
Pria itu tampak sangat tertarik pada Yao Yao, dia bahkan tidak mau melepaskan genggaman tangan mereka sampai membuat Yao Yao tidak nyaman dan melepaskan tangannya sendiri.
Saat mereka turun, Pei Ze langsung disapa oleh beberapa wanita yang tampaknya punya hubungan dekat dengan Pei Ze. Hmm... orang ini jelas playboy.
Saat tengah menunggu Pei Ze tanda tangan, seorang wanita tiba-tiba mendatangi Yao Yao dan memperingatkannya untuk hati-hati dengan Pei Ze karena Pei Ze itu sangat licik dan kebaikannya palsu.
Pei Ze lalu mengantarkan Yao Yao ke meja kerjanya. Setelah Pei Ze pergi, Yao Yao melihat-lihat meja kerja barunya itu tapi malah mendapati sebuah foto yang tersimpan di bawah keyboard. Foto seorang wanita yang tampak berangkulan dengan seorang pria tapi wajah pria itu dicoret.
Seorang pegawai lain tiba-tiba menghampirinya dan memberitahunya kalau wanita di foto itu adalah Wan Wei. Dia adalah orang yang dulu menempati meja kerjanya Yao Yao itu sebelum akhirnya dia mati bunuh diri dengan menyayat tangannya di bak mandi di sebuah resort.
Hmm... tapi ada sebuah adegan lain yang memperlihatkan kalau Wan Wei bukan bunuh diri tapi dibunuh.
Pulang kerja, Yao Yao memasak makan malamnya di kamar mandi (apartemennya ga ada dapurnya).
__ADS_1
Tapi saat dia keluar, dia langsung kaget melihat Jin Yan yang entah bagaimana caranya bisa masuk rumahnya. Jin Yan hanya menjawabnya dengan menunjuk sebuah kunci yang tergeletak di meja. Yao Yao makin heran kenapa Jin Yan bisa punya kunci apartemennya?
Kesal, Yao Yao langsung memasukkan kunci itu ke tasnya. Tapi Jin Yan malah berkata kalau kunci itu kunci apartemennya. Yao Yao langsung mengembalikannya dan berkata kalau dia tidak mau kunci apartemennya Jin Yan. (terus gimana caranya dia masuk, masak dia membobol pintu apartemennya Yao Yao kayak maling?)
"Aku lapar" kata Jin Yan.
"Kau tidak bilang kalau kau datang jadi aku membuat masakan untuk diriku sendiri"
"Walaupun kau terus memandangiku, makanan ini tidak akan terasa lebih enak. Nasi macam apa ini?"
"Nasi wangi Thailand. Aku membeli 20 macam beras yang berbeda untuk dibandingkan dan akhirnya aku memilih yang ini, rasanya cukup enak kan?"
Yao Yao lalu membantu Jin Yan duduk lebih nyaman dengan memberinya bantal kursi. Jin Yan senang.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Jin Yan melihat-lihat berbagai interior rumah Yao Yao dan heran, berapa banyak waktu yang Yao Yao habiskan untuk mendekorasi tempat sesempit ini.
"Tidak masalah, aku menyukai hal-hal seperti ini"
"Apa yang dikatakan Zi Yu benar"
"Apa yang dia katakan?"
Bahwa Jin Yan sama sekali tidak mengerti wanita. Jin Yan merasa kalau dia memang benar-benar tidak akan bisa mengerti wanita. Dia tidak mengerti kenapa Yao Yao menghabiskan banyak waktunnya untuk menghias rumahnya dengan barang-barang tidak berguna semacam... boneka kuda nil.
Yao Yao langsung merebut boneka kuda nil itu dan berkata dengan ketus "Ini adalah standar hidup yang kuinginkan"
Xun Ran meneleponnya untuk memberitahu Yao Yao bahwa mereka menemukan beberapa deret angka-angka baru dan berjanji akan menghubungi Jin Yan dan Yao Yao kalau nanti ada perkembangan lainnya.
__ADS_1