Cintai Aku, Suamiku!

Cintai Aku, Suamiku!
Bab 21


__ADS_3

"William..! " Sahut Naura meraih lengan William untuk menghentikannya berdebat dengan Adam


"Aku tidak suka perlakuan dia ke kamu, semakin aku memikirkannya, aku semakin tidak mengerti denganmu yang tetap diam melihatnya berbuat dan bahkan menuduhmu sesukanya seperti ini" Ucap William kesal


"Maaf.. Tapi ini urusan aku dan dia, aku tidak ingin melibatkan dirimu lebih jauh lagi"


William hanya bisa berdecak kesal, karena tidak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana pun ia bukan siapa-siapa.


"Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku dan William hanya sekedar teman biasa. Bukan seperti yang kamu pikirkan saat ini. Jika aku benar-benar memilikinya, aku pasti sudah akan berpisah denganmu ketimbang selingkuh dengan orang lain" Tutur Naura untuk terakhir kalinya pada Adam


Naura melirik sekilas ke arah Clara yang tampak memperlihatkan smirk licik di wajahnya. Namun Naura memilih menghiraukan nya, ia memilih pergi menghampiri pemilik dari pesta pertunangan itu, begitu pun dengan William yang juga mengikuti dari belakang karena merasa khawatir.


Pesta yang tadinya berlangsung dengan lancar, kini terasa begitu canggung karena pertikaian keduanya.


"Tolong maafkan aku.. Aku bukan bermaksud merusak suasana pesta pertunangan mu, tapi ini lah yang terjadi" Ucap Naura merasa bersalah pada Nichol dan pasangannya


"Lebih dari itu, kamu baik-baik saja?" Tanya Nichol justru merasa khawatir akan keadaan Naura


Naura tersenyum hangat "Aku baik-baik saja, aku sudah cukup terbiasa dengan kejadian seperti ini" Jawab Naura


"Tapi mungkin aku harus pergi lebih awal. Aku tidak percaya diri, untuk tetap berada di pesta ini lagi" Ucap Naura berterus terang


"William, sebaiknya kamu mengantar Naura" Ucap Nichol


"Tidak.. Tidak.. Aku bisa pulang sendiri" Tolak Naura merasa enggan


"Tidak ada penolakan. Jadi biarkan aku mengantarmu" Ucap William bersikap berani dengan menggandeng lengan Naura keluar dari pesta itu


Adam yang menyaksikan dari kejauhan, merasa sedikit geram dengan tangan yang kini mengepal.


"Mengapa aku sekesal ini.. " Batin Adam merasa asing dengan perasaannya saat ini


***


Selama di perjalanan pulang, Naura hanya diam dengan tangan bertumpu di jendela seraya menopang dagunya. Berulang kali ia menghela nafasnya saat membayangkan reaksi Adam saat tiba di rumah nanti setelah semua yang terjadi di pesta tadi.


"Maaf soal yang tadi Naura.. " Ucap William sesal setelah melihat Naura yang sejak tadi hanya melamun di sampingnya


"Tidak, ini bukan kesalahanmu. Jadi tidak perlu menyalahkan dirimu. Sejujurnya, aku bahkan tidak tahu siapa yang harus aku salahkan disini" Ucap Naura dengan semua kebingungan nya

__ADS_1


"Apa kamu akan terus seperti ini? Bukankah itu menyakitkan?" Tanya William yang semakin tak tahan dengan sikap Naura yang terus bersabar


"Ini memang menyakitkan, tapi entah mengapa aku masih bisa menahannya.. " Gumam Naura namun tetap bisa di dengan William mengingat keduanya masih berada di dalam mobil


William hanya bisa menghela nafasnya, menatap lirih ke arah Naura. Apapun yang dikatakannya, gadis di sampingnya ini seolah memilih untuk menahannya dan membiarkan dirinya terluka ketimbang berpisah dengan suaminya.


"Kamu benar-benad gadis terbodoh yang pernah kutemui, entah aku harus memuji ketulusanmu itu atau tidak.. " Gumam William tak habis fikir lagi


"Tidak apa-apa.. Aku akan berhenti saat aku benar-benar sudah lelah.. " Ucap Naura masih dengan senyuman di wajahnya, seolah berusaha menyembunyikan rasa sakit yang dirasakannya


"Kalau begitu, aku masuk ke dalam. Terima kasih karena sudah mengantarku dan maaf sudah merepotkan mu" Ucap Naura sebelum akhirnya turun dari mobil yang sejak beberapa saat yang lalu sudah berhenti di depan kediamannya


"Kalau begitu, jangan ragu untuk datang kepadaku.. Setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik.. " Ucap William setelah turun dari mobil


"Terima kasih.. " Balas Naura lalu berbalik masuk ke dalam meninggalkan William yang masih berdiri di samping mobilnya, menatap Naura masuk ke dalam rumah


"Hhhaaahhh.. Ini membuatku frustasi.. " Ujar William mengacak-acak rambutnya kesal seraya masuk ke dalam mobilnya setelah Naura dipastikannya masuk ke dalam rumah


...***...


Naura yang baru saja masuk ke dalam rumah, seketika terhenti saat ia mendapati ibu mertuanya yakni davikah tengah duduk di sofa ruang tamu dengan tangan terlipat.


Sorot matanya tajam, seolah meminta penjelasan pada dirinya.


"Dimana Adam? Bukankah kalian datang ke pesta bersama?"


"Ahh.. Adam masih berada di pesta. Aku merasa kurang enak badan, jadi aku pulang lebih dahulu" Jawab Naura mangalihkan pandangan karena sedang berbohong


"Jadi siapa pria yang baru saja memgantarmu itu?" Tanya Davikah dengan tatapan mengintimidasi meminta penjelasan


"Ternyata Mama melihatnya.. " Batin Naura tidak menyangka jika ibu mertuanya ternyata melihat dirinya pulang bersama dengan pria lain


"Dia hanya kenalan ku Ma. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di pesta, jadi dia menawarkan diri untuk memgantarku pulang"


"Bagaimana dengan Adam? Bukankah seharusnya dia yang mengantarmu pulang?"


Naura bingung harus berkata apa. Adam bersama dengan Clara di pesta tadi, begitu pun dengan dirinya yang juga hanya menghabiskan waktu berbincang dengan William.


"Kenapa kamu diam saja Naura"

__ADS_1


"Aa-adam.. Dia.. Masih di pesta Ma" Jawab Naura gugup


Dan tepat disaat itulah, setelah Naura menjawabnya, pintu rumah tiba-tiba terbuka dari luar.


Terlihat Adam yang baru saja tiba dengan pakaian yang sudah acak-acakan tidak seperti sebelumnya.


"Dari mana saja kamu?" Tanya Davikah sontak berdiri saat melihat anaknya


"Aku dari pesta sesuai dengan permintaan Mama" Jawab Adam


"Kamu tahu aku tidak membicarakan itu Adam.. " Ucap Davikah kesal, karena jawaban yang ia inginkan bukan seperti itu


"Maaf Ma.. Tapi aku benar-benar lelah sekarang, jadi aku akan naik ke kamarku terlebih dahulu" Sela Naura pada keduanya


"Iya, kamu istirahat baik-baik.. " Ujar Davikah dengan raut wajah melembutkan saat berbicara dengan Naura


Adam hanya diam menatap Naura, ia masih bingung dengan apa yang dirasakaannya saat di pesta tadi.


"Adam..!" Tegur Ibunya


"Maaf Ma.. Aku sedang tidak ingin berdebat" Ucap Adam ikut naik ke atas menyusul Naura di kamarnya


"Adamm!" Panggil Ibunya setengah berteriak namun tetap tidak digubris oleh Adam yang tetap melanjutkan langkahnya tidak perduli dengan teriakan ibunya


.....


Naura yang baru tiba di kamarnya, yang tadinya berniat untuk melepas gaunnya terhenti saat Adam tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya dan duduk di sofa.


"A-apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Naura gugup


Adam menatap Naura serius, sebelum akhirnya membuka suara "Ayo bercerai Naura" Tutur Adam tiba-tiba


Naura yang sedikit meragukan pendengarannya menatap Adam serius.


"A-apa maksud kamu?"


"Ayo bercerai. Tidak ada gunanya kita melanjutkan pernikahan ini"


"Tidak, aku tidak setuju"

__ADS_1


"Lalu apa yang kamu inginkan, aku tidak bisa hidup bersama denganmu, karena aku sama sekali tidak memiliki perasaan terhadapmu"


"Maaf.. Aku lebih memilih dibenci olehmu, dari pada berpisah denganmu.. " Ucap Naura masih tetap mempertahankan perasaannya bahkan disaat Adam memintanya untuk berpisah


__ADS_2