perceraian itu dan Adam sudah merasakan hampa dan rasa bersalah yang entah karena rasa bersalahnya pada Ibu Naura atau mungkin perasaannya yang sudah berubah pada Naura seiring ia mengetahui semua kenyataan yang sebenarnya.


"Aku akan naik membersihkan diriku.. " Ucap Adam bangkit berdiri tanpa merespon kata-kata pembelaan dari Clara tadi


"Tidak perlu. Aku benar-benar lelah hari ini. Aku mungkin akan langsung tidur setelah mandi" Jawab Adam lalu kembali melanjutkan langkahnya naik ke lantai dua


......


Selepas kepergian Adam, Clara langsung duduk di sofa sembari menggigit ujung jarinya bingung.


Bukan ini yang diinginkannya selama ini, ketimbang menjadi istri Adam. Ia lebih tertarik menjadi menantu keluarga Louis.


Meski sebelumnya ia sudah membuat Ibu Adam membencinya dengan memoroti uangnya, namun ia tetap tidak menyangka jika Adam benar-benar akan dikeluarkan dari keluarga itu dan bahkan tidak mendapatkan sepeseroun harta dari keluarganya.


"Ini bukan kehidupan yang aku inginkan.. " Geram Clara seraya meremas rambutnya kesal


Ditengah kekesalannya itu, ponsel Clara tiba-tiba saja berdering. Nama Alex terlihat di layar ponselnya, membuat Clara dengan cepat menerima panggilan itu.

__ADS_1


"Kapan kamu akan datang kesini?" Tanya Alex saat panggilannya terhubung


Benar saja. Clara melupakan pria satu ini. Meski Alex hanya salah satu dari pria simpanannya, namun Alex sedikit berbeda dengan pria yang lainnya. Selama ini, apapun yang diminta oleh Clara, tak pernah sekalipun Alex menolaknya. Tak ada yang alasan yang bisa menjelaskan sifatnya itu selain karena Alex mencintainya. Pikir Clara saat ini.


"Aku akan datang jika kamu menginginkannya.. " Balas Clara kembali tersenyum centil


"Bagaimana dengan hari ini?" Tanya Alex kemudian


Clara berfikir sejenak sebelum menjawabnya, bagaimana pun masih ada Adam di atas sana. Namun memikirkan kembali kata-kataku Adam barusan, membuat Clara pada akhirnya menyetujui ajakan dari Alex.


"Baiklah.. Aku akan kesana" Ucap Clara


"Aku akan menunggumu, muacchh.. " Ucap Alex terdengar begitu bersemangat dan tak lupa memberikan kiss bye pada Clara sebelum memutus panggilannya


.....


Clara lalu naik ke lantai atas, untuk mengecek keadaan Adam terlebih dahulu.


"Adam?" Panggil Clara pelan seraya membuka pintu kamar itu, sedikit memberi cela untuknya melihat kedalam kamar itu


Sosok Adam yang tengah berbaring di dalam kamar yang tampak gelap itu, membuat Clara semakin senang karena tak harus membuat alasan untuknya keluar.


Clara lalu kembali menutup pintu kamarnya dan dengan cepat berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian.


......


Selepas kepergian Clara dari kamarnya barusan, Adam langsung bangun terduduk. Sejak tadi ia sama sekali tidak bisa tertidur. Berapa kali pun ia memejamkan matanya, ia hanya akan berakhir terbangun kembali.


Entah sejak kapan, pikirannya terus-menseus dipenuhi akan wajah Naura. Adam terus-menerus membayangkan kondisi Naura saat pulang ke rumah malam itu.


Karena pertengkarannya dengan ibunya, membuatnya tidak begitu memperhatikan kondisi Naura kala itu.


"Apa terjadi sesuatu padanya, malam itu?" Batin Adam curiga

__ADS_1


"Mau kemana dia tengah malam begini?" Gumam Adam teralihkan saat tanpa sengaja melihat Naura yang baru saja meninggalkan rumah


__ADS_2