Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 34


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Naura, Dira kembali membuka pintu ruangan itu untuk membiarkan Adam dan juga William masuk ke dalam.


"Oh, mengapa kamu sendiri? Dimana William?" Tanya Dira saat mendapati Adam duduk sendiri di depan ruangan itu


"Aku tidak tahu" Ucap Adam acuh, lalu bangkit berdiri dan masuk ke dalam ruangan itu


Dira yang tidak suka di acuhkan seperti itu, lantas mengge plak bagian belakang kepala Adam kesal.


"Ack.. " Ringis Adam seraya mengusap bagian belakang kepalanya


Entah mengapa, ia selalu kalah jika berurusan dengan Dira yang sejak dulu tak pernah segan dalam memukulnya ataupun mencaci maki dirinya.


"Jawab yang benar jika seseorang bertanya.. " Seru Dira menatap Adam dengan sarkas nya


"Bukankah sudah kukatakan aku tidak tahu, dia pergi begitu saja dan aku tidak mungkin bertanya kemana dia pergi" Protes Adam emosi


"Oh yasudah.. Kamu tidak perlu begitu emosi karena aku hanya sekedar bertanya.. " Ucap Dira dengan santainya dan bahkan diakhiri dengan senyum liciknya


"Apa kami hanya akan diam saja melihat suamimu di permainkan oleh wanita gila itu?" Tanya Adam menatap Naura yang sejak tadi diam memperhatikan


"Apa dia baru saja mengatakan Suamiku?" Batin Naura tidak percaya karena selama ini Adam selalu enggan mengakui status itu


"Berani sekali kamu memerintah nya, apa pukulan yang tadi masih belum cukup?" Tanya Dira menatap Adam tajam


"Mari berhenti Dira!" Tegur Naura pada akhirnya


"Hng.. " Dira hanya memalingkan wajahnya dengan tangan terlipat di dada, ia lalu duduk di sofa yang berada di dekat jendela ruangan itu


Sementara Adam, kini duduk di kursi yang berada tepat di samping tempat tidur Naura.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Adam mengalihkan pembicaraan


"Aku baik-baik saja. Ini hanya demam biasa, kamu tidak perlu khawatir"


"Jangan geer, aku datang kesini hanya ingin mengecek keadaanmu. Karena jika sampai terjadi sesuatu lagi, Mama pasti akan memarahiku"

__ADS_1


"Jaga ucapan kamu Adam!" Tegur Dira menyela ucapan Adam


"Aku hanya mengatakan faktanya, mengapa kamu terus-menerus mencari kesalahanku"


Dan Klakk..


Tepat setelah Adam mengucapkannya, pintu ruangan terbuka dari luar. Terlihat William dengan pakaian tertutup, dengan topi dan juga masker untuk menutupi identitasnya.


"Ada apa? Kenapa raut wajahnya kalian seperti itu" Tanya William melihat ketiganya yang tampak canggung


"Dari mana saja kamu?" Tanya Dira tanpa menghiruakan pertanyaan William tadi


"Huh.. " Lagi-lagi Adam memalingkan wajahnya tak ingin bertatapan dengan William


William hanya bersikap cuek, Satu-satunya yang ia pedulikan di ruangan itu hanya Naura seorang.


"Bagaimana keadaanmu Naura?" Tanya William sembari duduk di kursi samping kasur Naura, tepat berhadapan dengan Adam


"Aku baik-baik saja" Jawab Naura masih terdengar lemah dari suaranya


"Berikan padaku" Ucap Adam tiba-tiba merebut pisau dan buah dari tangan William


William hanya bisa berdecak menatap Adam yang bersikap semaunya.


"Sebenarnya apa yang dia pikirkan, sikapnya ini jelas-jelas terlihat seperti orang yang cemburu" Ucap Naura dalam hati, bingung akan sikap Adam yang terkadang terlihat perduli hingga cemburu


"Nah Naura.. Buka mulutmu, biar aku menyuapimu buah yang baru dikupas oleh suamimu ini.. " Ucap William mengambil kesempatan


"Sebenarnya aku bisa sendiri, kalian tidak perlu seperti ini" Ucap Naura berniat merebut sendok dari William


Namun William justru memaksa agar Naura membuka mulutnya "Aaahh.. " Ucap William ikut membuka mulutnya


Naura menghela nafasnya, lalu dengan pasrah menerima suapan dari William. Membuat Adam kesal dan berhenti mengupas buah itu dan memilih memakannya sendiri.


"Oh.. Aku tidak tahu jika kamu juga menginginkannya, aku pasti akan membeli banyak jika kamu memberitahuku tadi" Ucap William masih lanjut menggoda Adam, saat Adam menggigir habis apel yang baru dikupas nya tadi

__ADS_1


"Bwahahahahaah... "


Dira yang sedari tadi memperhatikan interaksi ketiganya, tak bisa menahan tawanya karena interaksi ketiganya yang terlihat begitu lucu melihat William menggoda Adam hingga ia tidak bisa berkutik sementara Naura yang kini bingung harus berbuat apa.


"Aku pergi.. " Ucap Adam berdiri lalu berbalik pergi keluar dari ruangan itu


"T-tunggu Adam..!" Panggil Naura berniat memghentikannya namun dicegah oleh William yang kini memegang lengannya


"Tidak perlu menghentikannya Naura, ia harus mengalami hal seperti ini sesekali, agar ia lebih sadar diri" Ucap William


"Itu benar, anggap ini pelajaran untuknya. Lagipula bukan cuma dirinya saja yang bisa berhubungan dengan orang lain sesuka hatinya seperti itu" Ucap Dira setuju dengan tindakan William


"Bagaimana jika dia semakin salah paham" Ucap Naura khawatir tak ingin disalah pahami lagi oleh Adam


Naura tahu betul maksud dari perbuatan William dan Dira, namun tetap saja ia tidak ingin menambah masalah dalam hubungannya lagi. Karena sejak awal, ada banyak kesalahpahaman diantara ia dan Adam yang hingga saat ini masih belum diluruskan sama sekali.


Bukan karena ia tidak ingin meluruskannya, tapi karena ia tidak bisa. Tiap kali Naura akan menjelaskannya, ia selalu terhenti saat melihat tatapan dingin dari Adam, tatapan yang dipenuhi ketidak percayaan akan dirinya.


"Kamu tidak bisa terus-menerus seperti ini Naura. Aku tahu kamu mencintainya. Sangat sulit untukmu melepaskan dirinya, tapi kamu juga harus tahu kapan untuk berhenti Naura" Ucap William dengan nada sendu, sembari menatap mata Naura dalam


"Maaf.. Lagi-lagi aku melewati batas yang seharusnya" Ucap William kembali tersadar setelah mengucapkan kata-kata tadi


"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu meminta maaf. Seharusnya aku yang berterima kasih karena kamu sudah begitu perduli dengan diriku yang bahkan aku abaikan selama ini" Ucap Naura merasa bersyukur karena memiliki orang-orang yang perduli akan dirinya di sisinya seperti ini


"Mari hentikan pembicaraan ini, mengapa kita tidak membicarakan soal bisnis?" Sela Dira sembari berdiri dari sofa dan berpindah ke kursi yang ditempati Adam tadi


"Pakaian hasil rancangan mu sudah hampir selesai dibuat. Karena alasan itu juga lah aku datang kesini" Ucap Dira hampir melupakan tujuannya datang ke rumah sakit menemui Naura


"Awalnya William akan menggunakannya saat menghadiri Gala Premier film terbarunya, tapi karena jadwalnya ditunda maka kita harus memikirkan alternatif lainnya"


"Aku dengar kamu akan mengadakan pesta, bagaimana jika aku menggunakannya kesana"


"Apa itu sudah cukup untuk mempublikasinnya?" Tanya Naura ragu-ragu karena ini pertama kalinya ia berani mempublikasikan pakaian rancangannya secara langsung


"Tentu saja. Dengan aku memakainya, para penggemar ku di luar sana pasti akan menggila dan mencari merek dan desainernya. Jadi, aku akan memakai salah satunya ke pesta dan menyimpan yang lainnya untuk Gala premier ku nanti"

__ADS_1


"Baiklah. Kita lakukan seperti itu. Kamu hanya perlu mengenakannya dan memamerkannya di media sosial. Itu sudah cukup, karena tujuan kita hanya mempromosikan merek saja" Ucap Dira setuju akan ide William, yang juga diangguki oleh Naura


__ADS_2