
Korban ketiga adalah seorang pria muda usia 29 tahun yang berprofesi sebagai arsitek. Bagian yang paling aneh dari video itu adalah seekor anjing yang menyalak pada sebuah boneka bayi.
Ketiga korban menghilang sekitar 2 minggu yang lalu. Yang jadi masalah, tidak ada kesamaan ataupun hubungan apapun diantara ketiga korban itu.
Polisi masih berharap kalau ketiga korban itu masih hidup... tapi Zi Yu tiba-tiba menyela untuk mengumumkan bahwa semua korban sudah mati.
Zi Yu menjelaskan bahwa semua video yang memperlihatkan para korban dan anjing menyalak (video yang memperlihatkan pria dirantai tidak termasuk), tampak berakhir saat video menunjukkan gambar tidak bergerak. Akan tetapi, indikator video menunjukkan kalau video itu sebenarnya masih jalan.
Zi Yu berkata hal itu dikarenakan ada sebuah video lain yang dienkripsi dan disembunyikan didalam gambar tak bergerak.
__ADS_1
Zi Yu seperti biasanya, bergerak cepat memecahkan decoding video itu lalu memperlihatkan video yang terenkripsi itu. Dalam video yang terakhir, tampak jelas bahwa semua korban sudah mati dan bahkan bonekanya pun sudah dirusak.
Yao Yao tidak tahan melihat semua gambar-gambar mengerikan itu dan langsung keluar dari ruang rapat. Jin Yan menyusulnya tak lama kemudian dan mendapati Yao Yao menangis.
Melihat penyiksaan kejam yang dialami para korban membuat Yao Yao takut kalau Xun Ran juga mengalami hal yang sama, disiksa sekejam itu.
"Hal yang paling menakutkan di dunia ini adalah kegelapan yang tidak bisa ditembus. Itu adalah cara yang dia gunakan untuk mengalahkan kita. Jian Yao, kau tidak boleh kalah. Kalau kau kalah, bagaimana aku bisa menang?"
Di tempat lain, seekor anjing menemukan sebuah boneka berlumuran darah. Saat si pemilik anjing mengajak anjingnya pergi, ia malah mendapati mayat pria yang isi perutnya berhamburan.
__ADS_1
Di sebuah taman, seorang nenek duduk di sebuah bangku dan disampingnya ada seorang kakek yang tampak tidak bergerak sama sekali... karena kakek itu memang sudah mati. Ketiga mayat itu adalah para korban penculikan si no.1.
Malam harinya, pak polisi mendatangi Jin Yan di kamar hotelnya untuk menyerahkan laporan penemuan mayat ketiga korban. Tim forensik mendapati no.1 mengambil sesuatu dari para korban sebagai 'suvenir'.
Dari korban wanita, no.1 mengambil semua kulit punggungnya. Dari korban pria setengah baya, no.1 mengambil beberapa helai rambut ubannya. Sementara korban pria muda, diambil hatinya saat dia masih hidup. Lalu boneka bayi yang berada bersama mayat pria muda, tangannya diputus.
Polisi sudah menginterogasi teman-teman dan keluarga korban, mereka semua tidak ada yang saling mengenal jadi polisi menyimpulkan kalau no.1 memilih korbannya secara acak.
Akan tetapi, polisi mendapati bahwa korban wanita sebenarnya bukan cuma agen real estate tapi juga hendak pergi ke kuliah malam.
__ADS_1
Sementara korban pria bukan cuma seorang arsitek tapi juga seorang penulis yang telah beberapa kali memenangkan penghargaan. Mereka juga mendapati mobil si pelaku tampak beberapa kali berada di sekitar tempat para korban sebelum para korban diculik.
Dari sini polisi menduga kalau si pelaku tidak mungkin menculik para korban secara acak, dia terlebih dulu memilih dan mengamati para korbannya dengan seksama.