CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI

CINTAI AKU JIKA KAMU BERANI
episode 99


__ADS_3

Berdasarkan bunga tulip hitam yang ditinggalkan Xie Han di atas mayat Tommy, dia menduga bunga tulip hitam itu adalah petunjuk tentang lokasi pertemuan yang diinginkan Xie Han, yaitu sekolahnya Mary.


Kembali ke masa kini,


Yan Mao menunjukkan sebuah alat spy yang dia ciptakan pada Yao Yao. Sebuah alat kecil multifungsi yang bisa digunakan sebagai audio recording, video recording dan alat pelacak yang dia sembunyikan didalam tulip hitam yang Jin Yan bawa saat dia menemui anak buahnya Xie Han.


Karena waktu itu anak buahnya Xie Han tiba-tiba mencurigai Jin Yan bahkan sampai memeriksanya dengan alat scanner, Jin Yan dengan gaya sok coolnya membuang bunga tulip itu padahal alat spy didalamnya masih merekam mereka.


Dari situlah mereka semua langsung tahu dimana Yao Yao disekap dan mengontrol tempat itu mendahului Xie Han.

__ADS_1


Tiba-tiba mereka melihat Jin Yan menyalakan gadget spy-nya. Mereka melihat Jin Yan bertemu dengan Xie Han. Xie Han lalu mengajak Jin Yan masuk dan membawanya ke tempat dia menyekap Yao Yao.


Dia menyambut Jin Yan dengan memberinya makan. Xie Han mengamati Jin Yan saat Jin Yan makan sesuap lalu bertanya apa rencana Jin Yan.


Jin Yan menyarankan agar mereka memulainya dari Russia. Xie Han setuju dan mereka pun bersulang sebagai tanda kesepakatan.


Seorang pelayan datang mengambil appetizer mereka lalu menggantinya dengan makanan utama... steak (err... mungkin itu steak daging manusia).


Tiba-tiba Xie Han beranjak pergi. Jin Yan cepat-cepat menghentikannya dengan garpu yang dia tempelkan di lehernya Xie Han dan menyuruh Xie Han untuk menghentikan tes kekanak-kanakan ini. Xie Han mengaku kalau dia sebenarnya tidak mengetes Jin Yan, dia hanya suka melihat Jin Yan makan daging.

__ADS_1


Malam harinya, Xie Han membawa Jin Yan ke sebuah kamar yang sudah dia siapkan untuk Jin Yan. Yao Yao masih sangat mencemaskan Jin Yan sampai dia tidak mau beranjak sedikitpun dari depan komputer. Yan Mao lalu memberikan sebuah alat komunikasi pada Yao Yao agar Yao Yao bisa bicara pada Jin Yan.


Walaupun tidak mengatakan apapun tapi Jin Yan bisa mendengar Yao Yao memanggilnya. Dia lalu keliling kamar sampai dia menemukan sebuah kamar mandi dan cermin.


Jin Yan lalu berdiri didepan cermin agar Yao Yao bisa melihat refleksi wajahnya. Yao Yao menangis melihatnya "Jin Yan. Kau harus kuat. Aku mencintaimu."


Keesokan harinya, Xie Han tampak berbeda dari kemarin. Hari ini, dia tidak tersenyum sedikitpun. Dia lalu membawa Jin Yan ke atas gunung dimana dia sudah menyiapkan dua buah senapan. Xie Han memberikan satu senapan pada Jin Yan lalu mengambil senapan yang satunya.


Jin Yan pura-pura mengecek senapanya lalu minta izin menembak duluan. Tapi Xie Han tiba-tiba mengarahkan senapannya pada Jin Yan dan bertanya "Bagaimana kabar Jenny?"

__ADS_1


Sontak Jin Yan mengarahkan senapannya ke arah Xie Han. Tapi Xie Han berkata kalau senapan yang Jin Yan pegang itu tidak ada pelurunya.


"Kau seorang criminal profiler yang hebat tapi kau bukan tentara. Tentara sejati bisa membedakan antara senapan yang tidak berpeluru dengan yang berpeluru"


__ADS_2